Sergap Target

Berita Terkini

Kodim 0616/Indramayu Bersama Subden Pom Gelar Pemeriksaan Gabungan Gaktib dan Ops Yustisi 2026

Indramayu, Sergaptarget.com  Kodim 0616/Indramayu bersama Subdenpom III/3-3 Indramayudr melaksanakan pemeriksaan gabungan kendar...

Postingan Populer

Jumat, 18 September 2026

Kodim 0616/Indramayu Bersama Subden Pom Gelar Pemeriksaan Gabungan Gaktib dan Ops Yustisi 2026




Indramayu, Sergaptarget.com 
Kodim 0616/Indramayu bersama Subdenpom III/3-3 Indramayudr melaksanakan pemeriksaan gabungan kendaraan bermotor milik prajurit dan PNS dalam rangka Penegakan Hukum (Gaktib) dan Operasi Yustisi Satuan Tahun 2026, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Upacara Makodim 0616/Indramayu, Jalan Gatot Subroto No. 01, Desa Pekandangan, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, tersebut dimulai pukul 07.30 hingga 08.00 WIB.

Pemeriksaan dipimpin Ps. Pasi Inteldim 0616/Indramayu Kapten Inf Disman, dengan melibatkan personel Staf Intel dan Unit Intel Kodim 0616/Indramayu serta personel Subdenpom III/3-3 Indramayu yang dipimpin Dansubdenpom III/3-3 Indramayu Kapten Cpm Ujang Gofar.

Sebelum pemeriksaan, dilaksanakan apel pengecekan personel dan materiil, dilanjutkan penyampaian arahan mengenai tata tertib pemeriksaan.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan kendaraan secara satu per satu. Pemeriksaan mencakup kelengkapan administrasi berupa STNK, SIM TNI/Umum, KTA dan Surat Izin Jalan (SIJ).

Selain itu, petugas juga memeriksa kondisi fisik kendaraan, meliputi spion, lampu utama, lampu sein, lampu rem, kondisi ban, nomor rangka, nomor mesin serta penggunaan helm standar SNI.

Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 26 kendaraan roda dua diperiksa, terdiri dari 20 unit kendaraan dinas dan 6 unit kendaraan pribadi. Sementara kendaraan roda empat dinas maupun pribadi nihil.

Secara umum, mayoritas personel telah memenuhi ketentuan administrasi dan kelengkapan kendaraan. Namun, petugas masih menemukan 1 temuan minor, antara lain administrasi kendaraan yang mendekati masa berlaku.

Terhadap temuan tersebut, petugas memberikan teguran dan penekanan kepada personel terkait agar segera melakukan pembenahan dan memperpanjang dokumen kendaraan sebelum masa berlakunya habis.

Ps. Pasi Inteldim 0616/Indramayu Kapten Inf Disman mengatakan, pemeriksaan gabungan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kepatuhan personel terhadap aturan dan ketentuan yang berlaku.

“Pemeriksaan ini tidak hanya berorientasi pada penertiban, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran personel terhadap pentingnya kelengkapan administrasi dan kondisi kendaraan yang memenuhi standar keselamatan. Temuan minor yang ada langsung kami tindak lanjuti dengan teguran dan penekanan untuk segera diperbaiki,” ujar Kapten Inf Disman.

Sementara itu, Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han. menegaskan bahwa disiplin dan kepatuhan terhadap hukum merupakan bagian penting dalam mendukung profesionalisme prajurit dan PNS di lingkungan satuan.

“Kedisiplinan harus dimulai dari hal-hal yang sederhana, termasuk tertib administrasi dan kepatuhan dalam berkendara. Melalui kegiatan Gaktib dan Operasi Yustisi ini, kami ingin memastikan seluruh personel Kodim 0616/Indramayu memahami serta melaksanakan ketentuan yang berlaku, sehingga dapat mendukung pelaksanaan tugas secara aman, tertib dan profesional,” tegasnya.

