Berita Terkini

Gebrakan Seribu Suluk di Kota Jalur: Rokan Hulu "Jemput Marwah" Menuju Tuan Rumah 2027

KUANTAN SINGINGI — Terik matahari di Tepian Sungai Narosa, Kuantan Singingi, Sabtu (27/6/2026), tak sedikit pun menyurutkan semangat ribuan ...

Postingan Populer

Senin, 29 Juni 2026

Gebrakan Seribu Suluk di Kota Jalur: Rokan Hulu "Jemput Marwah" Menuju Tuan Rumah 2027




KUANTAN SINGINGI — Terik matahari di Tepian Sungai Narosa, Kuantan Singingi, Sabtu (27/6/2026), tak sedikit pun menyurutkan semangat ribuan pasang kaki yang melangkah berirama. Hari itu, Kota Teluk Kuantan mendadak berubah menjadi lautan warna dan bunyi. Di tengah riuh rendah tabuhan musik tradisional dan gemuruh tepuk tangan warga, rombongan dari Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) sukses mencuri perhatian publik pada Pawai Taaruf pembukaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-XLIV tingkat Provinsi Riau.


​Bukan sekadar ikut meramaikan, Negeri Seribu Suluk seolah-olah sedang "menjemput marwah". Dengan kekuatan penuh tak kurang dari 3.000 peserta barisan Rohul membentang panjang, menciptakan pemandangan spektakuler dari garis start di Simpang Tugu Pelajar hingga garis finish di Pusat Purna MTQ.

​Ada pemandangan menarik yang menjadi buah bibir di sepanjang rute pawai. Di saat para pejabat biasanya menunggu di panggung kehormatan, Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, bersama Ketua TP PKK, dr. Yeni Dwi Putri, justru memilih turun ke jalan.

​Tak sendirian, mereka didampingi Wakil Bupati H. Syafaruddin Poti, SH, MM, dan Ketua GOW, Hj. Masni Taher. Dengan pakaian Melayu yang anggun dan bersahaja, jajaran nomor satu di Rohul ini memilih berjalan kaki di barisan paling belakang. 


​"Kami ingin memastikan seluruh rombongan, dari para pejabat, camat, kepala desa, kepala sekolah, hingga seluruh peserta pawai, sampai ke garis finish dengan selamat dan bahagia," ujar Bupati Anton di sela-sela pawai.


​Langkah kaki para pemimpin ini seolah menjadi bahan bakar semangat bagi rombongan Forkopimda dan aparatur daerah yang ikut berpeluh keringat di bawah langit Kuansing. Atraksi dari Marcing Band Gita Karya Praja, rebana, hingga atraksi seni budaya khas Rokan Hulu ditampilkan sepanjang jalan, membius mata masyarakat Kuantan Singingi yang memadati trotoar.

​Kehadiran massal dan totalitas Rokan Hulu dalam pawai yang dilepas oleh Asisten I Provinsi Riau, H. Zulkifli Syukur, MA, M.Si, ini bukan tanpa alasan. Unjuk kekompakan ini adalah sebuah maklumat visual kepada seluruh kabupaten/kota se-Riau.

​Rohul sedang mengirim pesan tegas, Tahun 2027, Rokan Hulu siap menjadi tuan rumah MTQ Provinsi Riau ke-XLV (45). Kemeriahan yang disuguhkan di Kuansing hari ini barulah sebuah mukadimah dari apa yang akan di sajikan tahun depan di tanah Seribu Suluk.


​Bupati Anton tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas dedikasi warganya.
​"Apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh rombongan. Kekompakan ini, atraksi budaya ini, adalah wajah asli Rokan Hulu. Kita tidak hanya datang untuk bertanding, tapi untuk mempererat silaturahmi dan menunjukkan bahwa Rohul siap menyambut Riau di tahun 2027 nanti," ungkapnya penuh optimisme.
​Momen hangat terjadi saat rombongan Rokan Hulu melintasi panggung utama. Langkah kaki Bupati Anton dan Wakil Bupati Syafaruddin Poti sempat berhenti sejenak. Di atas panggung, Bupati Kuansing DR. H. Suhardiman Ambyar, MM, dan Wakil Bupati H. Muklisin telah menunggu dengan senyum lebar.

