Postingan Populer

Minggu, 01 Februari 2026

PMI Asal Indramayu Butuh Perhatian Pemerintah Usai Dipulangkan Dari Malaysia Indramayu, Sergaptarget Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu bernama Maryam (60) kini hidup dalam kondisi memprihatinkan usai dipulangkan dari Malaysia. Perempuan lansia tersebut tiba di tanah air dalam keadaan menderita stroke dan tanpa kepastian penanganan medis jangka panjang. Meski sempat mendapat perawatan darurat dari relawan dan tenaga kesehatan setempat, hingga kini nasib dan kelanjutan hidup Maryam masih belum mendapat kepastian dari pihak terkait. Salah seorang relawan, Lina, mengungkapkan bahwa Maryam sebelumnya ditemukan terlantar di Malaysia. Ia diduga bekerja sebagai PMI ilegal tanpa dokumen resmi dan tanpa pemberi kerja yang jelas. “Berdasarkan alasan kemanusiaan, seorang warga Indonesia yang bekerja di Malaysia mengurus seluruh proses kepulangan Ibu Maryam, termasuk biaya tebusan di KBRI, agar beliau bisa kembali ke tanah air,” ujar Lina.

PMI Asal Indramayu Butuh Perhatian Pemerintah
Usai Dipulangkan Dari Malaysia


 

Indramayu, Sergaptarget
Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu bernama Maryam (60) kini hidup dalam kondisi memprihatinkan usai dipulangkan dari Malaysia. Perempuan lansia tersebut tiba di tanah air dalam keadaan menderita stroke dan tanpa kepastian penanganan medis jangka panjang.

Meski sempat mendapat perawatan darurat dari relawan dan tenaga kesehatan setempat, hingga kini nasib dan kelanjutan hidup Maryam masih belum mendapat kepastian dari pihak terkait.

Salah seorang relawan, Lina, mengungkapkan bahwa Maryam sebelumnya ditemukan terlantar di Malaysia. Ia diduga bekerja sebagai PMI ilegal tanpa dokumen resmi dan tanpa pemberi kerja yang jelas.

"Berdasarkan alasan kemanusiaan, seorang warga Indonesia yang bekerja di Malaysia mengurus seluruh proses kepulangan Ibu Maryam, termasuk biaya tebusan di KBRI, agar beliau bisa kembali ke tanah air," ujar Lina.

Setibanya di Indonesia, Maryam sempat diantar ke satu-satunya kerabat yang tersisa, yakni kakaknya yang tinggal di BTN Lama Asrama Haji.

"Namun, kondisi kakaknya yang sudah lanjut usia dan mengalami keterbatasan ekonomi membuat perawatan Ibu Maryam tidak memungkinkan," jelas Lina.

Kondisi Kesehatan Memburuk Saat pertama kali tiba, Maryam diketahui menderita stroke tanpa luka fisik. Namun, setelah sekitar satu bulan tinggal di rumah kerabatnya, kondisi kesehatannya memburuk secara drastis.

"Ia ditemukan mengalami infeksi parah di beberapa bagian tubuh hingga menimbulkan aroma tidak sedap," ungkap Lina.

Beruntung, respons cepat dari para relawan serta bantuan tenaga medis, termasuk bidan desa, berhasil memberikan penanganan awal terhadap luka-luka tersebut. Saat ini, kondisi Maryam dilaporkan mulai berangsur membaik.

Untuk sementara, Maryam tinggal di rumah Ketua RT setempat dan dikategorikan sebagai lansia sebatang kara, mengingat minimnya dukungan keluarga yang mampu secara fisik maupun finansial.

Lina bersama tim relawan, termasuk dari Jabar Bergerak, mengetuk kepedulian pemerintah daerah, instansi terkait, serta para dermawan untuk memberikan perhatian serius terhadap kondisi Maryam.

"Kami berharap ada penanganan medis berkelanjutan untuk penyakit stroke dan pemulihan luka infeksi, kepastian tempat tinggal yang layak seperti panti sosial lansia, serta bantuan logistik dan kebutuhan dasar sehari-hari," katanya.