Menurutnya, pemeriksaan kendaraan juga menjadi langkah untuk meminimalisir potensi pelanggaran lalu lintas maupun risiko kecelakaan saat personel melaksanakan aktivitas kedinasan maupun kegiatan sehari-hari.

Kegiatan pemeriksaan gabungan tersebut berlangsung tertib dan aman. Data hasil pemeriksaan selanjutnya menjadi bahan evaluasi dan laporan sebagai bagian dari pembinaan disiplin serta penegakan hukum di lingkungan Kodim 0616/Indramayu.

Tertib Administrasi, Disiplin Berkendara, Patuh Hukum, dan Utamakan Keselamatan.

(Nana. S)

Bersama Perangkat Desa,Kapolres Wonosobo Ajak Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Pilkades

WONOSOBO — Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada November 2026, Polres Wonosobo memperkuat komunikasi dengan perangkat desa. Perangkat desa dinilai memiliki peran penting dalam membantu menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat karena berinteraksi langsung dengan warga di wilayahnya.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja, S.I.K., M.H. dalam sarasehan bersama Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Wonosobo di Lavanya Coffee & Eatery Wonosobo, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 14.30 hingga 16.45 WIB tersebut dihadiri Wakapolres Wonosobo Kompol Nana Edi Sugito, S.H., Kabag SDM Kompol Nuryawan Eko Ramdani, S.Pd., M.Tr.AP., Kasat Intelkam AKP H. M. Nurhasan, S.H., M.H., Ketua PPDI Kabupaten Wonosobo Eko Purwanto, Wakil Ketua PPDI Kumpul Priyo Sunarko, serta para koordinator kecamatan PPDI se-Kabupaten Wonosobo.

Ketua PPDI Kabupaten Wonosobo Eko Purwanto mengatakan pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antara perangkat desa dan kepolisian.

Menurut dia, komunikasi yang baik diperlukan agar berbagai perkembangan di masyarakat dapat disampaikan secara cepat dan menjadi bahan koordinasi bersama, khususnya menjelang tahapan Pilkades.

"Kami berharap hubungan dan komunikasi dengan Polres Wonosobo semakin intens dan harmonis, sehingga perangkat desa mendapatkan arahan dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat," ujar Eko.

Ia mengatakan PPDI berkomitmen mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif. Para koordinator kecamatan juga diminta menyampaikan perkembangan situasi di wilayah masing-masing secara objektif, terbuka, dan sesuai kondisi di lapangan.

Perangkat Desa Jadi Mitra Kepolisian

Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja mengatakan pemerintah desa merupakan salah satu mitra strategis kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah.

Menurutnya, dinamika di desa tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban, tetapi juga menyangkut aspek sosial, ekonomi, budaya, serta kehidupan masyarakat secara luas.

"Fungsi desa itu sangat luas. Karena itu, Polri harus senantiasa bermitra dengan pemerintah desa," kata Ricky.

Dalam menghadapi Pilkades, ia meminta seluruh pihak mengedepankan komunikasi dan langkah pencegahan. Setiap perkembangan yang berpotensi mengganggu tahapan Pilkades diharapkan dapat segera dikoordinasikan sehingga dapat ditangani secara tepat.

Kapolres juga mengingatkan bahwa pengamanan Pilkades membutuhkan keterlibatan seluruh unsur. Dengan jumlah personel kepolisian yang terbatas dibandingkan luas wilayah dan jumlah masyarakat yang harus dilayani, sinergi dengan perangkat desa, BPD, pemerintah kecamatan, dan unsur terkait menjadi penting.

"Kami titip anggota kami yang bertugas di lapangan kepada para perangkat desa. Mari kita bersama-sama menjaga agar seluruh tahapan Pilkades berjalan aman dan kondusif," ujarnya.

Pemetaan Dilakukan untuk Pencegahan

Dalam sarasehan tersebut, para koordinator kecamatan menyampaikan perkembangan situasi di wilayah masing-masing. Secara umum, kondisi di sejumlah wilayah dilaporkan berjalan kondusif.

