Sergap Target

Berita Terkini

PTSL DIDUGA SARAT PUNGLI, WARGA DESA ASTAPADA DIPUNGUT RP 800 RIBU DIDUGA WARGA MENJERIT

CIREBON, – Sergaptarget.com Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kembali disorot. Berdasarkan "Surat Keputusan Bersa...

Postingan Populer

Kamis, 27 Agustus 2026

PTSL DIDUGA SARAT PUNGLI, WARGA DESA ASTAPADA DIPUNGUT RP 800 RIBU DIDUGA WARGA MENJERIT


CIREBON, – Sergaptarget.com Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kembali disorot. Berdasarkan "Surat Keputusan Bersama 3 Menteri"  yaitu Menteri ATR/BPN, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Desa PDTT, biaya persiapan PTSL untuk wilayah Jawa dan Bali ditetapkan maksimal 'Rp 150.000.


Namun di Desa Astapada, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon. warga diduga dipungut biaya jauh di atas ketentuan tersebut.

Pengakuan Warga
Salah satu warga RW 01 Desa Astapada berinisial Ta (49) mengaku diminta membayar lebih. 
“_Iya bener, untuk awal pendaftaran dikenakan biaya Rp 150.000. Tapi nanti disuruh bayar lagi Rp 800.000. Itu berlaku bagi pemohon yang belum punya AJB. Untuk materai saya beli sendiri. Ya mau gimana lagi. Tapi kalau mau jujur uang Rp 800.000 bagi saya sangat berarti. Saya mikir, bagaimana kalau yang bikin PTSL itu orang yang ekonominya pra sejahtera atau berpenghasilan pas-pasan? Tapi nggak tahu ya Pemerintah Desa Astapada sampai ke situ nggak pola pikirnya_,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ni (55). 
“_Setahu saya berdasarkan ketentuan pemerintah itu Rp 150.000. Namun pada prakteknya tidak segitu, nominalnya lebih besar. Boleh lah meminta kelebihan tapi jangan terlalu besar. Misal dari pemerintah Rp 150.000 dilebihin Rp 50.000 itu wajar, ibarat uang lelah. Kalau sampai Rp 800.000 ini kan nggak bener. Jangan punya prinsip aji mumpung, harus dilihat juga kondisi perekonomian warga. Sebab tidak semua warga Desa Astapada itu mampu semua_,” ujarnya.

Klarifikasi Pemdes
Untuk memastikan kebenaran isu yang berkembang, Kamis (27/8) awak media mendatangi kantor Desa Astapada dan menemui Sekretaris Desa. 

Sekdes membantah adanya pungutan sebesar itu. 
“_Maaf Pak, kita tidak memungut biaya PTSL sampai Rp 800 ribu. Itu tidak benar. Siapa orangnya hadirkan ke sini. Kita pungut itu sesuai aturan saja yaitu Rp 150 ribu dan berkwitansi” elaknya.

Awak media juga berupaya mengkonfirmasi Kuwu Desa Astapada. Namun hingga berita ini diturunkan, Kuwu diduga enggan menjawab awak media.

Tanggapan BPN
Hasan, salah satu pegawai BPN Kabupaten Cirebon, saat dikonfirmasi via WhatsApp menegaskan. 
“_Itu di luar tanggung jawab BPN, karena sudah saya beritahukan mengenai persiapan PTSL Rp 150 ribu_,” tulisnya singkat.

Tanggapan Praktisi Hukum
Seorang praktisi hukum dan advokat menyoroti dugaan ini. 
“_Di sinilah pentingnya masyarakat memahami aturan. Acuan program PTSL adalah SKB 3 Menteri. Untuk wilayah Jawa dan Bali biayanya Rp 150 ribu. Kalau kemudian memungut lebih dari ketentuan bisa dikategorikan sebagai pungli karena memungut biaya melebihi aturan yang telah ditetapkan_,” paparnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan. 
“_Awas jangan salah, jika terbukti pungli juga dipidana. Pungli bisa dikategorikan sebagai tindak pidana pemerasan, penyuapan atau penyalahgunaan kekuasaan. Pelakunya bisa dipenjara minimal 9 bulan hingga 20 tahun tergantung pasal yang digunakan. Misalnya Pasal 12e UU Tipikor. Kalau oknumnya pejabat negara, bisa diterapkan Pasal 423 tentang penyalahgunaan kekuasaan dengan ancaman 6 tahun penjara. Masih bisa juga dikenakan Pasal 368 tentang pemerasan_,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Astapada belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut.

