Sergap Target

Berita Terkini

Tim Dosen Polindra Kembangkan Teknologi Electric Press Pada Penekan Swing ARM R4 Untuk Efesiensi Waktu

Indramayu, Sergaptarget.com  Proses pelepasan dan pemasangan bushing pada swing arm kendaraan roda empat (R4) di bengkel otomoti...

Postingan Populer

Minggu, 01 November 2026

Tim Dosen Polindra Kembangkan Teknologi Electric Press Pada Penekan Swing ARM R4 Untuk Efesiensi Waktu


Indramayu, Sergaptarget.com  Proses pelepasan dan pemasangan bushing pada swing arm kendaraan roda empat (R4) di bengkel otomotif umumnya masih menggunakan dongkrak manual yang membutuhkan tenaga fisik besar dan waktu pengerjaan relatif lama dengan permasalahan diatas Tim Dosen Polindra berhasil Kembangkan Penerapan Teknologi Electric Press Pada Penekan Swing ARM R4 Untuk Efesiensi Waktu.

Ditemui Awak media Jumat 30 Oktober 2026, Ketua Tim PKM Polindra
Sukroni Menjelaskan ini merupakan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk menerapkan teknologi electric press pada alat penekan swing arm R4 untuk meningkatkan efisiensi waktu, mempermudah pengoperasian, dan mengurangi beban kerja operator.

Metode pelaksanaan meliputi studi lapangan dan literatur, perancangan dan simulasi, fabrikasi dan perakitan, pengujian fungsi dan performa, serta penyerahan alat kepada mitra.

Dalam Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini kami Tim diantaranya Saya Ketua Sukroni, S.T.,M.T. dan Anggota Titho Endramawan S.Pd.,M.Eng., Anggota Sisty Adi Rachmawati, M.T Wahyu di bantu mahasiswa Wahyu Rohmadhoni D3 Teknik mesin dan Devan Novrizal Hasbia D4 Perancangan manufaktur.

Sukroni menambahkan Alat yang dirancang memiliki dimensi 1500 mm × 600 mm × 100 mm, menggunakan rangka besi channel U, dan ditenagai dongkrak elektrik berkapasitas 3 ton dengan spesifikasi 12 volt dan 100 watt. Hasil pengujian menunjukkan electric press Generasi 1 mampu mengurangi waktu pengepresan pada swing arm Sedan dari 20 menjadi 15 menit, Mini Bus dari 25 menjadi 18 menit, dan SUV dari 30 menjadi 20 menit.

Generasi 2 menghasilkan waktu 5 menit pada MPV dibandingkan 20 menit secara manual, serta 10 menit pada LCGC dibandingkan 27 menit.

Penelitian sebelumnya telah mengembangkan press swing arm berbasis elektrik menggunakan dongkrak berkapasitas 3 ton, namun masih diperlukan penyempurnaan konstruksi dan sistem penekanan, Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan mesin electric press untuk meningkatkan efisiensi waktu, mengurangi beban operator, dan mempermudah proses perawatan kendaraan.

Sebelum Alat diserahkan kepada Mitra dilakukan Pengujian-pengujian yang mendapatkan hasil baik.

Pengujian kemudian digunakan untuk mengetahui efektivitas mesin press yang telah dirancang dalam meningkatkan efisiensi waktu pengerjaan.

Dan Alhamdulillah Alatnya sekarang sudah kami hibahkan kepada UMKM Dea Mobil Bunderan kijang kelurahan Karanganyar kecamatan Indramayu, kabupaten Indramayu, Jawabarat.

Setelah memberikan hibah Alat mesin tersebut kepada UMKM Dea Mobil
Kami tim pengabdian memberikan penjelasan kepada mitra mengenai fungsi dan penggunaan alat, prosedur pengoperasian, aspek keselamatan kerja, serta perawatan dasar mesin.

Melalui penerapan teknologi ini, mitra diharapkan mampu mengoperasikan dan memanfaatkan mesin electric press secara mandiri sehingga proses pengepresan bushing dapat dilakukan dengan lebih mudah, aman, dan efisien serta mampu mengurangi waktu pengerjaan dibandingkan dengan metode sebelumnya.

