Berita Terkini

Polresta Cirebon Amankan Pengedar Narkoba Jenis Sabu

Jajaran Polresta Cirebon mengamankan pengedar narkoba jenis sabu yang berinisial OP (35). Pelaku diamankan di wilayah Kabupaten Cirebon, pad...

Postingan Populer

Selasa, 31 Maret 2026

Polresta Cirebon Amankan Pengedar Narkoba Jenis Sabu




Jajaran Polresta Cirebon mengamankan pengedar narkoba jenis sabu yang berinisial OP (35). Pelaku diamankan di wilayah Kabupaten Cirebon, pada Senin (30/3/2026) Sekira pukul 21.00 WIB.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, S.H, S.I.K, M.H, mengatakan, jajarannya turut mengamankan sejumlah barang bukti dari tersangka yang tercatat sebagai warga Kabupaten Cirebon tersebut. Diantaranya 2 paket narkoba jenis sabu, handphone, pakaian, lakban, dan lainnya.

Menurutnya, petugas pun langsung mengamankan satu orang laki laki berikut seluruh barang bukti guna prosea lebih lanjut. Hingga kini masih menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap jaringannya di Mapolresta Cirebon.

"Untuk mempertanggung jawab kan perbuatannya, *OP* dijerat Pasal 114 ayat ( 1 ) UU RI NO 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika   dan atau Pasal  609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Sebagaimana diubah dalam Undang-Undang RI No 01 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana," ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Pihaknya memastikan, jajaran Polresta Cirebon terus memberantas kasus peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba maupun obat-obatan terlarang lainnya di wilayah Kabupaten Cirebon.

"Kami juga meminta peran aktif masyarakat Kabupaten Cirebon untuk segera melaporkan tindak kejahatan narkoba melalui Layanan Call Center 110 Polresta Cirebon. Kami pastikan setiap laporan yang diterima serta segera ditindaklanjuti" katanya.((BABIL))

Akhir Penantian Panjang, Jembatan Garuda di Desa Bolo Mulai Dibangun, Harapan Baru Warga Terwujud

Boyolali – Penantian panjang warga Desa Bolo, Kecamatan Wonosegoro, akhirnya terjawab. Pembangunan Jembatan Perintis Garuda resmi dimulai melalui prosesi ground breaking yang dipimpin Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., Selasa (31/03/2026).

Momentum ini menjadi titik balik bagi masyarakat yang selama puluhan tahun harus menghadapi keterbatasan akses. Ketiadaan jembatan memaksa warga menyeberangi sungai untuk menjalani aktivitas sehari-hari, mulai dari berangkat sekolah, bekerja di ladang, hingga mengakses layanan kesehatan.

"Kalau airnya dangkal masih bisa dilewati, tapi tetap sulit karena licin. Kadang ada yang jatuh, bahkan anak-anak harus pulang lagi karena baju basah atau kotor," ungkap Widodo, salah satu warga, menggambarkan kondisi yang selama ini dihadapi.

Dalam sambutannya, Pangdam IV/Diponegoro menyampaikan apresiasi kepada jajaran Forkopimda Kabupaten Boyolali atas sinergi yang telah terjalin sehingga acara groundbreaking serta pembangunan jembatan dapat dimulai secara serentak di 60 titik di wilayah Jawa Tengah.

Program Jembatan Perintis Garuda sendiri merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan oleh TNI Angkatan Darat sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di daerah dengan akses terbatas.

"Melalui program ini, TNI hadir untuk membantu membuka keterisolasian wilayah dan mempermudah akses antar desa," tegas Pangdam.

Selain kegiatan pembangunan jembatan, pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pengobatan massal dan pemberian tali asih kepada masyarakat. Sebanyak 200 warga menerima layanan kesehatan gratis serta bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat setempat.

Ia juga berharap pembangunan jembatan di Boyolali dapat terus berlanjut ke titik-titik lain yang membutuhkan, mengingat program ini menjadi prioritas nasional dalam pemerataan pembangunan infrastruktur.
Pembangunan Jembatan Garuda ini merupakan bagian dari karya bakti TNI bersama masyarakat. 

Diharapkan, keberadaannya nanti mampu dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang aktivitas warga dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Secara simbolis, pada pukul 15.00 WIB, pembangunan Jembatan Garuda di Desa Bolo dinyatakan resmi dimulai.

