Sergap Target

Berita Terkini

Kuwu Dedi Karsono Gelar Sedekah Bumi dan Wayang Kulit di Desa Cikeusal Gempol Untuk Melestarikan Adat Istiadat Leluhur

Cirebon, – Dalam rangka melestarikan budaya leluhur, Kuwu Dedi Karsono, yang akrab disapa Kang Dedi Karsono (KDK) menggelar acar...

Postingan Populer

Sabtu, 22 Agustus 2026

Kuwu Dedi Karsono Gelar Sedekah Bumi dan Wayang Kulit di Desa Cikeusal Gempol Untuk Melestarikan Adat Istiadat Leluhur

Cirebon, – Dalam rangka melestarikan budaya leluhur, Kuwu Dedi Karsono, yang akrab disapa Kang Dedi Karsono (KDK) menggelar acara Sedekah Bumi di Desa Cikeusal, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon.
Acara puncak sedekah bumi ini diisi dengan pagelaran Wayang Kulit Wayang Purwa "Mangun Sari.
Dalang yang tampil adalah Dalang Anom Murana Baudi Putra, yang berasal dari Desa Tegalkarang, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon. Turut memeriahkan acara dengan sinden Hj. Iwi S.
Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari warga. Selain sebagai wujud syukur atas hasil bumi, sedekah bumi juga bertujuan untuk menjaga tradisi dan kebersamaan masyarakat Desa Cikeusal.

 UNDANGAN / PENGUMUMAN untuk masyarakat Cikeusal 

GEBYAR SEDEKAH BUMI DESA CIKEUSAL 2026

Dengan rahmat Allah SWT, 
Kuwu Dedi Karsono (KDK) mengajak seluruh warga Desa Cikeusal, Kec. Gempol, Kab. Cirebon 

Untuk bersama-sama menghadiri: 
ACARA SEDEKAH BUMI & WAYANG KULIT, Dalang Ki  Anom Murana Baudi Putra 
   Asal: Desa Tegalkarang, Kec. Palimanan 
Sinden Hj. Iwi S

Mari kita lestarikan budaya leluhur dan panjatkan syukur atas berkah bumi. 



Acara berjalan lancar dan aman.
Hadir dan ramaikan! 

((JURNALIST H. BABIL))

Dari Pendidikan ke Pengabdian, Siswa SIP Angkatan 56 Berbagi Kebahagiaan di Panti Asuhan Sukabumi

Sukabumi. – Kepedulian terhadap sesama kembali diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan oleh Siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan 56 Resimen Parakrama Pradhana. Kegiatan tersebut digelar di Yayasan Perawatan Yatim Piatu Panti Asuhan Muslimin, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), Jalan Bhayangkara Nomor 87, Kota Sukabumi, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan bakti sosial tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan antara insan Bhayangkara dengan masyarakat, khususnya anak-anak yang berada di lingkungan panti asuhan.

Dalam kegiatan tersebut, Siswa SIP Angkatan 56 Resimen Parakrama Pradhana hadir secara langsung untuk bersilaturahmi dengan pengurus serta anak-anak penghuni panti asuhan. Kehadiran para siswa disambut dengan penuh kehangatan dan kebersamaan.

Salah satu Siswa SIP Angkatan 56, Basuki, mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian dan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, keberadaan anggota Polri tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir di tengah masyarakat.

“Bakti sosial ini merupakan wujud kepedulian kami kepada sesama. Kami ingin berbagi kebahagiaan dan memberikan sedikit manfaat bagi anak-anak di panti asuhan. Semoga apa yang kami berikan dapat diterima dengan penuh kebahagiaan dan menjadi bagian dari kebersamaan antara Polri dengan masyarakat,” ujar Basuki.

Basuki menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi para Siswa SIP untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian dan keikhlasan. Menurutnya, menjadi seorang perwira Polri bukan hanya dituntut memiliki kemampuan dalam menjalankan tugas, tetapi juga harus memiliki kepekaan terhadap kondisi masyarakat.