​Sebuah cenderamata sebagai bentuk tali asih diserahkan langsung oleh pemimpin Rohul kepada pemimpin Kuansing. Sebuah simbol diplomasi budaya yang manis, tanda hormat dari sang tamu kepada sang tuan rumah, sekaligus doa agar perhelatan syiar Islam di Kuansing berjalan sukses.

​Pawai mungkin telah usai begitu peserta menyentuh tepian Sungai Narosa, namun getaran semangat dan kekompakan yang ditinggalkan kontingen Rokan Hulu hari itu akan terus membekas setidaknya hingga mereka benar-benar membuktikan janji kemeriahan yang lebih besar di rumah sendiri, tahun depan.

***Hobbi Pargaulan*""

Gebrakan Seribu Suluk di Kota Jalur: Rokan Hulu "Jemput Marwah" Menuju Tuan Rumah 2027




KUANTAN SINGINGI — Terik matahari di Tepian Sungai Narosa, Kuantan Singingi, Sabtu (27/6/2026), tak sedikit pun menyurutkan semangat ribuan pasang kaki yang melangkah berirama. Hari itu, Kota Teluk Kuantan mendadak berubah menjadi lautan warna dan bunyi. Di tengah riuh rendah tabuhan musik tradisional dan gemuruh tepuk tangan warga, rombongan dari Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) sukses mencuri perhatian publik pada Pawai Taaruf pembukaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-XLIV tingkat Provinsi Riau.


​Bukan sekadar ikut meramaikan, Negeri Seribu Suluk seolah-olah sedang "menjemput marwah". Dengan kekuatan penuh tak kurang dari 3.000 peserta barisan Rohul membentang panjang, menciptakan pemandangan spektakuler dari garis start di Simpang Tugu Pelajar hingga garis finish di Pusat Purna MTQ.
​Ada pemandangan menarik yang menjadi buah bibir di sepanjang rute pawai. Di saat para pejabat biasanya menunggu di panggung kehormatan, Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, bersama Ketua TP PKK, dr. Yeni Dwi Putri, justru memilih turun ke jalan.

​Tak sendirian, mereka didampingi Wakil Bupati H. Syafaruddin Poti, SH, MM, dan Ketua GOW, Hj. Masni Taher. Dengan pakaian Melayu yang anggun dan bersahaja, jajaran nomor satu di Rohul ini memilih berjalan kaki di barisan paling belakang. 

​"Kami ingin memastikan seluruh rombongan, dari para pejabat, camat, kepala desa, kepala sekolah, hingga seluruh peserta pawai, sampai ke garis finish dengan selamat dan bahagia," ujar Bupati Anton di sela-sela pawai.


​Langkah kaki para pemimpin ini seolah menjadi bahan bakar semangat bagi rombongan Forkopimda dan aparatur daerah yang ikut berpeluh keringat di bawah langit Kuansing. Atraksi dari Marcing Band Gita Karya Praja, rebana, hingga atraksi seni budaya khas Rokan Hulu ditampilkan sepanjang jalan, membius mata masyarakat Kuantan Singingi yang memadati trotoar.
​Kehadiran massal dan totalitas Rokan Hulu dalam pawai yang dilepas oleh Asisten I Provinsi Riau, H. Zulkifli Syukur, MA, M.Si, ini bukan tanpa alasan. Unjuk kekompakan ini adalah sebuah maklumat visual kepada seluruh kabupaten/kota se-Riau.

​Rohul sedang mengirim pesan tegas, Tahun 2027, Rokan Hulu siap menjadi tuan rumah MTQ Provinsi Riau ke-XLV (45). Kemeriahan yang disuguhkan di Kuansing hari ini barulah sebuah mukadimah dari apa yang akan di sajikan tahun depan di tanah Seribu Suluk.

​Bupati Anton tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas dedikasi warganya.
​"Apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh rombongan. Kekompakan ini, atraksi budaya ini, adalah wajah asli Rokan Hulu. Kita tidak hanya datang untuk bertanding, tapi untuk mempererat silaturahmi dan menunjukkan bahwa Rohul siap menyambut Riau di tahun 2027 nanti," ungkapnya penuh optimisme.
​Momen hangat terjadi saat rombongan Rokan Hulu melintasi panggung utama. Langkah kaki Bupati Anton dan Wakil Bupati Syafaruddin Poti sempat berhenti sejenak. Di atas panggung, Bupati Kuansing DR. H. Suhardiman Ambyar, MM, dan Wakil Bupati H. Muklisin telah menunggu dengan senyum lebar.

