Berita Terkini

Merah Putih Berkibar di Sepanjang Jalan Urut Sewu, Kobarkan Api Cinta Tanah Air Warga

Boyolali – Nuansa merah putih menyelimuti Desa Urut Sewu, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, saat warga dengan penuh semangat ...

Postingan Populer

Selasa, 21 April 2026

Merah Putih Berkibar di Sepanjang Jalan Urut Sewu, Kobarkan Api Cinta Tanah Air Warga


Boyolali – Nuansa merah putih menyelimuti Desa Urut Sewu, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, saat warga dengan penuh semangat mengibarkan Bendera Merah Putih di sepanjang jalan desa, Selasa (21/04/2026). Deretan bendera yang berkibar tertiup angin menghadirkan pemandangan yang menggugah rasa haru sekaligus kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud nyata kecintaan masyarakat terhadap tanah air. Dengan penuh kebersamaan, warga dari berbagai kalangan turun langsung, bergotong royong memasang bendera sebagai simbol penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan.

Semangat nasionalisme begitu terasa dalam setiap langkah warga. Momen ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai perjuangan, persatuan, dan kesatuan harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. Di tengah arus modernisasi, kegiatan sederhana ini justru menjadi penguat jati diri bangsa.

Babinsa Koramil 05/Ampel Kodim 0724/Boyolali, Serka Purnomo, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan teritorial yang bertujuan menanamkan nilai-nilai patriotisme. Ia berharap melalui kegiatan ini, rasa cinta tanah air masyarakat semakin tumbuh dan menjadi benteng dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Warga pun menyambut kegiatan ini dengan penuh antusias. Kebersamaan yang terjalin dalam pengibaran bendera menjadi bukti kuat bahwa semangat Merah Putih masih berkobar di hati masyarakat. Diharapkan, semangat ini terus hidup dan menjadi energi positif dalam menjaga persatuan serta membangun bangsa ke arah yang lebih maju.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Lapas Pasir Pangarayan Gelar Donor Darah di PMI Rokan Hulu, Wujud Kepedulian dalam HBP ke-62


Pasir Pengaraian – Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan melaksanakan kegiatan donor darah yang bertempat di kantor Palang Merah Indonesia Kabupaten Rokan Hulu, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pegawai Lapas Pasir Pangarayan serta peserta magang nasional yang turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dan kontribusi nyata kepada masyarakat. Donor darah ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan sosial dalam menyemarakkan peringatan HBP ke-62.

Kepala Lapas Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba melalui Kasi Binadik dan Giatja, Andi Rahman, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk perayaan seremonial, tetapi juga sebagai wujud implementasi nilai kemanusiaan yang menjadi bagian dari tugas pemasyarakatan.

“Melalui kegiatan donor darah ini, kami ingin menumbuhkan semangat kepedulian dan solidaritas, baik di lingkungan pegawai maupun peserta magang. Setetes darah yang didonorkan sangat berarti bagi yang membutuhkan,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan tetap memperhatikan prosedur kesehatan yang berlaku. Dengan adanya kegiatan ini, Lapas Pasir Pangarayan berharap dapat terus berkontribusi positif bagi masyarakat serta memperkuat citra pemasyarakatan yang humanis, peduli, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

***Friska dan Hobbi***
Uploaded Image

Senin, 20 April 2026

Gunakan Bahan Kimia Baru,Perumdam TDA Dianggap Boros Anggaran






Indramayu, Sergaprarget.com Pekan lalu publik di Indramayu digegerkan adanya Pansus DPRD Kabupaten Indramayu yang menyoroti  penggunaan anggaran  Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Darma Ayu(Perumdam TDA) Indramayu.

Pansus  menyoroti adanya pemborosan  anggaran karena menggunakan bahan kimia baru. Hal itu membuat beberapa media mencoba menginvestigasi ke cabang-cabang Perumdam TDA tentang kebenaran  apa yang disampaikan Pansus 
pada Senin(20/4/2026)  media mendatangi Perumdam TDA cabang pelayanan Jatibarang di jalan Letnan Joni desa Jatibarang Baru dan diterima langsung oleh kepala cabang pelayanan,Sutoni SH, didampingi Supervisor Produksi,Ade Setiawan.

