Berita Terkini

AKBP Ricky Pripurna Atmaja Resmi Gantikan AKBP M. Kasim Akbar Bantilan Sebagai Kapolres Wonosobo

SEMARANG – Jabatan Kapolres Wonosobo resmi berganti. AKBP Ricky Pripurna Atmaja menggantikan AKBP Mohammad Kasim Akbar Bantilan dalam upacar...

Postingan Populer

Kamis, 30 Juli 2026

AKBP Ricky Pripurna Atmaja Resmi Gantikan AKBP M. Kasim Akbar Bantilan Sebagai Kapolres Wonosobo



SEMARANG – Jabatan Kapolres Wonosobo resmi berganti. AKBP Ricky Pripurna Atmaja menggantikan AKBP Mohammad Kasim Akbar Bantilan dalam upacara serah terima jabatan yang dipimpin Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo di Gedung Borobudur Mapolda Jawa Tengah, Rabu, 29 Juli 2026.

Pergantian tersebut merupakan bagian dari mutasi di lingkungan Polda Jawa Tengah yang mencakup 22 jabatan, terdiri atas enam Pejabat Utama Polda Jateng dan 16 Kapolres/Kapolresta jajaran. Pelaksanaan sertijab mengacu pada Surat Perintah Kapolda Jawa Tengah tertanggal 27 Juli 2026.

Prosesi diawali dengan pembacaan surat perintah, dilanjutkan pengambilan sumpah jabatan, penandatanganan berita acara serah terima jabatan, berita acara pengambilan sumpah, serta pakta integritas. Upacara dihadiri Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol Latif Usman, para Pejabat Utama Polda Jateng, Kapolres jajaran, serta pengurus Bhayangkari Daerah Jawa Tengah.

Pergantian pimpinan Polres Wonosobo menjadi bagian dari penyegaran organisasi yang dilakukan Polda Jawa Tengah untuk mendukung pembinaan karier sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah.

Kabidhumas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Yuliyanto mengatakan mutasi merupakan mekanisme rutin dalam organisasi Polri.

"Serah terima jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka pembinaan karier dan regenerasi kepemimpinan. Diharapkan para pejabat yang memperoleh amanah baru dapat segera beradaptasi, memperkuat sinergi, serta terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, humanis, dan Presisi kepada masyarakat," kata Yuliyanto.

Dengan pergantian tersebut, tongkat estafet kepemimpinan Polres Wonosobo kini berada di tangan AKBP Ricky Pripurna Atmaja. Ia diharapkan melanjutkan upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat Kabupaten Wonosobo.

Arifin

Kapolresta Cirebon Serahkan Bantuan Alsintan Kementan kepada Kelompok Tani, Perkuat Swasembada Pangan Nasional

Kabupaten Cirebon – Komitmen mendukung program swasembada dan ketahanan pangan nasional terus diwujudkan Polresta Cirebon melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan Kementerian Pertanian. Salah satunya dengan menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani binaan di wilayah hukum Polresta Cirebon.

Kegiatan penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Gudang PU, Jalan Kenanga, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (30/7/2026). Penyerahan dipimpin langsung Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Dr. H. Deni Nurcahya, S.T., M.Si., serta dihadiri para Pejabat Utama Polresta Cirebon, para Kapolsek jajaran, dan perwakilan kelompok tani binaan.

Dalam kesempatan tersebut, bantuan yang diserahkan terdiri dari delapan unit alsintan, yakni tiga unit traktor roda empat dan lima unit traktor roda dua yang berasal dari Kementerian Pertanian untuk mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian, khususnya komoditas jagung.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama mengatakan, bantuan alsintan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah melalui Kementerian Pertanian kepada para petani agar mampu meningkatkan hasil produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Alhamdulillah hari ini kita dapat menyerahkan bantuan alsintan kepada kelompok tani yang telah terpilih. Bantuan ini merupakan wujud perhatian Bapak Presiden melalui Kementerian Pertanian kepada masyarakat, khususnya para petani, dan diberikan secara cuma-cuma untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian," ujar Kombes Pol. Imara Utama.