​Sebuah cenderamata sebagai bentuk tali asih diserahkan langsung oleh pemimpin Rohul kepada pemimpin Kuansing. Sebuah simbol diplomasi budaya yang manis, tanda hormat dari sang tamu kepada sang tuan rumah, sekaligus doa agar perhelatan syiar Islam di Kuansing berjalan sukses.

​Pawai mungkin telah usai begitu peserta menyentuh tepian Sungai Narosa, namun getaran semangat dan kekompakan yang ditinggalkan kontingen Rokan Hulu hari itu akan terus membekas setidaknya hingga mereka benar-benar membuktikan janji kemeriahan yang lebih besar di rumah sendiri, tahun depan. 

***Hobbi Pargaulan***

Serasi Berbusana Bercorakkan Melayu Emas, Bupati Anton Bawa Semangat Rohul Siap Sukseskan Tuan Rumah MTQ Riau ke-45



​KUANTAN SINGINGI — Gema ayat-ayat suci Al-Quran berpadu indah dengan keluhuran budaya Melayu menandai dibukanya secara resmi Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Riau ke-XLIV (44) tahun 2026. Perhelatan akbar ini berpusat di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) sebagai tuan rumah.


​Acara dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, H. SF Hariyanto, yang ditandai dengan pemukulan beduk secara serentak bersama seluruh Kepala Daerah se-Provinsi Riau pada Sabtu malam (27/6/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.
​Kemeriahan malam pembukaan diawali dengan parade defile yang memukau dari seluruh kafilah perwakilan kabupaten/kota se-Provinsi Riau. Ribuan pasang mata masyarakat dan tamu undangan yang memadati areal utama MTQ Kuansing disuguhkan penampilan tari persembahan yang anggun serta berbagai atraksi seni religius yang memikat.


​Di antara barisan tamu kehormatan, kehadiran Bupati Rokan Hulu (Rohul), Anton, ST, MM, bersama Ketua TP PKK Rohul, Ny. dr. Yeni Dwi Putri, mencuri perhatian. Pasangan pemimpin Rohul ini tampil serasi dan elegan dalam balutan pakaian adat Melayu berwarna hitam dengan corak motif keemasan yang mewah, menyatu sempurna dalam atmosfer kemegahan malam pembukaan.

​Dalam sambutannya sebelum memukul beduk pembukaan, Plt Gubernur Riau, H. SF Hariyanto, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi selaku tuan rumah, serta seluruh kafilah yang siap berkompetisi. Beliau menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan seremonial tahunan.


​"MTQ ke-44 ini adalah momentum emas bagi kita semua untuk kembali membumikan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari dan dalam roda pemerintahan. Syiar Islam yang berkumandang di Bumi Lancang Kuning harus menjadi pondasi moral, pemersatu umat, sekaligus motor penggerak pembangunan Riau yang maju, agamis, dan bermartabat," ujar H. SF Hariyanto.


​Beliau juga menambahkan, "Kepada seluruh qari dan qariah yang bertanding, jaga sportivitas dan berikan penampilan terbaik. Jadikan ajang ini sebagai sarana mempererat silaturahmi antar-daerah di Riau."
​Ditemui seusai acara pembukaan, Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, menyatakan rasa syukur dan optimismenya terhadap keikutsertaan Kafilah Rokan Hulu pada MTQ tingkat provinsi tahun ini. Dengan pakaian Melayu hitam bermotif emas yang dipakainya, Anton menegaskan bahwa Kabupaten Rokan Hulu datang dengan persiapan matang.


​"Alhamdulillah, malam pembukaan malam ini sangat megah dan luar biasa. Untuk Kafilah Rokan Hulu, kita sudah melakukan persiapan dan pembinaan yang maksimal jauh-jauh hari sebelum bertolak ke Kuansing. Kami optimis para qari dan qariah kita mampu memberikan penampilan terbaik dan bersaing secara sehat di semua cabang perlombaan," ungkap Bupati Anton didampingi Ketua TP PKK Rohul, Ny. dr. Yeni Dwi Putri.