Ketika ditanya tentang penggunaan kimia baru dan anggarannya,baik Sutoni maupun Ade Setiawan menjawab  Perumdam TDA cabang Jatibarang tidak menggunakan bahan kimia baru.

,kami masih menggunakan bahan kimia yang lama,terang Ade.

Bahkan  awak media pun diajak ke lokasi produksi air bersih untuk melihat hal yang sebenarnya.

Setelah di Jatibarang di lanjut ke lokasi Instalasi Pengolahan Air(IPA)300 Lobener, awak dan ditemui langsung kepala IPA 300,Adi Indrayadi.

Adi membeberkan bahwa penggunaan kimia baru hanya ada di dua IPA, yaitu IPA Sliyeg dan IPA Salamdarma.

“Kimia baru jenis PAC sudah diujicobakan di IPA Sliyeg dan hasilnya bagus, sedangkan di IPA Salamdarma sedang diujicobakan dan hasilnya juga bagus mampu bekerja pada NTU yang tinggi,” jelasnya.

Lanjut Adi mengatakan bahwa penggunaan kimia baru tersebut sudah melalui uji laboratorium yang ketat dan hasilnya cukup baik.

Dari investigasi tentang penggunaan kimia baru yang dilakukan  Perumdam TDA, khususnya di IPA Sliyeg tersebut adalah hal yang wajar karena  perusahaan memerlukan biaya yang standar.

(Nana. S)

POLRESTA CIREBON SIKAT HABIS DUET PENGEDAR OKA DI SUSUKAN

​Polresta Cirebon berhasil membongkar jaringan gelap peredaran obat keras ilegal (O.K) yang beroperasi di wilayah Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon. ​Minggu siang (19/04/2026) yang seharusnya tenang, berubah menjadi mimpi buruk bagi duet maut pengedar berinisial TW  (31) dan H  (28).

Keduanya tak berkutik saat petugas melakukan penyergapan kilat di sebuah rumah di Perumahan Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon. ​Operasi tersebut tampaknya bukan sekadar penangkapan biasa.

Pasalnya, polisi berhasil membongkar taktik licin tersangka yang mencoba menyamarkan ribuan butir OK di dalam kardus bekas minuman Nata de coco guna mengelabui petugas. Namun, ketajaman insting personel di lapangan berhasil mengendus keberadaan barang haram tersebut.
​Dalam penggeledahan yang berlangsung dramatis, petugas menemukan "Kardus Maut" tersebut dan berhasil mengamankan barang bukti berupa ​979 Butir Tramadol, ​48 Butir Hexymer,​Uang Tunai Rp 4.409.000 yang diduga hasil penjualan OK, ​2 Unit Handphone, hingga lainnya.

​Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., menyatakan bahwa penangkapan kedua tersangka tersebut menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang mencoba bermain api dengan narkoba maupun OK di wilayah hukum Cirebon.

​"Kami tidak akan membiarkan sedikitpun di Wilayah Cirebon menjadi ladang bisnis bagi para pengedar OK ilegal. Kami akan terus mengejar hulu dari jaringan ini, termasuk DPO berinisial R, yang diduga merupakan pemasok OK kepada kedua tersangka," tegasnya.

​Kedua tersangka kini mendekam di balik jeruji besi Mapolresta Cirebon untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka dijerat Pasal 435 dan  Pasal 436 UU RI No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang telah diperkuat dengan UU RI No. 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

"​Polresta Cirebon mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan proaktif melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan terkait narkoba dan obat keras ilegal melalui layanan Call Center 110. Mari kita jaga Cirebon dari ancaman bahaya obat terlarang," pungkasnya.

((Babil))

POLRESTA CIREBON SIKAT HABIS DUET PENGEDAR OKA DI SUSUKAN

​Polresta Cirebon berhasil membongkar jaringan gelap peredaran obat keras ilegal (O.K) yang beroperasi di wilayah Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon. ​Minggu siang (19/04/2026) yang seharusnya tenang, berubah menjadi mimpi buruk bagi duet maut pengedar berinisial TW  (31) dan H  (28).

