Sergap Target

Berita Terkini

Bupati Anton Hadiri Upacara HUT ke-69 Riau: Komitmen Bersama Dorong Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat

​PEKANBARU — Bupati Rokan Hulu, Anton, S.T., M.M., bersama Ketua TP PKK Rohul, Ny. dr. Yeni Dwi Putri, menghadiri upacara Peringatan Hari Ja...

Postingan Populer

Selasa, 11 Agustus 2026

Bupati Anton Hadiri Upacara HUT ke-69 Riau: Komitmen Bersama Dorong Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat




​PEKANBARU — Bupati Rokan Hulu, Anton, S.T., M.M., bersama Ketua TP PKK Rohul, Ny. dr. Yeni Dwi Putri, menghadiri upacara Peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru. Minggu (9/8/2026). 



Kehadiran Bupati Rohul beserta kepala daerah lain nya se-Provinsi Riau menjadi simbol soliditas dalam mengawal arah pembangunan Riau ke depan.



​Mengusung tema “Bersatu dalam Keberagaman, Maju dalam Pembangunan,” amanat peringatan disampaikan langsung oleh Gubernur Riau, SF Hariyanto. Dalam pidatonya, Gubernur menegaskan bahwa usia ke-69 harus menjadi momentum pembaruan tekad seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat pelayanan publik serta pemerataan ekonomi.


​Poin-Poin Utama yang disampaikan Gubernur Riau:
​Persatuan dan Kesejahteraan Adil: Perbedaan pandangan politik maupun sosial harus disatukan demi kepentingan masyarakat Riau, menjaga daerah tetap aman, rukun, dan memastikan hasil pembangunan dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan.

​Efisiensi dan Efektifitas Anggaran: Di tengah tekanan fiskal daerah, pemerintah berkomitmen memperkuat pendapatan tanpa membebani masyarakat, menutup celah kebocoran anggaran, serta mengoptimalkan potensi daerah demi menjaga pelayanan dasar.

​Penyelarasan Program Nasional: Provinsi Riau mendukung penuh program strategis Presiden RI, seperti Program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, swasembada pangan, hingga pembangunan tiga juta rumah.

​Permohonan Maaf dan Komitmen Ke Depan: Gubernur menyampaikan permohonan maaf atas infrastruktur dan pelayanan yang belum sepenuhnya sempurna, seraya menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang tertunda menjadi amanah kerja yang akan terus diperjuangkan.

​Kehadiran Bupati Rokan Hulu Anton, S.T., M.M., menegaskan kesiapan Kabupaten Rokan Hulu untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Riau dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, menguatkan perekonomian desa, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah. 

Usai pelaksanaan apel Hut riau ke 69, Beberapa Kepala Daerah termasuk Bupati Rokan Hulu Anton,ST, MM mendapatkan Piagam Penghargaan Pembangunan Daerah Provinsi Riau yang diserahkan langsung oleh Gubernur Riau. 

***Hobbi Pargaulan***

Matangkan Persiapan HUT ke-81 RI, Kalapas Pasir Pangarayan Hadiri Rapat Final di Kantor Bupati




Rokan Hulu - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi P. Purba, menghadiri secara langsung Rapat Final Persiapan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Rokan Hulu, Selasa (11/08/2026).



Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu ini berlangsung di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Rokan Hulu mulai pukul 09.00 WIB. Pertemuan strategis ini dipimpin oleh Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Rokan Hulu, Drs. Yusmar, M.Si, atas nama Bupati Rokan Hulu.



Dalam menghadiri agenda penting ini, Kalapas Efendi P. Purba didampingi oleh Kasi Binadik & Giatja Andi Rahman, Kasubsi Registrasi dan Bimkemas Ega Saputra. Kehadiran jajaran struktural Lapas ini merupakan komitmen nyata instansi dalam mendukung kesuksesan agenda nasional di tingkat daerah.

Rapat final ini digelar untuk mematangkan teknis upacara, pembagian tugas antar-instansi, dan mengantisipasi kendala lapangan agar perayaan berjalan lancar. Selain persiapan upacara, kehadiran Lapas Pasir Pangarayan dalam rapat ini juga khusus untuk membahas agenda penyerahan Remisi Umum Hari Kemerdekaan, yang rencananya akan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Rokan Hulu pada 17 Agustus 2026 mendatang.