​Lebih lanjut, Bupati Anton juga menitipkan pesan khusus kepada seluruh peserta dan official dari Negeri Seribu Suluk agar senantiasa menjaga kesehatan serta kekompakan selama perhelatan berlangsung. "Target kita tentu ingin meraih prestasi terbaik, namun yang paling utama adalah menjaga nama baik daerah, menjaga kesehatan, dan menjadikan momentum MTQ ini untuk mempertebal syiar Islam serta ukhuwah islamiyah," tambahnya.

​Selain berfokus pada target prestasi di Kuansing, momen MTQ ke-44 ini juga menjadi ajang pembelajaran penting bagi Rokan Hulu. Pasalnya, Kabupaten Rokan Hulu telah resmi ditunjuk dan ditetapkan untuk menjadi tuan rumah pada perhelatan akbar MTQ tingkat Provinsi Riau ke-XLV (45) tahun 2027 mendatang.

​Menanggapi amanah besar tersebut, Bupati Anton menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu sudah mulai melakukan pemetaan dan persiapan awal, baik dari sisi infrastruktur maupun manajemen pelaksanaan.

​"Menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Riau ke-45 tahun 2027 adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh masyarakat Negeri Seribu Suluk. Kehadiran kami di Kuansing malam ini juga sekaligus untuk melihat, mempelajari, dan mengevaluasi sistem penyelenggaraan yang sukses diterapkan di sini. Kami berkomitmen untuk mempersiapkan segalanya dengan matang agar tahun depan Rokan Hulu bisa memberikan penyambutan dan menyelenggarakan MTQ yang tidak kalah megah dan sukses," pungkas Bupati Anton. 
​Dengan telah ditabuhnya beduk pembukaan, seluruh rangkaian perlombaan MTQ ke-44 tingkat Provinsi Riau resmi dimulai. Seluruh kabupaten/kota, termasuk Kafilah Rokan Hulu, kini bersiap menurunkan talenta-talenta terbaik mereka demi memperebutkan gelar juara umum dan membawa pulang piala bergengsi ke daerah masing-masing, sekaligus menatap estafet kepemimpinan tuan rumah di tahun berikutnya.

***Hobbi Pargaulan***

Kemeriahan Warnai Nobar Piala Dunia Belanda VS Maroko Yang Digelar Kodim 0735/Surakarta

Surakarta  - TNI menggelar kegiatan nonton bersama (Nobar) Kebangsaan pertandingan sepak bola Piala Dunia 2026 bersama masyarakat di satuan jajaran TNI di seluruh Indonesia. Acara ini digelar mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026.

Kali ini Kodim 0735/Surakarta kembali menggelar nonton bersama warga masyarakat bertempat di Koramil 04/Jebres pada Selasa (30/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari sinergi strategis antara Kementerian Pertahanan, TNI, dan TVRI. Tujuannya, untuk membangun semangat nasionalisme, memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, serta meningkatkan kebersamaan melalui momentum perhelatan sepak bola dunia.

"Selain menjadi sarana hiburan dan kebersamaan bagi masyarakat, Nobar Kebangsaan juga diharapkan dapat kemanunggalan antara TNI dan masyarakat di wilayah. 

Pasiter Kodim 0735/Surakarta, Kapten Inf Sukardi menyampaikan bahwa kegiatan Nonton Bareng Kebangsaan tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sebagai media komunikasi sosial yang efektif untuk mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Kegiatan nobar ini merupakan salah satu upaya untuk memperkuat tali silaturahmi antara TNI dengan seluruh elemen masyarakat. Melalui kegiatan sederhana seperti ini, diharapkan terjalin komunikasi yang semakin baik, sehingga kemanunggalan TNI dan rakyat semakin kokoh,” ujar Kapten inf Sukardi.

Lebih lanjut disampaikan, olahraga, khususnya sepak bola, merupakan salah satu cabang olahraga yang mampu menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang. Oleh karena itu, momentum pertandingan Piala Dunia dimanfaatkan sebagai wahana untuk membangun kebersamaan, persatuan dan rasa nasionalisme di tengah masyarakat.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Kemeriahan Warnai Nobar Piala Dunia Belanda VS Maroko Yang Digelar Kodim 0735/Surakarta

Surakarta  - TNI menggelar kegiatan nonton bersama (Nobar) Kebangsaan pertandingan sepak bola Piala Dunia 2026 bersama masyarakat di satuan jajaran TNI di seluruh Indonesia. Acara ini digelar mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026.

