Sergap Target

Berita Terkini

Desa Kapringan Kecamatan Krangkeng Gelar Musyawarah Desa (Musdes) Secara Terbuka

Indramayu, Sergaptarget.com  Desa Kapringan Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu gelar Musyawarah desa (Musdes) tahun anggara...

Postingan Populer

Kamis, 17 September 2026

Desa Kapringan Kecamatan Krangkeng Gelar Musyawarah Desa (Musdes) Secara Terbuka


Indramayu, Sergaptarget.com 
Desa Kapringan Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu gelar Musyawarah desa (Musdes) tahun anggaran 2027 dilaksanakan  secara tranfaran dan terbuka untuk umum bertempat di aula kantor desa Kapringan kamis 17/8/2026.
Acara dihadiri oleh Camat Krangkeng Indra Mulyana didampingi beberapa stafnya,Kwu Kapringan Durma fbeserta perangkat desanya, Tokoh masyarakat,BPD,Rt dan Rw sedesa Kapringan,Sebagian masyarakat Kapringan serta undangan.

Camat Krangkeng Indra Mulyana dalam sambutanya mengatakan bahwa musdes bukan hanya di Kapringan tapi disemua desa dilaksanakan secara terbuka dan tranfaran guna untuk membahas rencana pembangunan desa rahun anggaran berikutnya.

Sementara kuwu Kapringan Durma menegaskan bahwa Musdes digelar setiap tahun sekali dan dilaksanakan terbuka untuk umum yakni untuk membahas pembangunan desa Kapringan untuk tahun anggaran 2027.

Durma juga menjelaskan bahwa apa yang tertera dilayar infokus ada yang berwarna hijau dan putih,kalau yang putih berarti yang diperioritaskan sementara yang putih tetap akan dilaksanakan setelah tang warna hijau dilaksakan.

Acara berjalan lancar dari awal sampai ahir walau sempat  sedikit terjadi kesalah fahaman antara seseorang yang mengaku anggota salah satu LSM dengan kuwu tapi bisa diselesaikan.

(Nana. S)

Polsek Rambah Samo Ungkap Pencurian Satu Set Ban Mobil Milik PT RSM




ROKAN HULU — Unit Reskrim Polsek Rambah Samo mengungkap dugaan tindak pidana pencurian satu set ban mobil milik PT Rambah Sawit Mandiri (RSM), yang terjadi di halaman depan PKS PT RSM, Desa Rambah Samo, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu.



Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial AI alias IY (26), warga Desa Sei Salak, Kecamatan Rambah Samo, yang diduga terlibat dalam pencurian satu set ban depan mobil milik perusahaan.



Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 12 September 2026, sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, pelapor mendapat informasi dari rekannya, Muhammad Irwan, bahwa satu set ban mobil milik perusahaan telah hilang.

Setelah dilakukan pengecekan, diketahui satu set ban dengan nomor seri C62229883 memang tidak berada di tempat semula. Pihak perusahaan kemudian melaporkan kehilangan tersebut kepada petugas keamanan untuk dilakukan pengecekan melalui kamera pengawas atau CCTV.

Namun, karena petugas IT yang bertugas melakukan pengecekan CCTV telah pulang pada hari Sabtu, rekaman baru dapat diperiksa pada Senin, 14 September 2026.

Dari hasil pemeriksaan rekaman CCTV, pihak perusahaan kemudian mengetahui bahwa ban tersebut diduga diambil oleh seorang sopir pengangkutan berinisial AI alias IY.

Pihak perusahaan selanjutnya mengamankan yang bersangkutan ke kantor pengawas sebelum diserahkan kepada pihak Polsek Rambah Samo untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Atas kejadian tersebut, PT Rambah Sawit Mandiri mengalami kerugian materiil sekitar Rp2.581.000. Polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu set ban dengan nomor seri C62229883.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra, S.I.K., M.Si., melalui kapolsek Rambah Samo ipda sarlose,Sh menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat maupun perusahaan terkait tindak pidana akan ditindaklanjuti secara profesional sesuai ketentuan hukum.

Terhadap AI alias IY, penyidik menerapkan Pasal 476 KUHP tentang pencurian.