"Kehadiran kami hari ini untuk memastikan seluruh persiapan teknis berjalan matang, termasuk koordinasi agenda penyerahan remisi umum bagi warga binaan yang akan diserahkan langsung secara simbolis oleh Bapak Bupati pada hari kemerdekaan nanti. Pemberian remisi ini merupakan bagian tak terpisahkan dari pemenuhan hak warga binaan di momentum nasional," ujar Kalapas Pasir Pangarayan, Efendi P. Purba, di sela-sela rapat.

Keterlibatan Lapas Pasir Pangarayan merupakan wujud nyata hubungan kelembagaan yang harmonis. Sebagai instansi vertikal, Lapas berkomitmen terus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Daerah, Forkopimda, dan dinas terkait demi menyukseskan program daerah.

***Hobbi Pargaulan***

Data Rombel Jenjang SMA Di kecamatan Bongas Jadi Sorotan Karena Tidak Sesuai Dengan Dilapangan

 Indramayu, Sergaptarget.com Dugaan praktik manipulatif  pengelolaan rombongan belajar (rombel) atau ruang belajar pada jenjang SMA di wilayah Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu,  sorotan. 

 Pasalnya data yang   tidak sesuai dengan kondisi di lapangan dinilai berpotensi merugikan peserta didik sekaligus berdampak terhadap keberlangsungan sekolah swasta.Untuk itu anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hilal Hilmawan, meminta pengelolaan data rombel dibuka secara transparan dan dilakukan verifikasi berdasarkan kondisi sebenarnya di setiap sekolah.

Menurutnya, apabila jumlah rombel yang tercatat tidak sesuai dengan jumlah peserta didik maupun kapasitas ruang belajar yang sebenarnya, persoalan tersebut harus segera diklarifikasi, Sebab,  dapat berdampak pada pemerataan peserta didik antarsekolah.

“Data rombel harus sesuai dengan realita di lapangan. Jangan sampai ada  yang berbeda dengan kondisi sebenarnya, karena yang dirugikan bukan ganya  siswa tapi juga  Sekolah, ,Dalam hal ini yang Terdampak bukan hanya sekolah negeri, tapi  SMA swasta di wilayah Bongas.

Apabila sebagian sekolah menampung peserta didik melebihi kondisi yang semestinya,maka sekolah swasta kekurangan peserta didik, itu sebabnya  pemerataan akses pendidikan menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian,Sekolah swasta yang kekurangan siswa dapat menghadapi berbagai konsekuensi, mulai dari kesulitan memenuhi kebutuhan operasional hingga keberlangsungan proses pembelajaran dan tenaga pendidik.Hilal juga meminta agar persoalan tersebut tidak hanya dilihat dari sisi administrasi, tetapi juga dari dampaknya terhadap ekosistem pendidikan secara keseluruhan.

Sekolah swasta juga bagian dari sistem pendidikan, Jangan sampai ada sekolah yang kekurangan siswa sementara di tempat lain terjadi penumpukan. Jadi harus ada pemerataan dan aturan yang dijalankan secara adil,” ujarnya.

 Hilalmeminta Data Rombel Diverifikasi dan  mendorong Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melakukan verifikasi terhadap data rombel SMA di wilayah Bongas dengan membandingkan data administrasi dan kondisi faktual.Verifikasi setidaknya perlu mencakup jumlah peserta didik, jumlah rombel, kapasitas ruang belajar, jumlah ruang kelas yang digunakan serta kondisi kegiatan belajar mengajar.

Jika ditemukan adanya ketidaksesuaian, harus diketahui penyebabnya dan dilakukan perbaikan terhadap data.“Buka datanya secara transparan. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana sebenarnya kondisi rombel di sekolah-sekolah tersebut. Jangan sampai data administratif berbeda dengan kenyataan di lapangan,” tegasnya.