"Intinya, Ibu Maryam hidup sebatang kara. Ia sangat membutuhkan kepedulian semua pihak agar bisa menjalani sisa hidupnya dengan lebih layak," pungkas Lina.

(Nana.  S)


Telah terjadi Ledakan Yang Memakan Korban Jiwa Diduga Dari Home Industri Petasan






Indramayu, Sergaptarget
Telah terjadi peristiwa ledakan yang diduga berasal dari home industri pembuatan petasan Sabtu malam (31/01/2026).

Berlokasi di desa Lohbener Lor, kecamatan Jatibarang, kabupaten Indramayu Jawa Barat.

Babinsa dari Koramil 1604/ Jatibarang, Sertu Edi Supriono telah melakukan evakuasi dan identifikasi pasca terjadinya peristiwa ledakan yang diduga berasal dari kegiatan home industri pembuatan petasan yang berada di wilayah tersebut. Pemilik home industri petasan bernama Carita alias Tolok, Umur (35) berlokasi RT.13 RW.04 desa Lohbener Lor.

Sertu Edi menjelaskan korban Carita alias Tolok meninggal dunia dan besaran kerugian materil masih dalam proses pendataan dan belum dapat dipastikan.

Menurut saksi lurah desa Lohbener Lor, Toto menerangkan kronologis kejadian sekitar pukul 17.00 WIB, korban diketahui sedang melakukan aktivitas peracikan bahan-bahan obat petasan di lokasi home industri miliknya.

Pada saat berlangsungnya proses pencampuran bahan-bahan tersebut, diduga terjadi percikan api yang kemudian memicu terjadinya ledakan.

"Akibat ledakan tersebut, korban meninggal dunia di tempat kejadian, dengan kondisi tubuh mengalami kerusakan berat akibat ledakan".

Pada saat peristiwa terjadi, para pekerja diketahui telah selesai melaksanakan aktivitas kerja dan telah pulang, sehingga korban berada di lokasi dalam keadaan seorang diri, ujarnya.

Pasca terjadinya ledakan, jenazah korban dievakuasi oleh Babinsa Koramil 1604/Jatibarang, Kapolsek Jatibarang, Kompol Darli, SH., beserta anggota, Sat-Reskrim Polres Indramayu.

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti ledakan tersebut, termasuk aktivitas pembuatan petasan yang diduga menjadi sumber kejadian.

 

(Nana. S)

Sabtu, 31 Januari 2026

Pastikan Wilayah Aman , Babinsa Sumber Bersama Satlinmas Laksanakan Patroli Keamanan Lingkungan

Surakarta - Babinsa Kelurahan Sumber Koramil 02/Banjarsari Kodim 0735/Surakarta Serka Yusuf dan Sertu Dadan bersama Satlinmas Kelurahan Sumber melaksanakan kegiatan Patroli Siang hari di wilayah  Kelurahan Sumber Kecamatan Banjarsari, Minggu (01/02/2026).

Ditegaskan Serka Yusuf patroli wilayah kali ini dilaksanakan untuk monitoring aktifitas warga masyarakat pada siang hari serta untuk meminimalisir dan mencegah tindak kejahatan ataupun gangguan keamanan di lingkungan masyarakat 

"Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk mengecek fasilitas umum yang sudah rusak. seperti pagar pagar di pinggir sungai dan jembatan jembatan yang rawan keselamatan pengguna nya."tegasnya.

"Di sela - sela kegiatan Patroli, kami bersama Satlinmas menghimbau kepada warga masyarakat agar ikut serta dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kelurahan Kestalan Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta."pungkasnya.

Penulis : Arda 72

Dengan Bincang Santai Babinsa Jebres Komsos Dengan Warga, Eratkan Tali Silaturahmi

Surakarta - Komsos merupakan suatu kegiatan rutin dari Aparat Teritorial terutama bagi seorang Babinsa terhadap warga binaan, dengan Komsos Babinsa langsung dapat berinteraksi dengan warganya sehingga tercipta hubungan yang erat antara TNI dan Rakyat.