Saat ini, tersangka bersama barang bukti telah diamankan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

**"Hobbi Pargaulan ***
 *(Humas Polres Rohul)*

Kejar Target Selesai Tepat Waktu, Koramil 04/Jebres dan Warga Genjot KBD Tahap III di Gandekan


Uploaded Image

Surakarta – Guna mencapai target tepat waktu, Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta bersama warga masyarakat Desa Krajan dan instansi terkait kembali melaksanakan apel pagi di lokasi Karya Bakti Daerah [KBD] Tahap III Tahun 2026 di Ds. Karangasem RT 02 RW 01, Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Kamis (17/09/2026)

Apel pagi dipimpin langsung oleh Bati Tuud Koramil 04/Jebres Peltu Edi Yanto. Dalam arahannya, ia menyampaikan koreksi dan evaluasi mengenai kerapian serta progres pekerjaan ke depan agar sesuai rencana hingga selesai.

Bati Tuud juga menekankan faktor kesehatan personel di tengah cuaca panas yang cukup ekstrem saat ini.

"Perkembangan situasi cuaca saat ini sangat panas, untuk personel KBD supaya lebih banyak minum air putih supaya terhindar dari dehidrasi," jelasnya.

Lebih lanjut ia berpesan agar seluruh personel menjaga kondisi kesehatan, keselamatan dalam bekerja, serta tetap menjaga kekompakan.

"Selama KBD ini supaya semua personel untuk menjaga kondisi kesehatan dan keselamatan dalam bekerja, tetap jaga kekompakan serta utamakan kebersamaan dengan warga masyarakat agar terwujud kemanunggalan TNI dan Rakyat," pungkasnya.

Dengan semangat gotong royong yang terus terjaga, pengerjaan sasaran KBD Tahap III di Kelurahan Gandekan diharapkan selesai tepat waktu dan manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat.

Penulis : Arda 72

Tim Mabes TNI Turun ke Rohul, Beserta Polri, Perkuat Pencegahan Karhutla di Kecamatan Tambusai Utara





ROKAN HULU - Upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus diperkuat di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau. Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI turun langsung memberikan sosialisasi dan edukasi kepada pemerintah desa dan masyarakat di Kecamatan Tambusai Utara, Kamis (17/9/2026).



Kegiatan yang dipusatkan di Aula Desa Tambusai Utara tersebut berlangsung khidmat dan mendapat sambutan antusias. Kepala Desa Tambusai Utara bersama seluruh unsur pimpinan kecamatan (Upika) Tambusai Utara menyambut langsung kedatangan rombongan.



Rombongan Tim Mabes TNI tiba di lokasi sekitar pukul 09.45 WIB dan langsung mengikuti rangkaian kegiatan bersama pemerintah desa, unsur Upika, tokoh masyarakat, dan warga setempat.



Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Robbyaton selaku pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya



Selanjutnya, Camat Tambusai Utara, Sunarji,S.Pd., menyampaikan sambutan selamat datang. Ia mengapresiasi kehadiran Tim Mabes TNI yang peduli terhadap isu Karhutla di wilayahnya yang rawan terjadi kebakaran saat musim kemarau.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Tim Penyuluhan Karhutla Wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Brigjen TNI Andi Tiawardi. Dalam kegiatan tersebut, beliau diwakili oleh Kolonel Supriadi, Kolonel Cokorda, dan Letkol Heri.



Memasuki acara inti, Mayor Arm. Nanda Supriatna tampil sebagai pemateri utama. Selama kurang lebih satu jam, ia menyampaikan materi komprehensif mengenai strategi pencegahan dan penanggulangan Karhutla.

Dalam paparannya, Mayor Nanda menegaskan bahwa pencegahan Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat TNI-Polri semata, melainkan membutuhkan keterlibatan dan komitmen aktif dari seluruh elemen masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu sekalian. Kami berharap ke depan kita semua dapat bekerja sama dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah masing-masing,” ujar Mayor Nanda.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ekstra saat melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api, termasuk saat membakar sampah maupun saat membuka lahan.

"Harap berhati-hati jika ingin membakar sampah atau lahan. Pastikan tidak melebar, menyebar atau merembet luas dengan cara mensterilkan area di sekitarnya dan harus diawasi," imbaunya.

Tak hanya itu, Mayor Nanda juga meminta masyarakat untuk tidak sembarangan membuang puntung rokok, terutama di kawasan yang terdapat rumput kering maupun material yang mudah terbakar, mengingat saat ini memasuki puncak musim kemarau.