Ia juga meminta agar proses penerimaan peserta didik dan pembagian rombel dilakukan secara objektif, transparan dan tidak merugikan sekolah lain.Jangan Sampai Siswa Menjadi KorbanPersoalan rombel pada akhirnya menyangkut hak peserta didik untuk memperoleh pendidikan yang layak.Karena itu, Hilal meminta seluruh pihak mengutamakan kepentingan siswa dan pemerataan pendidikan, bukan kepentingan institusi tertentu.“Jangan sampai siswa menjadi korban akibat persoalan data atau pengelolaan rombel. Semua sekolah harus mendapatkan kesempatan yang adil untuk berkembang dan siswa harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang layak.

Dugaan praktik manipulatif rombel tersebut masih memerlukan verifikasi dan klarifikasi resmi dari pihak sekolah serta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Informasi mengenai adanya ketidaksesuaian data perlu dibuktikan melalui pencocokan dokumen dengan kondisi faktual di lapangan pungkasnya.

(Nana. S)

Dampingi Lansia dan Balita, Babinsa Gandekan Aktif Kawal Posyandu ILP Plus 6 SPM di Kelurahan Gandekan


Uploaded Image

Surakarta – Sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, Babinsa Kelurahan Gandekan Sertu Teguh K dari Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta mendampingi kegiatan Posyandu Flamboyan 1 Berbasis Pelayanan ILP Plus 6 SPM. Kegiatan berlangsung di Kadirejo RT 02/RW 01 Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Selasa (1/08/2026)

Posyandu kali ini melayani 40 lansia dan 50 balita. Layanan yang diberikan meliputi penimbangan berat badan, pengecekan tensi, gula darah, kolesterol, asam urat, serta penyuluhan pola makan sehat.

Dengan konsep ILP Plus 6 SPM, masyarakat khususnya para lansia lebih mudah mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan dasar secara terpadu. Selain pemeriksaan kesehatan, posyandu juga menjadi wadah saling berbagi informasi dan tukar pikiran antar warga lansia mengenai kesehatan yang dialami.

“Pentingnya Posyandu Lansia ini adalah untuk memantau perkembangan kesehatan, menjaga imunitas, dan meningkatkan kesadaran para lansia. Dengan berkegiatan bersama, para lansia juga bisa lebih bahagia karena bertemu sesama warga,” ujar Sertu Teguh K.

Diharapkan melalui kegiatan ini kesadaran masyarakat untuk rutin mengikuti posyandu semakin meningkat, sehingga kesehatan generasi penerus dan para lansia di wilayah binaan dapat terpantau dengan baik.

Penulis : Arda 72

Senin, 10 Agustus 2026

Jaga Keamanan Di Wilayah, Piket Koramil 04/Jebres Laksanakan Patroli Bersama Linmas

Surakarta - Piket Koramil 04/Jebres  Kodim 0735/Surakarta Koptu Devid Setyo W bersama Linmas  melaksanakan patroli malam di wilayah Kec Jebres Kota Surakarta, Senin (10/08/2026).

"Karena pada malam hari adalah saat rawan terhadap gangguan kamtibmas dan untuk pastikan wilayah dalam situasi kondusif,kami selaku Piket Koramil 04/Jebres Patroli bersama linmas di tempat tempat yang sering untuk berkumpulnya masyarakat pada malam hari di wilayah Kecamatan Jebres ."tegas Koptu Devid.

"Kegiatan patroli keamanan seperti ini akan terus kita lakukan secara rutin demi menjaga situasi tetap aman dan kondusif."pungkasnya.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Rapat Koordinasi Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) Indramayu




Rapat Koordinasi Dewan Pengurus Cabang  Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) Indramayu
Indramayu,
Sergaptarget.com  Pemerintah Kabupaten Indramayu mendukung percepatan pendataan Education Management Information System (EMIS) Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT). Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat tata kelola pendidikan keagamaan dan mewujudkan data yang akurat, sekaligus sebagai dasar penyusunan kebijakan pemerintah.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Indramayu yang digelar di Aula Ki Tinggil Pendopo Indramayu, Rabu (5/8/2026), yang dihadiri unsur Kementerian Agama Kabupaten Indramayu, Pemerintah Kabupaten Indramayu, serta pengurus FKDT.