*PENULIS JURNALIS TOK*

Polresta Cirebon Sita 647 Botol Ilegal


Polresta Cirebon melancarkan Operasi Penyakit Masyarakat (Ops Pekat) secara maraton selama dua hari berturut-turut Senin - Rabu (24-26/8/2026). Dalam razia intensif yang menyasar berbagai wilayah rawan di Kabupaten Cirebon tersebut, tim opsnal berhasil menindak 11 pedagang ilegal dan menyita total 647 botol minuman keras (miras).

Operasi tersebut berhasil melucuti barang bukti berupa miras pabrikan dari berbagai merek serta miras tradisional Rangkaian penindakan disebar di sejumlah lokasi strategis, meliputi Kecamatan Ciwaringin, Gegesik, Arjawinangun, Depok, Susukan, hingga Kedawung.

Pada hari pertama operasi, Senin (24/8/2026), petugas menyisir wilayah Ciwaringin dan Gegesik dengan mengamankan 158 botol miras dari dua pedagang, di Desa Bringin dan di Desa Panunggul dengan barang bukti 118 botol miras pabrikan dan 10 botol ciu.

Penindakan berlanjut semakin masif pada hari kedua, Selasa (25/8/2026). Tim gabungan merazia sembilan titik pedagang ilegal dan menyita 303 botol miras yang terdiri dari 214 botol ciu dan 89 botol miras pabrikan. Adapun sembilan penjual yang ditindak berasal dari sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon.

pada hari Rabu (26/8/2026) petugas berhasil menyita total 186 botol miras yang meliputi 79 botol miras pabrikan dari berbagai merek dan 107 botol miras tradisional jenis ciu serta arak bali dari enam pedagang di wilayah kabupaten Cirebon

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa operasi penindakan maraton ini merupakan langkah preventif kepolisian untuk menutup ruang gerak peredaran alkohol ilegal yang menjadi pemicu utama gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. 

"Peredaran minuman keras tanpa izin adalah hulu dari berbagai tindak kejahatan jalanan, aksi premanisme, hingga bentrokan antar golongan. Polresta Cirebon tidak akan memberikan toleransi dan akan terus menggencarkan Razia Pekat di seluruh wilayah hukum Kabupaten Cirebon demi menjaga situasi tetap aman dan kondusif," tegasnya, Jumat (28/8/2026).

Wujudkan Kondusif Diwilayah Jebres, Piket Koramil 04/Jebres Melaksanakan Patroli Malam


Uploaded Image

Surakarta - Guna menciptakan Kondusifitas wilayah dan rasa nyaman bagi warga masyarakat, Piket Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Koptu Eva Agus melaksanakan Patroli malam di seputaran wilayah Kecamatan Jebres Kota Surakarta. Kamis (27/08/2026).

Koptu Eva Agus menegaskan Patroli malam dilakukan secara rutin oleh piket koramil dengan sasaran objek vital pemerintahan dan tempat-tempat yang dianggap rawan dari tindak kejahatan dan kriminal di wilayah kecamatan Jebres.

Dalam patroli tersebut, Piket Koramil selalu mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan  lingkungan dari tindak kejahatan yang dapat merugikan warga masyarakat dan juga harus tanggap terhadap perkembangan situasi lingkungan di sekitar wilayah.

"Patroli keamanan ini akan terus kita lakukan secara rutin dan intensif guna menjaga keamanan dan kondusif di wilayah kota Surakarta, khususnya di Kecamatan Jebres ini."tegas Koptu Eva.

Penulis : Arda 72

Sambut HUT ke-81 RI  & HUT Ke-76 Kodam IV/Diponegoro, Kodim 0735/Surakarta Gelar Karya Bakti Bersih Sampah di Pasar Nusukan


Uploaded Image

Surakarta – Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro, Kodim 0735/Surakarta menggelar Apel Karya Bakti Bersih Sampah di Halaman Pasar Nusukan, Jl. Kapten Tendean, Kel. Nusukan, Kec. Banjarsari, Kamis (27/06/2026).