Selain itu, terdapat beberapa dinamika lokal yang menjadi perhatian bersama, antara lain berkaitan dengan persaingan antarpeserta dan pendukung, persoalan administrasi, perkembangan pendaftaran calon, serta potensi gesekan sosial yang perlu diantisipasi.

Polres Wonosobo menempatkan informasi tersebut sebagai bahan pemetaan dan langkah pencegahan, bukan sebagai kesimpulan bahwa telah terjadi gangguan keamanan.

Kapolres menegaskan bahwa setiap persoalan dalam tahapan Pilkades harus ditangani berdasarkan aturan yang berlaku. Apabila ditemukan dugaan pelanggaran, penanganannya dilakukan melalui mekanisme yang telah ditentukan dengan tetap mengedepankan langkah persuasif dan dokumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Kalau ada pelanggaran, dokumentasikan dan buat berita acara. Kita kedepankan pendekatan persuasif dan sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Ricky.

Ia juga mengingatkan seluruh pihak untuk mengikuti aturan resmi Pilkades yang mengatur hak, kewajiban, larangan, serta mekanisme penanganan apabila terjadi pelanggaran.

Persiapan Tahapan 28 September

Salah satu perhatian dalam pertemuan tersebut adalah tahapan Pilkades pada 28 September 2026. Pada tanggal tersebut akan berlangsung tahapan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk proses seleksi bagi desa yang jumlah pendaftarnya memerlukan mekanisme penyaringan.

Kapolres meminta seluruh pihak tidak mengambil langkah berdasarkan informasi yang belum memiliki dasar resmi. Koordinasi dengan panitia Pilkades, pemerintah daerah, dan instansi terkait diperlukan agar setiap tahapan berjalan sesuai ketentuan.

Kasat Intelkam Polres Wonosobo AKP H. M. Nurhasan mengatakan perangkat desa memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran seluruh tahapan Pilkades, mulai dari proses persiapan, penetapan calon, pelaksanaan pemilihan hingga pelantikan.

"Yang terpenting adalah bagaimana seluruh pihak dapat bekerja sama sehingga tahapan Pilkades berjalan aman, lancar, dan sesuai aturan," kata Nurhasan.

Ia juga meminta para koordinator kecamatan menyampaikan perkembangan situasi secara berjenjang. Informasi tersebut akan menjadi bagian dari koordinasi dalam menentukan langkah pengamanan yang diperlukan.

Polres Wonosobo juga menyiapkan pola pengamanan sesuai karakteristik wilayah dan tahapan Pilkades. Apabila diperlukan, dukungan personel dari satuan kewilayahan lain akan dikoordinasikan untuk memperkuat pengamanan.

Jaga Pilkades Tetap Sejuk

Kapolres mengajak seluruh pihak, termasuk perangkat desa, panitia Pilkades, peserta, pendukung, dan masyarakat, menjaga suasana tetap sejuk selama seluruh tahapan berlangsung.

Menurut dia, perbedaan pilihan merupakan bagian dari dinamika dalam pemilihan. Namun perbedaan tersebut tidak boleh berkembang menjadi perselisihan yang mengganggu hubungan antarmasyarakat.

"Kita ingin Pilkades berjalan sebagai proses demokrasi di tingkat desa yang aman, tertib, dan tetap menjaga persaudaraan," ujar Ricky.

PPDI Kabupaten Wonosobo juga menyampaikan rencana menggelar PPDI Cup sebagai kegiatan olahraga dan silaturahmi yang melibatkan perangkat desa, kepala desa, serta unsur aparatur lainnya.

Kapolres menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan kepolisian siap mendukung sepanjang seluruh persyaratan dan aspek keamanan terpenuhi.

Pertemuan kemudian ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi dan menjaga kondusivitas Kabupaten Wonosobo menjelang, selama, hingga seluruh rangkaian Pilkades selesai.

Polres Wonosobo mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi serta tetap mengutamakan persatuan dan keamanan lingkungan masing-masing.