Hal inilah yang dilakukan Babinsa Jebres Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Serka Taufik Mukhlis, ditengah kegiatannya tetap melaksanakan Komsos dengan Bp. Agus dan warga lainnya, warga Jebres Tengah Rt. 02 Rw. 25 Kel. Jebres Kec. Jebres Kota Surakarta. Minggu (01/02/2026).

"Dalam kegiatan Komsos kali ini kami mengajak warga untuk selalu menjaga keamanan rumah masing masing dan juga peduli terhadap keamanan lingkungan sekitar."tegas Serka Taufik .

"Selain itu tujuan utamanya adalah untuk mempererat hubungan silaturahmi antara Babinsa dengan warga binaan sekaligus untuk saling tukar informasi apabila ada permasalahan di wilayah."pungkas Serka Taufik.

Penulis : Arda 72

Alhamdulillah, Acara doa Bersama Al Atosan Berjalan Lancar Sampai Selesai. Semoga keberkahan dan Rahmat Allah SWT Selalu Menyertai Kita Semua Pungkas kaji nyante.




Kuningan, SERGAP TARGET pengajian rutin malam minggu Wage   di Rumah Ayah Sudes, Dusun Manis, Desa Sampora, Cilimus, Kuningan, Sabtu 31 Januari 2026, pukul 19.30 WIB. Ngaji Rotibul Al Attos, mari kita isi malam dengan keberkahan ujar Kaji yante Aya Sundes pada awak media.





Acara doa bersama Al Atosan dipimpin langsung oleh Ustadz Khaerul Fahmi dari Lungbenda, Cirebon, Jawa Barat yang sangat kondang di Jawa Barat, acaranya berjalan lancar dan penuh keberkahan.



Hadirnya Ketua Umum DPP AMPAR CIREBON, Maulana, dan Ketua SATGASUS Ampar, Babil, menambah kesakralan acara doa bersama Al Atosan.  acaranya lancar dan penuh keberkahan.



Hadirnya tamu dari Indramayu dan Cirebon menambah keberagaman dan keberkahan acara doa bersama Al Atosan. Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dan kebaikan dari acara ini Aamiin.



Alhamdulillah, acara doa bersama Al Atosan berjalan lancar sampai selesai. Semoga keberkahan dan rahmat Allah SWT selalu menyertai kita semua pungkas kaji nyante.


Setelah acara selesai, dilanjutkan dengan makan bersama dan ngopi bareng, sambil berbincang santai dan mempererat ukhuwah. Semoga momen kebersamaan ini membawa kebahagiaan dan keberkahan. 

Setelah makan bersama, rencana selanjutnya adalah ziarah ke makam Syech Abdurrochman di Tajug Lawang Kidul, Desa Suka Mukti. Semoga kita bisa mengambil berkah dan hikmah dari ziarah tersebut.((Babil))

Haji 2026 Indramayu Disorot Komisi II, DPRD Karena Berangkat Tanpa Pendamping Daerah








Indramayu, Sergaptarget Keberangkatan kurang lebih 2.884 jamaah haji asal Kabupaten Indramayu tahun 2026 menuai sorotan.

Pasalnya, ribuan jamaah tersebut dipastikan tidak didampingi Pendamping Haji Daerah (PHD), padahal jumlah jamaah tahun ini menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah pelaksanaan ibadah haji di Indramayu.

Ketua Komisi II DPRD Indramayu, Imron Rosadi, mengaku heran dengan keputusan tersebut.

Sebab, DPRD bersama pemerintah daerah telah menyepakati alokasi anggaran untuk Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dalam APBD dengan nilai mencapai Rp 2 miliar.

"Saya tidak paham alasannya kenapa. Tapi di APBD kami sudah menyepakati anggaran untuk TPHD atau PPIH sebesar Rp 2 miliar. Mestinya, dengan jumlah jamaah yang sampai sekitar 2.884 orang atau sekitar tujuh kloter, minimal ada pendamping dari daerah," kata Imron, Sabtu (31/01/2026).

Menurutnya, absennya pendamping daerah berpotensi berdampak besar terhadap kenyamanan, kekhusyukan ibadah, hingga aspek kesehatan jamaah di Tanah Suci.