Sementara itu, Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan keamanan dan kesejahteraan masyarakat.
"Jembatan ini sangat penting, terutama untuk keselamatan anak-anak sekolah serta sebagai penggerak roda perekonomian masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, di Kabupaten Boyolali direncanakan akan dibangun lima jembatan sebagai bagian dari program tersebut. Pemerintah daerah pun menyampaikan apresiasi tinggi kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo, atas perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur di daerah.
Dengan dimulainya pembangunan ini, masyarakat Desa Bolo kini menaruh harapan besar agar jembatan segera rampung dan dapat digunakan, membuka akses yang lebih mudah, aman, dan layak bagi generasi mendatang.

Penulis : Arda 72

Patroli Dan Sambang Warga Cara Babinsa Jebres Jaga Kondusifitas Wilayah Binaan

Surakarta - Kegiatan Patroli wilayah dan sambang warga yang dilakukan Babinsa, selain menjaga kondusifitas juga melaksanakan silaturahmi untuk mempererat hubungan TNI dan Rakyat, serta untuk mengetahui perkembangan situasi di wilayah binaan.

 Hal ini yang dilakukan Babinsa Jebres Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta, Serka Taufik Mukhlis dan Serda Winarno saat melaksanakan Patroli sekaligus sambang warga di wilayah Rt.01, Rw.03 Tegal Rejo Kel. Jebres, Kec. Jebres, Kota Surakarta. Selasa (31/03/2026) pukul 10.00 Wib s.d selesai. 

*Dalam kegiatan Patroli dan sambang warga, kami menanyakan situasi dan kondisi diwilayah  Rw. 03 Tegal Rejo Jebres dan mengajak untuk selalu menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan serta kebersihan lingkungan dan selalu waspada terhadap hal hal yang tidak biasa dan mencurigakan."tutur Serka Taufik disela-sela kegiatan.

"Dengan selalu memantau wilayah  binaan, maka kami akan tahu permasalahan di wilayah binaan, sehingga jika ada permasalahan dapat dengan cepat diatasi dan diselesaikan,"ujarnya .

"Karena kegiatan Patroli dan menjalin Komsos dengan warga merupakan tugas yang dilaksanakan sehari-hari oleh setiap Babinsa sebagai sarana kemanunggalan dan juga mempererat hubungan antara TNI dan Rakyat."pungkasnya.

Penulis : Arda 72

Peran Aktif Babinsa Kepatihan Wetan Ikuti Pelatihan Pemulasaraan / Ngrukti Jenazah

Surakarta - Babinsa Kepatihan Wetan Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta menghadiri acara pelatihan pemulasaraan merawat jenazah sebagai Narsum Ustad Shoriqul amin yang di laksanakan oleh pemerintah Kelurahan Kepatihan Wetan bertempat di pendopo Kelurahan Kepatihan Wetan Kecamatan Jebres Kota Surakarta. Selasa ( 31/03/2026 ) Pkl. 16.00 Wib

Tujuan dari di laksanakan nya pelatihan ini untuk memberikan pemahaman bagaimana prosedur tata cara pemulasaran jenazah sesuai dengan tuntunan syariat Islam, Bimbingan dan Pelatihan tata cara perawatan jenazah dengan baik, benar, cepat dan tertib sesuai dengan tuntunan syariat Islam,"jelas Sertu Budiono

"Manusia tidak ada satupun yang mengetahui kapan, dimana dan dalam keadaan bagaimana kita akan meninggal. Oleh karena itu mempelajari ilmu pemulasaran jenazah sangatlah penting bagi setiap orang, karena nantinya akan diterapkan ketika ada keluarga, sanak saudara atau tetangga yang meninggal dunia."

Sementara dalam materi yang dijelaskan Ustad Shodiqul Bahwa ada 4 perkara wajib dalam memulasarkan jenazah, yaitu : memandikan, mengkafani, mensholati dan menguburkan.

Adapun hukum memulasarkan (merawat/mengurus) jenazah adalah Fardhu Kifayah, artinya kewajiban yang apabila sudah ada sebagian muslim yang melaksanakannya maka gugurlah kewajiban tersebut. Namun bila tidak ada satupun orang yang melaksanakannya maka berdosalah semua muslim yang mengetahuinya.

Disamping memberikan penjelasan secara teoritis, juga memberikan penjelasan secara praktek.

