Sergap Target

Berita Terkini

Tradisi Adat Tahunan Haul Setiap Panen ke 2 Desa Kalimati

Kuningan – Tradisi adat tahunan Haul Desa Kalimati dalam rangka sedekah bumi  tahun 2026 yang digelar di Desa Kalimati , Kecamat...

Postingan Populer

Jumat, 04 September 2026

Tradisi Adat Tahunan Haul Setiap Panen ke 2 Desa Kalimati




Kuningan – Tradisi adat tahunan Haul Desa Kalimati dalam rangka sedekah bumi  tahun 2026 yang digelar di Desa Kalimati , Kecamatan Japara, Kabupaten Kuningan, pada Minggu baru lalu, berlangsung dengan khidmat dan tertib sebagai wujud pelestarian nilai budaya serta penghormatan kepada tokoh leluhur desa yang telah berjasa bagi masyarakat setempat.

Kegiatan tradisi adat tersebut dilaksanakan sejak pukul 07.00 WIB hingga sekitar pukul 14.30 WIB dengan pusat kegiatan bertempat di Area Makom Leluhur Desa Kalimati yang  diikuti oleh warga dengan antusias menghadiri rangkaian acara dari awal hingga selesai.

Haul  ini menjadi agenda budaya tahunan yang rutin dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Kalimati sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil bumi , sekaligus sebagai sarana mempererat silaturahmi antara warga, tokoh Sesepuh agama Ustad Udin Bahrudin, tokoh masyarakat Ali dan generasi muda agar tetap mengenal serta mencintai tradisi leluhur.

Dalam kegiatan tersebut, hadir Kuwu Desa Kalimati Hasan Bahri beserta perangkat desa, para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga Desa Kalimati dengan antusias yang turut memadati area kegiatan dan mengikuti setiap rangkaian acara dengan tertib.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan peserta sejak pagi hari, kemudian dilanjutkan  melintasi sejumlah ruas jalan di wilayah Desa Kalimati, sebelum akhirnya peserta kembali ke Area Makom Leluhur.

Dalam tradisi Haul Desa Kalimati ini menampilkan beragam unsur budaya lokal yang mencerminkan identitas serta kearifan lokal masyarakat Desa Kalimati, sehingga mampu menarik perhatian warga sekaligus menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda.

Kegiatan  yang berlangsung hingga siang hari, di mana seluruh rangkaian acara berjalan sesuai dengan susunan yang telah direncanakan oleh panitia penyelenggara.

Sepanjang pelaksanaan tradisi adat tahunan Haul Desa Kalimati tersebut, kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar, mencerminkan tingginya kesadaran masyarakat dalam menjaga ketertiban serta menghormati nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Selaku Kades (kuwu) Hasan Bahri menyampaikan kegiatan tradisi adat Haul Sedekah bumi merupakan bentuk dukungan  terhadap pelestarian budaya lokal. “Kami ,setiap kegiatan adat dan budaya masyarakat agar dapat berjalan dengan aman, tertib, dan penuh khidmat, sehingga nilai-nilai tradisi seperti Haul tersebut  terjaga dan lestari,” ujar  Kuwu

Ohim Ibrohim

Polres Cirebon Kota Kenalkan AI kepada Pelajar, Dorong Generasi Muda Bijak dan Cerdas Bermedia Digital

CIREBON KOTA – Polres Cirebon Kota terus berkomitmen menghadirkan edukasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus memberikan perlindungan kepada generasi muda. Salah satunya melalui Program Paham AI (Artificial Intelligence) yang menyasar para pelajar SMA/SMK se-Kota Cirebon.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, mulai pukul 09.30 hingga 15.00 WIB, bertempat di Aula SMA Negeri 2 Kota Cirebon, Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon. Program ini diikuti perwakilan siswa-siswi dari sejumlah SMA/SMK di Kota Cirebon.