"Saat ini musim kemarau, tolong jangan sembarangan membuang puntung rokok, apalagi di areal rumput kering atau material yang mudah terbakar," tegasnya.

Menurutnya, langkah pencegahan sejak dini menjadi sangat penting dan krusial, karena api dapat dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan apabila tidak segera diketahui dan ditangani secara cepat.

Kegiatan sosialisasi kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara Tim Mabes TNI, unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh masyarakat yang hadir sebagai simbol sinergitas.

Dalam kesempatan yang penuh keakraban tersebut, Tim Mabes TNI juga menunjukkan kepedulian sosial dengan menyerahkan sebanyak 20 paket sembako kepada masyarakat Desa Tambusai Utara.

Turut hadir mendampingi kegiatan, Dandim 0313/KPR yang diwakili Mayor Inf. Hendri Donan selaku pendamping Tim Penyuluh Mabes TNI Wilayah Rohul.

Hadir pula seluruh unsur Upika Tambusai Utara, para kepala desa se-Kecamatan Tambusai Utara beserta perangkat desa, Ketua TP PKK dan tokoh wanita, Ketua BPD beserta anggota, Ketua LPMD, pimpinan perusahaan se-Kecamatan Tambusai Utara, Direktur BUMDesa, Direktur Koperasi Desa Merah Putih, Ketua Karang Taruna, Datuk Pemangku Adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, alim ulama, pemuda, masyarakat serta media setempat

***Hobbi Pargaulan***

Tanam Jagung Kuartal III 2026 di Indramayu, Polri Dorong Petani Dari Hulu Hingga Pascapanen



Indramayu, Sergaptarget.com Polres Indramayu Polda Jabar melaksanakan penanaman jagung Kuartal III Tahun 2026 dalam rangka mendukung program swasembada jagung dan ketahanan pangan nasional di wilayah Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Karo SDM Polda Jawa Barat Kombes Pol Dr. Fadly Samad, S.H., S.I.K., M.H., M.Si., Kabag Binkar Ro SDM Polda Jawa Barat AKBP Condro Sasongko, S.H., S.I.K., M.Si., Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M., S.I.K., M.Si., Wakapolres Indramayu Kompol Tahir Muhiddin, S.E., S.I.K., M.M., CPHR., serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu Drs. H. Sugeng Heryanto, M.Si.

Turut hadir pejabat utama Polres Indramayu, Kapolsek Gantar IPTU Sutarko, S.H., unsur Forkopimcam Gantar, gabungan kelompok tani Kecamatan Gantar, serta sekitar 50 warga Desa Mekarwaru.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Indramayu bersama Karo SDM Polda Jawa Barat dan Kabag Binkar Ro SDM Polda Jawa Barat juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat dan kelompok tani. Bantuan yang diberikan meliputi satu unit alat pemipil jagung, 50 paket sembako, pupuk sebanyak enam ton, serta bibit atau benih jagung sebanyak 300 kilogram.

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. menyampaikan, ketahanan pangan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, persoalan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan makanan, tetapi juga kesejahteraan petani, stabilitas harga, pertumbuhan ekonomi, dan ketahanan nasional.

“Kabupaten Indramayu memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Dengan dukungan lahan yang luas, sumber daya manusia, serta semangat para petani, kita memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan produksi pangan, termasuk komoditas jagung,” kata AKBP Prianggo.

Ia menegaskan, melalui penanaman jagung Kuartal III tersebut, Polres Indramayu berkomitmen mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kapolres mengungkapkan, sejak Januari hingga September 2026, Polres Indramayu telah mendukung pelaksanaan penanaman jagung pada lahan seluas 64,5 hektare dengan hasil produksi mencapai 437,226 ton.

Menurut AKBP Prianggo, peran Polri dalam program tersebut tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga turut mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor pertanian.

“Kami mengajak seluruh pihak memperkuat sinergi dan kolaborasi, baik pemerintah daerah, TNI-Polri, dinas terkait, penyuluh pertanian, kelompok tani, pelaku usaha, maupun seluruh masyarakat,” ujarnya.

Kapolres berharap setiap lahan produktif dapat dimanfaatkan secara optimal, program pertanian dapat berjalan dengan baik, serta hasil produksi mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Sementara ditempat yang sama, Karo SDM Polda Jawa Barat Kombes Pol Dr. Fadly Samad menyampaikan keterlibatan kepolisian dalam program ketahanan pangan merupakan bagian dari kolaborasi untuk memastikan program pemerintah dapat berjalan dan memberikan kepastian bagi masyarakat, khususnya petani.