Arifin/Tim KJN

Ditpolairud Polda Riau Sapa Warga Pulau Terluar Rupat Utara Lewat Program JALUR, Salurkan Sembako dan Gelar Pustaka Terapung




BENGKALIS – Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Riau kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat pesisir melalui Program JALUR (Jelajah Riau Untuk Rakyat). Kali ini, kegiatan Sambang Nusa dan Pustaka Terapung menyasar warga dan pelajar di Desa Teluk Rhu, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Kamis (17/9/2026).



Kegiatan yang berlangsung di kawasan pulau terluar Provinsi Riau tersebut dipimpin langsung oleh PS. Kasubdit Patroli Airud Ditpolairud Polda Riau, Kompol Rahmat Hidayat, S.I.K., M.H. Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan Komandan Kapal Patroli KP IV-3001, personel Pos Polair Tanjung Medang, Bhabinkamtibmas Polsek Rupat Utara, serta jajaran personel Ditpolairud Polda Riau.

*Sambang Nusa, Perkuat Kedekatan Polri dengan Masyarakat Pesisir*



Rangkaian kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB di halaman Kantor Desa Teluk Rhu. Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, doa bersama yang dipimpin Bapak Atan Ahmad, serta sambutan Kepala Desa Teluk Rhu, Mansur.



Dalam kesempatan tersebut, Kompol Rahmat Hidayat menyampaikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya mengenai pentingnya menjaga keamanan dan keselamatan wilayah perairan.

https://youtu.be/7VLBTFtzWbw?si=3Z7M2mJMLpLx1JxS

Selain memberikan edukasi kamtibmas, Ditpolairud Polda Riau juga menghadirkan kepedulian sosial melalui penyaluran 60 paket sembako dan bantuan bibit pohon kepada masyarakat setempat.

Kompol Rahmat Hidayat menyampaikan bahwa Program JALUR menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi sekaligus mendengarkan secara langsung kondisi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir dan pulau terluar.

“Program JALUR ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi, mendengarkan langsung kondisi masyarakat di wilayah pesisir, serta menumbuhkan rasa kepedulian sosial terhadap warga di pulau terluar,” ujar Kompol Rahmat.

*Pustaka Terapung, Dorong Minat Baca Anak-Anak Pesisir*

Tidak hanya menyasar masyarakat umum, Program JALUR juga memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan melalui kegiatan Pustaka Terapung. Kegiatan ini melibatkan anak-anak pelajar di Desa Teluk Rhu. Personel Polairud memperkenalkan tugas dan fungsi kepolisian perairan sekaligus mengajak para pelajar mengikuti kegiatan membaca bersama.

Beragam buku pengetahuan, dongeng, dan cerita rakyat digunakan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Kegiatan semakin meriah ketika personel membagikan 20 paket alat tulis dan makanan ringan kepada para pelajar.

Melalui Pustaka Terapung, Ditpolairud Polda Riau berupaya menumbuhkan minat baca serta memperkenalkan peran kepolisian perairan kepada generasi muda yang tinggal di kawasan pesisir.

Secara terpisah, Dirpolairud Polda Riau KBP Apri Fajar Hermanto, menjelaskan bahwa Program JALUR merupakan salah satu program unggulan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, yang ditujukan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir sungai maupun laut.

Menurutnya, pelaksanaan program tersebut diharapkan mampu membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat pesisir. Selain membantu meringankan beban ekonomi warga, Program JALUR juga menjadi sarana untuk mendorong kepedulian terhadap pendidikan dan kesehatan masyarakat.

“Melalui program JALUR ini diharapkan dapat membangun kedekatan Polri dengan masyarakat pesisir. Selain meringankan beban ekonomi, kegiatan ini juga mendorong kepedulian terhadap pendidikan dan kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Pelaksanaan Sambang Nusa dan Pustaka Terapung di Desa Teluk Rhu menjadi bagian dari upaya Ditpolairud Polda Riau menghadirkan pelayanan, edukasi, dan kepedulian sosial bagi masyarakat di kawasan pesisir dan pulau terluar.