Asisten Daerah I Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu, Iin Indrayati, mengatakan bahwa digitalisasi data melalui EMIS merupakan kebutuhan yang harus segera diwujudkan guna mendukung penyusunan berbagai kebijakan di bidang pendidikan keagamaan.

"Digitalisasi sudah menjadi kebutuhan. Karena itu, saya mendukung penuh percepatan EMIS sebagai basis data yang dibutuhkan pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan. Mari kita jadikan forum ini sebagai evaluasi sekaligus penguatan kolaborasi agar target 100 persen EMIS dapat tercapai tahun ini," ujarnya.

Senada dengan itu, Pelaksana Tugas Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Indramayu, Jafar Abdullah, menegaskan bahwa validitas data EMIS menjadi faktor penting dalam menentukan arah kebijakan pemerintah daerah.

"Data EMIS yang akurat akan memudahkan pemerintah dalam menyusun perencanaan, menetapkan program prioritas, hingga mengalokasikan dukungan bagi Madrasah Diniyah Takmiliyah," katanya.

Karena itu, ujar Jafar, pihaknya mengajak seluruh lembaga untuk bersama-sama menyelesaikan pendataan secara tertib dan tepat waktu.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indramayu, Aghuts Muhaimin, mengapresiasi dedikasi para kepala madrasah, guru, dan operator EMIS yang terus menjaga keberlangsungan pendidikan keagamaan.

Menurutnya, penguatan Madrasah Diniyah Takmiliyah hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara Kementerian Agama, Pemerintah Kabupaten Indramayu, FKDT, BAZNAS, dan seluruh pemangku kepentingan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPC FKDT Kabupaten Indramayu, Aspuri, mengatakan penyelesaian EMIS menjadi prioritas utama FKDT karena data yang valid merupakan fondasi dalam penyusunan program maupun penyaluran bantuan kepada madrasah diniyah.

"EMIS harus menjadi gerakan bersama. Semua Madrasah Diniyah Takmiliyah harus masuk ke dalam sistem karena ketika berbicara EMIS, kita sedang berbicara tentang data. Kami menargetkan capaian EMIS semester ini mencapai 100 persen," katanya.

Berdasarkan data Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kabupaten Indramayu, dari 1.138 Madrasah Diniyah Takmiliyah yang ada di Kabupaten Indramayu, sebanyak 580 lembaga atau sekitar 51 persen telah menyelesaikan Berita Acara Pendataan (BAP) EMIS. Oleh karena itu, seluruh FKDT tingkat kecamatan didorong untuk mempercepat pendataan terhadap lembaga yang masih aktif maupun yang sudah tidak beroperasi agar target 100 persen dapat segera tercapai.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Kementerian Agama dan FKDT menegaskan komitmen untuk memperkuat sinergi dalam penyelesaian pendataan EMIS sebagai fondasi peningkatan kualitas tata kelola Madrasah Diniyah Takmiliyah, sehingga berbagai program pembinaan, bantuan, dan pengembangan pendidikan keagamaan dapat dilaksanakan secara tepat sasaran.

(Nana. S)

Air Keruh Jadi Langganan, Alasan PDAM Pun Berulang: Publik Tagih Pembenahan Nyata



Air Keruh Jadi Langganan, Alasan PDAM Pun Berulang: Publik Tagih Pembenahan Nyata

Indramayu, Sergaptarget.com 
Persoalan air keruh dan kecilnya tekanan distribusi kembali menjadi sorotan pelanggan Perumdam Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Keluhan yang terus berulang membuat sebagian masyarakat mempertanyakan kualitas pelayanan perusahaan daerah tersebut, terlebih persoalan serupa dinilai telah terjadi dari waktu ke waktu dengan berbagai alasan teknis yang hampir selalu terdengar. Selasa (11/08/2026). 

Di tengah pergantian kepemimpinan di tingkat Pemerintah Kabupaten Indramayu, publik berharap adanya perubahan signifikan dalam tata kelola pelayanan air bersih. Namun, persoalan klasik seperti air keruh, tekanan air kecil hingga distribusi yang tidak stabil kembali dikeluhkan pelanggan.