Menurutnya, dalam perspektif pemeliharaan keamanan modern, persoalan kesejahteraan dan kebutuhan dasar masyarakat juga memiliki keterkaitan dengan stabilitas keamanan.

“Ini merupakan bentuk kolaborasi kita bersama dan ikhtiar untuk mendukung program pemerintah, khususnya swasembada jagung,” kata Kombes Pol Fadly Samad.

Ia menjelaskan, kepolisian bukan mengambil alih peran petani, melainkan hadir untuk mendukung koordinasi dan memastikan berbagai kebutuhan dalam program pertanian dapat terhubung dengan instansi terkait.

Pendampingan tersebut mulai dari pemetaan dan pemanfaatan lahan, akses permodalan, ketersediaan pupuk dan benih, pendampingan penyuluh pertanian, hingga memastikan hasil panen memiliki akses pasar yang jelas.

“Polisi bukan tugasnya menanam jagung, tetapi kehadiran kita untuk memastikan program pemerintah berjalan dan masyarakat, khususnya para petani, memiliki kepastian dalam melaksanakan kegiatan pertanian,” jelasnya.

Kombes Pol Fadly juga mendorong agar lahan-lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal, khususnya pada musim kemarau, dapat dipetakan untuk tanaman yang sesuai, termasuk jagung.

Ia menilai kolaborasi dengan Dinas Pertanian dan penyuluh pertanian lapangan sangat penting agar petani mendapatkan pendampingan teknis sehingga hasil produksi dapat maksimal.

Selain itu, dukungan akses pembiayaan dan ketersediaan sarana produksi pertanian perlu dikoordinasikan secara tepat agar benar-benar digunakan sesuai peruntukannya dan memberikan manfaat kepada kelompok tani.

Menurutnya, pendampingan juga perlu dilakukan hingga tahap pascapanen sehingga petani memiliki kepastian mengenai penyerapan hasil produksi dan tidak mengalami kesulitan dalam memasarkan jagung.

Kombes Pol Fadly berharap potensi pertanian Kabupaten Indramayu dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi pemerintah, kepolisian, TNI, dinas terkait, kelompok tani, serta seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap ketahanan pangan.

“Tugas kita mendampingi dan memastikan program berjalan sehingga masyarakat semakin sejahtera,” ujarnya.

Melalui penanaman jagung serentak tersebut, pihaknya berharap produktivitas pertanian semakin meningkat sekaligus memperkuat kontribusi Kabupaten Indramayu dalam mendukung swasembada jagung dan ketahanan pangan nasional.

(Nana. S)

Kapolres Indramayu Duduk Bersama Warga, Awali Penanaman Jagung Dengan Syukuran dan Doa Bersama




Indramayu, Sergaptarget. com  Suasana kebersamaan mewarnai pelaksanaan penanaman jagung serentak Kuartal III Tahun Anggaran 2026 di Petak 20B Blok Bangke, Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Rabu (16/9/2026).

Sebelum penanaman dimulai, Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M., S.I.K., M.Si., duduk bersama warga, kelompok tani, dan unsur terkait mengikuti syukuran serta doa bersama sebagai bagian dari tradisi masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memohon keselamatan, kelancaran, serta keberhasilan dalam proses penanaman hingga masa panen jagung nantinya.

Dalam kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut, Kapolres Indramayu turut didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu Drs. H. Sugeng Heryanto, M.Si., para Pejabat Utama Polres Indramayu, Kapolsek Gantar IPTU Sutarko, S.H., unsur Pemerintah Desa Mekarwaru, serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Gantar.

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. mengatakan, syukuran dan doa bersama bukan hanya menjadi bagian dari tradisi masyarakat, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dan rasa syukur sebelum memulai kegiatan pertanian.

“Melalui doa bersama ini, kita memohon agar seluruh proses penanaman jagung diberikan keselamatan, kelancaran, dan hasil yang baik serta dapat memberikan manfaat bagi para petani dan masyarakat,” kata AKBP Prianggo.

Menurutnya, kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi sekaligus menunjukkan dukungan terhadap para petani dalam mengembangkan sektor pertanian.