Ia berpesan agar seluruh alsintan yang diterima dapat dimanfaatkan secara optimal, dirawat dengan baik, serta diamankan setelah digunakan agar memiliki usia pakai yang panjang dan memberikan manfaat bagi banyak petani.

"Rawat alat ini dengan baik, lakukan servis secara berkala, jangan dibiarkan rusak. Setelah digunakan jangan ditinggalkan di lahan, tetapi simpan di tempat yang aman. Gunakan sesuai peruntukannya untuk mengolah lahan jagung, dan apabila sudah selesai dipakai, silakan dipinjamkan kepada kelompok tani lain yang membutuhkan agar manfaatnya semakin luas," katanya.

Kapolresta juga menegaskan pihaknya akan terus berupaya mengusulkan tambahan bantuan alsintan kepada pemerintah pusat agar semakin banyak petani di Kabupaten Cirebon yang memperoleh dukungan sarana pertanian.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Dr. H. Deni Nurcahya menyampaikan apresiasi kepada Polresta Cirebon yang telah menjembatani aspirasi para petani hingga bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian dapat direalisasikan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Polresta Cirebon, khususnya Bapak Kapolresta, yang telah memfasilitasi usulan bantuan alsintan bagi petani Kabupaten Cirebon. Bantuan ini sangat penting untuk mendukung komoditas jagung sebagai salah satu program swasembada pangan nasional," ungkapnya.

Menurutnya, sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan Kementerian Pertanian menjadi langkah strategis dalam mempercepat modernisasi pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Ia pun berharap usulan bantuan alsintan ke depan dapat terus bertambah sehingga semakin banyak kelompok tani yang merasakan manfaatnya.

Melalui penyerahan bantuan tersebut, Polresta Cirebon berharap mekanisasi pertanian di wilayah Kabupaten Cirebon semakin meningkat sehingga mampu mendukung percepatan tanam, meningkatkan produktivitas hasil panen, serta mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.

Sinergikan Tata Kelola Aset dan Pinjaman Daerah, Pemkab dan DPRD Rohul Berkonsultasi ke BPKP Riau



​PEKANBARU — Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rohul menggelar rapat koordinasi dan konsultasi bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Riau, Selasa (28/7/2026).



​Pertemuan yang berlangsung di Gedung BPKP Perwakilan Riau, Pekanbaru, ini berfokus pada dua agenda strategis daerah: kejelasan status penyertaan modal aset tanah dan bangunan Pasar Modern kepada BUMD Perumda Rokan Hulu Jaya (RHJ), serta mekanisme teknis Pinjaman Daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (SMI).





​Hadir langsung memimpin delegasi daerah, Bupati Rokan Hulu Anton, S.T., M.M., bersama Ketua DPRD Rohul Hj. Sumiartini. Turut mendampingi sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Rohul seperti Tamrin Nasution, Budi Darman, dan Purwadi, serta jajaran pejabat eselon Pemkab Rohul, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan dr. Bambang Triono, Kepala Dinas Perkim Desmadiana, Sekwan El Bizri, Direktur Perumda RHJ Imran Tambusai, Direktur RSUD dr. Zuldi Afki, Kabag Adwil M. Franovandi, Kabag Ekonomi & SDA Quspedra Aflah, Kabag Hukum Erinaldi, beserta jajaran manajemen Perumda RHJ.



​Dalam sesi konsultasi, Bupati Anton, S.T., M.M., memaparkan secara terbuka dua poin utama yang menjadi perhatian Pemkab Rohul demi percepatan pembangunan daerah.



​Pertama, terkait skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) Pasar Modern yang saat ini masih berstatus aset Pemda namun pengelolaannya dijalankan oleh Perumda RHJ. Bupati menjelaskan bahwa calon investor membutuhkan kepastian hukum mengenai dengan pihak mana MoU dapat ditandatangani, guna menggesa pembangunan wahana permainan di lokasi tersebut.