Program Paham AI merupakan inisiatif Polres Cirebon Kota untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai perkembangan kecerdasan buatan, cara pemanfaatannya secara positif, serta pentingnya memahami risiko dan etika dalam penggunaan teknologi digital.

Dalam kegiatan tersebut, hadir KBO Satreskrim Polres Cirebon Kota IPTU Ahmad Rofik, S.H., Paur Subag Binkar Polres Cirebon Kota IPDA Dr. Asep Hermawan, S.H., M.H., M.Kn., Kanit II Satreskrim IPDA Novan S., S.H., KBO Satlantas IPDA Rian Marfiliyanto, S.H., serta Tim Trainer AI Polres Cirebon Kota.
Turut hadir Koordinator Pengawas Pembina jenjang SMA KCD Pendidikan Wilayah X Jawa Barat Susilawati, S.Pd., M.Pd., Ketua MKKS Kota Cirebon Drs. H. Maman Darmawan, Kepala SMA Negeri 2 Kota Cirebon Dr. H. Nendi, S.Pd., M.M., Kepala IT SMA Negeri 2 Kota Cirebon Tedi Bahtiar, S.Pd., personel Bagian Sumda Polres Cirebon Kota, serta para peserta dari berbagai sekolah.

Dalam sambutannya, Paur Subag Binkar Polres Cirebon Kota IPDA Dr. Asep Hermawan, S.H., M.H., M.Kn., menyampaikan bahwa perkembangan kecerdasan buatan merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari sehingga generasi muda harus mampu beradaptasi dengan perkembangan tersebut.

“Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence tidak bisa kita hindari. Karena itu, para pelajar harus siap untuk belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” ujar IPDA Dr. Asep Hermawan.

Menurutnya, kemampuan menggunakan teknologi juga harus diimbangi dengan kesadaran terhadap berbagai risiko yang dapat muncul di ruang digital. Pelajar diingatkan untuk mewaspadai kejahatan siber, termasuk penyebaran hoaks, manipulasi data, hingga pelanggaran privasi.

“Generasi muda harus memahami bahwa teknologi memiliki manfaat yang besar, tetapi juga memiliki risiko. Hoaks, manipulasi data dan pelanggaran privasi harus menjadi perhatian bersama,” tambahnya.

Apresiasi terhadap Program Paham AI juga disampaikan Koordinator Pengawas Pembina jenjang SMA KCD Pendidikan Wilayah X Jawa Barat, Susilawati, S.Pd., M.Pd. Ia menyambut baik langkah Polres Cirebon Kota yang memberikan edukasi AI secara langsung kepada para pelajar.

“Kami dari pihak Kantor Cabang Dinas Pendidikan sangat menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polres Cirebon Kota atas terselenggaranya Program Paham AI ini,” ungkap Susilawati.

Ia menilai pengenalan teknologi AI sejak dini di lingkungan sekolah merupakan langkah yang sangat tepat. Menurutnya, AI dapat diposisikan sebagai mitra belajar yang mampu membantu meningkatkan kreativitas, inovasi, dan efisiensi dalam proses pembelajaran.

“Teknologi ini harus kita posisikan sebagai mitra belajar, sebagai alat bantu untuk memicu kreativitas, inovasi, dan efisiensi belajar,” katanya.

Susilawati juga mengajak para pelajar untuk tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi memahami cara kerja dan batas-batas penggunaannya, khususnya dari sisi etika digital.

“Pahami bagaimana AI bekerja, pelajari batas-batas etika digitalnya, dan bersiaplah menjadi talenta masa depan yang tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga bijak dalam mengendalikannya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Kota Cirebon Dr. H. Nendi, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi atas dipilihnya SMA Negeri 2 Kota Cirebon sebagai tempat pelaksanaan Program Paham AI Polres Cirebon Kota. Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian dan dunia pendidikan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pelajar menghadapi perkembangan teknologi.