Ironisnya, ketika kualitas layanan dipertanyakan, kewajiban pelanggan untuk membayar tagihan justru tetap berjalan sebagaimana mestinya. Bagi sebagian pelanggan, keterlambatan pembayaran bahkan dapat berujung pada pemutusan sambungan.

Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan publik, ketika pelanggan dituntut disiplin membayar tagihan, seberapa serius perusahaan memberikan pelayanan yang sebanding dengan kewajiban tersebut. 

Pihak Perumdam Tirta Darma Ayu sendiri memberikan penjelasan mengenai penyebab air keruh yang terjadi saat ini.

Budi selaku Humas Perumdam Tirta Darma Ayu mengatakan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh air baku dan tekanan air yang saat ini tidak stabil. Perubahan tekanan menyebabkan endapan yang berada di dalam jaringan pipa distribusi ikut terkikis dan terbawa bersama aliran air.

"Jadi terjadilah kekeruhan. Langkah kita biasa melakukan flushing atau pengurasan pipa," kata Budi.

Menurutnya, persoalan distribusi air yang kecil juga berkaitan dengan kondisi air baku yang mulai surut. Pihak Perumdam saat ini melakukan pemompaan dari Sungai Cimanuk Baru menuju Cimanuk Lama untuk memenuhi kebutuhan intake yang berada di sepanjang jalur tersebut agar air tetap dapat diolah dan didistribusikan kepada pelanggan.

"Terkait pendistribusian air kecil karena memang posisi air baku kita sudah surut dan kita sedang melakukan pemompaan dari Sungai Cimanuk Baru ke Cimanuk Lama untuk intake-intake yang ada di sepanjang jalur Cimanuk Baru, untuk bisa mengolah dan didistribusikan ke pelanggan," jelasnya.

Penjelasan tersebut menjadi jawaban resmi perusahaan atas keluhan pelanggan. Namun, di tengah masyarakat, alasan mengenai air baku dan kondisi jaringan pipa dinilai bukan sesuatu yang baru.

Sejumlah pengamat menilai persoalan air keruh dan distribusi yang tidak maksimal telah berulang dalam berbagai kondisi cuaca. Saat musim kemarau, persoalan kerap dikaitkan dengan keterbatasan air baku. Sementara ketika debit sungai meningkat atau terjadi banjir, tingginya material lumpur dan endapan disebut menjadi salah satu penyebab gangguan kualitas air.



*Alasan berganti, tetapi persoalan yang dirasakan pelanggan dinilai masih sama*

Kondisi itu kemudian memunculkan kritik terhadap manajemen Perumdam Tirta Darma Ayu. Publik tidak hanya mempertanyakan penyebab teknis air keruh, tetapi juga menuntut adanya langkah konkret dan berkelanjutan agar persoalan serupa tidak terus berulang.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPC PPWI) Kabupaten Indramayu, Ahmad Warjani, menilai perusahaan semestinya tidak berhenti pada penjelasan teknis setiap kali muncul keluhan pelanggan.

"Intinya pihak perusahaan selama ini belum berupaya untuk lebih baik dalam menyikapi keluhan dan kepuasan para konsumen, baik dari mutu kualitas air maupun penyaluran distribusi air yang terbatas," ujar Ahmad Warjani kepada awak media.

Menurutnya, persoalan pelayanan publik seharusnya tidak hanya dilihat dari kemampuan perusahaan menjelaskan penyebab gangguan, tetapi juga dari sejauh mana perusahaan mampu mencegah gangguan tersebut kembali terjadi.

Pergantian Direktur Utama (Dirut) maupun jajaran Dewan Pengawas (Dewas) juga menjadi sorotan. Publik mempertanyakan apakah perubahan pada struktur kepemimpinan benar-benar diikuti pembenahan sistem manajemen, pemeliharaan jaringan, pengendalian kualitas air, serta mekanisme pengaduan pelanggan.

Sebab, bagi pelanggan, yang dibutuhkan bukan sekadar penjelasan bahwa air keruh disebabkan endapan pipa atau tekanan air yang berubah.