Kali ini Kodim 0735/Surakarta kembali menggelar nonton bersama warga masyarakat bertempat di Koramil 04/Jebres pada Selasa (30/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari sinergi strategis antara Kementerian Pertahanan, TNI, dan TVRI. Tujuannya, untuk membangun semangat nasionalisme, memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, serta meningkatkan kebersamaan melalui momentum perhelatan sepak bola dunia.

"Selain menjadi sarana hiburan dan kebersamaan bagi masyarakat, Nobar Kebangsaan juga diharapkan dapat kemanunggalan antara TNI dan masyarakat di wilayah. 

Pasiter Kodim 0735/Surakarta, Kapten Inf Sukardi menyampaikan bahwa kegiatan Nonton Bareng Kebangsaan tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sebagai media komunikasi sosial yang efektif untuk mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Kegiatan nobar ini merupakan salah satu upaya untuk memperkuat tali silaturahmi antara TNI dengan seluruh elemen masyarakat. Melalui kegiatan sederhana seperti ini, diharapkan terjalin komunikasi yang semakin baik, sehingga kemanunggalan TNI dan rakyat semakin kokoh,” ujar Kapten inf Sukardi.

Lebih lanjut disampaikan, olahraga, khususnya sepak bola, merupakan salah satu cabang olahraga yang mampu menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang. Oleh karena itu, momentum pertandingan Piala Dunia dimanfaatkan sebagai wahana untuk membangun kebersamaan, persatuan dan rasa nasionalisme di tengah masyarakat.

Penulis : Arda 72

Satresnarkoba Polres Wonosobo Ungkap Peredaran Tembakau Sintetis, Satu Tersangka Diamankan



Wonosobo,Satresnarkoba Polres Wonosobo mengungkap kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika jenis tembakau sintetis. Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial ABZ (22) beserta barang bukti tembakau sintetis seberat bruto 16,36 gram.

Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, S.I.K., M.M. dalam konferensi pers di Mapolres Wonosobo, Senin (29/6/2026), mengatakan pengungkapan kasus berawal dari laporan masyarakat mengenai dugaan penyalahgunaan narkotika di wilayah Kecamatan Wonosobo. Berbekal informasi tersebut, Satresnarkoba melakukan penyelidikan hingga menangkap tersangka di sebuah rumah di Kecamatan Wonosobo pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

"Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah paket tembakau sintetis yang disimpan di dalam tas selempang milik tersangka. Selain itu, turut diamankan kertas papir dan satu unit telepon genggam yang diduga digunakan sebagai sarana transaksi," kata Kapolres.

Hasil pemeriksaan menunjukkan, tersangka memperoleh tembakau sintetis melalui akun di media sosial Instagram. Sebagian barang tersebut rencananya akan digunakan untuk konsumsi pribadi, sedangkan sisanya akan diperjualbelikan.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat sebagaimana dimaksud dalam Primer Pasal 114 Ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo Permenkes RI Nomor 15 Tahun 2025 tentang perubahan penggologan narkotika Jo UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang penyesuaian Pidana Subsider pasal 609 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 1 Tahun 2023 Tentang KUHP Jo Permenkes RI Nomor 15 Tahun 2025 tentang perubahan penggologan narkotika Jo Pasal VII angka 50 UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Kasat Resnarkoba Polres Wonosobo AKP Teguh Sukoso mengatakan pengungkapan tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menekan peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Wonosobo.

"Keberhasilan ini tidak lepas dari informasi yang diberikan masyarakat. Kami mengapresiasi partisipasi masyarakat dan akan terus melakukan penindakan terhadap segala bentuk penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika. Kami juga mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak mencoba ataupun terlibat dalam penyalahgunaan narkoba karena dampaknya sangat merusak dan ancaman hukumannya juga berat," ujar Teguh.

Ia mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif dengan melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan sekitarnya.
"Peredaran narkoba tidak bisa diberantas oleh kepolisian sendiri. Dibutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar Wonosobo tetap aman dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika," pungkasnya.