“Kami menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan Polres Cirebon Kota ini. Edukasi mengenai AI sangat relevan bagi siswa karena teknologi tersebut sudah menjadi bagian dari kehidupan dan proses pembelajaran,” ujarnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Tim Trainer AI Polres Cirebon Kota. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai perkembangan Artificial Intelligence, pemanfaatan AI secara positif, serta pentingnya menjaga etika dan keamanan dalam menggunakan teknologi digital.

Adapun peserta berasal dari perwakilan SMK Wahidin, SMK Al Irsyad, SMK Presiden, SMK Al Hidayah, SMK Bina Insan Mandiri, SMKN 1 Kota Cirebon, SMAN 3 Kota Cirebon, dan SMAN 8 Kota Cirebon.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengatakan, Program Paham AI merupakan bentuk nyata komitmen Polres Cirebon Kota dalam menjalankan peran kepolisian yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan edukasi dan pencegahan.

“Polres Cirebon Kota ingin hadir di tengah generasi muda, bukan hanya dalam konteks keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan edukasi agar para pelajar mampu mengikuti perkembangan teknologi secara cerdas, aman dan bertanggung jawab,” ujar AKP M. Aris Hermanto.

Ia menambahkan, pemanfaatan AI harus diarahkan untuk hal-hal yang produktif, terutama mendukung pendidikan, kreativitas dan pengembangan kemampuan generasi muda. Di sisi lain, pemahaman mengenai keamanan digital menjadi penting agar teknologi tidak disalahgunakan untuk merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Pesan kami kepada para pelajar, manfaatkan AI untuk belajar, berkarya dan berinovasi. Namun tetap kritis terhadap informasi yang diterima, jaga data pribadi dan jangan menggunakan teknologi untuk melakukan tindakan yang melanggar hukum,” pungkasnya.

Melalui Program Paham AI ini, Polres Cirebon Kota berharap para pelajar dapat menjadi generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kecakapan digital, beretika, kreatif, serta mampu menggunakan perkembangan Artificial Intelligence sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan masa depan.
Kegiatan Program Paham AI Polres Cirebon Kota berlangsung dengan aman, tertib dan kondusif. Program tersebut sekaligus menjadi wujud nyata Polri untuk masyarakat, khususnya dalam membangun generasi muda Kota Cirebon yang cerdas, adaptif dan bijak menghadapi perkembangan teknologi.

Kasus Kekerasan Pelajar Viral di Media Sosial, Polisi Cirebon Seltim Amankan Tiga Terduga Pelaku

Cirebon Kota - Kasus kekerasan terhadap seorang pelajar yang videonya viral di media sosial berhasil diungkap Unit Reskrim Polsek Cirebon Selatan Timur dengan mengamankan tiga terduga pelaku pada Jumat (04/09/2026), setelah polisi melakukan penyelidikan berdasarkan rekaman video yang beredar luas di Instagram.
Peristiwa kekerasan tersebut terjadi pada Rabu (02/09/2026) sekitar pukul 15.00 WIB di Jalan Angkasa Raya, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, ketika korban T.F. diduga dikejar oleh tiga pelajar yang berboncengan menggunakan satu unit sepeda motor Honda PCX warna hitam.

Dalam pengejaran tersebut, para terduga pelaku kemudian mendekati korban dan salah seorang di antaranya diduga mengayunkan senjata tajam jenis celurit sebanyak tiga kali ke arah tubuh korban, sehingga pakaian korban mengalami robek dan korban mengalami luka yang kemudian mendapatkan penanganan medis berupa dua jahitan.

Perkara tersebut mulai dikembangkan polisi setelah video kejadian beredar dan menjadi viral di media sosial Instagram melalui akun @archives.baskot, yang memperlihatkan aksi kekerasan antarpelajar tersebut, sehingga informasi mengenai video dan dugaan kejadian tersebut menjadi petunjuk awal bagi Unit Reskrim Polsek Cirebon Selatan Timur untuk melakukan penyelidikan.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Unit Reskrim Polsek Cirebon Selatan Timur yang dipimpin Panit I Reskrim Iptu Franciscus Heru P., S.H. melakukan pengecekan ke lokasi kejadian untuk memastikan tempat dan rangkaian peristiwa, sekaligus mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang mengetahui maupun melihat kejadian tersebut.