Respon UMKM Dea Mobil juga Menyambut Antusias dan Positif Pemberian Hibah Alat dari Kami
Karena memang Alat ini bisa menghemat tenaga dan waktu untuk servis dan kaki-kaki mobil, supaya lebih Efesien, ucapnya

Harapanya Mudah-mudahan dengan Pemberian Alat ini UMKM Dea Mobil Bunderan kijang Dapat Meningkatkan Incam dan Kami Polindra Akan terus memberikan kontribusi kepada masyarakat maupun pelaku UMKM di kabupaten Indramayu, ungkap Roni.

(Nana. S)

Tim Wasev TMMD ke-130 Salurkan Sembako untuk Warga Cupunagara


Sergap Target (Subang) - Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Tim Wasev di wilayah pelaksanaan TMMD.

Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di sela-sela agenda kunjungan yang dipimpin Brigjen TNI Edi Yusnandar, S.A.P., M.I.P., CFrA., CGCAE. Dalam kunjungan tersebut, tim juga meninjau perkembangan sasaran fisik dan mengevaluasi pelaksanaan program nonfisik TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang.

Bantuan sembako menjadi salah satu bentuk perhatian kepada masyarakat di sekitar lokasi program. Kehadiran TNI di tengah warga diharapkan tidak hanya mendukung pembangunan desa, tetapi juga mempererat hubungan dan kebersamaan dengan masyarakat.


Melalui rangkaian kegiatan TMMD, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat terus diperkuat untuk mendukung pembangunan wilayah. Kebersamaan tersebut menjadi bagian penting agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Penyaluran sembako ini melengkapi kegiatan kunjungan Tim Wasev di Desa Cupunagara sekaligus menegaskan bahwa pelaksanaan TMMD turut diwarnai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Tim Wasev Tinjau Pembangunan Sarana Air Bersih TMMD ke-130 di Cupunagara


Sergap Target (Subang) - Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD meninjau pembangunan sarana air bersih (SAB) di Kampung Cibulao, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Sabtu (31/10/2026). Peninjauan ini menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan sasaran fisik TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang.

Pembangunan SAB merupakan salah satu sasaran fisik yang ditujukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat mempermudah warga memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua Tim Wasev, Brigjen TNI Edi Yusnandar, S.A.P., M.I.P., CFrA., CGCAE, meninjau langsung fasilitas air bersih yang dibangun melalui program TMMD. Berdasarkan evaluasi pada 31 Oktober 2026, capaian pembangunan fisik TMMD ke-130 secara keseluruhan telah mencapai 82 persen.

Brigjen Edi menegaskan bahwa pelaksanaan TMMD membutuhkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat agar hasil pembangunan memberikan manfaat berkelanjutan.

“Di lapangan, semua kegiatan TMMD dilaksanakan dengan dukungan dan sinergitas Pemkab, masyarakat dan kepolisian, sehingga manfaatnya bisa berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Brigjen TNI Edi Yusnandar.

Melalui pembangunan sarana air bersih ini, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Pemeliharaan fasilitas setelah pembangunan selesai juga menjadi hal penting agar manfaatnya dapat dirasakan warga dalam jangka panjang.

Tim Wasev Tinjau Pembangunan Jalan TMMD ke-130 di Cupunagara


Sergap Target (Subang) - Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD meninjau langsung pembangunan jalan dalam program TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Sabtu (31/10/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan pengerjaan salah satu sasaran fisik utama program tersebut.

Jalan yang dibangun memiliki panjang 1.500 meter dan lebar 4 meter. Pembangunan ini diharapkan dapat memperbaiki akses warga, termasuk mempermudah mobilitas petani dalam mengangkut hasil pertanian.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua Tim Wasev, Brigjen TNI Edi Yusnandar, S.A.P., M.I.P., CFrA., CGCAE, melihat langsung kondisi pengerjaan di lapangan. Berdasarkan evaluasi pada 31 Oktober 2026, capaian pembangunan fisik TMMD ke-130 telah mencapai 82 persen.


Brigjen Edi menyampaikan bahwa pembangunan jalan melalui program TMMD diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas perekonomian warga.