Kegiatan diawali dengan Apel bersama yang dipimpin langsung Dandim 0735/Surakarta Letkol Inf Arief Handoko Usman, S.H. Hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Bakti Lanud Adi Soemarmo, Kasdim 0735/Ska, perwakilan Korem 074/Wrt, Kapolsek Banjarsari, para Danramil jajaran, DLH Kota Surakarta, FKPPI, HIPAKAD, MTA, LDII, Linmas, Saka Wira Kartika, serta paguyuban Pasar Nusukan.

Dalam sambutannya, Dandim 0735/Surakarta Letkol Inf Arief Handoko Usman S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Presiden dan wujud nyata kepedulian TNI terhadap fasilitas umum. 

"Pasar Nusukan adalah pusat kegiatan masyarakat. Sumber makanan kita dari sini. Jika lingkungan pasar bersih, maka akan berpengaruh pada kesehatan masyarakat," tegasnya.

Uploaded Image

Dandim juga mengimbau warga agar tidak membakar sampah sembarangan di musim kemarau. "Saat membakar sampah dan tidak diawasi, api bisa menjalar dan menimbulkan kebakaran. Mari kita laksanakan kegiatan ini dengan tulus ikhlas sebagai amal ibadah," tambahnya.

Usai apel, seluruh peserta langsung bergerak melaksanakan pembersihan sampah di area Pasar Nusukan. Sasaran pembersihan meliputi area pedagang, saluran, dan titik-titik yang berpotensi menimbulkan bau serta menjadi sarang penyakit.

Kegiatan Apel Karya Bakti ini menjadi momentum memperkuat sinergitas antara TNI, Polri, Pemerintah Kota Surakarta, ormas, dan masyarakat. Sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan di tengah masyarakat.

Penulis : Arda 72

Lapas Pasir Pangarayan Perkuat Kesiapsiagaan, Pemantauan Keamanan Dilanjutkan Sambung Rasa




Pasir Pengaraian – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan pemasyarakatan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pemantauan keamanan dan ketertiban yang dilanjutkan dengan sambung rasa bersama jajaran pengamanan dan warga binaan, Kamis (27/8/2026).



Kegiatan dipimpin oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka.KPLP) Freddy Rinadi Siregar bersama Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Adm Kamtib) Moch. Subhan Zakaria, didampingi Kepala Subseksi Keamanan Andika Syaputra beserta jajaran.

Pemantauan dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan kondisi keamanan dan ketertiban tetap terjaga, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan. Penguatan personel dilakukan pada area dalam maupun sekitar Lapas, terutama pada titik-titik yang dinilai memiliki potensi kerawanan.

Selain itu, jajaran turut meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan Lapas dan warga binaan, termasuk pengendalian terhadap aktivitas keluar-masuk orang maupun barang. Pemantauan juga diarahkan untuk mengantisipasi potensi provokasi, konflik maupun gangguan keamanan lainnya yang dapat mengganggu stabilitas dan ketertiban Lapas.

Kalapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi P. Purba, mengapresiasi langkah yang dilakukan jajaran KPLP dan Seksi Administrasi Kamtib sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi Lapas tetap aman dan kondusif.

> “Pemantauan keamanan secara rutin merupakan bagian penting dari upaya deteksi dini dan pencegahan gangguan keamanan. Saya mengapresiasi Ka.KPLP, Kasi Adm Kamtib beserta jajaran yang terus meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan di seluruh area Lapas. Kesiapsiagaan harus menjadi tanggung jawab bersama dan dilaksanakan secara konsisten,” ujar Efendi P. Purba.

Sementara itu, Ka.KPLP Freddy Rinadi Siregar, menegaskan bahwa kegiatan pemantauan dilaksanakan untuk memastikan kesiapan petugas sekaligus mengetahui secara langsung kondisi keamanan di lapangan.

> “Kami terus melakukan pemantauan secara langsung, baik di area dalam maupun sekitar Lapas, khususnya pada titik-titik yang memiliki potensi kerawanan. Dengan kehadiran petugas dan pengawasan yang maksimal, diharapkan setiap potensi gangguan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin,” ungkap Freddy.

Senada, Kasi Adm Kamtib Moch. Subhan Zakaria, menyampaikan bahwa pengawasan tidak hanya berfokus pada kondisi fisik lingkungan, tetapi juga mencakup aktivitas warga binaan serta pengendalian keluar-masuk orang dan barang.