Arifin

Selama Juni 2026, Satreskrim Polresta Cirebon Ungkap 9 Kasus dan Amankan 10 Tersangka


Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Cirebon menunjukkan taringnya dalam memberantas berbagai tindak kejahatan di Kabupaten Cirebon. Sepanjang periode Juni 2026, Polresta Cirebon berhasil mengungkap total 9 kasus tindak pidana dan meringkus 10 tersangka. 

Seluruh hasil capaian operasi penegakan hukum tersebut dipaparkan langsung dalam kegiatan konferensi pers yang dipimpin oleh Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., dengan didampingi Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H., di Aula Vicon Mapolresta Cirebon, pada Senin (29/6/2026).
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol. Imara Utama, menjelaskan, dari total sepuluh tersangka yang diamankan, rincian kasusnya didominasi tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) roda dua sebanyak 5 kasus dengan 6 tersangka. 

Selain itu, petugas juga berhasil mengungkap 2 kasus kekerasan seksual dengan 2 tersangka, 1 kasus penipuan dan penggelapan dengan 1 tersangka, serta 1 kasus kebiasaan membeli barang dengan tidak melunaskan pembayaran sama sekali yang menjerat 1 orang tersangka.

"​Pada klaster kasus curanmor, kasus pertama menjerat tersangka berinisial IA yang nekat mencongkel jendela rumah warga di wilayah Kecamatan Pabuaran, menggunakan obeng untuk menggasak sepeda motor, uang tunai Rp 8 juta, dan menguras saldo ATM korban sebesar 2,1 juta rupiah," katanya.

Ia mengatakan, kasus curanmor kedua terjadi di warung pinggir jalan di wilayah Kecamatan Pabuaran. Saat itu, dua tersangka MN dan MH berkomplot menggasak sepeda motor setelah mencuri kuncinya dari etalase saat pemilik warung tertidur. 

Dalam kasus ketiga berhasil digagalkan oleh warga di area pesawahan wilayah Kecamatan Greged. Saat itu, tersangka DA tepergok mendorong motor Honda Supra X 125 milik petani. 

Dua kasus curanmor lainnya merupakan pengungkapan kasus lama bermodus merusak kunci kontak dan memanfaatkan pintu rumah yang tidak terkunci, masing-masing menjerat tersangka AP di Kecamatan Plered, serta tersangka LA di Kecamatan Talun. 

"Para tersangka kasus curanmor dijerat dengan Pasal 477 UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP," ujarnya.

​Sementara itu, pada klaster kasus kekerasan seksual, Satreskrim Polresta Cirebon berhasil mengamankan tersangka SKT di sebuah rumah kontrakan kawasan Kecamatan Sumber. Tersangka SKT ditangkap setelah tepergok merekam dua orang perempuan tetangga kontrakannya yang sedang mandi secara diam-diam melalui celah ventilasi udara menggunakan kamera ponsel pintarnya. 

Kasus kekerasan seksual kedua menjerat tersangka RM di wilayah Kecamatan Sumber, karena terbukti melakukan pelecehan fisik secara paksa di sebuah gang terhadap seorang perempuan yang sedang berjalan pulang. 

"Tersangka SKT dijerat Undang-Undang Pornografi dan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), sedangkan tersangka RM dijerat Pasal 415 dan 417 UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP," jelasnya.

​Tak berhenti di situ, petugas juga menuntaskan kasus penipuan berkedok penyaluran tenaga kerja ke luar negeri yang menjerat mantan pimpinan lembaga pelatihan kerja berinisial MS di Desa Pabuaran Lor. Tersangka MS terbukti menipu para korbannya dengan menjanjikan kontrak kerja di negara Turki dan menguras uang mereka melalui beberapa kwitansi, namun janji tersebut tidak pernah terealisasi. 

Di tempat terpisah, Satreskrim juga menahan tersangka AS dalam kasus kebiasaan membeli barang tanpa melunaskan sama sekali. Tersangka AS terbukti melakukan penipuan dalam transaksi jual beli bawang merah dan bibit bawang di wilayah Pangenan dan Gebang senilai total ratusan juta rupiah, di mana pelaku memberikan jaminan dokumen palsu dan mengingkari surat kesepakatan cicilan hutang yang telah dibuatnya. 

"Saat ini, seluruh tersangka mendekam di sel tahanan demi mempertanggungjawabkan perbuatannya, dan kami berjanji akan terus meningkatkan patroli serta penindakan tegas demi menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Cirebon," pungkasnya.