Kapolres menilai semangat gotong royong, kebersamaan, serta kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, dinas terkait, kelompok tani, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita terus menjaga kebersamaan. Petani memiliki peran yang sangat besar dalam ketahanan pangan, sehingga perlu didukung bersama agar setiap proses pertanian dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Usai syukuran, kegiatan dilanjutkan dengan Penanaman Jagung Serentak Kuartal III Tahun 2026 sebagai bagian dari dukungan Polres Indramayu terhadap program swasembada jagung dan ketahanan pangan.

(Nana. S)

Pantai Rebo dalam Sorotan: Ketika Kawasan Mangrove Disebut Berubah Menjadi Area Tambang.

BANGKA — Aktivitas pertambangan pasir timah menggunakan Ponton Isap Produksi (PIP) di kawasan pesisir Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, menjadi sorotan. Berdasarkan pantauan tim investigasi awak media, aktivitas PIP terpantau bekerja di kawasan pesisir yang disebut berada pada titik koordinat S 1°56'9.9888" E 106°9'37.0728".

Lokasi tersebut disebut merupakan kawasan konversi bakau yang dikelola Yayasan Ikebana dengan luasan sekitar 27 hingga 30 hektare. Dalam narasi yang diperoleh tim investigasi, kawasan tersebut juga disebut masuk dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah.

Temuan di lapangan ini menimbulkan pertanyaan karena kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai lokasi revitalisasi mangrove tersebut kini disebut telah dimanfaatkan untuk aktivitas pertambangan pasir timah.

Dari pantauan tim investigasi serta berdasarkan keterangan salah satu sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, aktivitas pertambangan di lokasi tersebut disebut dikerjakan oleh CV Pelangi Berkah, yang disebut sebagai mitra PT Timah.

Sumber tersebut juga menyebut adanya dugaan keterlibatan seorang pengusaha yang dikenal dengan nama Big Bos APO, warga Desa Rebo. Namun, informasi mengenai pihak yang disebut tersebut masih memerlukan konfirmasi dan pendalaman lebih lanjut.

Yang menjadi perhatian tim investigasi adalah hasil pengamatan di lapangan yang menemukan aktivitas pengambilan material pasir timah. Bahkan, dari pantauan tersebut disebut terdapat pasir timah yang jumlahnya mencapai ratusan kilogram yang diangkat dari lokasi.
Ironi Kawasan Mangrove. 

Persoalan semakin menarik perhatian ketika menelusuri rekam digital mengenai kawasan tersebut.

Pada 8 Maret 2022, kawasan revitalisasi mangrove Yayasan Ikebana Kenanga di Pantai Rebo, Sungailiat, pernah menjadi lokasi kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Kunjungan tersebut mengusung tema “Pertambangan Inklusif PT Timah Tbk untuk Mewujudkan Implementasi Ekonomi Biru dan Pemulihan Kesejahteraan Masyarakat.”

Dalam kunjungan itu, Menteri KKP disambut Direktur Utama PT Timah Achmad Ardianto, Pj Gubernur Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin serta jajaran Forkopimda. Salah satu agenda kunjungan adalah melihat langsung kawasan revitalisasi mangrove Yayasan Ikebana Kenanga di Pantai Rebo.

Program revitalisasi mangrove tersebut diketahui mendapat dukungan PT Timah sejak 2010.

Pada kesempatan yang sama, Menteri KKP juga menyaksikan penyerahan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) kepada PT Timah Tbk. Dokumen tersebut diserahkan oleh Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Victor Gustaf kepada Direktur Utama PT Timah Achmad Ardianto.
Dari Kawasan Revitalisasi Menjadi Area Tambang?

Perubahan fungsi kawasan inilah yang menjadi salah satu pertanyaan utama dalam penelusuran tim investigasi.

Narasi yang dihimpun menyebutkan, kawasan yang sebelumnya merupakan lokasi revitalisasi mangrove kini terlihat dimanfaatkan sebagai area pertambangan pasir timah oleh mitra PT Timah.

Di lokasi juga disebut terdapat camp penimbangan bijih timah yang menampilkan nama CV mitra serta Surat Perintah Kerja (SPK). Temuan tersebut menjadi penting untuk ditelusuri guna mengetahui status legalitas kegiatan, dasar kerja sama, serta hubungan antara aktivitas pertambangan dengan kawasan mangrove yang sebelumnya direvitalisasi.