“Harapan kami, kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Semoga dapat terus dilakukan secara berkesinambungan dan semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan kehadiran serta kepedulian Polri. Kami juga berharap anak-anak di panti ini terus semangat belajar, meraih cita-cita dan menjadi generasi penerus bangsa yang membanggakan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kegiatan bakti sosial tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung sekaligus mempererat tali silaturahmi antara Siswa SIP Angkatan 56 Resimen Parakrama Pradhana dengan pengurus dan anak-anak Yayasan Perawatan Yatim Piatu Panti Asuhan Muslimin.
Melalui kegiatan tersebut, nilai-nilai kepedulian, gotong royong dan pengabdian kepada masyarakat diharapkan semakin melekat dalam diri para Siswa SIP Angkatan 56. Semangat berbagi dan hadir untuk masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun citra Polri yang humanis serta semakin dekat dengan masyarakat.

((Red.))

Dukung Program Unggulan Kapolda Riau, Ditpolairud dan Polres Kuansing Gelar JALUR di Desa Bandar Alai Kari




KUANTAN SINGINGI – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Riau bersama Satbinmas dan Si Dokkes Polres Kuantan Singingi (Kuansing) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui program JALUR (Jelajah Riau Untuk Rakyat).
Kegiatan yang merupakan salah satu program unggulan Kapolda Riau tersebut digelar pada Jumat (21/8/2026) di Balai Kantor Desa Bandar Alai Kari, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 10.30 WIB.



Kegiatan dihadiri PS. Kasubdit Patroliairud Ditpolairud Polda Riau Kompol Rahmat Hidayat, S.I.K., M.H., Kasat Binmas Polres Kuansing AKP Feriwardi, S.H., Kasi Dokkes Polres Kuansing Iptu Arpisman, Kasi PMD Kecamatan Kuantan Tengah Toni Aprizon, Ketua BPD Endriyanto, personel gabungan, serta perangkat Desa Bandar Alai Kari.



Dalam kegiatan tersebut, program JALUR diwujudkan melalui dua bentuk pelayanan utama kepada masyarakat.
Pertama, melalui kegiatan Peduli Ekonomi Masyarakat, dengan membagikan sebanyak 100 paket sembako berupa beras secara langsung kepada warga Desa Bandar Alai Kari. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pangan masyarakat.
Selain bantuan sosial, masyarakat juga mendapatkan pelayanan Klinik Terapung, berupa pemeriksaan dan konsultasi kesehatan secara gratis yang dilaksanakan oleh tim Si Dokkes Polres Kuansing.


Dalam kesempatan terpisah, Dirpolairud Polda Riau KBP Apri Fajar Hermanto menyampaikan bahwa program JALUR merupakan salah satu bentuk nyata implementasi program unggulan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dalam mendekatkan pelayanan Polri kepada masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap kondisi sosial dan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan perairan.
“Melalui program JALUR, Polri hadir secara langsung di tengah masyarakat untuk memberikan manfaat, baik melalui bantuan sosial maupun pelayanan kesehatan,” ujar Dirpolairud Polda Riau.


Kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga dapat menerima bantuan kebutuhan pokok sekaligus memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma.

Dengan adanya kegiatan JALUR, diharapkan hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat serta kehadiran Polri semakin dirasakan sebagai bagian dari masyarakat

**"Hobbi Pargaulan***

Lapas Kelas 2B Indramayu Terus Optimalkan Program Salah Satunya PKBM Bagi Warga Binaan




Indramayu, Sergaptarget.com  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2B  Indramayu terus optimalkan program pembinaan bagi Warga Binaan, salah satunya melalui penyelenggaraan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) bagi warga binaan.

Kegiatan ini merupakan program yang menjadi fasilitas pendidikan nonformal dan untuk memberi kesempatan bagi Warga Binaan yang belum menuntaskan pendidikan formal melalui program dengan  pendidikan kesetaraan Paket A, B dan C. serta dihadirkan dari kabid PNF, Aminah, S.Ag., M.Pd.I. dan Hj.Rutesih S.Pd., M.Pd., selaku Kabid Tingkat dasar. 

