WONOSOBO – Menjelang Hari Raya Idulfitri, kondisi jalan kabupaten yang menghubungkan Selomerto melalui Desa Karangrejo, tepatnya melewati Dusun Kebondalem menuju arah Dermayu dan Tanggalan, kian memprihatinkan. Kerusakan jalan berupa lubang-lubang besar yang tertutup genangan air hujan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan (20/2/26)
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Undang-Undang Jalan, tanggung jawab pemeliharaan jalan kabupaten sepenuhnya berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Warga Dusun Kebondalem mengaku resah dengan kondisi tersebut. Beberapa pengendara sepeda motor dilaporkan terjatuh akibat lubang yang tidak terlihat karena tertutup air hujan. Bahkan, ada kendaraan yang mengalami kerusakan pada bagian pelek.
Mukhotib, Kepala Dusun Kebondalem, saat menghadiri pertemuan pemuda setempat menyampaikan bahwa pemerintah desa telah berupaya mengajukan proposal bantuan perbaikan jalan, baik kepada pemerintah daerah maupun melalui jalur dana aspirasi. Namun hingga kini belum ada kepastian realisasi.
"Kami sudah berupaya mengajukan proposal. Masyarakat diminta bersabar, semoga sebelum Lebaran ada solusi agar jalan ini bisa diperbaiki," ujarnya.
Sementara itu, dua warga Karangrejo, Karyo dan Tholip, berharap pemerintah daerah dan anggota DPRD yang membidangi wilayah tersebut segera turun tangan.
"Kami berharap pemerintah dan wakil rakyat bisa memperhatikan kondisi ini. Apalagi dulu masyarakat Karangrejo juga banyak yang memberikan dukungan saat pemilihan," ungkap mereka.
Secara hukum, apabila penyelenggara jalan membiarkan jalan dalam kondisi rusak tanpa adanya tanda peringatan maupun perbaikan hingga menimbulkan kecelakaan, maka dapat dimintai pertanggungjawaban, baik secara pidana maupun perdata.
Masyarakat diimbau untuk aktif melaporkan kondisi jalan rusak melalui kanal pengaduan resmi pemerintah daerah, aplikasi pengaduan publik, atau media sosial resmi Dinas PUPR dengan menyertakan dokumentasi foto maupun video serta titik lokasi yang jelas.
Menjelang arus mudik Lebaran, warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
(Arifin)