​Kedua, mengenai pinjaman daerah melalui PT SMI, Bupati berharap memperoleh kepastian petunjuk teknis agar seluruh tahapan kerja sama berjalan transparan, akuntabel, serta terjalin kesepahaman yang solid antara Eksekutif dan Legislatif.

​"Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku, tanpa ada keraguan atau kecurigaan, sehingga program pembangunan daerah ini dapat terus bergerak dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," tegas Bupati Anton.

​Senada dengan hal tersebut, Ketua DPRD Rohul Hj. Sumiartini menegaskan komitmen penuh lembaga legislatif dalam mendukung percepatan program pemerintah daerah selama sesuai dengan kaidah hukum. Terkait Perumda RHJ, DPRD menyarankan agar diterbitkan Peraturan Daerah (Perda) baru ketimbang revisi Perda lama.

​"Jika melalui skema Perda baru, saya menjamin prosesnya dapat dirampungkan dalam waktu satu bulan. Langkah ini jauh lebih efektif dibandingkan revisi yang membutuhkan mekanisme konsultasi ulang maupun studi banding," ujar Hj. Sumiartini.

​Sementara terkait pinjaman PT SMI, Ketua DPRD menyatakan bahwa pada prinsipnya DPRD menyetujui penyertaan modal tersebut. Namun, pihak legislatif memerlukan rincian detail mengenai tenor, besaran pengembalian, hingga spesifikasi alokasi penggunaan anggaran yang belum tertuang secara terperinci dalam APBD.

​Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Riau, Dr. Evenri Sihombing, S.E., M.Si., menyambut baik inisiatif proaktif Pemkab dan DPRD Rohul dalam mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent) dan tata kelola keuangan yang akuntabel.

​Terkait optimalisasi Pasar Modern, Dr. Evenri menjelaskan bahwa penyusunan Perda dapat dilakukan secara simultan. Namun secara teknis, proses lelang tidak dilakukan oleh Perumda RHJ, melainkan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).

​"Proses lelang atau kontes lelang dikelola oleh Dinas Perkim dengan membentuk Tim Penilai resmi. Vendor dengan penawaran tertinggi dan paling menguntungkan daerah yang nantinya dipilih. Setelah itu, baru dilakukan skema kerja sama lanjutan. Jangan lupa untuk memeriksa secara teliti pasal-pasal perjanjian, khususnya yang menyangkut hak-hak Pemda," papar Kepala BPKP.

​Mengenai pinjaman PT SMI, BPKP Riau menyarankan agar Pemkab menyusun dan mencantumkan rincian alokasi secara transparan. Langkah ini penting agar DPRD memiliki gambaran utuh mengenai arah penggunaan dana, masa tenor pengembalian, serta beban finansial daerah secara jelas.

​Melalui konsultasi intensif ini, Pemkab dan DPRD Rohul optimistis dapat menyelaraskan persepsi dan mempercepat penyelesaian regulasi, sehingga potensi aset daerah maupun sumber pembiayaan yang ada dapat terserap secara maksimal bagi kesejahteraan masyarakat Rokan Hulu. 

***Hobbi Pargaulan**"

Kantor Imigrasi Wonosobo Sosialisasikan Pencegahan TPPO dan TPPM serta Pengenalan Poltekimipas Kepada Siswa SMA 


WONOSOBO  –  Kantor  Imigrasi  Kelas  II  Non  TPI  Wonosobo  menyelenggarakan Sosialisasi  pencegahan  Tindak  Pidana  Perdagangan  Orang  (TPPO),  Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM), serta pengenalan Politeknik Imigrasi dan  Pemasyarakatan  (Poltekimipas)  kepada  siswa  SMA  sebagai  bagian  dari upaya  meningkatkan  literasi  keimigrasian  dan  membangun  kesadaran  generasi muda terhadap bahaya kejahatan transnasional yang semakin berkembang. 