“Hasil TMMD ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat karena adanya akses jalan baru,” ujar Brigjen TNI Edi Yusnandar.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga dan merawat hasil pembangunan setelah diserahterimakan kepada pemerintah daerah. Dengan pemeliharaan yang baik, jalan tersebut diharapkan dapat digunakan dalam jangka panjang dan terus menunjang aktivitas masyarakat Desa Cupunagara.

Kades dan Camat Cisalak Dukung Keberlanjutan Hasil TMMD ke-130


Sergap Target (Subang) - Pemerintah Desa Cupunagara dan Kecamatan Cisalak mendukung keberlanjutan hasil pembangunan TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan kunjungan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) di Desa Cupunagara, Sabtu (31/10/2026).

Kepala Desa Cupunagara, Wahidin Hidayat, mengapresiasi pelaksanaan TMMD yang menghadirkan pembangunan bagi desanya. Ia menegaskan pentingnya menjaga hasil program agar tetap bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami berjanji akan merawat semua hasil pembangunan TMMD ini. Karena ini bukan hanya bangunan, tetapi juga bentuk kepedulian TNI kepada desa kami,” ujar Wahidin.

Senada dengan itu, Camat Cisalak, Ida Halimah, S.Kep., Ns., M.A.P., menyampaikan apresiasi atas pembangunan fasilitas pendukung melalui program TMMD yang dinilai membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


“Kami merasa terbantu dengan kegiatan TMMD yang dilaksanakan di wilayah kami. Adanya tambahan fasilitas pendukung yang dibangun di desa ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Ida Halimah.

Dukungan pemerintah desa dan kecamatan diharapkan dapat mendorong pemeliharaan hasil pembangunan secara berkelanjutan. Dengan keterlibatan pemerintah setempat dan masyarakat, fasilitas yang dibangun melalui TMMD ke-130 diharapkan terus memberikan manfaat bagi warga Desa Cupunagara.

Tim Wasev Apresiasi Capaian TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang


Sergap Target (Subang) - Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev), Brigjen TNI Edi Yusnandar, S.A.P., M.I.P., CFrA., CGCAE., mengapresiasi sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Sabtu (31/10/2026).

Dalam kunjungannya, ia menyampaikan bahwa capaian sasaran fisik TMMD telah mencapai 82 persen, sedangkan sasaran nonfisik mencapai 86 persen. Capaian tersebut dinilai positif di tengah tantangan cuaca musim penghujan yang memengaruhi pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

“Saya mengapresiasi kegiatan TMMD ke-130 ini yang melalui proses cukup panjang dan melibatkan TNI, Polri, serta masyarakat. Pesan saya, tertib administrasi, profesional dalam bekerja, dan lakukan yang terbaik,” ujar Brigjen TNI Edi Yusnandar.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi yang baik antara Dansatgas dengan seluruh unsur terkait agar pekerjaan selesai sesuai rencana. Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat harus menjadi landasan dalam setiap pelaksanaan kegiatan.

Selain itu, ia berpesan agar hasil pembangunan TMMD dipelihara sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Personel Satgas juga diminta mengedepankan pendekatan humanis untuk memperkuat kedekatan TNI dengan rakyat.

“Satgas TMMD harus bisa mengambil hati dan pikiran rakyat. Laksanakan tugas dengan cara humanis dan menyentuh masyarakat, sehingga TNI semakin dicintai rakyat melalui program TMMD ini,” pesannya.

Melalui kunjungan evaluasi tersebut, diharapkan pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang dapat berjalan optimal hingga selesai, dengan hasil pembangunan fisik dan nonfisik yang memberikan manfaat nyata serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Cupunagara.

Dua Bukti Baru Jadi Senjata Hukum, Kuasa Hukum Ahli Waris Minta MA Kaji Ulang Sengketa Takari.


BANGKA – Harapan memperoleh keadilan masih terus diperjuangkan ahli waris almarhum Sri Dwi Joko dan Rahmat Widodo dalam perkara sengketa lahan di kawasan Pantai Takari, Kabupaten Bangka. Melalui kuasa hukumnya, Armansyah, S.S., S.H., pihak ahli waris meminta Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI) mengkaji dan meninjau kembali putusan perkara tersebut berdasarkan fakta hukum dan bukti-bukti baru yang diajukan.