Pertanyaan berikutnya adalah: apakah seluruh aktivitas pertambangan tersebut telah memiliki dasar perizinan dan persetujuan yang sesuai dengan peruntukan ruang kawasan pesisir dan lingkungan?

Selain itu, perlu dipastikan pula apakah kegiatan yang dilakukan CV Pelangi Berkah benar merupakan bagian dari kegiatan kemitraan resmi PT Timah, termasuk mengenai SPK, batas wilayah kerja, serta ketentuan lingkungan yang berlaku.

Menunggu Klarifikasi Para Pihak
Tim investigasi awak media telah berupaya membuka ruang konfirmasi kepada pihak-pihak yang disebut dalam informasi tersebut, termasuk CV Pelangi Berkah dan PT Timah Tbk.

Konfirmasi diperlukan untuk memperoleh penjelasan mengenai status kegiatan pertambangan, legalitas operasional PIP, status kawasan mangrove, serta keberadaan dan fungsi camp penimbangan bijih timah di lokasi.

Hingga berita ini disusun, informasi mengenai dugaan pengelolaan aktivitas oleh pihak yang disebut sebagai Big Bos APO juga masih membutuhkan klarifikasi langsung dari pihak bersangkutan.

Media tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini. Upaya konfirmasi tersebut merupakan bagian dari prinsip keberimbangan dan penerapan Kode Etik Jurnalistik serta Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

(HR/TIM) 

Rabu, 16 September 2026

Pelopori Gotong Royong, Koramil 04/Jebres Bersama Warga Kebut KBD Tahap III di Gandekan


Uploaded Image

Surakarta - Anggota Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta bersama warga masyarakat dan instansi terkait menggelar apel pagi dalam rangka Karya Bakti Daerah (KBD) Tahap III Tahun 2026 di Ds. Karangasem RT 02 RW 02, Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Rabu (16/09/2026)

KBD merupakan program sinergi TNI dengan Pemerintah Daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik melalui pembangunan fisik maupun non-fisik. Pengerjaannya dilakukan secara bersama-sama dengan semangat gotong royong.

Sebelum memulai kegiatan, apel pengecekan dan pembagian sektor dipimpin oleh Bati Bakti TNI Koramil 04/Jebres Pelda Samsuri. Hal ini dilakukan agar pengerjaan berjalan tertib, efektif, dan tepat sasaran sesuai waktu yang telah ditentukan.

Dalam pengarahannya, Pelda Samsuri memberikan motivasi kepada seluruh personel KBD dan warga untuk bekerja dengan semangat, tidak melupakan faktor kesehatan dan keselamatan kerja.

"Melalui kegiatan ini diharapkan terciptanya kemanunggalan TNI dengan Rakyat yang solid. Mari kita kerjakan bersama-sama dengan ikhlas dan penuh semangat," ujarnya.

Dengan adanya KBD Tahap III di Kelurahan Gandekan ini, diharapkan pembangunan yang dilakukan dapat segera selesai dan manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.

Kegiatan apel dilanjutkan dengan pengerjaan sasaran berjalan aman, lancar, dan penuh kekompakan.

Penulis : Arda 72

Wujudkan Wilayah Tetap Aman Dan Kodisif Piket Koramil 04/Jebres Melaksanakan Patroli Malam Dan Himbauan Kamtibmas


Uploaded Image

Surakarta - Guna menciptakan Kondusifitas wilayah dan rasa nyaman bagi warga masyarakat, Piket Koramil 04/Jebres Serka Dominggus melaksanakan Patroli malam dan Komsos himbaukan Kamtibmas di seputaran wilayah Kecamatan Jebres Kota Surakarta.Rabu ( 16/09/2026 ) Pkl 21.00 Wib s.d selesai.

Patroli malam dilakukan secara rutin oleh piket Koramil dengan sasaran tempat-tempat berkumpulnya warga di wilayah kecamatan Jebres.

Dalam patroli tersebut, Piket Koramil selalu mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan  lingkungan dari tindak kejahatan yang dapat merugikan warga masyarakat dan juga harus tanggap terhadap perkembangan situasi lingkungan di sekitar wilayah.

"Kami akan terus melaksanakan kegiatan patroli keamanan seperti ini secara rutin demi menjaga situasi tetap aman dan kondusif."tegas Serka Dominggus.