Kegiatan dilaksanakan pada dua kesempatan yang berbeda. Pelaksanaan pertama pada  Kamis,  16  Juli  2026  bertempat  di  SMAN  2  Wonosobo  dan  pelaksanaan kedua  pada  Selasa,  21  Juli  2026  bertempat  di  SMAN  1  Wonosobo.  Sasaran utama kegiatan ini adalah siswa SMA kelas XII. Pemilihan peserta didasarkan pada pertimbangan bahwa mereka berada pada usia produktif dan akan melanjuitkan ke jenjang  selanjutnya  yaitu  melanjutkan  pendidikan  ke  perguruan  tinggi  atau memasuki dunia kerja, sehingga perlu dibekali pemahaman tentang bekerja di luar negeri  secara  legal,  aman  dan  bertanggung  jawab  apabila  para  siswa  ingin memasuki dunia kerja dan pemahaman mengenai sekolah kedinasan yang dimiliki oleh  Kementerian  Imigrasi  dan  Pemasyarakatan  yaitu  Poltekimipas  (Politeknik Imigrasi  dan  Pemasyarakatan)  apabila  ingin  melanjutkan  Pendidikan  ke  jenjang selanjutnya. 

Dalam kegiatan tersebut, materi mengenai TPPO, TPPM, dan layanan keimigrasian disampaikan  oleh  Rahardian,  Analis  Keimigrasian  Ahli  Pertama  pada  Kantor Imigrasi  Kelas  II  Non  TPI  Wonosobo.  Materi  yang  diberikan  meliputi  pengertian TPPO dan TPPM, modus operandi yang sering terjadi, langkah pencegahan, serta edukasi  mengenai  jenis  paspor,  persyaratan  permohonan  paspor,  dan  dokumen yang  diperlukan  bagi  masyarakat  yang  akan  bekerja  ke  luar  negeri  secara prosedural. 

Selain itu, taruna dan taruni Poltekimipas yang sedang melaksanakan Latihan Kerja Bhumi  Pura  (Latjapura)  di  Kantor  Imigrasi  Wonosobo  turut  memperkenalkan PoltekImipas  kepada  para  siswa.  Mereka  menjelaskan  profil  kampus,  program pendidikan, kehidupan taruna, hingga prospek karier setelah lulus sebagai aparatur sipil  negara  di  lingkungan  Kementerian  Imigrasi  dan  Pemasyarakatan.  Melalui kegiatan  ini  diharapkan  para  siswa  memperoleh  wawasan  mengenai  peluang melanjutkan pendidikan melalui jalur sekolah kedinasan. 

Kepala Kantor Imigrasi TPI Wonosobo, Taufan, menyampaikan bahwa edukasi kepada generasi muda merupakan langkah preventif yang sangat penting dalam mencegah terjadinya TPPO dan TPPM. Menurutnya, berbagai modus perekrutan dengan iming-iming pekerjaan bergaji tinggi maupun pendidikan di luar negeri tanpa prosedur yang jelas masih kerap ditemukan dan menyasar kalangan usia muda. 

"Pencegahan  TPPO  dan  TPPM  tidak  dapat  dilakukan  hanya  melalui  penegakan hukum,  tetapi  juga  harus  diawali  dengan  peningkatan  kesadaran  masyarakat. Melalui sosialisasi ini kami berharap para siswa mampu mengenali berbagai modus kejahatan  tersebut,  memahami  pentingnya  mengikuti  prosedur  keimigrasian  yang benar,  serta  menjadi  agen  informasi  di  lingkungan  sekitarnya.  Kami  juga memperkenalkan Poltekimipas sebagai salah satu pilihan pendidikan kedinasan bagi generasi muda yang ingin mengabdikan diri kepada bangsa dan negara di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan," ujar Taufan

(Yudhi)
Uploaded Image

Lapas Pasir Pangarayan Ikuti Sosialisasi Proses Penjatuhan Hukuman Disiplin Secara Daring




Pasir Pengaraian - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan mengikuti kegiatan Sosialisasi terkait Proses Penjatuhan Hukuman Disiplin yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (30/7). Kegiatan tersebut diikuti sebagai bentuk partisipasi dalam pelaksanaan agenda yang diselenggarakan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.



Pelaksanaan sosialisasi diikuti oleh jajaran Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan dari ruang rapat secara virtual. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda yang diperuntukkan bagi Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan beserta seluruh satuan kerja di lingkungannya.