> “Pengamanan membutuhkan pengawasan yang menyeluruh dan berkelanjutan. Melalui pemantauan ini, kami memastikan prosedur keamanan berjalan dengan baik, aktivitas warga binaan tetap terkendali, serta potensi provokasi maupun gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini,” jelas Subhan.

Usai pemantauan, kegiatan dilanjutkan dengan "sambung rasa" sebagai sarana komunikasi dan membangun hubungan yang harmonis antara petugas dengan warga binaan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menciptakan suasana yang kondusif sekaligus membuka ruang komunikasi untuk mengetahui kondisi dan berbagai hal yang berkembang di lingkungan Lapas.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan berkomitmen untuk terus meningkatkan kewaspadaan, memperkuat sinergi antarjajaran, serta mengoptimalkan deteksi dini sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif.

***Hobbi Pargaulan*""

Mudahkan Jemaah Haji 2027, Imigrasi Wonosobo Layani Pembuatan Paspor "On The Spot" di Temanggung  



TEMANGGUNG — Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo menggelar layanan pembuatan dan penggantian paspor secara langsung (on the spot) khusus bagi Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Temanggung untuk pemberangkatan tahun 2027. 

Layanan jemput bola ini dilaksanakan selama dua hari, yakni Rabu dan Kamis, 26–27 Agustus, bertempat di Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Temanggung. 

Inovasi layanan ini dihadirkan guna memudahkan para jemaah haji dalam mengurus dokumen perjalanan tanpa perlu datang ke Kantor Imigrasi di Wonosobo.

 Lewat layanan "on the spot", seluruh proses permohonan paspor mulai dari verifikasi berkas, pemindaian biometrik (foto dan sidik jari), dan wawancara diselesaikan di satu lokasi secara efisien. Langkah kolaboratif antara Kantor Imigrasi Wonosobo dan Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Temanggung ini mendapat antusiasme tinggi dari CJH Kab. Temanggung.   

Kepala Kantor Kemenhaj dan Umroh Kab.Temanggung, Eko Widodo menyampaikan mayoritas pemohon paspor yang didominasi oleh lansia merasa terbantu karena perekaman data menjadi lebih cepat dan nyaman tanpa harus mengantre secara reguler ke Kantor Imigrasi Wonosobo. 

Kepala Kantor Imigrasi Wonosobo, Taufan menyampaikan bahwa program kerja sama antar instansi seperti ini akan terus digalakkan secara berkala.   

"Setelah Kabupaten Temanggung, layanan "on the spot" bagi Calon Jemaah Haji akan dilanjutkan di Kabupaten Magelang pada Senin hingga Jumat, 7–11 September 2026, yang kemudian disusul untuk wilayah Kota Magelang dan Kabupaten Wonosobo," ungkap Taufan.  

Hal ini dilakukan demi mendukung kemudahan administrasi dokumen perjalanan ibadah haji, sekaligus memastikan seluruh tahapan persiapan jemaah berjalan tepat waktu menjelang keberangkatan 2027 mendatang

(Yudhi)
Uploaded Image

Polsek Rambah Hilir Ungkap Peredaran Sabu di Desa Pasir Jaya, Dua Pria Diamankan dengan Barang Bukti 5 Gram




ROKAN HULU — Tim gabungan Satresnarkoba Polres Rokan Hulu bersama Polsek Rambah Hilir mengungkap dugaan tindak pidana narkotika jenis sabu di Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu. Dalam pengungkapan tersebut, dua pria, yakni WJ dan YS, diamankan bersama sejumlah barang bukti narkotika dengan berat kotor mencapai 5 gram.



Pengungkapan dilakukan pada Selasa, 25 Agustus 2026 sekitar pukul 19.45 WIB, di sebuah rumah yang berada di Dusun Tegal Rejo RT 007 RW 003, Desa Pasir Jaya, Kecamatan Rambah Hilir. Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang diterima petugas terkait dugaan aktivitas transaksi narkotika jenis sabu di wilayah Desa Pasir Jaya.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolsek Rambah Hilir berkoordinasi dengan Kasat Resnarkoba Polres Rokan Hulu dan memerintahkan personel melakukan penyelidikan. Setelah informasi dinyatakan mengarah pada adanya aktivitas narkotika, tim kemudian melakukan penggerebekan di sebuah rumah di Dusun Tegal Rejo dan mengamankan tiga orang laki-laki.