Kapolresta Cirebon juga mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan, mengamankan kendaraan maupun barang berharganya, serta tidak mudah percaya terhadap berbagai modus penipuan yang menjanjikan keuntungan atau pekerjaan secara instan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila mengetahui atau menjadi korban tindak pidana melalui kantor kepolisian terdekat atau menghubungi Hotline Polri 110 yang siap melayani pengaduan masyarakat selama 24 jam.

Melalui pengungkapan berbagai kasus tersebut, Polresta Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menghadirkan penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan.((Edi Babil))

Polresta Cirebon Musnahkan Belasan Ribu Botol Miras dan Ribuan Knalpot Brong

​Polresta Cirebon menggelar pemusnahan massal barang bukti berupa belasan ribu botol minuman keras (miras) dan ribuan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis. Pemusnahan tersebut merupakan hasil Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) di wilayah hukum Polresta Cirebon periode Maret - Juni 2026. 

Kegiatan itu dilaksanakan secara terbuka di halaman Mapolresta Cirebon pada Senin (29/6/2026). Kegiatan dalam rangka penegakan hukum dan cipta kondisi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., dengan didampingi Wakapolresta Cirebon AKBP Eko Munarianto, S.I.K., M.H. 

Pemusnahan miras hingga knalpot tersebut juga disaksikan oleh jajaran Forkopimda dan kepala dinas terkait, serta perwakilan dari Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri Sumber, MUI Kabupaten Cirebon, Pejabat Utama (PJU), dan seluruh Kapolsek jajaran Polresta Cirebon.

​Dalam sambutannya, Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama menjelaskan bahwa barang bukti yang dimusnahkan kali ini meliputi 3.808 botol miras pabrikan dari berbagai merek, 11.105 botol miras tradisional jenis ciu, 890 liter miras tradisional jenis tuak, serta 3.462 buah knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis. 

"Keberhasilan penyitaan dalam jumlah besar ini merupakan buah nyata dari kerja sama dan sinergitas yang solid antara Polresta Cirebon bersama TNI, Satpol PP, Pemerintah Daerah, serta seluruh instansi terkait dalam memberantas penyakit masyarakat yang berpotensi memicu gangguan keamanan," katanya.

​Lebih lanjut, Kombes Pol. Imara Utama mengingatkan seluruh pihak untuk membayangkan dampak negatif yang timbul apabila belasan ribu botol minuman keras tersebut sampai beredar luas dan dikonsumsi oleh elemen masyarakat. Menurutnya, tidak sedikit tindak kriminalitas, perkelahian, maupun gangguan ketertiban umum di jalanan yang berakar dari konsumsi miras serta provokasi suara bising knalpot brong.

Karenanya, capaian penindakan tersebut dinilai sebagai komitmen keras untuk melindungi warga Kabupaten Cirebon dari pengaruh buruk yang dapat merusak kondusivitas daerah. Pihaknya juga menyatakan pelaksanaan pemusnahan di area publik sengaja dipilih sebagai bentuk transparansi akuntabilitas kerja kepolisian sekaligus sarana edukasi.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon mulai sadar untuk menjauhi minuman keras serta tidak lagi memasang knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis pada kendaraannya demi mewujudkan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman demi kepentingan bersama," pungkasnya.

Kurang Dari 24 jam,Polres Wonosobo Ungkap Palaku Pembobol Rumah



Wonosobo, Satreskrim Polres Wonosobo mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di sebuah rumah di Kelurahan Jaraksari, Kecamatan Wonosobo. Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan seorang tersangka berinisial S (32), warga Kabupaten Brebes, beserta sejumlah barang bukti milik korban.

Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, S.I.K., M.M., dalam konferensi pers di Mapolres Wonosobo, Senin (29/6/2026), mengatakan pengungkapan kasus ini merupakan hasil penyelidikan cepat yang dilakukan Satreskrim setelah menerima laporan dari korban.

"Berbekal olah tempat kejadian perkara, keterangan para saksi, rekaman CCTV, serta pelacakan terhadap telepon genggam milik korban, petugas berhasil mengidentifikasi dan menangkap pelaku kurang dari 24 jam setelah kejadian," ujar Kapolres.