Berdasarkan surat undangan, sosialisasi dilaksanakan dalam rangka memberikan pemahaman mengenai tata cara penegakan disiplin pegawai berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Keikutsertaan Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari partisipasi satuan kerja dalam mengikuti agenda sosialisasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Diharapkan informasi yang diperoleh melalui kegiatan sosialisasi tersebut dapat menjadi referensi dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi sesuai dengan ketentuan yang berlaku di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

***Hobbi Pargaulan ***

Lapas Pasir Pangarayan Terima Kunjungan Hakim Pengawas dan Pengamat PN Pasir Pengaraian




Pasir Pengaraian - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan menerima kunjungan Tim Hakim Pengawas dan Pengamat (KIMWASMAT) dari Pengadilan Negeri (PN) Pasir Pengaraian, Kamis (30/07). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas Hakim Pengawas dan Pengamat dalam melakukan pengawasan dan pengamatan terhadap pelaksanaan putusan pengadilan di Lapas.



Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan penugasan Ketua Pengadilan Negeri Pasir Pengaraian sesuai ketentuan mengenai pelaksanaan tugas Hakim Pengawas dan Pengamat di Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan.

Dalam pelaksanaannya, Tim Hakim Pengawas dan Pengamat melakukan koordinasi dengan jajaran Lapas, menelaah dokumen yang berkaitan dengan pelaksanaan putusan pengadilan, serta berdialog secara langsung dengan sejumlah warga binaan sebagai bagian dari pelaksanaan tugas pengawasan dan pengamatan.

Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Tim Hakim Pengawas dan Pengamat dari Pengadilan Negeri Pasir Pengaraian. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi yang baik antar aparat penegak hukum dalam mendukung penyelenggaraan sistem pemasyarakatan yang akuntabel.

"Kami menyambut baik kunjungan Tim Hakim Pengawas dan Pengamat dari Pengadilan Negeri Pasir Pengaraian sebagai bagian dari sinergi antar aparat penegak hukum. Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan berkomitmen memberikan dukungan terhadap pelaksanaan tugas pengawasan dan pengamatan sesuai ketentuan yang berlaku, sebagai upaya mewujudkan penyelenggaraan pemasyarakatan yang akuntabel, transparan, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku," ujar Efendi.

Melalui kegiatan KIMWASMAT ini, diharapkan koordinasi dan sinergi antara Pengadilan Negeri Pasir Pengaraian dengan Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan dapat terus terjalin dengan baik dalam mendukung pelaksanaan sistem peradilan pidana, khususnya pada tahap pelaksanaan putusan pengadilan. Selain menjadi sarana pengawasan, kegiatan ini juga menjadi wadah komunikasi antara Tim Hakim Pengawas dan Pengamat dengan warga binaan dalam rangka memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan putusan pengadilan di Lapas.

***Hobbi Pargaulan***

Lapas Pasir Pangarayan Laksanakan Pemeliharaan Gembok sebagai Upaya Penguatan Keamanan



Pasir Pengaraian - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan melaksanakan kegiatan pemeliharaan gembok sebagai bagian dari upaya menjaga sarana pengamanan agar tetap berfungsi dengan baik. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Adm. Kamtib), Moch. Subhan Zakaria, bersama Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP), Veazanol Kosuma, serta diikuti oleh jajaran petugas pada Kamis (30/7/2026).



Pemeliharaan dilakukan terhadap gembok-gembok yang digunakan pada sejumlah area pengamanan di lingkungan Lapas. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh gembok berada dalam kondisi baik, berfungsi secara optimal, serta mendukung kelancaran pelaksanaan tugas pengamanan sehari-hari.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan kondisi fisik gembok, pembersihan, pelumasan, serta memastikan mekanisme penguncian dapat bekerja dengan baik. Langkah tersebut merupakan bagian dari pemeliharaan rutin terhadap sarana dan prasarana pengamanan di lingkungan Lapas.