Kepala Lapas Indramayu Aramichi Renggalih, A.Md.IP., S.H., M.H., kepada awak media menyampaikan, pendidikan merupakan hak setiap warga negara, termasuk Warga Binaan. 
Program pembinaan melalui PKBM mendukung pendidikan menjadi bekal penting, Warga Binaan dapat memiliki kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri,” ujarnya.
Proses pembelajaran PKBM dilaksanakan secara terjadwal dengan bimbingan tutor yang kompeten. 

Bahkan, sebagian  tutor di Lapas Indramayu,yang memiliki keahlian dan disiplin ilmu sesuai dengan pembelajaran yang diajarkan dan sudah berpengalaman diantaranya, Fitriyah Jewellery F Roro Sekar Arum P, S.Pd dan Dodi Satyadhi, Sp., M.Pd.

Sementara Kadis Pendidikan Indramayu Dr. H. Caridin S. Pd. M.Si. berharap yang di lapas 2B Indramayu, melaksanakan kegiatan belajar ini sebelumnya sudah didata sesuai dengan pendidikan yang akan diambil, dan difokuskan sesuai dengan kesetaraan paket belajar.  

Salah satu Warga Binaan yang mengikuti program PKBM mengaku  merasa senang bisa mendapatkan pendidikan yang setara. 
Saya merasa sangat terbantu untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif serta termotivasi menyelesaikan pendidikan yang sempat terhenti,” ujarnya. 
Kepala sekolah SKB Indramayu  Nuroni, S.Ag., M.SI. dalam pertemuan ini baru berjalan minggu ke 3 di lapas kelas 2B indramayu dan memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan Lapas Indramayu.

Ia menjelaskan program ini menjadi wujud komitmen Pemasyarakatan dalam memberikan pembinaan berkelanjutan.

Pelaksanaan  kegiatan ini mulai dari 1 Agustus 2026 sampai 31 Juli 2027 satu tahun pelajaran.

Kegiatan ini sebagai komitmen bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kualitas Warga Binaan selama menjalani masa pidana. 

Tujuan penyelenggaraan PKBM di Lapas,  untuk membentuk Warga Binaan yang berkepribadian baik serta produktif hingga tercapai optimal.

(Nana. S)

Program Ketapang Desa Puo Raya Panen Perdana 2 Ton Ikan Patin, Laskar RMRB Rohul Beri Apresiasi




ROKAN HULU — Sorak gembira masyarakat pecah di pinggir kolam RT 008/RW 004, Dusun II Sei Pungguh, Desa Puo Raya, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Sabtu (22/8/2026).



Kegembiraan itu mewarnai kegiatan Panen Perdana Ikan Patin yang digelar Pemerintah Desa Puo Raya sebagai bagian dari program ketahanan pangan yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025.



Dalam panen perdana tersebut, sekitar 2 ton ikan patin berhasil dipanen. Kegiatan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan dihadiri jajaran Forkopimcam Tandun serta sejumlah pemangku kepentingan.



Hadir di antaranya Kepala Bidang DPMPD Kabupaten Rokan Hulu Ary Apriadi, S.Pi., MM., Camat Tandun Feriadi, S.IP., M.Si., Kanit Binmas Polsek Tandun Aiptu S. Rambe, S.H., Danpos Ramil 08 Tandun Serma Faisal Siregar, Kepala Desa Puo Raya Yasrijon, Ketua DPC Laskar RMRB Rohul Achiruddin S.Psi,pihak PT Graha Pis selaku pembimbing budidaya, para kepala dusun, Ketua RT/RW serta masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan panen ikan patin secara simbolis, penimbangan hasil panen, hingga makan bersama hasil budidaya.



Kepala Desa Puo Raya Yasrijon mengatakan, program budidaya ikan patin tersebut merupakan salah satu langkah konkret pemerintah desa dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.



«“Ini langkah nyata kita untuk memastikan pangan tersedia dari desa, oleh desa, untuk masyarakat desa,” ujar Yasrijon.»

Ia menjelaskan, program tersebut memiliki tiga tujuan utama, yakni mengurangi ketergantungan pangan dari luar desa, membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan warga.




«“Alhamdulillah hari ini kita panen sekitar 2 ton. Mudah-mudahan ini awal yang baik. Ke depan program ketahanan pangan melalui budidaya ikan patin ini akan terus kita kembangkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga Desa Puo Raya,” tambahnya.»