Perjuangan hukum ini bukan perjalanan singkat. Sengketa lahan yang telah bergulir sejak 2020 hingga 2026 tersebut kini memasuki tahapan Peninjauan Kembali (PK), setelah kuasa hukum mengajukan permohonan melalui Pengadilan Negeri Sungailiat pada 4 Juni 2025.

Permohonan PK tersebut diajukan terhadap Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 5058 K/Pdt/2024 tertanggal 14 November 2024.
Dalam perjalanan perkara ini, sebelumnya almarhum Sri Dwi Joko bersama ahli waris Rahmat Widodo juga telah membuat laporan polisi Nomor LP/B/89/V/2024 pada 13 Mei 2024, terkait dugaan pemalsuan tanda tangan dokumen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 KUHP, dengan terlapor Yuli bin Jaharudin (almarhum).

Persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi gugatan perdata yang diajukan pihak Dewi Hartati Pattiasina terhadap almarhum Sri Dwi Joko dan para ahli warisnya.

Hingga saat ini, Armansyah selaku kuasa hukum menyatakan tetap berkomitmen memperjuangkan hak-hak kliennya melalui jalur hukum. Ia berharap proses peradilan dapat berjalan secara objektif, transparan, dan berlandaskan fakta serta ketentuan hukum yang berlaku.

Dua Novum Menjadi Dasar Pengajuan PK
Dalam permohonan Peninjauan Kembali tersebut, pihak pemohon mengajukan dua bukti baru (novum) yang dinilai memiliki relevansi penting terhadap objek sengketa lahan Pantai Takari.

Pertama, dokumen yang berkaitan dengan status kawasan lahan yang dikuasai pihak Dewi Hartati Pattiasina. Menurut pihak pemohon, lokasi tersebut masuk dalam wilayah Pantai Takari yang berdasarkan Surat Keputusan Nomor SK.3924/MENLHK-PSKL/PSL.0/6/2018 tertanggal 7 Juni 2018, yang diterbitkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, merupakan bagian dari tanah negara.
Kedua, Putusan Praperadilan Pengadilan Negeri Pangkalpinang Nomor 1/Prapid/2025/PN Pkp yang berkaitan dengan laporan polisi Nomor LP/B/89/V/2024/SPKT/Polda Kepulauan Bangka Belitung tertanggal 13 Mei 2024, atas nama terlapor Yuli bin Jaharudin (almarhum).

Kedua dokumen tersebut menjadi bagian dari dasar permohonan PK yang diajukan pihak ahli waris. Kuasa hukum berharap majelis hakim Mahkamah Agung dapat memeriksa dan mempertimbangkan seluruh bukti tersebut secara menyeluruh dalam proses peninjauan kembali.

Minta Pengawasan Khusus, Sejumlah Lembaga Disurati. 

Tidak hanya menempuh jalur peradilan, kuasa hukum Armansyah juga menyampaikan surat permohonan pengawasan khusus kepada sejumlah lembaga negara.

Surat tersebut ditujukan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pengawasan Mahkamah Agung (Bawas MA), Kejaksaan Agung, Kapolri, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk permintaan agar proses penanganan perkara mendapatkan perhatian dan pengawasan sesuai kewenangan masing-masing lembaga.
Perkara yang dimaksud tercatat dalam rangkaian Nomor 6/Akta PK/2025/PN Sgl jo. Nomor 52/Pdt.G/2023/PN Sgl jo. Nomor 10/PDT/2024/PT BBL jo. Nomor 5058 K/Pdt/2024.

Pihak kuasa hukum berharap tidak ada intervensi maupun kepentingan pihak mana pun dalam proses pemeriksaan PK tersebut. Mereka meminta agar majelis hakim Mahkamah Agung dapat mengambil keputusan secara independen berdasarkan fakta persidangan, alat bukti, dan ketentuan hukum yang berlaku.