Keduanya tak berkutik saat petugas melakukan penyergapan kilat di sebuah rumah di Perumahan Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon. ​Operasi tersebut tampaknya bukan sekadar penangkapan biasa.

Pasalnya, polisi berhasil membongkar taktik licin tersangka yang mencoba menyamarkan ribuan butir OK di dalam kardus bekas minuman Nata de coco guna mengelabui petugas. Namun, ketajaman insting personel di lapangan berhasil mengendus keberadaan barang haram tersebut.
​Dalam penggeledahan yang berlangsung dramatis, petugas menemukan "Kardus Maut" tersebut dan berhasil mengamankan barang bukti berupa ​979 Butir Tramadol, ​48 Butir Hexymer,​Uang Tunai Rp 4.409.000 yang diduga hasil penjualan OK, ​2 Unit Handphone, hingga lainnya.

​Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., menyatakan bahwa penangkapan kedua tersangka tersebut menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang mencoba bermain api dengan narkoba maupun OK di wilayah hukum Cirebon.

​"Kami tidak akan membiarkan sedikitpun di Wilayah Cirebon menjadi ladang bisnis bagi para pengedar OK ilegal. Kami akan terus mengejar hulu dari jaringan ini, termasuk DPO berinisial R, yang diduga merupakan pemasok OK kepada kedua tersangka," tegasnya.

​Kedua tersangka kini mendekam di balik jeruji besi Mapolresta Cirebon untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka dijerat Pasal 435 dan  Pasal 436 UU RI No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang telah diperkuat dengan UU RI No. 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

"​Polresta Cirebon mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan proaktif melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan terkait narkoba dan obat keras ilegal melalui layanan Call Center 110. Mari kita jaga Cirebon dari ancaman bahaya obat terlarang," pungkasnya. ((EDI BABIL))

Harga Beras Dan Gula Berpotensi Naik Akibat Melambungnya Harga Bahan Baku Plastik




Indramayu, Sergaptarget.com 
Kenaikan harga plastik diprediksi akan mengoreksi harga jual pangan pokok. Rinciannya, potensi kenaikan harga beras sekitar Rp 350 per kilogram dan gula sekitar Rp 150 per kilogram Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) memberikan peringatan  terkait kenaikan harga beras dan gula di tingkat konsumen. Penyebab  kenaikan ini bukan karena kelangkaan stok pangan, melainkan akibat melambungnya harga bahan baku plastik global yang berimbas pada biaya kemasan.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa menjelaskan, gejolak geopolitik dunia mulai merambat ke sektor pangan melalui gangguan rantai pasok plastik. Pelaku usaha yang menggunakan kemasan karung, khususnya untuk komoditas beras dan gula, kini mulai merasakan dampaknya.

Berdasarkan hasil diskusi dengan para pelaku usaha, kenaikan harga plastik diprediksi akan mengoreksi harga jual pangan pokok. Rinciannya, potensi kenaikan harga beras sekitar Rp 350 per kilogram, dan potensi kenaikan gula sekitar Rp 150 per kilogram.
 Agar tidak memicu inflasi lebih lanjut di tingkat konsumen,” ujar Ketut dalam keterangan resminya, Minggu (19/4/2026).

Ia menyebut, meskipun angka kenaikan per kilonya terlihat kecil, namun akumulasi biaya tersebut sangat terasa bagi masyarakat luas.

Penyebabnya Harga Beras dan Gula Berpotensi Naik
Sementara itu, Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengungkapkan, lonjakan harga ini berakar dari konflik di Timur Tengah yang mengganggu pasokan nafta.  nafta adalah komponen utama petrokimia yang diolah dari minyak bumi untuk memproduksi plastik dan bahan kimia lainnya.

Untuk mengatasi ketergantungan pada Timur Tengah, pemerintah Indonesia  mengambil langkah strategis dengan mencari sumber alternatif. Saat ini, proses pengiriman bahan baku plastik sedang berjalan dari beberapa negara, antara lain India, Afrika, dan Amerika Serikat (AS).