Terlebih, tahun ini Provinsi Jawa Barat juga tidak mengirim pendamping haji, sementara Kanwil Kemenhaj telah memberikan mandat sepenuhnya kepada pemerintah kabupaten/kota untuk menugaskan pendamping masing-masing.

"Sekarang malah tidak ada. Jadi, aduh, sudah bisa kita bayangkan nanti jamaah haji dari Indramayu seperti apa tingkat kekhusyukannya, kemudian kesehatannya, dan lain-lain," ujarnya.

Imron mengungkapkan, pihaknya sudah beberapa kali berkomunikasi dengan pejabat Kementerian Haji & Umroh hingga Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), termasuk mengundang mereka dalam rapat kerja Komisi II DPRD.

Dalam forum tersebut, disampaikan bahwa hingga batas akhir rekomendasi, Bupati Indramayu tidak mengusulkan nama-nama TPHD sehingga pendaftaran akhirnya ditutup. Sesuai arahan Bupati Kabag Kesra diminta berkordinasi dengan staf sus.

"Kami juga mengundang staf khusus Pak Salman dalam rapat. Beliau menyampaikan bahwa tahun ini Indramayu diputuskan tidak mengirim TPHD, dan katanya baru akan dipersiapkan tahun depan. Padahal, tahun depan jamaah hajinya tidak sebanyak tahun ini," tegas Imron.

Ia menekankan, kebijakan tersebut sangat disayangkan mengingat tahun 2026 menjadi momentum dengan jumlah jamaah haji terbanyak sepanjang sejarah Indramayu.

Imron pun mendorong pemerintah daerah agar melakukan evaluasi serius agar pelayanan jamaah haji lebih maksimal.

"Ini jamaah haji terbanyak sepanjang sejarah pelaksanaan ibadah haji di Kabupaten Indramayu. Harusnya justru pelayanan diperkuat, bukan malah dikurangi," jelasnya.

Menurutnya, setiap kloter seharusnya didampingi dua petugas agar pelayanan terhadap jamaah dapat berjalan maksimal, baik dari sisi kesehatan maupun pembinaan keagamaan.

"7 kloter masing-masing, dua pendamping itu sangat ideal agar para jamaah haji bisa terlayani. Pendamping dari kesehatan dan dari tokoh agama serta unsur lain," ungkap Imron.

Ia juga menekankan pentingnya pendamping berasal dari daerah yang sama dengan jamaah.

"Karena kalau yang mendampingi petugas dari luar daerah Indramayu, nanti komunikasinya terhambat dan rasa tanggung jawabnya mungkin berkurang karena beda daerah," tandasnya. 

(Nana.  S)

Korwil Biddik Jatisrono Gandeng Koramil Jatisrono Berikan Pelatihan Kepada Perwakilan Guru SD

Wonogiri - Dalam rangka meningkatkan kedisiplinan dan kemampuan dasar baris-berbaris di lingkungan sekolah, personil TNI dari Koramil 14/Jatisrono Kodim 0728/Wonogiri Pelda Ariyanto beserta tiga orang anggota Babinsa yakni Sertu Mianto,Sertu Agus Guridno dan Serda Miftahul memberikan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) serta tata upacara bendera (TUB) kepada perwakilan guru sekolah dadar (SD) se-Kecamatan Jatisrono. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan teritorial sekaligus meningkatkan rasa cinta Tanah Air, menyamakan TUB di sekolah dan penguatan karakter bagi peserta didik melalui tenaga pendidik.

Pelatihan tersebut dilaksanakan pada, Sabtu (31/1/2026) bertempat di Pendopo Kecamatan Jatisrono dan di lapangan tenis Kecamatan Jatisrono dengan melibatkan perwakilan guru sekolah dasar (SD) se-Kecamatan Jatisrono sebagai peserta utama. 



Pelda Ariyanto memimpin langsung jalannya pelatihan, mulai dari teori dasar PBB hingga praktik di lapangan. Materi yang diberikan meliputi sikap sempurna, penghormatan, hadap kiri-kanan, langkah tegap, serta teknik memberi aba-aba yang benar. Para guru juga dilatih bagaimana cara melatih murid dengan metode yang mudah dipahami dan sesuai usia siswa sekolah dasar.