Lebih lanjut Babinsa Sertu Budiono juga mengungkapkan pelatihan ini sungguh sangat bermanfaat sehingga masing – masing dari kita dapat mengetahui bagaimana sebenarnya tata cara pemulasaraan jenazah yang benar, "Pungkasnya.

Penulis : Arda 72

Akhir Penantian Panjang, Jembatan Garuda di Desa Bolo Mulai Dibangun, Harapan Baru Warga Terwujud

Boyolali – Penantian panjang warga Desa Bolo, Kecamatan Wonosegoro, akhirnya terjawab. Pembangunan Jembatan Perintis Garuda resmi dimulai melalui prosesi ground breaking yang dipimpin Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., Selasa (31/03/2026).

Momentum ini menjadi titik balik bagi masyarakat yang selama puluhan tahun harus menghadapi keterbatasan akses. Ketiadaan jembatan memaksa warga menyeberangi sungai untuk menjalani aktivitas sehari-hari, mulai dari berangkat sekolah, bekerja di ladang, hingga mengakses layanan kesehatan.

"Kalau airnya dangkal masih bisa dilewati, tapi tetap sulit karena licin. Kadang ada yang jatuh, bahkan anak-anak harus pulang lagi karena baju basah atau kotor," ungkap Widodo, salah satu warga, menggambarkan kondisi yang selama ini dihadapi.

Dalam sambutannya, Pangdam IV/Diponegoro menyampaikan apresiasi kepada jajaran Forkopimda Kabupaten Boyolali atas sinergi yang telah terjalin sehingga acara groundbreaking serta pembangunan jembatan dapat dimulai secara serentak di 60 titik di wilayah Jawa Tengah.

Program Jembatan Perintis Garuda sendiri merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan oleh TNI Angkatan Darat sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di daerah dengan akses terbatas.

"Melalui program ini, TNI hadir untuk membantu membuka keterisolasian wilayah dan mempermudah akses antar desa," tegas Pangdam.

Selain kegiatan pembangunan jembatan, pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pengobatan massal dan pemberian tali asih kepada masyarakat. Sebanyak 200 warga menerima layanan kesehatan gratis serta bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat setempat.

Ia juga berharap pembangunan jembatan di Boyolali dapat terus berlanjut ke titik-titik lain yang membutuhkan, mengingat program ini menjadi prioritas nasional dalam pemerataan pembangunan infrastruktur.
Pembangunan Jembatan Garuda ini merupakan bagian dari karya bakti TNI bersama masyarakat. 

Diharapkan, keberadaannya nanti mampu dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang aktivitas warga dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Secara simbolis, pada pukul 15.00 WIB, pembangunan Jembatan Garuda di Desa Bolo dinyatakan resmi dimulai.

Sementara itu, Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan keamanan dan kesejahteraan masyarakat.
"Jembatan ini sangat penting, terutama untuk keselamatan anak-anak sekolah serta sebagai penggerak roda perekonomian masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, di Kabupaten Boyolali direncanakan akan dibangun lima jembatan sebagai bagian dari program tersebut. Pemerintah daerah pun menyampaikan apresiasi tinggi kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo, atas perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur di daerah.
Dengan dimulainya pembangunan ini, masyarakat Desa Bolo kini menaruh harapan besar agar jembatan segera rampung dan dapat digunakan, membuka akses yang lebih mudah, aman, dan layak bagi generasi mendatang.

Penulis : Arda 72

Wabup Syafaruddin Poti Buka Musrenbang RKPD Tahun 2027, Fokus pada Ekonomi Kerakyatan


Rokan hulu – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) secara resmi menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Acara yang mengusung tema "Pemantapan Ekonomi Kerakyatan dan Penguatan Sektor Unggulan Daerah" ini berlangsung di Convention Hall Islamic Center Rokan Hulu, Selasa (31/03/2026).



​Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafaruddin Poti, SH, MM, yang ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya proses perencanaan pembangunan daerah untuk tahun 2027.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua III DPRD Provinsi Riau H. Budiman Lubis, SH, Anggota DPRD Rohul Romi Juliandra, SE, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal (BPS, BPN, BPJS), serta tokoh masyarakat dan organisasi wanita se-Kabupaten Rokan Hulu.

​Dalam sambutannya, Wakil Bupati menekankan pentingnya sinkronisasi antara usulan masyarakat dengan program prioritas daerah. Beliau berharap melalui Musrenbang ini, lahir program-program yang mampu menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya dalam memperkuat ekonomi.