Sementara itu, Kepala Bidang DPMPD Kabupaten Rokan Hulu Ary Apriadi, S.Pi., MM., memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Desa Puo Raya yang dinilai mampu memanfaatkan Dana Desa secara tepat sasaran.

«“Kami dari DPMPD sangat mengapresiasi Pemerintah Desa Puo Raya. Dana Desa benar-benar digunakan tepat sasaran untuk ketahanan pangan. Panen 2 ton hari ini bukan angka kecil,” tegas Ary.»

Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa program desa yang dikelola dengan baik dan mendapat pendampingan dapat memberikan dampak terhadap perekonomian lokal sekaligus membantu menjaga stabilitas pangan.

Ary juga mengingatkan agar program budidaya ikan patin tersebut tidak berhenti pada panen perdana. Keberlanjutan program, kepastian pasar dan pembinaan harus menjadi perhatian ke depan.

Ia berharap pendampingan dari pihak ketiga, termasuk PT Graha Pis, dapat terus dilakukan sehingga budidaya ikan patin di Desa Puo Raya semakin berkembang.

Camat Tandun Feriadi, S.IP., M.Si., turut mengapresiasi keberhasilan Desa Puo Raya dalam menjalankan program ketahanan pangan tersebut.

Menurutnya, keberhasilan Desa Puo Raya dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kecamatan Tandun untuk mengembangkan potensi pangan dan ekonomi sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.

«“Kalau satu desa bisa, desa lain pasti bisa. Tinggal bagaimana kita serius dan konsisten,” kata Feriadi.»

*Laskar RMRB Rohul Beri Apresiasi*

Apresiasi juga disampaikan Ketua Laskar Rumpun Masyarakat Riau Bersatu (RMRB) Kabupaten Rokan Hulu, Achiruddin, S.Psi.
Ia menilai program budidaya ikan patin yang dilakukan Pemerintah Desa Puo Raya merupakan contoh positif pemanfaatan Dana Desa yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.

“Kami dari Laskar RMRB Kabupaten Rokan Hulu memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Puo Raya yang telah menjalankan program ketahanan pangan secara nyata. Panen sekitar 2 ton ikan patin ini menunjukkan bahwa Dana Desa dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat apabila dikelola dengan baik dan tepat sasaran,” ujar Achiruddin didampingi Humas DPC RMRB Rohul Elisman, Ketua PAC RMRB Tandun Erwinsyah, Ketua PAC RMRB Ujungbatu Samiono, Sekjen PAC Ujungbatu Hobbi.

Menurutnya, program seperti ini perlu terus dikembangkan dengan memperhatikan keberlanjutan usaha, pemasaran hasil panen, pendampingan teknis dan keterlibatan masyarakat.

“Harapan kami program ini jangan berhenti sampai panen perdana. Harus ada kesinambungan, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku ekonomi desa,” katanya.

Achiruddin juga berharap keberhasilan Desa Puo Raya dapat menjadi motivasi bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Rokan Hulu untuk menggali potensi lokal dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau potensi desa dikelola bersama, tentu bisa menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Ini yang harus kita dorong bersama,” pungkasnya.

Kegiatan panen perdana tersebut selesai sekitar pukul 10.50 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan penuh suasana kekeluargaan.

Panen perdana sekitar 2 ton ikan patin ini menjadi bukti bahwa ketahanan pangan bukan sekadar jargon. Dari sebuah kolam, masyarakat Desa Puo Raya menunjukkan bahwa ketahanan pangan dapat diwujudkan melalui kerja nyata, kebersamaan dan pengelolaan potensi desa secara berkelanjutan.