***Hobbi Pargaulan***

Kamis, 17 September 2026

Pasipers Kodim 0735/Surakarta Sosialisasikan Penerimaan Sepa PK TNI-AD Gelombang II TA.2026


Uploaded Image

Surakarta - Perwira Seksi Personil (Pasipers) Kodim 0735/Surakarta Kapten Inf Gasar melaksanakan sosialisasi penerimaan Sepa PK TNI-AD Gelombang II TA.2026 bertempat di Kampus UNS Surakarta, Jum'at (18/09/2026).

Dikatakan Kapten Inf Gasar kegiatan ini dalam rangka sosialisasi penerimaan Sepa PK TNI-AD Gelombang II TA.2026 sekaligus pemasangan Pamlet penerimaan Sepa PK TNI-AD Gelombang II TA.2026 dipapan pengumuman Kampus UNS Surakarta.

"Harapan kami dengan adanya sosialisasi ini akan dapat menarik minat Mahasiswa untuk menjadi Perwira TNI nantinya setelah lulus dari Kuliah."imbuhnya.

Sementara itu Mahasiswa UNS Surakarta sangat antusias dalam mendengarkan sosialisasi penerimaan Sepa PK TNI-AD Gelombang II TA.2026 yang disampaikan oleh Pasipers sekaligus ikut melaksanakan pemasangan Pamlet 
penerimaan Sepa PK TNI-AD Gelombang II TA.2026 di papan pengumuman Kampus.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

SEWA TANAH BENGKOK TEGALWANGI 20 TAHUN & BERDIRI BANGUNAN PABRIK PERMANEN, LEGALITAS DIPERTANYAKAN


CIREBON, http://Sergaptarget.com- Pengelolaan tanah bengkok Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, tengah menjadi sorotan 18 /09/26
Diduga Berdasarkan informasi yang dihimpun, aset desa tersebut diduga disewakan kepada pihak pabrik yang berlokasi di wilayah Desa Tegalsari, Kecamatan Plered, dengan durasi sewa yang disebut mencapai kurang lebih 20 tahun dan pertaun disewa sebesar 10 juta oleh Wardono diduga  hanya atas nama saja.

Dugaan Kejanggalan makin mencuat karena di atas lahan tersebut kini telah berdiri bangunan permanen yang diduga digunakan untuk kepentingan pabrik tana desa tegaleamgi. 

Aturan Sewa Aset Desa Maksimal 3 Tahun

Mengacu pada Permendagri Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa, Pasal 12 menyebutkan sewa aset desa paling lama 3 (tiga) tahun dan dapat diperpanjang. Perjanjian sewa pun wajib memuat objek sewa, besaran sewa, jangka waktu, hak dan kewajiban para pihak.

Aturan tersebut kemudian diperbarui melalui Permendagri Nomor 3 Tahun 2024. Oleh karena itu, keabsahan sewa 20 tahun harus dilihat dari kapan perjanjian itu dibuat dan regulasi apa yang dipakai saat itu.

Tanpa membuka dokumen perjanjian, publik tidak bisa menilai apakah sewa tersebut sah atau menyalahi aturan.

5 Pertanyaan Kunci Soal Bangunan Pabrik

Jika statusnya hanya sewa, muncul pertanyaan besar soal bangunan permanen

1.  Siapa pemilik sah bangunan tersebut?
2.  Atas izin siapa bangunan permanen itu bisa didirikan di atas tanah bengkok?
3.  Apakah pembangunan itu tercantum dalam klausul perjanjian sewa?
4.  Bagaimana nasib bangunan saat masa sewa habis, apakah menjadi aset desa?
5.  Apakah ada PBG/IMB dan persetujuan BPD?

Hal ini penting karena Perbup Cirebon Nomor 100 Tahun 2016 menegaskan pengelolaan aset desa harus transparan, efisien, akuntabel dan untuk kemakmuran masyarakat desa.

Menunggu Klarifikasi Resmi Bu

Dugaan ini menjadi perhatian serius. Dokumen yang harus dibuka adalah perjanjian sewa, SK Kuwu, bukti setoran sewa ke Rekening Kas Desa, serta dokumen perizinan bangunan.