Yang ditunggu adalah air yang layak, distribusi yang konsisten, serta pelayanan yang sebanding dengan kewajiban pelanggan membayar setiap bulan.

Persoalan ini juga membuka ruang evaluasi lebih luas bagi pemilik perusahaan daerah dan dewan pengawas. Jika gangguan kualitas dan distribusi terus berulang, perlu dipertanyakan apakah langkah flushing dan penanganan teknis yang dilakukan selama ini hanya bersifat reaktif atau benar-benar bagian dari sistem pemeliharaan jaringan yang terukur dan berkelanjutan.

Publik tentu tidak cukup hanya diberikan alasan ketika air keruh. Masyarakat juga berhak mengetahui berapa kali gangguan serupa terjadi, berapa lama penanganannya, bagaimana standar kualitas air setelah flushing, serta apa strategi jangka panjang perusahaan untuk mencegah air keruh kembali masuk ke jaringan pelanggan.

Pada akhirnya, pergantian kepemimpinan daerah maupun perubahan jajaran manajemen perusahaan tidak akan banyak berarti bagi pelanggan apabila persoalan pelayanan dasar masih berputar pada masalah yang sama.

Pelanggan membayar untuk mendapatkan air. Bukan untuk membeli alasan. 

(Nana. S)

AKBP Prianggo Kapolres Indramayu Beserta PJU Bersilaturahmi Kekediaman H.Juhadi Ketua PWNU Jawabarat




Indramayu, Sergaptarget. Kapolres Indramayu, AKBP Prianggo, menggelar kunjungan silaturahmi ke kediaman Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, K.H. Juhadi, di Desa Karanganyar, Kecamatan Pasekan, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan ini bagian dari komitmen Polres Indramayu dalam mempererat komunikasi dan kemitraan dengan para tokoh agama. Langkah strategis tersebut ditujukan untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) agar tetap kondusif, aman, dan harmonis di wilayah Indramayu.

Dalam dialog hangat tersebut, AKBP Prianggo bersama K.H. Juhadi dan jajaran pengurus PWNU membahas pelbagai isu strategis terkait dinamika Kamtibmas. Beberapa poin utama yang menjadi perhatian antara lain penguatan toleransi antarumat beragama serta pentingnya pola komunikasi yang berkesinambungan antara kepolisian dan ulama.

AKBP Prianggo menegaskan bahwa silaturahmi dengan tokoh agama menjadi pilar penting untuk memperkuat sinergitas di lapangan. Menurutnya, institusi kepolisian memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan.

“Kami berkomitmen membangun komunikasi yang inklusif dengan seluruh tokoh agama dan masyarakat. Kepolisian tidak dapat bekerja sendirian dalam menjaga Harkamtibmas. Oleh karena itu, dukungan serta sinergi dari para ulama sangat krusial,” ujar AKBP Prianggo.

Ia menambahkan, tokoh agama memiliki peran sentral dalam mengedukasi masyarakat, terutama dalam menyampaikan pesan-pesan perdamaian, merawat kerukunan, serta membentengi warga dari provokasi maupun disinformasi yang berpotensi memecah belah.

“Kami berharap para tokoh agama terus menjadi mitra strategis kepolisian dalam mengedukasi Kamtibmas. Melalui koordinasi yang solid, kita dapat memastikan Indramayu tetap aman, damai, dan kondusif,” imbuhnya.

Menanggapi kunjungan tersebut, Ketua PWNU Jawa Barat, K.H. Juhadi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif Kapolres Indramayu beserta jajaran.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar PWNU, kami menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran Bapak Kapolres Indramayu AKBP Prianggo. Langkah ini merupakan wujud sinergi yang nyata antara kepolisian dan ulama. Kami siap mendukung penuh upaya Polres Indramayu dalam menjaga kondusivitas wilayah,” ungkap K.H. Juhadi.

Melalui kolaborasi berkesinambungan antara aparat penegak hukum, tokoh agama, dan seluruh komponen masyarakat, diharapkan situasi Kamtibmas di Kabupaten Indramayu terus terjaga dalam bingkai toleransi dan keharmonisan.