***Hobbi Pargaulan***

Jumat, 21 Agustus 2026

Unit Reaksi Cepat Polsek Sapuran Amankan Pelaku Begal Payudara



Wonosobo, Kasus tindak pidana pencabulan yang meresahkan masyarakat Sapuran Berhasil di amankan Jajaran Unit Reaksi Cepat Reskrim Polsek Sapuran. ( 22/08/2026 )

Kejadian bermula adanya laporan masyarakat yang telah menjadi korban Tindak pidana pencabulan.pada hari Jumat 21 Agustus 2026 pukul 13.15 wib ke Polsek Sapuran.
Korban yang merupakan siswi salah satu sekolah di Sapuran kita sebut Mawar dan Melati usia 16 th.ketika pulang sekolah mengendarai roda dua di Jalur Sapuran Kalibawang tiba-tiba di pepet oleh tersangka AD

Mengendarai roda dua jenis Revo nopol R 3650 DAD dengan mengenakan jaket dan helm tertutup rapat (Full face) langsung menghentikan korban Mawar dan langsung dengan tangan kirinya melakukan tindakan yang sangat tidak senonoh meremas buah dada korban sebelah kanan.
Sontak korban berteriak dan saksi Melati yang di bonceng juga terkejut dan menjerit histeris.
Pelaku karena ada teriakan langsung cabut tancap gas melarikan diri.

Korban dan saksi di dampingi kepala desa serta orangtua korban melaporkan tindakan tak senonoh ke Polsek Sapuran Wonosobo dan di terima unit pelayanan.

Dari.laporan warga dari korban Kapolsek Sapuran Akp Suryanto.,S.H,.M.H
langsung melakukan olah data pelaporan dan menganalisa terkait kasus tersebut Kapolsek langsung perintahkan Unit Reaksi Cepat Reskrim Polsek Sapuran melakukan perburuan terhadap pelaku.
Dari analisa kejadian dan ciri pelaku akhirnya pelaku yang merupakan warga Kalikarung kecamatan Kalibawang dalam waktu 5 jam berhasil di amankan satuan reserse kriminal unit Polsek Sapuran.

Dari pengakuan pelaku selama ini telah melakukan tindak pidana pencabulan di wilayah Sapuran Kalibawang sebanyak 3 kali.Dalam kejadian ini pelaku di ancam Pasal 415 huruf b UU no 1 tahun 2023 tentang KUH Pidana.

" Kami setelah menerima laporan masyarakat pad jumat siang pukul 13.30 wib terkait tindak pidana pencabulan yang terjadi di wilayah sapuran, kami langsung melakukan analis data dan kondisi di tkp Dan langsung perintahkan unit reserse dan intel untuk melakukan pengejaran pelaku.dan Alhamdulillah dalam waktu singkat pelaku dapat kami amankan di daerah Sawangan Leksono pada pukul 20.00 wib malam hari dan pelaku mengaku sebanyak tiga kali melakukan tindakan tersebut " Ungkap Kapolsek Sapuran Akp Suryanto,. S,H.M.H
Dan kami menghimbau para pengendara perempuan terutama saat melalui jalan antara Sapuran Kalibawang saat di daerah sepi untuk lebih hati-hati setidaknya bergerombol " ungkapnya.

"Dari Kejadian ini warga sekitar merasa lega atas tertangkapnya pelaku yang bikin resah serta was-was kalau melalui jalur antara Kalibawang Sapuran dan terima kasih ke jajaran Polsek Sapuran yang berhasil menangkap pelaku" tanggapan Afif kakak korban.

Arifin/Tim KJN

Dua Remaja Bersenjata Celurit Diduga Pelaku Begal Diringkus Satreskrim Polres Indramayu




Indranayu, Sergaptarget.com  Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Indramayu menangkap dua orang remaja berinisial AA (15) dan SAM (16) atas dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (pembegalan) terhadap seorang pengendara wanita di Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku yang masih berstatus anak di bawah umur tersebut nekat menghadang korban di jalanan sepi lalu mengacungkan celurit  mengancam korban menggunakan celurit dan membawa kabur sepeda motor korban beserta hp nya.

Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Muchammad Arwin Bahar, membenarkan penangkapan kedua remaja tersebut terkait kasus pembegalan di kawasan Anjatan.

“Dua orang anak yang kami amankan ini diduga kuat memiliki keterlibatan langsung dengan tindak pidana pencurian dengan kekerasan di wilayah Kecamatan Anjatan,” ujar AKP Arwin saat memberikan keterangan di Mapolres Indramayu, Kamis (20/8/2026) malam.