Selain melakukan diversifikasi negara asal impor, pemerintah juga mulai menjajaki penggunaan LPG sebagai alternatif pengganti nafta. Untuk menjaga keberlangsungan industri plastik dalam negeri, pemerintah tengah mempertimbangkan sumber pasokan baru dari kawasan Eurasia, termasuk Rusia.

Bapanas berkomitmen untuk memperkuat koordinasi lintas kementerian guna mencarikan solusi jangka panjang terkait stabilitas harga plastik  Dengan harapan rantai pasok global membaik, beban biaya kemasan plastik dapat segera menurun. Sehingga harga produk pangan pokok seperti beras dan gula tetap terjangkau bagi masyarakat.

(Nana. S)

Kloter Pertama Jemaah Haji Kabupaten Indramayu Siap Berangkat Pekan Depan Dari BIJB




Indramayu, Sergaptarget.com Kloter pertama jemaah haji asal Kabupaten Indramayu dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci  pekan depan.
G
Kepala Kantor Kementerian Haji dan  (Kemenhaj) dan Umroh Kabupaten Indramayu, Effendi, mengatakan,  jemaah haji  akan diberangkatkan melalui BIJB Kertajati.
Efendi menerangkan sebelum terbang dari BIJB Kertajati jamaah akan  menginap semalam di Asrama Haji Jawa Barat  Indramayu, dan diberangkatkan esok harinya,Selasa 22 April 2026.
“Mereka merupakan kloter pertama yang berangkat melalui BIJB  Kertajati  ke Tanah Suci pada Rabu 22 April 2026,” ujar Effendi kepada awak media  di Kantor nya.

Jumlah jemaah haji yang tergabung dalam kloter pertama  mencapai 440 orang, ditambah ketua kloter, petugas pembimbing ibadah, serta dua tenaga kesehatan (nakes).

Efendi memastikan seluruh persiapan pemberangkatan kloter pertama  sudah mencapai 100 persen,  tinggal menunggu hari H.

Adapun mekanisme pemberangkatannya secara umum tidak jauh berbeda dibanding tahun lalu, yakni diawali pelepasan dari Pendopo Bupati Indramayu, kemudian menaiki bus menuju Asrama Haji Indramayu.

“Saat menginap di asrama para jemaah haji akan mendapatkan fasilitas konsumsi berupa tiga kali makan, dan dua kali snack, lalu diberangkatkan ke BIJB Kertajati menggunakan bus  kata Effendi

Selama menginap di Asrama Haji para jemaah haji akan mendapatkan layanan kesehatan, pembagian gelang identitas, utang living cost, paspor, hingga kartu Nusuk atau identitas digital untuk akses masuk ke areal Masjidil Haram.

Effendi menyampaikan, Kanwil Kemehaj Jawa Barat juga turut menyiapkan  layanan pemeriksaan barang bawaan koper dan tas kabin di Asrama Haji Indramayu untuk memastikan keamanan sebelum menuju bandara.

“Kami juga telah menyiapkan berbagai hal untuk melayani para jemaah haji dari mulai sebelum keberangkatan ke Tanah Suci hingga kembali ke Tanah Air, dan semoga semuanya berjalan lancar,” ujar Effendi. 

(Nana. S)

Ops Antik Lancang Kuning 2026, Satresnarkoba Polres Rokan Hulu Amankan Pengedar Sabu 5,82 Gram di Desa Koto Tinggi



ROKAN HULU — Satuan Reserse Narkoba Polres Rokan Hulu kembali berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu dalam rangka Operasi Antik Lancang Kuning (LK) 2026. Seorang pria yang diduga sebagai pengedar diamankan bersama barang bukti di wilayah Kecamatan Rambah, Sabtu (18/4/2026) dini hari.


Penangkapan terjadi sekitar pukul 00.30 WIB di sebuah rumah yang berlokasi di Dusun Wonosri Timur, Desa Koto Tinggi, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu.

Kasat Resnarkoba Polres Rokan Hulu IPTU Dendy Gusrianto, S.H., M.H. menjelaskan bahwa pengungkapan ini bermula dari informasi masyarakat yang menyebutkan lokasi tersebut kerap dijadikan tempat penyalahgunaan narkotika.