Dugaan Mafia Tanah Dilaporkan ke Kejati Babel
Di sisi lain, ahli waris Rahmat Widodo juga telah melaporkan persoalan tersebut kepada Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung terkait dugaan praktik mafia tanah.

Dalam laporan tersebut, pihak ahli waris mempersoalkan keberadaan dan keabsahan dokumen kepemilikan lahan yang menurut mereka tidak tercatat di Desa Rebo maupun Kecamatan Sungailiat.

Mereka juga mempertanyakan bagaimana lahan yang diklaim sebagai bagian dari tanah negara di kawasan Pantai Takari dapat dikuasai, dipatok, hingga menjadi bagian dari objek sengketa yang kemudian diputus melalui proses peradilan.

Atas persoalan itu, ahli waris meminta aparat penegak hukum menelusuri seluruh dokumen, riwayat penguasaan tanah, serta proses administrasi yang berkaitan dengan objek sengketa.

Dugaan adanya keterlibatan oknum dalam persoalan tersebut juga menjadi hal yang diminta untuk ditelusuri lebih lanjut. Namun, seluruh dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Berharap Mahkamah Agung Menjadi Pintu Terakhir Keadilan. 

Bagi ahli waris almarhum Sri Dwi Joko dan Rahmat Widodo, pengajuan PK bukan sekadar upaya melanjutkan proses hukum. Lebih dari itu, mereka berharap masih ada ruang untuk mendapatkan keadilan atas hak yang selama ini mereka perjuangkan.

Mereka mengaku merasa dirugikan dan berharap seluruh fakta serta bukti yang diajukan dapat dipertimbangkan secara objektif oleh majelis hakim Mahkamah Agung.
Armansyah, S.S., S.H. selaku kuasa hukum menyampaikan harapannya agar Mahkamah Agung benar-benar mengkaji, mengoreksi, dan meninjau kembali perkara tersebut dengan mempertimbangkan seluruh bukti yang diajukan.

Menurutnya, hukum harus menjadi tempat berlindung bagi setiap warga negara, termasuk masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam memperjuangkan hak-haknya.

Prinsip hukum Audi et alteram partem atau kewajiban mendengarkan kedua belah pihak menjadi penting dalam memastikan setiap pihak memperoleh kesempatan yang sama untuk menyampaikan fakta dan pembelaannya.
Demikian pula prinsip Ubi jus ibi remedium, yang mengandung makna bahwa di mana ada hak, di situ harus tersedia upaya hukum untuk memperjuangkannya.

Kini, harapan para ahli waris tertuju pada Mahkamah Agung Republik Indonesia. Mereka berharap proses PK dapat diperiksa secara cermat dan menghasilkan putusan yang berkeadilan bagi seluruh pihak.
Sebab, pada akhirnya, keadilan bukan hanya tentang siapa yang menang atau kalah dalam sebuah perkara, melainkan bagaimana hukum ditegakkan berdasarkan kebenaran, fakta, dan hati nurani.

(HR/TIM) 

Pemdes Dan Masyarakat Desa Tunggul Payung Kec. Lelea Gelar Pesta Adat NgarotIndramayu, Sergaptarget.com Masyarakat Desa Tunggul Payung, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, menggelar Pesta Adat Ngarot Tahun 2026 pada Sabtu (31/10/2026).Kegiatan berlangsung meriah di Balai Desa Tunggul Payung dengan menghadirkan kesenian tradisional dan hiburan musik.Pesta adat yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Indramayu ini berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan antusiasme warga.Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan Tari Topeng dari Sanggar Mulya Bhahari, Desa Tambi, Kecamatan Sliyeg. Sajian seni tradisional tersebut menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memperkenalkan kekayaan kesenian daerah kepada masyarakat.Selain pertunjukan Tari Topeng, acara juga dimeriahkan oleh grup musik ISA STEVANI Music dari Desa Cibereng, Kabupaten Indramayu, yang turut menghibur masyarakat.Kuwu Desa Tunggul Payung, Iis Sugiyanto, turut hadir dalam kegiatan yang menjadi momentum pelestarian tradisi dan budaya lokal tersebut.Pesta Adat Ngarot di Desa Tunggul Payung diharapkan dapat terus menjadi sarana mempererat tali silaturahmi masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya leluhur agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin mencintai budaya daerah serta berperan aktif dalam melestarikan tradisi yang menjadi identitas dan kebanggaan Kabupaten Indramayu. (Nana. S)

Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan KB  Bersama Mitra Kerja

Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan KB Bersama Mitra Kerja



Indramayu, Sergaptarget.com Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) selenggarakan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga Kependudukan ean KB  bersama mitra kerja di wilayah kecamatan Widasari bertempat di aula ex kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Widasari minggu 1/11/2026.