Kronologi dan Fakta Penangkapan Begal Remaja di Anjatan Indramayu:

Waktu dan Tempat Kejadian: Senin, 17 Agustus 2026, sekitar pukul 01.00 WIB di jalanan Desa Cilandak, Kecamatan Anjatan.
Modus Operandi: Pelaku mengadang motor korban hingga terjatuh, menakut-nakuti korban dengan mengacungkan senjata tajam jenis celurit, lalu merampas kendaraan dan ponsel.

Kerugian Korban: Satu unit sepeda motor dan telepon seluler senilai kurang lebih Rp10 6juta.

Barang Bukti Dikamankan: Satu unit sepeda motor Honda Beat warna merah, satu unit ponsel, sebilah celurit, serta pakaian yang digunakan para pelaku saat beraksi.

Sistem Peradilan: Proses hukum dilaksanakan mengacu pada Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

AKP Arwin menjelaskan, keberhasilan pengungkapan kasus dalam waktu singkat ini berkat hasil analisis rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian serta informasi dari warga setempat.

Pengungkapan kasus pembegalan ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Operasi Libas Lodaya 2026 yang digelar Polres Indramayu pada 18–25 Agustus 2026 dengan sasaran penindakan kejahatan jalanan (street crime), pencurian dengan kekerasan, dan curanmor.

Polres Indramayu mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada dan tidak ragu melaporkan potensi gangguan kamtibmas melalui layanan Lapor Pak Polisi–Siap Mas Indramayu via WhatsApp di nomor 081999700110 atau Call Center Polri 110.

(Nana. S)

Polda Babel Ungkap Keberhasilan Gagalkan Penyelundupan 90,151 Ton Pasir Timah Ilegal.



Polda Bangka Belitung merilis keberhasilan pengungkapan kasus penyelundupan pasir timah ilegal periode bulan Agustus 2026. Ada 4 kasus penyelundupan yang berhasil digagalkan khususnya diwilayah Kabupaten Belitung.

Demikian hal ini disampaikan Kapolda Babel Irjen Pol Viktor T. Sihombing dalam konferensi pers yang berlangsung di Gedung Tribrata Polda, Jumat (21/8/26) siang.

"Pada sore hari ini, kita akan menjelaskan bahwa ada 4 kasus penambangan timah ilegal yang diselundupkan keluar negeri dari Bangka Belitung yang digagalkan Polda Bangka Belitung bersama Satlap Tricakti, Bareskrim Polri, Polres Belitung dan Belitung Timur,"kata Viktor mengawali konferensi pers.

"Sehingga total pengungkapan sebanyak sekitar 90,151 ton pasir timah atau sebanyak 1.871 karung. Potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan kurang lebih 90,1 miliar rupiah,"timpalnya.

Viktor menjelaskan pengungkapan pertama terjadi pada Selasa (4/8/26) disebuah rumah di Gang Jagung Desa Air Merbau Kecamatan Tanjungpandan Kabupaten Belitung.

Dalam pengungkapan tersebut, kata Viktor, Tim gabungan Polda Babel berhasil mengamankan 1.072 karung pasir timah dengan berat 52.524 kilogram atau kurang lebih 52,5 ton.

Ia juga menyebutkan, penyidik telah menetapkan 5 tersangka yakni AC selaku Direktur CV. HJP, YO selaku pengatur lapangan, HA selaku kolektor, ED selaku penjaga rumah atau gudang penampungan, FK selaku kolektor atau pengumpul dana dari AC.

Penyidik juga mengungkapkan modus operandinya menggunakan CV. Mitra PT. Timah dalam melakukan pembelian pasir timah ilegal dan penampungan pasir timah yang diduga akan diselundupkan untuk dijual keluar negeri.

Sehingga dengan keberhasilan pengungkapan ini, Polisi berhasil menyelamatkan kerugian negara sebesar kurang lebih 52 miliar rupiah.

Selanjutnya, pengungkapan kedua terjadi pada Minggu (9/8/26) di Dusun Kelekak Usang Desa Perawas Kecamatan Tanjungpandan Kabupaten Belitung.

Dari kasus ini, petugas gabungan dari Polres Belitung dan Satlap Tricakti berhasil mengamankan sebanyak 56 karung pasir timah dengan total berat 1.680 kilogram atau kurang lebih 1,68 Ton.