Dari hasil penggeledahan yang disaksikan perangkat desa setempat, petugas menemukan sebuah kotak rokok Duta warna hitam yang berisi satu sendok dari pipet, satu plastik klip ukuran sedang yang diduga berisi sabu, serta enam plastik klip ukuran kecil yang juga diduga berisi sabu. Petugas turut menemukan kotak rokok DJI Sam Soe warna hitam berisi enam pipet, tiga kaca pirex dan satu sendok dari pipet, serta dua buah bong.

Dari hasil pemeriksaan awal, salah seorang yang diamankan, yakni WJ, mengakui bahwa paket-paket sabu tersebut merupakan miliknya dan diperoleh dari seseorang berinisial A yang berada di Desa Kepayang, Kecamatan Kepenuhan.

Petugas kemudian melakukan penggeledahan lanjutan di rumah WJ yang berada di Desa Pasir Jaya. Dalam penggeledahan tersebut, polisi menemukan sebuah bantal yang di dalamnya terdapat plastik asoy warna biru. Di dalamnya ditemukan satu timbangan digital, satu bong, satu sendok yang terbuat dari kertas, serta sejumlah plastik klip yang diduga digunakan untuk menyimpan narkotika jenis sabu.

Secara keseluruhan, barang bukti yang diamankan berupa sejumlah paket sabu dengan berat kotor sekitar 5 gram, timbangan digital, bong, kaca pirex, pipet, sendok, plastik klip, kotak rokok, serta perlengkapan lain yang berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra, S.I.K., M.Si. melalui jajaran Satresnarkoba Polres Rokan Hulu dan Polsek Rambah Hilir menegaskan bahwa kepolisian akan terus meningkatkan upaya pemberantasan peredaran narkotika hingga ke tingkat wilayah dan desa.

“Tidak ada ruang bagi pelaku peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Rokan Hulu. Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindak lanjuti dan setiap pelaku yang terbukti terlibat akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Selanjutnya, kedua pelaku beserta seluruh barang bukti diamankan di Polsek Rambah Hilir untuk menjalani proses hukum dan pemeriksaan lebih lanjut. 

**"Hobbi pargaulan***
*(Humas Polres Rohul)*

Kokohkan Ketahanan Pangan, Kukuhkan Ekonomi Rakyat, Capaian Sektor Pertanian Indramayu Januari–Juli 2026 di Bawah Kepemimpinan Lucky Hakim–Syaefudin Menuju Indramayu REANG

 
INDRAMAYU — Sepanjang periode Januari hingga Juli 2026, Pemerintah Kabupaten Indramayu di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim bersama Wakil Bupati Syaefudin terus memacu langkah pembangunan berlandaskan visi besar “Indramayu REANG”, yaitu mewujudkan daerah yang maju, sejahtera, adil, dan makmur bersama rakyat. Sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di Provinsi Jawa Barat bahkan di tingkat nasional, sektor pertanian ditempatkan sebagai urat nadi perekonomian daerah dan prioritas utama pembangunan. Berbagai kebijakan serta langkah nyata telah dijalankan untuk menjaga kelestarian lahan pertanian, meningkatkan produktivitas, dan menaikkan taraf hidup para petani di seluruh pelosok Indramayu.
 
Landasan utama ketahanan pangan di Kabupaten Indramayu terletak pada luasnya lahan pertanian yang masih terjaga fungsinya. Data resmi menunjukkan bahwa luas total lahan baku sawah di wilayah Indramayu mencapai 124.517 hektar. Dari luasan tersebut, sebanyak 92.888 hektar telah ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Penetapan ini bukan sekadar angka administrasi, melainkan bentuk perlindungan tegas pemerintah daerah terhadap lahan pertanian agar tidak mudah dialihfungsikan ke penggunaan non-pertanian. Dengan adanya LP2B, keberadaan lahan sawah dijamin keberlangsungannya secara jangka panjang sebagai sarana produksi pangan rakyat, sehingga ketersediaan beras dan bahan pangan pokok dapat terjamin dari generasi ke generasi.
 