Hingga berita ini ditayangkan, Kuwu Desa Tegalwangi, Camat Weru, dan pihak pabrik yang diduga menyewa lahan belum memberikan keterangan resmi.

((BANG EDI))

Perkumpulan Operator Wisata Dieng Serahkan Bansos Aksi Peduli Bencana Kebakaran Desa Tieng

WONOSOBO, Bantuan sosial senilai Rp. 6.250.000,- dari organisasi Perkumpulan Operator Wisata Dieng (POWD) diterima langsung oleh Kepala Desa Tieng Farhan, S.E., untuk disalurkan kepada masyarakat korban bencana kebakaran di Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Jumat (18/9/2026).

Dalam insiden kebakaran 12 September lalu, tercatat 17 keluarga dengan total 54 jiwa terdampak. Sebanyak 12 keluarga (42 jiwa) terpaksa mengungsi, sebagian besar menempati rumah kerabat atau saudara terdekat. Sementara itu, 5 keluarga (12 jiwa) memilih bertahan karena rumah mereka hanya mengalami rusak ringan, termasuk di antaranya 1 keluarga yang masih memiliki hunian layak di lokasi lain.


Seorang korban mengalami luka bakar cukup serius, diperkirakan mencapai 54% pada tubuhnya. Korban langsung dilarikan ke RSUD Kabupaten Wonosobo untuk mendapatkan perawatan intensif.


Kades Farhan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada anggota POWD atas kepedulian terhadap masyarakatnya yang mengalami musibah kebakaran.


" Saya atas nama masyarakat Desa Tieng menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan kawan-kawan POWD kepada rakyat kami yang terdampak musibah kebakaran. Nanti akan segera kami salurkan kepada para korban. Bantuan ini sangat bermakna untuk sedikit meringankan beban mereka. Dan saya sangat mengapresiasi atas kepedulian rekan-rekan POWD." Ungkap Farhan.


Sementara Ratno Ketua POWD kepada awak media menyampaikan, 
" Hari ini kami menyerahkan Bansos kepada masyarakat Tieng Kejajar Wonosobo yang terdampak musibah kebakaran pada 12 September lalu. Bantuan yang kami kumpulkan dari para anggota POWD ini tidak seberapa, namun walau nilainya tidak besar, harapan kami bisa sedikit membantu beban para korban." Jelas Ratno.

" Perkumpulan Operator Wisata Dieng yang kami singkat POWD sudah berdiri kurang lebih 2 tahun, dan salah satu program organisasi adalah aksi sosial kepada masyarakat, oleh karena itu kami spontanitas ketikan mendengar adanya musibah kebakaran yang melanda beberapa rumah penduduk di Desa Tieng, kami langsung membuka open donasi kepada anggota kami. Rp. 6.250.000,- tersebut kami kumpulkan dalam waktu 1 Minggu dan telah kami salurkan langsung lewat Bapak Kepala Desa Tieng hari ini untuk para korban. " Imbuh Ratno.


(Arifin)

Cegah Peredaran Narkotika dan Penyalahgunaan Handphone, APH Gabungan Geledah Kamar Hunian Lapas Pasir Pangarayan




Pasir Pangarayan — Aparat Penegak Hukum (APH) gabungan melaksanakan penggeledahan kamar hunian warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan, Kamis (17/9/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan serta peredaran narkotika dan penyalahgunaan handphone di lingkungan Lapas.



Kegiatan penggeledahan melibatkan personel Polres Rokan Hulu, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Satops Patnal Pemasyarakatan Lapas Pasir Pangarayan, serta seluruh petugas Lapas Pasir Pangarayan.



Pelaksanaan penggeledahan dilakukan dengan pengamanan terukur dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Petugas secara bersama-sama melakukan pemeriksaan pada seluruh bagian kamar hunian warga binaan sebagai langkah untuk memastikan kondisi keamanan dan ketertiban tetap terjaga.

https://youtu.be/7VLBTFtzWbw?si=BkPsOFxfSvyQw9xs

Selain penggeledahan, pada akhir kegiatan juga dilaksanakan tes urine secara acak terhadap sejumlah warga binaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, 248 warga binaan dan 20 petugas lapas Pasir Pangarayan yang mengikuti tes urine dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika.

Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, melalui Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka.KPLP) Freddy Rinadi Siregar, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Lapas dalam memperkuat pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Lapas Pasir Pangarayan dalam melakukan pencegahan terhadap peredaran narkotika dan penyalahgunaan handphone di dalam Lapas. Kami terus memperkuat pengawasan dan melakukan deteksi dini melalui kegiatan yang dilaksanakan secara terukur dan sesuai dengan SOP,” ujar Freddy.

Ia menambahkan bahwa sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.

Sementara itu, Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban Lapas Pasir Pangarayan, Moch. Subhan Zakaria, mengatakan bahwa penggeledahan dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif.

“Penggeledahan ini kami laksanakan secara menyeluruh dengan tetap mengedepankan prosedur dan pengamanan yang terukur. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya deteksi dini serta penguatan pengawasan terhadap barang-barang yang tidak diperbolehkan berada di kamar hunian,” jelas Moch. Subhan.

Dari pihak Polres Rokan Hulu, Kasat Sabhara menyampaikan bahwa sinergi antara kepolisian, TNI, dan jajaran Pemasyarakatan merupakan bagian dari upaya bersama dalam mendukung keamanan dan ketertiban.

“Kami mendukung kegiatan yang dilaksanakan secara bersama-sama ini. Sinergi antarinstansi penting untuk mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang tetap terjaga, khususnya di lingkungan Lapas,” ujar Kasat Sabhara Polres Rokan Hulu.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban Moch. Subhan Zakaria bersama jajaran pejabat struktural Eselon V Lapas Pasir Pangarayan.

Melalui kegiatan penggeledahan dan tes urine tersebut, Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan terus berupaya memperkuat pengawasan, melakukan pencegahan dan deteksi dini, serta menjaga keamanan dan ketertiban dengan tetap mengedepankan sinergi bersama aparat penegak hukum.

***Hobbi Pargaulan***

Lapas Pasir Pangarayan Gelar Shalat Istisqa’ dan Doa Bersama, Perkuat Pembinaan Kepribadian dan Kepedulian Lingkungan

https://youtu.be/7VLBTFtzWbw?si=BkPsOFxfSvyQw9xs



Pasir Pangarayan — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan melaksanakan Shalat Istisqa’ dan doa bersama sebagai bagian dari upaya meningkatkan pembinaan kepribadian serta penguatan nilai-nilai spiritual bagi petugas, tahanan, dan warga binaan, Jumat (18/9/2026).



Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, sekaligus menjadi bentuk kepedulian dan ikhtiar bersama dalam menghadapi kondisi musim kemarau serta potensi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Pelaksanaan kegiatan turut dihadiri Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) dan Kegiatan Kerja (Giatja) Andi Rahman, Kepala Sub Seksi Registrasi Ega Saputra, pejabat eselon V, serta jajaran staf Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan. Kegiatan juga menghadirkan ustaz Hasbi Yardi yang merupakan Imam Masjid Silaturahim Pasir Pangarayan untuk memimpin pelaksanaan ibadah dan doa bersama.

Kasi Binadik dan Giatja Andi Rahman menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk ikhtiar untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga memiliki nilai penting dalam pembinaan kepribadian dan keagamaan bagi petugas maupun warga binaan.

“Shalat Istisqa’ dan doa bersama ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian dan pembinaan keagamaan. Melalui kegiatan ini, kita mengajak seluruh peserta untuk melakukan introspeksi diri, memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan,” ujar Andi Rahman mewakili Kalapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi P. Purba.

Menurutnya, kegiatan keagamaan di lingkungan Pemasyarakatan diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkuat kesadaran spiritual sekaligus membangun sikap positif dalam kehidupan sehari-hari.