Penyidik kemudian mencermati rekaman video yang viral, terutama ciri-ciri para pelajar, pakaian atau seragam yang digunakan serta kendaraan yang terlihat dalam video, sehingga petunjuk visual tersebut dapat dikembangkan untuk mencari identitas pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan.

Dari pencocokan ciri-ciri tersebut, penyidik selanjutnya berkoordinasi dengan pihak sekolah yang memiliki kesesuaian dengan seragam pelajar dalam video, kemudian melakukan pendalaman terhadap informasi yang diperoleh untuk memastikan identitas para pelajar yang diduga berkaitan dengan kejadian.

Petunjuk lain kemudian dikembangkan melalui penelusuran kendaraan yang digunakan dalam kejadian, dengan melakukan koordinasi bersama Samsat Polres Cirebon Kota untuk mencocokkan data kendaraan yang terlihat dalam rekaman dengan informasi hasil penyelidikan, sehingga rangkaian petunjuk mengenai identitas para terduga pelaku semakin mengerucut.

Hasil penyelidikan tersebut kemudian mengarah kepada tiga terduga pelaku yang masing-masing berinisial MA, ADB dan PFR, yang seluruhnya masih berstatus anak, dan pada Jumat (04/09/2026) ketiganya berhasil diamankan bersama satu unit sepeda motor Honda PCX warna hitam yang diduga digunakan dalam peristiwa tersebut.

Pengungkapan perkara dalam waktu sekitar dua hari sejak kejadian tersebut menunjukkan bahwa video yang viral di media sosial dapat menjadi petunjuk awal bagi kepolisian sepanjang dikembangkan melalui proses penyelidikan, sehingga informasi dari ruang digital dapat ditindaklanjuti dengan pengecekan lokasi, keterangan saksi, koordinasi dengan pihak sekolah dan penelusuran data kendaraan.

Karena para terduga pelaku masih berstatus anak, penanganan selanjutnya dilakukan dengan memperhatikan ketentuan peradilan pidana anak, dan ketiganya diserahkan kepada Sat Reskrim Polres Cirebon Kota untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Kapolsek Cirebon Selatan Timur AKP Juntar Hutasoit, S.H., M.H. menegaskan bahwa video yang viral menjadi salah satu petunjuk awal yang segera dikembangkan melalui penyelidikan untuk mengungkap identitas pihak yang terlibat. “Kami menindaklanjuti informasi dari video yang viral dengan melakukan pengecekan lokasi, meminta keterangan saksi, mencocokkan ciri-ciri dalam video dengan pihak sekolah serta menelusuri kendaraan yang digunakan, hingga pada Jumat tiga terduga pelaku berhasil diamankan untuk proses lebih lanjut,” ujarnya.(BABIL)

ABH di Mentok Diciduk Bawa Sabu, Polisi Temukan Ganja hingga Buku Catatan Penjualan



Bangka barat, Tim Hantu Satresnarkoba Polres Bangka Barat mengamankan seorang Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) dalam pengungkapan dugaan tindak pidana narkotika di Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Mentok.

ABH tersebut diamankan saat Tim Hantu Satresnarkoba melakukan patroli pada Kamis (3/9/2026) malam. Petugas mencurigai gerak-gerik seorang remaja yang sedang duduk di pinggir jalan.

Saat dilakukan pemeriksaan yang disaksikan perangkat desa setempat, polisi menemukan satu paket plastik klip kecil berisi kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu di saku depan celana ABH.

Petugas kemudian melakukan pengembangan dengan menggeledah rumah ABH di kawasan Kampung Air Terjun, Kelurahan Sungai Daeng, Mentok.

