Sergap Target

Berita Terkini

Polsek Kunto Darussalam Jangkau Warga Pinggiran Sungai Rokan Lewat Program JALUR, Salurkan Bansos dan Layanan Kesehatan

ROKAN HULU – Kepolisian Resor Rokan Hulu melalui Polsek Kunto Darussalam terus memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui Progr...

Postingan Populer

Kamis, 13 Agustus 2026

Polsek Kunto Darussalam Jangkau Warga Pinggiran Sungai Rokan Lewat Program JALUR, Salurkan Bansos dan Layanan Kesehatan




ROKAN HULU – Kepolisian Resor Rokan Hulu melalui Polsek Kunto Darussalam terus memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui Program JALUR (Jelajah Riau Untuk Rakyat), salah satu program unggulan Kapolda Riau. Kegiatan tersebut menyasar warga di wilayah yang berada di pinggiran Sungai Rokan, Desa Sangkir Indah, Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam, Rokan Hulu, Rabu (12/8/2026).



Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu dipusatkan di RT 002/RW 001 Dusun Suka Mulya, Desa Sangkir Indah. Personel Polsek Kunto Darussalam hadir tidak hanya untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat, tetapi juga memberikan bantuan sosial dan pelayanan kesehatan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap warga yang membutuhkan.

Dalam kegiatan tersebut, personel menyerahkan bantuan sosial kepada dua warga kurang mampu, yakni Saldi yang sehari-hari bekerja sebagai petani dan Painah yang merupakan ibu rumah tangga. Bantuan yang diberikan berupa beras 5 kilogram, satu dus mi instan, minyak goreng 2 liter, enam kaleng susu, serta satu papan telur.

Selain penyaluran bantuan sosial, personel juga melaksanakan bakti kesehatan bagi masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan Polri secara langsung, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan akses pelayanan yang relatif terbatas.

Desa Sangkir Indah merupakan salah satu wilayah yang berada di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Rokan. Sebagian masyarakat setempat masih menggantungkan kehidupan dari aktivitas mencari ikan di Sungai Rokan dengan menggunakan sampan atau perahu, yang juga dimanfaatkan sebagai sarana transportasi dan mengangkut hasil sungai.

Kondisi geografis tersebut membuat masyarakat setempat turut menghadapi kerawanan banjir ketika musim penghujan tiba akibat luapan Sungai Rokan. Di sisi lain, masih terdapat masyarakat dengan tingkat pendidikan yang relatif rendah sehingga membutuhkan perhatian dan pendekatan pelayanan yang berkelanjutan.

Kapolsek Kunto Darussalam melalui personelnya menegaskan bahwa kegiatan JALUR merupakan bentuk nyata kehadiran Polri yang tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga menyentuh kebutuhan sosial masyarakat.

Program JALUR yang digagas Kapolda Riau tersebut diimplementasikan secara terpadu dengan melibatkan jajaran Polda Riau dan Polres, sebagai upaya mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah terpencil dan memiliki keterbatasan akses.

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Kunto Darussalam berharap hubungan antara kepolisian dan masyarakat semakin erat. Kehadiran personel di tengah warga juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri sekaligus membuka ruang komunikasi untuk mengetahui secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Kegiatan yang melibatkan Kanit Intelkam IPDA Frengki Syamjasri, Kanit Binmas AIPTU Roma Desliko, S.E., Kanit BKO Lantas AIPTU Rinto Simanjuntak, S.H., serta para Bhabinkamtibmas dan personel Polsek Kunto Darussalam tersebut berakhir sekitar pukul 11.15 WIB.

Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman dan kondusif.

***Hobbi Pargaulan***
 *(Humas Polres Rohul)*

Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Pegawai dan Warga Binaan




Pasir Pengaraian - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pegawai dan warga binaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kamis (13/8/2026).



Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan tersebut turut melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Rambah serta petugas Klinik Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan. Dalam pelaksanaannya, tenaga kesehatan dan dokter dari Puskesmas Rambah bersama petugas Klinik Lapas memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan kepada pegawai dan warga binaan.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk perhatian terhadap kesehatan di lingkungan pemasyarakatan sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, menyampaikan apresiasi atas dukungan Puskesmas Rambah dan keterlibatan petugas Klinik Lapas dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami mengapresiasi dukungan Puskesmas Rambah serta keterlibatan petugas Klinik Lapas dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan ini. Kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi dalam memberikan perhatian terhadap kesehatan pegawai dan warga binaan,” ujar Efendi.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi kesehatan sekaligus mendorong kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kesehatan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi pegawai maupun warga binaan serta meningkatkan kesadaran bersama untuk menjaga kesehatan. Kami juga berharap sinergi dengan Puskesmas Rambah dapat terus terjalin dalam mendukung pelayanan kesehatan di lingkungan Lapas,” tambahnya.

Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan berlangsung dengan melibatkan jajaran Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Rambah dan petugas Klinik Lapas. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan dalam memberikan perhatian terhadap aspek kesehatan di lingkungan pemasyarakatan.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan terus mendorong terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang peduli terhadap kesehatan, baik bagi pegawai maupun warga binaan, serta memperkuat sinergi dengan instansi pelayanan kesehatan dalam mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan pemasyarakatan.