Selain memanjatkan doa agar hujan turun membawa keberkahan dan manfaat, kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum muhasabah, penguatan mental dan spiritual, serta peningkatan kepedulian sosial bagi seluruh peserta.

Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mendorong terbentuknya budaya hemat air dan kepedulian terhadap lingkungan di lingkungan Pemasyarakatan, khususnya dalam menghadapi kondisi musim kemarau dan menjaga ketersediaan air secara bijak.

***Hobbi Pargaulan*""

Menteri BKKBN Dr Wihaji S.Ag M.Pd Lakukan Kunjungan kerja Ke Indramayu



Indramayu,Sergaptarget.com
Menteri BKKBN Dr Wihaji S.Ag M.Pd melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Indramayu tepatnya di kecamatan Karangampel kamis 17/9/2026.

Hadir dalam  acara tersebut Forkopimda Indramayu,Anggota DPR RI dari fraksi Golkar Danil Mtaqin,Anggota DPRD Provinsi Jawa barat yang juga Plt Partai Golkar Indramayu Taufikurohman,Camat sedapil 2,kuwu sekecamatan Karangampel,TPK se kabupaten Indramayu,Petugas PLKB serta sejumlah undangan.

Dalam sambutanya Wihaji menjelaskan bahwa TPK (Tim Pendamping Keluarga) yang ada di Indramayu kurang lebih 4000 orang yang bertugas mendampingi Ibu hamil,Ibu menyusui,Anak usia 2 tahun,Balita,Remaja serta Lansia.  

Wihaji juga menjelaskan bahwa TPK mendapat tugas baru yakni membagikan MBG B3 (Bumil atau Ibu hamil,Busui atau Ibu Menyusui dan Balita) Wihaji menegaskan hendaknya TPK yang mengantarkan MBG kepada Bumil jangan sampai Ibu hamil yang mengambil sendiri.

 Dalam kesempatan itu pula dibagikan Daratusan paket sembako untuk yang berhak mendapatkan Wihaji juga memberikan suvenir bagi kepada peserta yang beruntung.

Dalam kesempatan yang sama juga ada beberapa masyarakat yang mendapat bantuan bedah rumah bagi yang benar benar membutuhkan semoga bantuan bantuan yang diberikan bisa meringankan beban hidup masyarakat ditengah keadaan ekonomi yan sulit ini tutupnya.

(Nana. S)

Desa Kapringan Kecamatan Krangkeng Gelar Musyawarah Desa (Musdes) Secara Terbuka


Indramayu, Sergaptarget.com 
Desa Kapringan Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu gelar Musyawarah desa (Musdes) tahun anggaran 2027 dilaksanakan  secara tranfaran dan terbuka untuk umum bertempat di aula kantor desa Kapringan kamis 17/8/2026.
Acara dihadiri oleh Camat Krangkeng Indra Mulyana didampingi beberapa stafnya,Kwu Kapringan Durma fbeserta perangkat desanya, Tokoh masyarakat,BPD,Rt dan Rw sedesa Kapringan,Sebagian masyarakat Kapringan serta undangan.

Camat Krangkeng Indra Mulyana dalam sambutanya mengatakan bahwa musdes bukan hanya di Kapringan tapi disemua desa dilaksanakan secara terbuka dan tranfaran guna untuk membahas rencana pembangunan desa rahun anggaran berikutnya.

Sementara kuwu Kapringan Durma menegaskan bahwa Musdes digelar setiap tahun sekali dan dilaksanakan terbuka untuk umum yakni untuk membahas pembangunan desa Kapringan untuk tahun anggaran 2027.

Durma juga menjelaskan bahwa apa yang tertera dilayar infokus ada yang berwarna hijau dan putih,kalau yang putih berarti yang diperioritaskan sementara yang putih tetap akan dilaksanakan setelah tang warna hijau dilaksakan.

Acara berjalan lancar dari awal sampai ahir walau sempat  sedikit terjadi kesalah fahaman antara seseorang yang mengaku anggota salah satu LSM dengan kuwu tapi bisa diselesaikan.

(Nana. S)