Berdasarkan potensi lahan yang luas dan terjaga tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu menetapkan target produksi padi yang ambisius namun realistis, yaitu mencapai produksi Padi Gabah Kering Giling (GKP) sebesar 1,7 juta ton. Angka ini sangat strategis dan bermakna ganda: di satu sisi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indramayu sendiri secara mandiri, dan di sisi lain untuk berkontribusi besar dalam mendukung ketahanan pangan Provinsi Jawa Barat maupun ketahanan pangan nasional. Capaian produksi sebesar ini juga menjadi indikator kemajuan pertanian yang sekaligus berdampak langsung pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan puluhan ribu keluarga petani di daerah ini.
 
Agar target produksi padi tersebut dapat tercapai dan bahkan melampaui sasaran, pemerintahan Lucky Hakim–Syaefudin tidak hanya berharap pada kesuburan tanah semata, melainkan bergerak aktif menyentuh langsung urat nadi pertanian — yaitu ketersediaan air dan sarana prasarana yang memadai. Berbagai program dan intervensi strategis telah dilaksanakan secara terpadu, antara lain:
 
- Pemberian bantuan alat-alat pertanian kepada kelompok tani di seluruh kecamatan, termasuk penyediaan mesin pompa air guna menjamin pasokan air pengairan terutama di musim kemarau atau saat curah hujan rendah, sehingga lahan tetap bisa ditanami dan tidak terlantar;
- Normalisasi saluran irigasi yang meliputi pembersihan, pendalaman, dan perbaikan saluran air yang rusak atau tersumbat, agar aliran air dari sumber hingga ke petak sawah warga berjalan lancar tanpa hambatan;
- Pembangunan irigasi perpompaan di titik-titik strategis yang selama ini kesulitan mendapatkan aliran air secara gravitasi, sehingga lahan yang sebelumnya hanya bisa ditanam saat musim hujan kini dapat dipanen dua hingga tiga kali setahun;
- Pengembangan Jaringan Irigasi Air Tanah sebagai sumber air alternatif yang andal dan berkelanjutan, mengurangi ketergantungan petani pada curah hujan semata dan memberikan kepastian waktu tanam;
- Penerapan sistem pengaturan gilir-gilir air antar petani di wilayah pengairan yang sama, agar pembagian air menjadi adil, merata, dan efisien, sehingga tidak ada perselisihan antar warga sekaligus memastikan setiap petak sawah mendapat jatah air yang cukup.
 
Selain sebagai sentra produksi padi andalan, Indramayu juga telah lama dikenal luas sebagai daerah penghasil mangga berkualitas tinggi yang namanya telah mendunia. Di sektor hortikultura, capaian kinerja pemerintahan Lucky Hakim–Syaefudin juga sangat membanggakan, dengan produksi mangga mencapai angka 114.000 ton per tahun. Angka produksi ini membuktikan bahwa Indramayu tidak hanya unggul dalam padi, tetapi juga memiliki potensi besar di komoditas buah-buahan yang bernilai ekonomi tinggi. Hasil panen mangga ini tidak hanya dinikmati di pasar lokal dan nasional, tetapi juga dikirim hingga ke luar negeri, membawa nama baik Indramayu sekaligus menambah pendapatan petani dan daerah.
 
Kepemimpinan Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin menegaskan bahwa pertanian adalah tulang punggung ekonomi rakyat di Indramayu, dan kemajuan pertanian adalah kemajuan rakyat itu sendiri. Perlindungan lahan sawah, perbaikan irigasi, bantuan sarana produksi, serta pengembangan komoditas unggulan seperti mangga akan terus dilanjutkan dan ditingkatkan. Tidak ada kompromi dalam menjaga kelestarian lahan pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.
 
Capaian-capaian yang telah diraih sepanjang Januari–Juli 2026 ini menjadi fondasi kuat sekaligus semangat untuk terus bekerja lebih keras. Pemerintah Kabupaten Indramayu berkomitmen menjaga keberlanjutan seluruh program pembangunan pertanian, melibatkan seluruh pemangku kepentingan, dan memastikan setiap kebijakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Langkah ini adalah bukti nyata bahwa visi Indramayu REANG bukan sekadar semboyan, melainkan diwujudkan lewat kerja nyata demi masa depan yang lebih cerah, mandiri, dan sejahtera bagi seluruh rakyat Indramayu.