Hasilnya, polisi kembali menemukan satu paket plastik klip berisi diduga sabu serta tiga paket plastik klip berisi diduga ganja.

Tak berhenti di situ, polisi juga menemukan timbangan digital, plastik klip kosong, alat yang diduga digunakan untuk mengambil narkotika, hingga sebuah buku catatan penjualan narkotika.

Total barang bukti yang diamankan berupa diduga sabu dengan berat bruto 2,44 gram dan diduga ganja dengan berat bruto 12,46 gram.

Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Iptu Yos Sudarso mengatakan, proses penanganan terhadap ABH dilakukan dengan tetap mengedepankan ketentuan peraturan perundang-undangan serta prinsip perlindungan terhadap anak.

"Dalam setiap penanganan perkara yang melibatkan anak, kami tetap mengedepankan prinsip perlindungan anak. Namun proses hukum terhadap dugaan tindak pidana tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Yos.

Menurutnya, temuan sejumlah barang bukti, termasuk timbangan digital dan buku catatan penjualan, masih didalami penyidik untuk mengetahui asal-usul narkotika serta dugaan peran ABH dalam perkara tersebut.

"Kami masih melakukan pendalaman terhadap barang bukti dan keterangan yang diperoleh. Kami juga memastikan hak-hak anak tetap diperhatikan selama proses penanganan perkara," katanya.

Polres Bangka Barat juga mengajak seluruh pihak, khususnya keluarga dan masyarakat, bersama-sama melakukan pengawasan terhadap lingkungan anak. Upaya pencegahan dinilai penting agar generasi muda tidak terjerumus dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.

"Perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab kepolisian. Peran keluarga dan lingkungan sangat penting untuk mencegah anak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkotika," pungkasnya.

(HR) 

Sebanyak 50 Warga Desa Tambak Kecamatan Indramayu Ikuti Sosialisasi Pencegahan Dan Penanggulangan Kebakaran




Indramayu, Sergaptarget.com  Mengantisipasi potensi kebakaran lahan dimusim kemarau dan angin kencang Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Indramayu Selenggarakan sosialisasi penanggulangan dan pemadaman kebakaran.

Kegiatan diikuti  sebanyak 50 warga Desa Tambak, Kecamatan Indramayu, yang terdiri dari unsur RT, RW, serta masyarakat bertemoat di aula kantor desa Tambak Kamis (3/9/2026). 

Kegiatan tersebut  bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat agar mampu melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini sekaligus memahami tindakan yang tepat ketika terjadi kebakaran.

Kabid Damkar Indramayu, Jajat Wibisono, dalam sambutanya mengingatkan  masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun ilalang secara sembarangan, saat kondisi lingkungan kering seperti sekarang ujarnya.

Jajat juga mengatakan api yang awalnya berasal dari pembakaran kecil dapat dengan cepat merembet dan berubah menjadi kebakaran lahan yang lebih luas kalau tidak diawasi dengan baik.

Untuk itu saya menghimbau Jangan membakar sampah atau ilalang sembarangan, karena kondisi kering membuat api sangat mudah menjalar.

Selain diberikan pemahaman ancaman kebakaran lahan, masyarakat juga diberikan pemahaman  potensi kebakaran yang bersumber dari aktivitas rumah tangga seperti korsleting listrik serta kebocoran gas di dapur.

Petugas Damkar juga  memberikan edukasi mengenai teknik dan taktik pemadaman awal yang dapat dilakukan secara mandiri menggunakan peralatan sederhana, sebelum petugas pemadam tiba di lokasi.

Namun, Jajat menegaskan  keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama. Apabila api semakin besar dan situasi sudah tidak memungkinkan untuk ditangani secara mandiri, masyarakat diminta tidak memaksakan diri.

“Kalau api sudah membesar dan membahayakan, segera evakuasi dan hubungi petugas Damkar. Jangan sampai niat memadamkan api justru membahayakan keselamatan diri,” tegasnya.