Selain materi PBB, para pelatih juga memberikan pembekalan mengenai tata upacara bendera yang baik dan benar. Penjelasan meliputi susunan petugas upacara, pengibaran bendera yang sesuai aturan, pengaturan barisan peserta upacara, hingga etika dan prosedur pelaksanaan upacara setiap hari Senin maupun pada hari-hari peringatan nasional.

Pelda Ariyanto menyampaikan bahwa kemampuan guru dalam melatih PBB dan tata upacara bendera sangat penting, karena merekalah yang akan menjadi pembimbing langsung bagi para siswa. Dengan pelatihan ini, diharapkan upacara di sekolah-sekolah dapat berjalan lebih khidmat dan tertib, sekaligus mengajarkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan cinta tanah air kepada generasi muda.

Bapak Kalis selaku ketua panitia didampingin Korwil Biddik Jatisrono ibu Lestari Ning Purwanti dan Ketua KKS Jatisrono Bapak Mulyadi menyambut baik program ini dan merasa terbantu dengan materi yang diberikan TNI dari Koramil 14/Jatisrono. Mereka menilai pelatihan ini menambah wawasan serta meningkatkan keterampilan mereka dalam membina siswa di sekolah masing-masing.

Penulis : Arda 72

Babinsa Laksanakan Patroli Dan Sambangi Warga Bersama Linmas di Wilayah Binaan

Surakarta - Kegiatan Patroli Wilayah dan Komunikasi Sosial  selain silaturahmi untuk mempererat hubungan TNI dan rakyat juga untuk mengetahui perkembangan situasi di wilayah binaan.

Hal ini ditegaskan Babinsa Laweyan Koramil 01/Laweyan Kodim 0735/Surakarta, Serma Giminanto dan sertu Toni H saat melaksanakan Patroli dan Komsos dengan Warga di kampung setono Rt 2/ Rw 2 Kelurahan Laweyan Kec Laweyan Kota Surakarta, Sabtu 31 Januari 2026.

Menurutnya, keakraban dan kebersamaan akan tercipta dalam kegiatan Patroli dan  Komsos dengan warga binaannya Kegiatan Komsos merupakan cerminan kemanunggalan TNI dengan rakyat khususnya Babinsa kepada masyarakat wilayah binaannya. 
Dikatakan, keberadaan Babinsa di tengah tengah masyarakat dapat memberi manfaat dan berdaya guna langsung maupun tidak langsung dan kehadirannya dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

"Dengan Babinsa yang selalu memantau wilayah  binaannya, maka akan tahu permasalahan di wilayah binaannya. Sehingga jika ada permasalahan dapat dengan cepat diatasi dan diselesaikan. Karena Komsos merupakan tugas yang dilaksanakan sehari-hari oleh setiap Babinsa sebagai sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat."tegas Sertu Toni.

Penulis : Arda 72

Melayu Rantau Kasai: Tolak PT Agrinas dan Adu Domba Antar Adat


Rokan Hulu - Persukuan Melayu Rantau Kasai (PMRK) menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk upaya adu domba yang diduga dilakukan oleh PT Agrinas Palma Nusantara terhadap sesama masyarakat adat Melayu, khususnya antara Melayu Rantau Kasai dengan Luhak Tambusai.



Sikap tersebut ditegaskan dalam pertemuan masyarakat adat yang digelar di Pintu Gerbang Simpang Torganda, Kecamatan Tambusai Utara, Sabtu (31/1/2026).

Pernyataan sikap itu disampaikan langsung oleh M. Jamil S., Dubalang Lembaga Kerapatan Adat (LKA) Rantau Kasai, yang menegaskan bahwa Persukuan Melayu Rantau Kasai tetap mengakui berada di bawah naungan Luhak, namun menolak keras jika lembaga adat dijadikan alat untuk menguasai atau mengatur wilayah adat yang memiliki struktur, batas wilayah, dan pemerintahan adatnya sendiri.

"LKA Luhak itu adalah lembaga adat, bukan penguasa wilayah. Setiap wilayah adat punya hak, struktur, dan kedaulatannya masing-masing. Itu harus dihormati," tegas M. Jamil.
Ia menambahkan, Persukuan Melayu Rantau Kasai secara tegas menolak segala aktivitas atau klaim yang mengatasnamakan PT Agrinas Palma Nusantara di atas wilayah adat mereka.