Kasi Adm. Kamtib, Moch. Subhan Zakaria, menyampaikan bahwa pemeliharaan sarana pengamanan perlu dilakukan secara berkala sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Menurutnya, kesiapan sarana pengamanan menjadi salah satu faktor pendukung dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

Sementara itu, Ka. KPLP Veazanol Kosuma menegaskan bahwa seluruh jajaran pengamanan diharapkan terus meningkatkan kepedulian terhadap kondisi fasilitas yang digunakan dalam pelaksanaan tugas. Pemeliharaan yang dilakukan secara rutin diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan Lapas yang aman, tertib, dan kondusif.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan terus berkomitmen untuk menjaga kesiapan sarana pengamanan sebagai bagian dari upaya mewujudkan penyelenggaraan pemasyarakatan yang berjalan secara optimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

***Hobbi Pargaulan***

Rabu, 29 Juli 2026

Dari Modal Rp70 Ribu Hingga Jadi Referensi Akademik Dunia, Buku Muhammad Ja'far Hasibuan Diresmikan di UI



JAKARTA - Sebuah tonggak penting dalam pengembangan literasi akademik dan inovasi berbasis pengalaman empiris tercatat di Aula G Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), yang dilaksanakan pada Sabtu kemaren. 



Muhammad Ja'far Hasibuan saat dimintai keterangan oleh awak media pada Kamis (30-07-2026) mengatakan Seminar dan Talkshow Peluncuran serta Bedah Buku Skala Internasional bertajuk "Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia" menjadi ruang diskusi ilmiah yang mempertemukan akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu.



Kegiatan yang diselenggarakan Mega Press Nusantara tersebut diikuti sekitar 500 peserta secara luring dan 1.500 peserta secara daring. Acara mendapat dukungan resmi dari Perpustakaan Nasional RI, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, serta FKM UI.

Buku karya Muhammad Ja'far Hasibuan, mahasiswa Semester I Program Studi Magister Gizi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU) dengan NIM 257032012, diresmikan atas nama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melalui perwakilan pimpinan Polri. 

"Peluncuran ini menjadi bukti bahwa keterbatasan sosial dan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk menghasilkan karya ilmiah yang memenuhi standar akademik dan berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan," ungkap Muhammad Ja'far Hasibuan

Dalam buku tersebut, Ja'far mengangkat perjalanan hidupnya sebagai anak yatim yang berasal dari desa terpencil di Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara. Ia merantau hanya dengan bekal Rp70.000 dan membiayai pendidikan melalui usaha berjualan roti sambil menempuh kuliah.

Berbagai keterbatasan akses informasi, sumber daya, dan tantangan sosial-ekonomi justru menjadi pijakan dalam melakukan riset lapangan, pengujian laboratorium, uji coba di masyarakat, hingga melahirkan inovasi Biofar SS, yang formulanya tetap dirahasiakan.

Menurut Ja'far, kepercayaan negara melalui Program Beasiswa Kapolri menjadi amanah yang mendorongnya untuk mengembangkan penelitian yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Seluruh kompetensi dan wawasan yang saya peroleh selama pendidikan saya arahkan menjadi karya terapan dan inovasi yang teruji secara ilmiah agar dapat diakses oleh masyarakat, khususnya kelompok yang memiliki keterbatasan pelayanan kesehatan. Dukungan pimpinan institusi dan para dosen menjadi landasan metodologis dan etis dalam setiap proses penelitian," ujarnya.

Keunggulan utama buku setebal lebih dari 400 halaman ini terletak pada kemampuannya mengintegrasikan pengalaman hidup penulis dengan berbagai teori ilmiah yang diakui secara internasional. Penyusunannya didukung lebih dari 200 referensi ilmiah lintas disiplin sehingga tidak hanya menjadi buku motivasi, tetapi juga referensi akademik.

"Kerangka teorinya mencakup teori tingkat tinggi (grand range theories) seperti Teori Modal Sosial dan Kapabilitas Manusia, Teori Aksi Terencana, hingga Teori Keadilan Kesehatan dan Determinan Sosial Kesehatan," tambahnya.