Melalui sosialisasi ini Damkar Indramayu berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pencegahan kebakaran dan dapat menjadi garda terdepan  mengantisipasi munculnya titik api di lingkungan masing-masing.

Kesadaran masyarakat sangat penting dan dinilai menjadi salah satu kunci untuk menekan risiko kebakaran selama kondisi cuaca kering. 

(Nana. S)

Lapas Pasir Pangarayan Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Rutin bagi Masyarakat




Pasir Pengaraian - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan melalui Tim Klinik Pratama kembali melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat pada Jumat (4/9/2026). Kegiatan berlangsung di ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Lapas Pasir Pangarayan.



Pemeriksaan kesehatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Subseksi Perawatan, Jaya Harsa, bersama tim Klinik Pratama Lapas Pasir Pangarayan. Layanan ini menjadi bagian dari komitmen Lapas dalam memberikan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara mudah dan tanpa biaya.

Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, melalui Kepala Subseksi Perawatan Jaya Harsa menyampaikan bahwa pemeriksaan kesehatan gratis tersebut rutin dilaksanakan setiap bulan.

“Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini rutin kami laksanakan setiap bulan sebagai bentuk kepedulian Lapas Pasir Pangarayan terhadap kesehatan masyarakat. Kami berharap layanan ini dapat memberikan manfaat dan membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya,” ujar Jaya Harsa.

Ia menambahkan, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut juga sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan bakti sosial bagi masyarakat di sekitar unit pelaksana teknis imigrasi dan pemasyarakatan.

“Melalui kegiatan ini, kami turut mendukung pelaksanaan program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan menghadirkan layanan yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di sekitar Lapas,” tambahnya.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini menjadi salah satu bentuk pelayanan Lapas Pasir Pangarayan kepada masyarakat sekitar, sekaligus upaya untuk terus menghadirkan pelayanan yang humanis, responsif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

***Hobbi Pargaulan Manurung***

Kamis, 03 September 2026

Piket Koramil 03/Serengan Bersama Linmas Kecamatan Serengan  Patroli Malam Guna Tercipta Wilayah Aman dan Terkendali


Uploaded Image

Surakarta - Piket Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta Peltu Sugianto melaksanakan patroli dan komunikasi  guna mengajak dan menghimbau  masyarakat di Jalan Veteran guna terciptanya kondisi  yang aman dan kondusif  di wilayah Kecamatan Serengan Kota Surakarta, Kamis (03/09/2026) Pukul 21.00 Wib.

Peltu Sugiyanto mengatasi kegiatan patroli dilaksanakan di tempat warung Hik ataupun keramaian di Jalan Veteran guna mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan dan juga memberikan himbauan kepada  warga masyarakat yang nongkrong dan menikmati hidangan hik agar tetep menjaga kenyamanan dilingkungannya masing masing

"Terutama musim kemarau yang panjang dengan cuaca yang panas  akan  berdampak pada lingkungan khususnya antisipasi adanya kebakaran dilingkungan terutama ketika membuang puntung  rokok ke tempat sampah kering / tempat yang mudah terbakar bahkan antisipasi terjadinya   konselting listrik dirumah / bangunan yang padat penduduknya."ujarnya.

Penulis : Arda 72

Masjid Al-Huda Desa Mekarsari Kecamatan Tukdana Peringati Maulid Nabi Muhamad SAW




Indramayu, Sergaptarget.com 
Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Tukdana menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Al-Huda, Desa Mekarsari, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Kamis malam, 3 September 2026.

Acara yang berlangsung khidmat diisi dengan kegiatan marhaban yang dihadiri masyarakat Desa Mekarsari serta sejumlah tokoh agama, pemuda dan pemerintah desa.