((EDI BABIL))

SALUT Majalengka Gelar OSMB Mahasiswa Baru 2026, Jumlah Pendaftar Mencapai 600 Orang

SALUT, Majalengka gelar kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) bagi mahasiswa  baru tahun 2026. 
Majalengkaka, Kegiatan ini berlangsung di Gedung Islamic Center Majalengka pada hari Minggu (09/08/2026).
 
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Muhammad Umar Ma'ruf, S.Sos., M.Si., hadir mewakili Bupati Majalengka. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap pencapaian jumlah calon mahasiswa yang mendaftar pada tahun ini, yang mencapai sekitar 600 orang.
 
Pemerintah Kabupaten Majalengka juga memberikan apresiasi atas keberadaan SALUT Majalengka yang selama ini turut berkontribusi memajukan dunia pendidikan di daerah dan telah menjadi bagian dari institusi pendidikan tinggi yang hadir di Kabupaten Majalengka. Hal ini terlebih lagi karena Universitas Terbuka merupakan perguruan tinggi negeri yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
 
Umar juga menyampaikan catatan khusus terkait profil calon mahasiswa baru tahun ini, di mana rata-rata berusia pada usia produktif, yaitu berkisar antara 20 hingga 25 tahun. Dengan demikian, mereka memulai perkuliahan dengan semangat belajar yang penuh kemandirian, mengingat sebagian besar telah bekerja dan membiayai pendidikannya sendiri.
 
Oleh karena itu, Umar berharap seluruh mahasiswa baru dapat belajar dengan tekun, sungguh-sungguh, dan bertanggung jawab agar dapat mencapai cita-cita yang diharapkan, baik untuk pengembangan diri pribadi maupun untuk mendukung kemajuan karier yang sedang dijalani.
 
Sementara itu, Ketua SALUT Majalengka, Dr. Joko Setiyono, M.Kom., menjelaskan bahwa pelaksanaan OSMB ini bertujuan agar mahasiswa baru memahami sepenuhnya sistem dan tata cara belajar di Universitas Terbuka, sehingga mereka dapat menyelesaikan studi dengan baik dan lulus tepat waktu sesuai dengan masa studi yang ditetapkan.
 
Ia juga menyampaikan data perkembangan jumlah mahasiswa, yang menyebutkan bahwa hingga saat ini jumlah mahasiswa Universitas Terbuka UPBJJ-UT Bandung yang berdomisili di wilayah Kabupaten Majalengka telah mencapai 2.600 orang, yang tersebar di 24 program studi. Dari berbagai pilihan program studi yang tersedia, yang paling banyak diminati oleh calon mahasiswa adalah Program Studi Manajemen dan Program Studi Pendidikan.
 
Tidak hanya berasal dari wilayah Kabupaten Majalengka, mahasiswa baru yang terdaftar di SALUT Majalengka juga datang dari daerah tetangga, yaitu Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Cirebon. Hal ini menunjukkan bahwa SALUT Majalengka menjadi pusat layanan pendidikan tinggi yang menjangkau wilayah yang lebih luas.
 
Di akhir penyampaiannya, Dr. Joko Setiyono berharap para mahasiswa baru dapat segera beradaptasi dengan sistem pembelajaran yang diterapkan serta mempersiapkan diri dengan baik, terutama dalam menerapkan cara belajar secara daring yang efektif dan efisien agar proses pendidikan dapat berjalan lancar hingga selesai.

Ketua DPC PPDI Sabar Sitanggang ,Sekretaris DPC PPDI Hobbi Pargaulan, WB Dan Bendahara DPC PPDI Mavdul SH Kabupaten Rokan Hulu staf beserta segenap Jajaranya mengucapkan Selamat Hari Jadi Provinsi Riau Ke 69 tahun




Ketua DPC PPDI Sabar Sitanggang ,Sekretaris DPC PPDI Hobbi Pargaulan, WB Dan Bendahara DPC PPDI Mavdul SH Kabupaten Rokan Hulu staf beserta segenap Jajaranya mengucapkan 

Selamat Hari Jadi Provinsi Riau Ke 69 tahun 

"Bersatu Dalam Keragaman , Maju Dalam Pembangunan"