​"Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memantapkan ekonomi kerakyatan melalui optimalisasi sektor-sektor unggulan yang ada di Rokan Hulu, agar kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara merata," ujar Wabup.

​Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Kepala Bappeda Provinsi Riau yang diwakili oleh Perencana Ahli Madya, Bapak Dr. Ir. Feradis, MP, yang memberikan pemaparan mengenai tema dan prioritas pembangunan Provinsi Riau tahun 2027 guna penyelarasan program provinsi dan kabupaten.

Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus Plt. Kepala Bapperida Rohul, H. Simel Meri, SE, M.Si, memaparkan rincian usulan yang telah dihimpun untuk tahun anggaran 2027, di antaranya:
- Pagu Anggaran Utama: Mencakup 143 program, 282 kegiatan, dan 1.159 sub-kegiatan dengan total pagu anggaran sebesar Rp1,9 triliun.
- Musrenbang Desa & Kecamatan: Terdiri dari total 574 usulan.
- Aspirasi Masyarakat (Pokir): Menampung sebanyak 2.145 usulan melalui Pokok Pikiran DPRD.
- Bantuan Sosial & Hibah: Mencatat sebanyak 129 usulan.

Selain usulan daerah, dipaparkan juga rencana pembangunan melalui skema anggaran luar daerah yakni:
APBD Provinsi Riau Dialokasikan pada 13 perangkat daerah dengan total pagu anggaran sebesar Rp583.186.188.200.
APBN/Dana Alokasi Khusus (DAK) Dialokasikan pada 18 kementerian/lembaga dengan pagu sebesar Rp1.435.904.000.000.

"Semoga pembangunan Kabupaten Rokan Hulu ke depan lebih terarah, terpadu, sinergis, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat," ujar Simel Meri dalam laporannya.

Rangkaian acara juga diisi dengan diskusi panel dan tanya jawab, yang diakhiri dengan penandatanganan berita acara hasil kesepakatan Musrenbang RKPD sebagai landasan penyusunan rencana kerja yang lebih konkret (MCDiskominfo/AD).

Menyusuri Tepian Sungai Rokan, Polsek Ujungbatu Hadirkan Harapan Lewat Program JALUR untuk Warga Terpencil


ROKAN HULU — Di tengah keterbatasan akses dan tantangan geografis di wilayah tepian Sungai Rokan, jajaran Polsek Ujungbatu menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakat melalui kegiatan imbangan Program JALUR (Jelajah Riau Untuk Rakyat), Selasa (31/3/2026).



Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Ujungbatu, KOMPOL Yusup Purba, S.H., M.H., bersama sejumlah personel. Mereka menyambangi warga di RT 01 RW 08 Dusun IV Pulau Mas, Desa Ngaso, Kecamatan Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu—sebuah kawasan yang berada di pinggiran Sungai Rokan dan masih menghadapi berbagai keterbatasan.

Dalam kegiatan tersebut, polisi tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pengayom masyarakat. Bantuan sosial disalurkan langsung kepada warga yang membutuhkan, sekaligus dilakukan bakti kesehatan sebagai bentuk pelayanan terpadu kepada masyarakat.

Salah satu warga penerima manfaat, Adi Candra, menerima paket bantuan berisi kebutuhan pokok seperti beras 5 kilogram, telur ayam, gula pasir, dan minyak goreng. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga, terutama bagi mereka yang menggantungkan hidup dari hasil sungai seperti mencari ikan dan mengambil pasir.

Program JALUR sendiri merupakan inisiatif unggulan Kapolda Riau yang melibatkan berbagai satuan kerja, mulai dari Ditpolairud, Ditbinmas, hingga Biddokkes dan Bidhumas, guna menghadirkan pelayanan terpadu di daerah terpencil. Pendekatan yang digunakan mengedepankan prinsip Presisi serta kolaborasi lintas sektor.

Melalui kegiatan imbangan ini, Polres Rokan Hulu bersama Polsek Ujungbatu berupaya memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

Selain itu, kondisi sosial masyarakat setempat juga menjadi perhatian. Sebagian besar warga merupakan masyarakat tempatan dengan tingkat pendidikan yang relatif rendah, serta tinggal di wilayah yang rawan banjir saat musim penghujan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam upaya peningkatan kesejahteraan.