Hadir juga  Ketua GP Ansor Kecamatan Tukdana Fan Alfian, Kuwu Desa Mekarsari H. Wartaka, Ketua DKM Masjid Al-Huda Kiai Usman, S.Sos., serta Penyuluh Agama Jamaludin.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengenang kelahiran Rasulullah sekaligus meneladani akhlak, perjuangan dan nilai-nilai yang diajarkan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua GP Ansor Kecamatan Tukdana, Fan Alfian, mengatakan kehadiran GP Ansor dalam kegiatan keagamaan di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya mempererat tali silaturahmi dan membangun kebersamaan dengan para tokoh agama maupun masyarakat.

Menurutnya, kegiatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat persaudaraan, kepedulian sosial dan kebersamaan di lingkungan masyarakat.

Sementara  Kuwu Desa Mekarsari H. Wartaka mengapresiasi  masyarakat yang antusias hadir dan mengikuti rangkaian peringatan Maulid Nabi di Masjid Al-Huda.

Ketua DKM Masjid Al-Huda Kiai Usman, S.Sos., bersama Penyuluh Agama Jamaludin juga turut hadir dalam  rangkaian kegiatan hingga selesai.

Suasana penuh kebersamaan terlihat sepanjang acara. Warga bersama tokoh agama, pemerintah desa dan para pemuda mengikuti kegiatan dengan tertib dan khidmat.

(Nana. S)

240 Jabatan Perangkat Desa di Wonosobo Masih Kosong, Pakar Hukum Dr. Sulaiman, S.H., M.H. Soroti Kondisi yang Dinilai Memprihatinkan



WONOSOBO – Persoalan kekosongan jabatan perangkat desa di Kabupaten Wonosobo kembali menjadi sorotan. Informasi mengenai masih adanya sekitar 240 jabatan perangkat desa yang belum terisi dinilai berpotensi memengaruhi efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat di tingkat desa.

Sebelumnya, data yang diberitakan pada 2025 mencatat sebanyak 215 formasi perangkat desa di Wonosobo kosong dan tersebar di 130 desa. Kekosongan tersebut disebut terjadi karena berbagai faktor, antara lain perangkat memasuki masa pensiun, meninggal dunia, maupun sebab lainnya.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari pakar hukum Dr. Sulaiman, S.H., M.H. Ia menilai persoalan kekosongan perangkat desa tidak semestinya dibiarkan berlarut-larut karena perangkat desa memiliki peran penting dalam menjalankan roda pemerintahan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan proses pengisian jabatan dilakukan secara transparan, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, serta berdasarkan kebutuhan masing-masing desa.

“Kalau benar jumlah jabatan yang kosong mencapai sekitar 240, ini merupakan kondisi yang sangat memprihatinkan dan harus segera mendapatkan perhatian serius,” ujar Dr. Sulaiman.

Ia juga menyoroti pernyataan yang menyebut kondisi tersebut sebagai “rekor terburuk se-Dunia”. Menurutnya, istilah tersebut perlu dibuktikan dengan data pembanding yang valid agar tidak menimbulkan kesimpulan yang menyesatkan.

Dari sisi regulasi, Kabupaten Wonosobo telah memiliki ketentuan mengenai pengisian dan penanganan kekosongan jabatan perangkat desa. Dalam aturan sebelumnya, apabila terjadi kekosongan, tugas jabatan tersebut dapat dilaksanakan oleh pelaksana tugas dari unsur perangkat desa lainnya.

Pada 2026, Pemkab Wonosobo juga menerbitkan analisis dan evaluasi terhadap Peraturan Daerah mengenai pencalonan, pengangkatan, dan pemberhentian perangkat desa.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Wonosobo segera memberikan penjelasan terbuka mengenai jumlah pasti jabatan perangkat desa yang saat ini kosong, desa mana saja yang mengalami kekosongan, serta langkah konkret yang akan dilakukan untuk mempercepat proses pengisian.

Kejelasan data dan transparansi proses menjadi penting agar pelayanan pemerintahan desa tetap berjalan optimal serta tidak membebani perangkat desa yang harus merangkap tugas.