Pada tingkat teori menengah (mid-range theories), buku ini mengulas Psikologi Perkembangan, Teori Sistem Ekologi, Post-Traumatic Growth, Resiliensi (Ordinary Magic), Growth Mindset, hingga Consolidated Framework for Implementation Research (CFIR).

Sementara pada aspek manajemen diterapkan Prinsip Pareto 80/20, Matriks Eisenhower, serta metode RACI dan Work Breakdown Structure (WBS) untuk menjelaskan proses pengembangan inovasi secara sistematis.

Melalui pendekatan tersebut, perjalanan hidup penulis dianalisis secara ilmiah sebagai contoh bagaimana keterbatasan dapat diubah menjadi modal pembangunan karakter, inovasi, dan kontribusi sosial.

Acara dibuka Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang diwakili Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, Komjen Pol Drs. R.Z. Panca Putra Simanjuntak, M.Si. Sambutan Kapolri dibacakan oleh Irjen Pol Dr. Andry Wibowo, S.I.K., M.H., M.Si.

Dalam sambutannya disampaikan bahwa karya Muhammad Ja'far Hasibuan membuktikan potensi anak bangsa tidak ditentukan oleh latar belakang ekonomi, melainkan oleh kejujuran, disiplin, ketekunan, serta kepedulian sosial.

Guru Besar FKM UI, Prof. dr. Adang Bachtiar, M.P.H., D.Sc., menilai buku tersebut memiliki nilai akademik tinggi karena berhasil menghubungkan pengalaman hidup autentik dengan teori-teori mutakhir yang relevan dalam bidang kesehatan masyarakat, inovasi, dan kepemimpinan.

Ia bahkan menyebut karya tersebut telah menjadi bahan diskusi di kalangan profesor serta membuka peluang bagi Muhammad Ja'far Hasibuan untuk melanjutkan studi doktoral (S3) di Harvard University.

Sementara itu, Wakil Dekan II Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Rosleny Marliani, M.Si., CPP, menjelaskan bahwa kisah hidup Ja'far dapat dipahami melalui perspektif psikologi perkembangan, resiliensi, dan aktualisasi diri. Menurutnya, kemiskinan, kehilangan ayah, hingga pengalaman berjualan roti bukan sekadar kesulitan hidup, tetapi menjadi proses pembentukan karakter dan ketangguhan.

Guru Besar FKM USU, Prof. Dr. Ir. Zulhaida Lubis, M.Kes., menyebut karya tersebut sebagai kebanggaan keluarga, almamater, sekaligus bangsa karena menunjukkan bahwa kerja keras, integritas, dan doa mampu melahirkan kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan.

Apresiasi juga datang dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI melalui perwakilan resminya, Dr. Ir. Hendro Wicaksono, M.Sc.Eng., yang menetapkan Muhammad Ja'far Hasibuan sebagai Ikon Pemuda Terdaftar Resmi Kemenpora RI.

Selain itu, Perpustakaan Nasional RI menetapkan buku tersebut sebagai salah satu koleksi referensi nasional. Rangkaian kegiatan ditutup dengan diskusi ilmiah, penyerahan buku, dan penandatanganan dokumen referensi.

Melalui pendekatan multidisiplin yang memadukan pengalaman empiris dengan teori ilmiah, buku "Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia" diharapkan menjadi rujukan bagi akademisi, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan, sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk melahirkan inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan. (Megy)


​Penuh Haru dan Kekeluargaan, Polresta Cirebon Gelar Upacara Penyerahan Jabatan dan Pelepasan AKBP Eko Munarianto


​Polresta Cirebon menggelar Upacara Penyerahan Jabatan dan Pelepasan Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H. Acara resmi yang diselimuti suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan kebersamaan tersebut dipusatkan di halaman lapangan apel Mapolresta Cirebon, Jalan Raden Dewi Sartika Nomor 1, Sumber, Kabupaten Cirebon, pada Rabu pagi, 29 Juli 2026, mulai pukul 08.00 WIB.