Namun, pelaku yang diduga terlibat berhasil melarikan diri dan meninggalkan barang bukti, sehingga Tim gabungan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku serta pihak lain diduga terlibat.

Selang beberapa hari kemudian, Tim gabungan Bareskrim Polri dan Polda Babel kembali menggagalkan penyelundupan pasir timah di Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur.

Total, ada sebanyak 578 karung pasir timah atau 28,907 ton yang diamankan dari sebuah rumah yang disewa untuk kegiatan operasional CV RJM. Selain itu, tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka yakni RR sebagai kolektor serta WU dan AS yang berperan sebagai perantara.

Berdasarkan pemeriksaan, perusahaan tersebut diketahui telah bermitra dengan PT Timah Tbk selama sekitar enam bulan. Petugas juga menyebut para tersangka mengaku telah tiga kali melakukan penyelundupan sebelum upaya keempat dihentikan. Nilai kerugian negara dalam perkara ini diperkirakan mencapai Rp 28,9 miliar.

Terakhir, pengungkapan keempat terjadi pada 16 Agustus 2026 di Pantai Teluk Gembira, Desa Padang Kandis, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung. Tim gabungan berhasil menyita 176 karung pasir timah dengan berat 7.040 kilogram atau 7,04 ton.

Tiga orang ditangkap dalam perkara tersebut, yakni DN sebagai pengawas kegiatan, HN sebagai sopir truk, dan SA selaku pemilik rumah yang digunakan untuk menyimpan pasir timah, potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan ditaksir sekitar Rp 7 miliar.

"Jika digabung, total pasir timah yang akan diselundupkan keluar negeri dari Bangka Belitung sebanyak 1.871 karung dengan berat 90.151 kilogram atau 90,151 ton. Kerugian negara yang diselamatkan kurang lebih Rp 90,1 Milyar rupiah,"ungkap Viktor.

Eks Kadivkum Polri ini juga menuturkan akan melakukan pengembangan dan percepatan pada setiap penanganan perkara dan melakukan pengejaran terhadap pelaku lain baik pemilik perusahaan maupun pemodal.

Selain itu, Jenderal Bintang Dua Polri ini menyebutkan akan melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait seperti Satlap Tricakti, TNI AL, PT. Timah serta Stakeholder lainnya terkait.

"Para tersangka ini ada yang menjalani pemeriksaan atau penyidikan di Polres Belitung dan Ditreskrimsus Polda Babel. Mereka dikenakan Pasal 161 Jo Pasal 35 Nomor 2 Tahun 2025 tentang Perubahan keempat UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba Jo UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian pidana Jo Pasal 20 Huruf C UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab UU Hukum Pidana, dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun penjara,"pungkasnya.

Sementara itu, dalam konferensi pers yang digelar di Polda Babel ini turut dihadiri oleh Dansatlap Tricakti Mayjen TNI Bosco Haryo Yunanto, Danrem 045/Gaya Brigjen TNI Nur Wahyudi serta sejumlah Pejabat Utama Polda.

(HR) 

Siswa UPTD SMPN 1 Balongan ikuti program Eco School bersama Pertamina Patra Niaga

Indramayu, Sergaptarget.com  PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Integrated Terminal (IT) Balongan kembali menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan Eco School dalam rangkaian dari Program Pelajar Tangguh, Kembangkan Sekolah Tanggap dan Ceria (PANAH KESATRIA) di UPTD SMP Negeri 1 Balongan, Kamis (20/8/2026).

 Pelatihan diikuti oleh 35 siswa UPTD SMP Negeri 1 Balongan. Para siswa diajarkan memanfaatkan kembali botol plastik dan kemasan sisa aktivitas harian menjadi Eco Brick yang berdaya guna tinggi.

Kegiatan dihadiri oleh Sukhriyatun Fitriyah, yang akrab disapa Teh Ukit, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Teh Ukit memberikan pemahaman komprehensif mulai dari pemilahan sampah anorganik hingga teknik pembuatan Eco Brick.

Teh Ukit menekankan pentingnya peran pengurus OSIS sebagai penggerak kesadaran lingkungan di lingkungan sekolah.