Arifin/Tim KJN

Pembekalan Kelompok Tani Dimulai, 300 Hektare Disiapkan untuk Ketahanan Pangan — Pemerintah Jangan Hanya Pandai Berbicara




PALUTA — Program ketahanan pangan kembali digaungkan di tengah masyarakat. Namun, kali ini masyarakat meminta pemerintah tidak berhenti pada slogan dan seremoni. Pemerintah diminta benar-benar hadir memberikan perhatian dan dukungan terhadap lahan yang akan dikelola masyarakat melalui Koperasi Produsen Tani Aman Makmur.



Pada Kamis, 3 September 2026, dilakukan pembekalan terhadap sejumlah ketua kelompok tani oleh pengawas Koperasi Produsen Tani Aman Makmur. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari persiapan pengelolaan lahan seluas kurang lebih 300 hektare untuk program ketahanan pangan.
Lahan tersebut berada dalam wilayah tanah ulayat dengan luasan sekitar 2.050 hektare. Adapun komoditas yang direncanakan dalam program tersebut adalah tanaman jagung dan padi, yang disebut sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional yang menjadi perhatian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir pihak yang disebut sebagai penerima kuasa dari Koperasi Produsen Tani Aman Makmur melalui Divisi LSM PENJARA, berdasarkan mandat dari Ketua LSM PENJARA Bistok Sihombing, bersama para pengurus dan kelompok tani.



Pemerintah Jangan Tutup Mata
Program ketahanan pangan tentu membutuhkan lebih dari sekadar spanduk dan pembekalan. Dibutuhkan kepastian lahan, pendampingan petani, akses sarana produksi, infrastruktur, modal, hingga kepastian pemasaran hasil pertanian.
Karena itu, pemerintah daerah maupun instansi terkait dinilai perlu memberikan perhatian serius terhadap keberadaan Koperasi Produsen Tani Aman Makmur dan rencana pengelolaan 300 hektare tersebut.
Pertanyaannya kemudian, di mana pemerintah ketika masyarakat sudah mulai bergerak menyiapkan lahan untuk mendukung ketahanan pangan?
Jangan sampai masyarakat diminta menyukseskan program ketahanan pangan, tetapi ketika masyarakat mulai membuka jalan dan mempersiapkan lahan, mereka justru dibiarkan berjuang sendiri.
Apalagi lahan yang direncanakan memiliki keterkaitan dengan wilayah adat seluas sekitar 2.050 hektare. Kepastian status dan legalitas pengelolaan lahan harus menjadi perhatian pemerintah, agar program yang dijalankan masyarakat tidak menimbulkan persoalan hukum maupun konflik agraria di kemudian hari.
Program Ketahanan Pangan Harus Dibuktikan, Bukan Sekadar Slogan
Jika pemerintah benar-benar serius menjalankan program ketahanan pangan, maka inisiatif masyarakat seperti ini seharusnya tidak dipandang sebelah mata.
Petani membutuhkan kehadiran pemerintah secara nyata, bukan hanya pidato tentang swasembada pangan.
Mulai dari bibit jagung dan padi, pupuk, alat dan mesin pertanian, akses jalan produksi, irigasi, penyuluhan, hingga kepastian pembelian hasil panen, seluruhnya harus menjadi bagian dari perhatian pemerintah.
Jangan sampai masyarakat sudah bekerja, tetapi ketika panen tiba mereka kembali berhadapan dengan persoalan klasik: harga jatuh, biaya produksi tinggi dan tidak ada kepastian pasar.
Koperasi Produsen Tani Aman Makmur berharap pemerintah dapat melihat potensi pengelolaan 300 hektare tersebut sebagai bagian dari upaya masyarakat mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kini bola berada di tangan pemerintah.
Apakah pemerintah benar-benar akan hadir mendampingi petani, atau kembali membiarkan masyarakat berjalan sendiri setelah program ketahanan pangan selesai menjadi pemberitaan dan seremoni?
Masyarakat menunggu bukti nyata, bukan sekadar janji.