Peristiwa pencurian terjadi pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Pelaku diduga masuk ke rumah korban melalui tower yang berada di samping rumah, kemudian masuk melalui pintu lantai dua yang tidak terkunci. Setelah berhasil masuk, pelaku mengambil sejumlah barang berharga yang berada di dalam kamar tanpa diketahui penghuni rumah.

Korban baru mengetahui kejadian tersebut sekitar pukul 05.00 WIB setelah diberitahu oleh anaknya bahwa dua unit telepon genggam telah hilang. Saat dilakukan pengecekan, korban juga mendapati satu unit telepon genggam lainnya, sebuah tablet, serta tas jinjing telah raib. Total kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp10 juta.

Dari hasil pelacakan menggunakan akun email, salah satu telepon genggam korban sempat terdeteksi berada di wilayah Banyumas, kemudian berpindah ke Cengkareng, Jakarta Barat. 

Berdasarkan petunjuk tersebut, Tim Resmob Satreskrim Polres Wonosobo melakukan pengembangan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan tersangka pada Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 07.00 WIB. Dalam pemeriksaan, tersangka mengakui telah melakukan pencurian di rumah korban.

Polisi turut mengamankan barang bukti berupa dua unit Samsung Galaxy A03s dan Galaxy A55, satu unit Redmi Note 12 Pro, satu unit Xiaomi Pad 5, serta satu tas jinjing warna merah muda yang merupakan milik korban.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 477 ayat (1) huruf e dan huruf f Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun atau pidana denda paling banyak 500 juta rupiah.

Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Arif Kristiwan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dengan memastikan seluruh pintu dan akses masuk rumah dalam keadaan terkunci, terutama saat malam hari maupun ketika rumah ditinggalkan. Ia juga mengajak masyarakat untuk segera melapor kepada kepolisian apabila mengetahui atau menjadi korban tindak pidana, sehingga dapat segera ditindaklanjuti dan meningkatkan peluang pengungkapan kasus.

Arifin

Lapas kabupaten Bengkalis Riau melebihi kapasitasnya




Bengkalis– Kondisi hunian narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis yang telah melebihi kapasitas menjadi perhatian serius berbagai pihak.

Kepadatan penghuni dinilai perlu segera mendapat solusi agar tidak menimbulkan persoalan baru dalam pembinaan maupun keamanan di dalam lapas.

Berdasarkan keterangan selaku  Humas Lapas Kelas IIA Bengkalis,pak  Iwin, jumlah warga binaan yang menghuni lapas saat ini mencapai sekitar 1.800 orang. Keterangan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan silaturahmi sejumlah awak media beberapa waktu lalu.

Saat ditanya mengenai kondisi lapas yang sudah sangat padat,pak  Iwin sempat melontarkan pernyataan bernada guyon dengan mengatakan, "Kalau sudah penuh, ya pasang tenda di halaman pihak keluarga napi tak di benar kan masuk kan makan seperti B2 ..kata humas nya 

Meski disampaikan dalam suasana santai, pernyataan tersebut menggambarkan betapa seriusnya persoalan kelebihan kapasitas yang tengah dihadapi Lapas Bengkalis. 

Kondisi ini tentu menjadi tantangan bagi petugas dalam memberikan pembinaan sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas.

Dalam beberapa bulan terakhir, jumlah tersangka yang masuk ke Lapas Bengkalis, khususnya dari kasus penyalahgunaan narkotika serta tindak pidana lainnya, terus bertambah. Di sisi lain, jumlah warga binaan yang bebas karena telah selesai menjalani masa hukuman dinilai belum mampu mengimbangi laju penambahan penghuni baru.

Apabila kondisi ini terus berlanjut tanpa adanya langkah konkret, dikhawatirkan tingkat kepadatan akan semakin meningkat.

Karena itu, diperlukan perhatian dari pemerintah, khususnya instansi terkait, untuk mencari solusi jangka pendek maupun jangka panjang, seperti penambahan kapasitas hunian, pemindahan narapidana ke lapas lain yang masih memiliki ruang, atau pembangunan fasilitas pemasyarakatan baru.

Persoalan overkapasitas bukan hanya menjadi tantangan di kabupaten Bengkalis, tetapi juga dialami banyak lembaga pemasyarakatan di Indonesia. Oleh sebab itu, penanganannya memerlukan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan pemangku kepentingan lainnya agar sistem pemasyarakatan tetap dapat berjalan secara optimal. ( Indra kitang).