“Menindaklanjuti informasi tersebut, kami memerintahkan tim untuk melakukan penyelidikan dan langsung bergerak ke lokasi,” ujarnya.

Dalam operasi yang dipimpin oleh AIPDA Ronaldi, petugas berhasil mengamankan seorang tersangka berinisial M.S. (31), yang berprofesi sebagai wiraswasta dan merupakan warga Kecamatan Rambah.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa dua paket narkotika jenis sabu dengan berat kotor 5,82 gram yang dibungkus plastik klip bening, satu pack plastik klip kosong, satu alat hisap (bong) dari botol plastik, satu unit timbangan digital, satu buah tas warna hitam, serta satu unit handphone android.

Berdasarkan hasil interogasi, tersangka mengaku memperoleh sabu tersebut dari seorang pria berinisial Y.H. Petugas kemudian melakukan upaya pengembangan ke lokasi yang bersangkutan, namun hingga saat ini belum berhasil ditemukan dan masih dalam pencarian.

Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polres Rokan Hulu guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo Lampiran II Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana jo Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman berat.

Polres Rokan Hulu menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkotika melalui Operasi Antik 2026 serta mengajak masyarakat untuk aktif memberikan informasi guna menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba. 

Sumber Humas Polres Rohul

***Hobbi Pargaulan***

Wujudkan Wilayah Aman & Kondusif, Piket Koramil 04/Jebres Laksanakan Patroli Malam Bersama Bhabinkamtibmas & Linmas

Surakarta - Guna menciptakan Kondusifitas wilayah dan rasa nyaman bagi warga masyarakat, Piket Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Koptu Sanda Arieswanto melaksanakan Patroli malam bersama Bhabinkamtibmas dan Linmas di seputaran wilayah Kecamatan Jebres, Sabtu (18/04/2026).

Ditegaskan Koptu Sandha patroli malam dilakukan secara rutin oleh piket Koramil dengan sasaran tempat-tempat yang dianggap rawan dari tindak kejahatan dan kriminal di wilayah kecamatan Jebres.

"Dalam patroli tersebut, kami selaku Piket Koramil selalu mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan  lingkungan dari tindak kejahatan yang dapat merugikan warga masyarakat dan juga harus tanggap terhadap perkembangan situasi lingkungan di sekitar wilayah."ujarnya.

"Kegiatan patroli keamanan seperti ini akan terus kita lakukan demi menjaga situasi tetap kondusif serta mencegah terjadinya tindak kejahatan di wilayah binaan."pungkas Koptu Sanda.

Penulis : Arda 72
Uploaded Image

Dinas PUPR Rohul Melalui Instruksi Bupati Rohul,Gerak Cepat Perbaiki Jalan Lubuk Bendahara Timur Desa Lubuk Betung.


Ujung Batu, Keluhan warga Desa Lu

buk Betung atas kondisi Jalan Lubuk Bendahara Timur yang rusak, akhirnya di respon Bupati Rokan Hulu (Rohul) Anton, ST, MM. Melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR), saat ini perbaikan jalan senilai sekitar Rp1,7 miliar itu tengah dikerjakan PT Bina Pembangunan Adi Jaya dengan konsultannya CV Duta Riau Konsultan.

Tentunya kegiatan perbaikan atau pemeliharaan jalan rusak tersebut dibiayai dari APBD Rohul, yang mana dana tersebut atas partisipasi masyarakat dalam membayar pajak.

Kamis (16/4/26), Keterangan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Rohul Zulfikri, ST kepada beninginfo.com membenarkan adanya kegiatan pekerjaan pemeliharaan berkala di ruang Jalan Lubuk Bendahara Timur.

“Saat ini sedang dikerjakan, progresnya masih dalam tahap pengerasan dengan base A, dan setelah itu baru dilapis aspal” ujar Plt Kadis Zulfikri, ST.

Pantauan beninginfo.com dilapangan bahwa, kegiatan tersebut kontrak kerja dengan nomor kontrak 620/PBJ.8/Kontrak/BM/IV/2026, tertanggal 13 April 2026, dengan masa pelaksanaan 90 Hari Kerja

***Hobbi Pargaulan***