Menurutnya, dugaan keterlibatan korporasi dalam memecah belah persaudaraan adat Melayu merupakan tindakan yang sangat merugikan dan berpotensi menimbulkan konflik horizontal.

Sekitar 5.000 anak kemenakan Melayu Rantau Kasai bersama para datuk adat dan tokoh masyarakat hadir menyuarakan satu sikap bersama, yakni menjaga persatuan masyarakat adat Melayu Riau dan menolak segala bentuk provokasi.

"Hak ulayat kami seluas 11.000 hektare adalah harga mati. Tidak bisa ditawar, tidak bisa diganggu gugat oleh siapa pun," ujar Tomy Brian, selaku Pagar Nogoi anak kemenakan Melayu Rantau Kasai.

Masyarakat adat juga menilai bahwa aktivitas perusahaan tersebut telah berdampak terhadap kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Rokan Hulu dan Provinsi Riau secara umum, sehingga perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pihak terkait.

Di sisi lain, Persukuan Melayu Rantau Kasai menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia yang dinilai telah bertindak profesional, presisi, dan tidak berpihak kepada kepentingan mana pun.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada Kapolsek Tambusai Utara, Kapolsek Tambusai, Kapolres Rokan Hulu beserta jajaran, hingga Kapolda Riau, yang dinilai konsisten menjaga stabilitas keamanan dan menjadi pengayom masyarakat.

"Kami berterima kasih kepada Polri yang telah menjaga kamtibmas secara adil dan profesional. Bravo Polri," tutup pernyataan masyarakat adat.

Jumat, 30 Januari 2026

Indramayu Perkuat Status Lumbung Pangan Nasional di Tengah Modernisasi Infrastruktur Jawa Barat  


 




Indramayu,  Sergaptarget Kabupaten Indramayu terus mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional. Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, pada Selasa (27/1/26), Indramayu ditegaskan kembali sebagai penghasil padi terbesar di Jawa Barat yang berperan vital dalam menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.

Hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Indramayu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asep Abdul Mukti, beserta jajaran mengikuti jalannya rapat melalui zoom meeting yang menekankan pentingnya sinergi antara pusat dan daerah dalam mengawal pertumbuhan ekonomi.

Dalam arahannya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan pentingnya stabilitas harga pangan sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat. Tito mengapresiasi daerah-daerah yang berhasil menjaga ketersediaan pasokan.

"Kita harus terus menjaga momentum swasembada pangan yang telah dicanangkan Presiden. Daerah seperti Indramayu memiliki peran strategis sebagai lumbung pangan. Saya minta seluruh kepala daerah memastikan distribusi lancar dan pasar-pasar tetap terpantau agar inflasi tetap terkendali, terutama menjelang hari besar keagamaan," ujar Tito Karnavian dalam pemaparannya.

Aksesibilitas dan Konektivitas Strategis Modernisasi infrastruktur di Jawa Barat menjadi salah satu poin utama dalam Rakor tersebut. Kehadiran Bandara Internasional Kertajati (BIJB) di Majalengka kini menjadi pintu gerbang udara utama yang memberikan kemudahan akses bagi masyarakat Indramayu dan sekitarnya. Selain itu, operasional Jalan Tol Cisumdawu secara signifikan mempermudah mobilitas dari Bandung menuju wilayah utara Jawa Barat.

Kondisi Inflasi dan Stabilitas Harga Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 23 Januari 2026, Provinsi Jawa Barat secara umum mencatatkan penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebesar -1,90%. Meski demikian, pemerintah daerah diminta tetap waspada terhadap komoditas tertentu seperti daging ayam ras dan telur yang masih fluktuatif.

Pemerintah Kabupaten Indramayu berkomitmen menindaklanjuti arahan Mendagri dengan terus melakukan pemantauan harga di pasar-pasar lokal dan memperkuat kerja sama antardaerah guna memastikan pasokan pangan tetap aman bagi masyarakat.

(Nana.  S)