Rabu, 26 Agustus 2026

Berantas Narkotika, Polsek Kabun Tangkap Pengedar Sabu, Satu Paket Seberat 1,39 Gram Diamankan




ROKAN HULU — Kepolisian Sektor (Polsek) Kabun mengungkap dugaan tindak pidana narkotika jenis sabu-sabu di wilayah Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang laki-laki berinisial J alias IJEP beserta barang bukti satu paket sabu dengan berat kotor 1,39 gram.



Pengungkapan dilakukan pada Minggu, 23 Agustus 2026, sekitar pukul 16.00 WIB, di pinggir Jalan Poros Desa Koto Ranah, Kecamatan Kabun. Penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang melaporkan adanya dugaan transaksi narkotika jenis sabu di lokasi tersebut.

Menindaklanjuti informasi itu, Kapolsek Kabun IPTU Jerri Paulus Sinaga, S.H. memerintahkan Unit Reskrim Polsek Kabun melakukan penyelidikan. Petugas kemudian menemukan seorang laki-laki dengan gerak-gerik mencurigakan dan langsung melakukan pemeriksaan.

Saat dilakukan penggeledahan terhadap J alias IJEP, petugas tidak menemukan narkotika pada tubuhnya. Namun, ketika petugas melakukan penggeledahan di sebuah pondok yang berada di ladang milik yang bersangkutan, ditemukan satu paket sabu yang disimpan di atas atap seng dan diselipkan dalam plastik klip bening.

Di hadapan petugas dan masyarakat yang menyaksikan penggeledahan, yang bersangkutan mengakui bahwa paket sabu tersebut merupakan miliknya. Ia juga mengaku memperoleh barang tersebut dari seseorang berinisial M yang berada di Desa Silam, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar.

Selain satu paket sabu dengan berat kotor 1,39 gram, polisi turut mengamankan satu buah mancis, satu buah pipet sendok, satu unit telepon seluler merek Oppo warna biru, satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam dengan nomor polisi BM 5521 MAX, serta uang tunai Rp400 ribu yang diduga merupakan hasil penjualan narkotika.

Hasil pemeriksaan urine sementara terhadap J alias IJEP juga menunjukkan hasil positif mengandung amphetamine. Selanjutnya, tersangka bersama seluruh barang bukti dibawa ke Mapolsek Kabun untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra, S.I.K., M.Si. melalui Kapolsek Kabun IPTU Jerri Paulus Sinaga, S.H. menegaskan bahwa pihaknya akan terus menindak tegas setiap bentuk penyalahgunaan dan peredaran narkotika di wilayah hukum Polsek Kabun.

“Pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberantas peredaran narkotika. Kami mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika,” tegasnya.

Atas perbuatannya, tersangka diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, di antaranya Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Lampiran II Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana juncto Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

***Hobbi Pargaulan***
 *(Humas Polres Rohul)*

Patroli Tim Hantu Polres Bangka Barat Temukan Sabu, Warga Kampung Jawa Mentok Diamankan.


Bangka Barat, Patroli malam yang dilakukan Tim Hantu Satresnarkoba Polres Bangka Barat kembali membuahkan hasil.

Seorang pria berinisial AH (37), warga Kampung Jawa Lama, Mentok, diamankan setelah petugas menemukan paket diduga sabu saat patroli di Jalan Pal II, Kelurahan Sungai Daeng, Rabu (26/8/2026) malam.

Penangkapan bermula saat Tim Hantu Satresnarkoba Polres Bangka Barat melihat AH dengan gerak-gerik mencurigakan sekitar pukul 21.00 WIB.

Saat dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan yang disaksikan perangkat desa setempat, petugas menemukan satu paket kecil berisi kristal bening yang diduga sabu.

Polisi kemudian melakukan pengembangan setelah AH mengaku masih menyimpan sabu di rumahnya.

Tim Hantu langsung bergerak ke rumah AH di Kampung Jawa Lama. Dari penggeledahan, petugas kembali menemukan tiga paket diduga sabu.

Total empat paket diduga sabu dengan berat bruto 1,38 gram diamankan dalam pengungkapan tersebut.

Selain sabu, polisi turut menyita timbangan digital, plastik klip, catatan penjualan, pipet sedotan, sepeda motor Honda Scoopy dan telepon seluler.

AH beserta barang bukti kemudian dibawa ke Mapolres Bangka Barat untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Kasus tersebut masih dalam penanganan Satresnarkoba Polres Bangka Barat.

(HR)