​Upacara penyerahan jabatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Jalannya upacara dikomandoi oleh Kapolsek Gebang AKP Wawan Hermawan, S.H., sebagai Komandan Upacara serta Kabag SDM Polresta Cirebon Kompol Nani Kusmayati, S.H., M.H., sebagai Perwira Upacara.

Barisan peserta upacara terdiri dari peleton Pejabat Utama (PJU), Kapolsek jajaran, gabungan staf, Polwan, Satpolair, Dalmas, Satlantas, Satreskrim, Satintelkam, Satresnarkoba, ASN, hingga Pengurus Cabang Bhayangkari Kota Cirebon.
​Prosesi ini dilaksanakan berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/1341/VI/KEP/2026 tanggal 25 Juni 2026 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Polri. 

Rangkaian acara diawali dengan penyerahan jabatan secara formal dan dilanjutkan dengan acara tradisi pelepasan. Momen pelepasan ini menjadi wujud penghormatan serta ungkapan apresiasi setinggi-tingginya dari keluarga besar Polresta Cirebon atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian luar biasa yang telah ditunjukkan AKBP Eko Munarianto selama mengemban amanah sebagai Wakapolresta Cirebon.

​Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pergeseran dan rotasi jabatan merupakan hal yang lumrah dalam rangka penyegaran organisasi dan pembinaan karir di tubuh Polri. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas sinergi dan pendampingan yang telah diberikan oleh AKBP Eko Munarianto dalam mengawal kondusivitas wilayah Kabupaten Cirebon. 

"Penyerahan jabatan dan pelepasan ini adalah bentuk apresiasi dan rasa hormat kami atas kinerja serta dedikasi luar biasa yang telah didharmabaktikan oleh AKBP Eko Munarianto selama bertugas di Polresta Cirebon. Kebersamaan yang terjalin menjadi cerminan soliditas internal kita, dan kami mendoakan agar beliau senantiasa diberikan kelancaran, kesuksesan, serta keberkahan di tempat penugasan yang baru," ujarnya.

​Segenap Personel Polresta Cirebon dan Pengurus Cabang Bhayangkari Kota Cirebon turut melepaskan AKBP Eko Munarianto dengan doa dan harapan terbaik agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesuksesan dalam mengemban amanah baru demi memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Seluruh rangkaian upacara penyerahan jabatan dan acara pelepasan tersebut berlangsung dengan sangat lancar, khidmat, aman, dan tertib.

Rapat Anggota Primkopasindo Lapas Pasir Pangarayan Bahas Agenda Kemajuan Koperasi




Pasir Pengaraian - Primer Koperasi Pemasyarakatan Indonesia (Primkopasindo) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pasir Pangarayan menggelar rapat anggota yang membahas agenda terkait perkembangan dan kemajuan koperasi pada Rabu (29/07/2026).



Kegiatan dilaksanakan di lingkungan Lapas Pasir Pangarayan dan dihadiri oleh seluruh anggota koperasi.
Rapat dipimpin oleh Ketua Primkopasindo Lapas Pasir Pangarayan, Assaufi Mubarokh, yang memandu jalannya pembahasan agenda rapat. Dalam kesempatan tersebut, para anggota berdiskusi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan dan pengembangan koperasi ke depan.

Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, turut memberikan sambutan. Dalam arahannya, Kalapas menyampaikan harapan agar koperasi dapat terus dikelola secara baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya.

Selain membahas perkembangan koperasi, rapat juga menjadi wadah untuk menyatukan visi dan misi seluruh anggota dalam mendukung pengelolaan Primkopasindo. Melalui diskusi yang berlangsung, setiap anggota diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan dan pandangan terkait agenda yang dibahas.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kebersamaan. Seluruh anggota mengikuti jalannya rapat hingga selesai sebagai bentuk partisipasi dalam mendukung pelaksanaan program kerja koperasi.

Melalui rapat anggota ini, diharapkan koordinasi dan komunikasi antaranggota Primkopasindo Lapas Pasir Pangarayan dapat terus terjalin dengan baik sehingga setiap agenda koperasi dapat dilaksanakan secara terarah sesuai tujuan organisasi.

***Hobbi Pargaulan***