Jaga Tradisi dan Budaya Masyarakat, Kapolresta Cirebon Pimpin Langsung Pengamanan Memayu Buyut TrusmiCIREBON – Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., memimpin langsung pengamanan tradisi Memayu Buyut Trusmi yang berlangsung di Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Minggu (1/11/2026). Sebanyak 361 personel gabungan diterjunkan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan budaya tahunan tersebut berjalan aman, tertib, dan lancar.Dalam pelaksanaannya, Kapolresta Cirebon didampingi Wakil Bupati Cirebon H. Agus Kurniawan Budiman. Pengamanan melibatkan personel Polresta Cirebon, Polsek jajaran, Kodim 0620 Kabupaten Cirebon, Denpom III/3 Siliwangi, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon.Sebelum kegiatan dimulai, Kapolresta Cirebon memimpin apel kesiapan, dilanjutkan dengan arahan pimpinan pasukan (APP) dan Tactical Wall Game (TWG) di halaman Mapolsek Weru. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh personel memahami tugas, tanggung jawab, pola pengamanan, serta langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan selama kegiatan berlangsung.Tradisi Memayu Buyut Trusmi merupakan warisan budaya turun-temurun masyarakat setempat yang dilaksanakan setiap tahun untuk menyambut datangnya musim hujan. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud pelestarian budaya sekaligus momentum mempererat kebersamaan dan gotong royong masyarakat.Suasana kegiatan berlangsung meriah dengan menampilkan barisan pusaka, para sesepuh desa, serta pejabat daerah. Berbagai kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat turut ditampilkan, mulai dari ogoh-ogoh, pertunjukan tari tradisional, kerajinan batik, makanan khas Cirebon, hingga beragam kesenian musik tradisional maupun modern.Arak-arakan budaya dimulai dari Kramat Buyut Trusmi, melintasi Jalan Buyut Trusmi, Jalan Syekh Datul Kahfi, Jalan Otista Weru, dan Jalan Panembahan, sebelum kembali ke kawasan Buyut Trusmi.Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama menegaskan bahwa pengamanan kegiatan budaya masyarakat merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.Menurutnya, Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga hadir untuk mendukung pelestarian tradisi dan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Kabupaten Cirebon."Melalui pengamanan ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat mengikuti dan menikmati seluruh rangkaian tradisi Memayu Buyut Trusmi dengan aman dan nyaman. Kami juga mengedepankan sinergi bersama TNI, pemerintah daerah, serta seluruh unsur terkait agar kegiatan budaya masyarakat dapat berlangsung tertib dan kondusif," ungkapnya.Selain pengamanan di sepanjang jalur arak-arakan, Polresta Cirebon bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon juga melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan dan memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar.Kapolresta Cirebon turut mengapresiasi seluruh personel gabungan dan masyarakat yang telah bersama-sama menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.Berkat kesiapan personel, koordinasi lintas instansi, serta dukungan masyarakat, seluruh rangkaian tradisi Memayu Buyut Trusmi berakhir sekitar pukul 10.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, lancar, dan kondusif.Kehadiran langsung Kapolresta Cirebon dalam pengamanan tersebut menjadi wujud nyata komitmen Polri untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat, menjaga keamanan sekaligus mendukung keberlangsungan tradisi dan budaya lokal sebagai bagian dari kekayaan Kabupaten Cirebon.

Minggu Kasih di GPDI Jamblang, Kapolresta Cirebon Perkuat Silaturahmi dan Komitmen Jaga Kerukunan Umat Beragama