“Saya berharap anggota OSIS yang telah mengikuti kegiatan hari ini dapat menjadi agen PANAH KESATRIA di lingkungan sekolah. Agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat dibagikan kepada teman-teman lainnya, sehingga semakin banyak siswa yang memahami cara mengelola sampah serta menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan sekolah,” ujar Teh Ukit.

Usai menerima materi teori, para peserta diajak mempraktikkan langsung pembuatan Eco Brick. Dipandu oleh Teh Ukit, para siswa secara berkelompok mengisi botol-botol plastik dengan sampah kemasan hingga padat.

Hasil olahan Eco Brick tersebut kemudian dirangkai dan disusun hingga menjadi kursi yang kokoh dan dapat digunakan. Pelatihan ini mempraktikkan secara konkrit prinsip 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) melalui kegiatan edukatif yang dekat dengan keseharian siswa.

Chelsea, salah satu anggota OSIS UPTD SMP Negeri 1 Balongan, mengaku mendapatkan wawasan baru dari pelatihan ini.

“Kegiatan  bersama Pertamina sangat bermanfaat karena kami jadi tahu bahwa botol plastik dan sampah kemasan bisa dimanfaatkan kembali menjadi Eco Brick. Kami juga belajar bagaimana membuatnya dan mengolahnya menjadi kursi. Setelah kegiatan ini, kami  mengajak teman-teman lain untuk lebih peduli terhadap sampah di sekolah,” ungkap Chelsea.

Komitmen CSR Pertamina Patra Niaga untuk Edukasi Lingkungan
Sementara itu, Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga, Arya Yusa Dwicandra, menegaskan  edukasi lingkungan akan lebih efektif jika disampaikan melalui pengalaman aplikatif.

“Melalui Eco School dalam Program PANAH KESATRIA, kami ingin mengenalkan pengelolaan sampah dengan cara yang sederhana dan aplikatif. Harapannya, pengalaman yang diperoleh para siswa Balongan dapat mendorong terbentuknya kebiasaan untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekolah,” jelas Arya.

Melalui program Eco School ini, Pertamina Patra Niaga IT Balongan berharap lahir generasi muda yang tangguh dan responsif terhadap isu-isu lingkungan di sekitarnya.

(Nana. S)

Awali Tugas, Ka. KPLP Lapas Pasir Pangarayan Gelar Sambung Rasa Bersama Warga Binaan




Pasir Pengaraian - Mengawali pelaksanaan tugas sebagai Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Freddy Rinadi Siregar, Amd.P., S.H., melaksanakan kegiatan sambung rasa bersama warga binaan, Jumat (21/8/2026).



Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah rangkaian pisah sambut Kepala KPLP Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan. Sambung rasa menjadi momentum bagi KPLP yang baru untuk memperkenalkan diri sekaligus berinteraksi secara langsung dengan warga binaan.



Kegiatan diawali dengan pengarahan dari Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba. Dalam arahannya, Kalapas menyampaikan pesan kepada warga binaan untuk senantiasa menjaga ketertiban, keamanan, serta mengikuti ketentuan dan tata tertib yang berlaku selama menjalani masa pembinaan di Lapas.



Selanjutnya, KPLP yang baru, Freddy Rinadi Siregar, memperkenalkan diri kepada warga binaan sekaligus menyampaikan arahan dalam pelaksanaan kehidupan sehari-hari di lingkungan Lapas. Ia mengajak warga binaan untuk bersama-sama menjaga suasana yang aman dan kondusif serta mengikuti proses pembinaan dengan baik.



Pada kesempatan tersebut, Veazanol Kosuma, selaku KPLP sebelumnya, turut menyampaikan salam perpisahan kepada warga binaan. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan ucapan terima kasih atas kebersamaan selama menjalankan tugas serta berpesan agar warga binaan tetap menjaga ketertiban dan mengikuti proses pembinaan yang telah ditetapkan.



Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang baik antara jajaran Lapas dengan warga binaan, khususnya dalam mendukung pelaksanaan tugas pengamanan dan pembinaan.



Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan terus berkomitmen menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif.


Kegiatan sambung rasa ini sekaligus menjadi langkah awal bagi KPLP yang baru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan.

***Hobbi Pargaulan Manurung ***