Kehadiran Polri melalui program ini diharapkan tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga menumbuhkan rasa aman, kepercayaan, serta kedekatan emosional antara masyarakat dan aparat kepolisian.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 10.45 WIB dalam keadaan aman dan kondusif, meninggalkan kesan hangat bagi warga yang merasakan langsung sentuhan kepedulian dari aparat kepolisian. *(Humas Polres Rohul)*

Dandim Wonosobo Letakkan Batu Pertama Jembatan Garuda Tahap III dan IV di Watumalang



Wonosobo - Komandan Kodim 0707/Wonosobo, Letkol Inf Yoyok Suyitno S.Sos, melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Garuda Tahap III dan IV di Desa Wonoroto, Kecamatan Watumalang, Selasa (31/3/2026).

Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya kelanjutan pembangunan infrastruktur yang diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas serta mendukung perekonomian masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim menyampaikan harapannya agar proses pembangunan dapat berjalan lancar tanpa hambatan.

"Semoga dengan dimulainya pembangunan ini, seluruh tahapan dapat berjalan dengan lancar dan sukses, sehingga hasilnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara semua pihak, baik pemerintah daerah, aparat terkait, maupun masyarakat dalam mendukung kelancaran pembangunan.

Pembangunan Jembatan Garuda ini merupakan bagian dari upaya pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan, khususnya dalam membuka akses antarwilayah yang selama ini masih terbatas.

Dengan adanya jembatan tersebut, diharapkan mobilitas warga semakin mudah, distribusi hasil pertanian lebih lancar, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Desa Wonoroto dan sekitarnya.

(Yudhi)
Pendim0707

Sinergi Forkopimda, Kalapas Pasir Pangarayan Hadiri Pembukaan Musrenbang RKPD Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2027


Pasir Pengaraian - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2027 yang diselenggarakan di Hall Islamic Center Pasir Pangarayan, Selasa (31/03).



Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafarudin Poti dan dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, forum, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kehadiran Kalapas Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba dalam kegiatan ini merupakan bentuk partisipasi aktif dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam memperkuat koordinasi antarinstansi.

Kalapas menyampaikan bahwa keterlibatan Lapas dalam kegiatan perencanaan pembangunan daerah merupakan bagian dari upaya mendukung sinergi yang baik antara instansi vertikal dan pemerintah daerah.

"Kami mendukung setiap program pemerintah daerah yang selaras dengan tugas dan fungsi pemasyarakatan, serta terus berupaya menjaga koordinasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan," ujar Kalapas.

Melalui kehadiran dalam kegiatan Musrenbang RKPD Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2027 ini, Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan menunjukkan komitmen untuk terus mendukung program pembangunan daerah serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Diharapkan sinergi yang terjalin dapat memberikan kontribusi positif dalam peningkatan kualitas pelayanan publik dan pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang selaras dengan kebijakan pemerintah daerah.

Lapas Pasir Pangarayan Ikuti Sosialisasi Pembangunan dan Evaluasi Zona Integritas Tahun 2026


Pasir Pengaraian - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan mengikuti kegiatan Sosialisasi Pembangunan dan Evaluasi Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan secara virtual, Selasa (31/03/2026).



Kegiatan yang dilaksanakan melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan dan Imigrasi di seluruh Indonesia. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait mekanisme pembangunan serta evaluasi Zona Integritas di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta menerima paparan mengenai dasar hukum, mekanisme pengusulan, serta tahapan evaluasi pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM. Selain itu, juga disampaikan kalender kerja pelaksanaan evaluasi tahun 2026 serta beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam proses pembangunan Zona Integritas.

Lapas Pasir Pangarayan mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memahami dan menyesuaikan pelaksanaan pembangunan Zona Integritas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menanggapi kegiatan tersebut, Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, melalui Kepala Subbagian Tata Usaha, Suharno, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini memberikan gambaran terkait tahapan dan mekanisme pembangunan Zona Integritas yang perlu dipahami oleh seluruh jajaran.

"Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan pemahaman mengenai proses pembangunan dan evaluasi Zona Integritas sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini menjadi referensi bagi kami dalam pelaksanaan tugas di satuan kerja," ujar Suharno.

Ia juga menambahkan bahwa Lapas Pasir Pangarayan akan terus mengikuti arahan dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam rangka mendukung pelaksanaan pembangunan Zona Integritas di lingkungan kerja.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan sosialisasi ini, diharapkan jajaran Lapas Pasir Pangarayan dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif terkait proses pembangunan dan evaluasi Zona Integritas di lingkungan kerja masing-masing.