Penulis : Arda 72

Polisi Ikut Program Ketahanan Pangan, Karo SDM Polda Jawa Barat Jelaskan Alasannya



Indramayu, Sergaptarget.com  Keterlibatan Polri dalam program penanaman jagung dan ketahanan pangan kerap memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Mengapa polisi ikut terlibat dalam kegiatan pertanian yang selama ini identik dengan petani dan instansi pertanian?

Karo SDM Polda Jawa Barat Kombes Pol Dr. Fadly Samad, S.H., S.I.K., M.H., M.Si., menjelaskan bahwa keterlibatan kepolisian bukan untuk mengambil alih pekerjaan petani, melainkan mendukung dan memastikan program pemerintah di bidang ketahanan pangan dapat berjalan secara optimal.

Penjelasan itu disampaikan saat menghadiri Penanaman Jagung Serentak Polda Jawa Barat Kuartal III Tahun 2026 dalam rangka mendukung swasembada jagung di Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Rabu (16/9/2026).

Menurut Kombes Pol Fadly, dalam perspektif pemeliharaan keamanan modern, stabilitas keamanan tidak hanya berkaitan dengan penindakan terhadap tindak kriminal, tetapi juga memiliki kaitan dengan kondisi sosial dan kesejahteraan masyarakat.

Ia menilai kebutuhan dasar, ketersediaan pangan, kesempatan bekerja, dan kesejahteraan masyarakat merupakan faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya menjaga stabilitas lingkungan.

“Polisi bukan tugasnya menanam jagung, tetapi kehadiran kita untuk memastikan program pemerintah berjalan dan masyarakat, khususnya para petani, memiliki kepastian dalam melaksanakan kegiatan pertanian,” jelas Kombes Pol Fadly.

Menurutnya, peran kepolisian dalam program tersebut lebih diarahkan pada pendampingan, koordinasi, dan pengawasan. Mulai dari membantu pemetaan dan pemanfaatan lahan produktif, mendorong terbukanya akses permodalan, hingga mengoordinasikan kebutuhan petani dengan instansi yang memiliki kewenangan.

Ketersediaan pupuk dan benih, misalnya, membutuhkan kolaborasi dengan dinas pertanian dan pihak terkait. Sementara untuk meningkatkan kemampuan petani, kepolisian mendorong keterlibatan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar masyarakat memperoleh pendampingan teknis yang tepat.

Kombes Pol Fadly juga menyoroti pemanfaatan lahan yang belum optimal. Menurutnya, lahan yang memungkinkan untuk ditanami pada musim kemarau dapat dipetakan dan disesuaikan dengan komoditas yang cocok, salah satunya jagung.

Selain persoalan lahan dan sarana produksi, menurut dia, akses pembiayaan juga menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian. Kepolisian dapat berperan dalam membangun koordinasi dengan lembaga keuangan agar kelompok tani yang layak mendapatkan akses pembiayaan, sekaligus memastikan dana tersebut digunakan sesuai tujuan produktif.

Pendampingan, lanjutnya, tidak berhenti pada proses penanaman. Kepastian setelah panen juga diperlukan sehingga petani tidak mengalami kesulitan ketika akan menjual hasil pertaniannya.

Karena itu, koordinasi dengan pemerintah, dinas terkait, kelompok tani, lembaga keuangan, penyuluh pertanian hingga pihak yang dapat menyerap hasil panen dinilai menjadi bagian penting dari ekosistem ketahanan pangan.

“Tugas kita mendampingi dan memastikan program berjalan sehingga masyarakat semakin sejahtera,” ujarnya.

Ia menegaskan, kehadiran Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk kolaborasi untuk mendukung kebijakan pemerintah, sementara kegiatan teknis pertanian tetap dilaksanakan oleh petani dengan pendampingan instansi yang memiliki kompetensi di bidangnya.

Kombes Pol Fadly berharap potensi pertanian Kabupaten Indramayu dapat terus dikembangkan melalui sinergi pemerintah daerah, TNI-Polri, dinas pertanian, penyuluh, kelompok tani, pelaku usaha, dan masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, produktivitas pertanian diharapkan terus meningkat dan para petani memperoleh kepastian mulai dari proses produksi hingga pemasaran hasil panen, sekaligus mendukung swasembada jagung dan ketahanan pangan nasional.

(Nana. S)