***Hobbi Pargaulan***

Satu Bulan Bersinergi, TMMD Sengkuyung di Watumalang Hasilkan Jalan Mulus hingga Rumah Layak Huni

 

Wonosobo – Kodim 0707/Wonosobo resmi menutup rangkaian kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 melalui upacara penutupan yang digelar di Desa Kerinjing, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo. Upacara tersebut menjadi bukti penyelesaian seluruh program yang telah dilaksanakan selama satu bulan. (13/8/2026)

Komandan Kodim (Dandim) 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno, S.Sos bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup). Dalam kesempatan itu, ia membacakan amanat Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han. Upacara dihadiri unsur Forkopimda, pejabat terkait, serta masyarakat setempat.

Dalam amanat yang dibacakan, Pangdam IV/Dip menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati dan Wali Kota, personel TNI-Polri, serta seluruh masyarakat atas sinergi, kerja keras, dan kebersamaan yang terjalin erat selama pelaksanaan TMMD. “Seluruh rangkaian kegiatan TMMD ini dapat diselesaikan dengan sukses,” ujarnya.

Program TMMD tahun ini mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”. Tema tersebut menegaskan pentingnya desa sebagai fondasi utama pembangunan nasional. Pangdam menyatakan optimisme bahwa desa memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi, merawat kehidupan sosial, dan menjaga budaya masyarakat, sehingga pembangunan yang merata di desa akan memperkokoh kedaulatan NKRI.

TMMD merupakan program kerja sama terpadu dan berkelanjutan antara TNI, Polri, kementerian/lembaga pemerintah nonkementerian, serta pemerintah daerah. Program ini memadukan langkah berbagai instansi untuk mempercepat pembangunan daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung aspek pertahanan. Sasaran utamanya difokuskan pada kawasan pedesaan yang tergolong tertinggal atau miskin, terisolasi atau terpencil, wilayah perbatasan, daerah kumuh perkotaan, dan lokasi terdampak bencana.

Pada pelaksanaan kali ini, seluruh infrastruktur fisik berhasil diselesaikan 100 persen. Sarana dan prasarana yang diwujudkan antara lain pembangunan serta peningkatan kualitas jalan dan jembatan, pembangunan Pos Kamling, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), serta penyediaan fasilitas air bersih melalui sumur bor dan sanitasi. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu mendongkrak taraf hidup dan kesehatan warga desa.

Selain pembangunan fisik, program nonfisik juga mencatat capaian yang baik. Kegiatan meliputi penyuluhan bela negara dan wawasan kebangsaan, pencegahan stunting, pasar murah dengan pembagian sembako, serta pelayanan kesehatan gratis. Rangkaian penyuluhan dan bakti sosial ini dirancang untuk membentuk masyarakat desa yang cerdas, tangguh, mandiri, dan memiliki nasionalisme tinggi.

Pangdam berharap seluruh hasil yang telah dicapai dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menitipkan pesan agar infrastruktur dan program yang telah dibangun bersama dipelihara serta dirawat agar memiliki masa pakai yang panjang.

Upacara penutupan ini menandai berakhirnya TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 di wilayah Kodim 0707/Wonosobo dan menjadi bukti sinergi TNI dengan pemerintah daerah serta masyarakat dalam membangun desa.

(Yudhi)
Pendim 0707
Uploaded Image

Rabu, 12 Agustus 2026

Pelanggan PDAM Tirta Dharma Ayu Keluhkan Tagihan : Pihak Direksi Diduga Tutup Mata



Indramayu, Sergaptarget.com 
Pelanggan  Perumdam Tirta Dharma Ayu, (PDAM) Kabupaten Indramayu,  Wasta warga Desa Sukasari blok Dongkal RT/08, RW/02 Kecamatan Arahan, Wasta sebagai pemilik/pengguna saluran nomor 4101008444 atas nama Daswin di RT/07,RW/02 keluhkan tagihan air ledeng yang tidak masuk akal.Pasalnya tagihan bulan Juli sebesar Rp 1.638.847,- yang biasanya satu bulan tagihan sebesar Rp 200rb paling besar Rp 250rb.

Tagihan bulan Mei sebesar Rp 209,640 untuk bulan Juni sebesar Rp 209,640, jadi untuk tagihan 2 bulan saja kalau dijumlahkan cuman sebesar Rp 419,28, masa untuk satu bulan Juli sebesar Rp 1.638.847,- itukan aneh.Rabu (12/08/2026).

Wasta menganggap menejemen PDAM diduga asal-asalan mencatat tagihan yang tidak masuk akal.

Sebelumnya tiga minggu yang lalu, tagihan bulan Mei dan Juni pernah dipermasalahkan, hasil printout pemakaian air yang dikeluarkan oleh unit Arahan tagihan dari bulan Mei dan Juni sebesar Rp 1.747.099,-  (Satu Juta Tujuh Ratus Empat Puluh Tujuh Ribu Sembilan Puluh Sembilan Rupiah).

Pihak unit PDAM Arahan mengatakan itu sistem dari pusat, tidak bisa dirubah,ucap Wasta menirukan kepala unit Arahan.

Berbeda dengan tagihan melalui aplikasi website PDAM dua bulan yang sudah dibayar dari Mei dan Juni sebesar Rp 419.28, kalau memang sistim kenapa bisa berbeda hasilnya, ada apa dengan PDAM.

Pada Selasa 11 Agustus 2026, Wasta melihat tagihan diwebsite PDAM untuk bulan Juli sebesar Rp 1.638.847,-. Apakah ada permainan dari menejemen Perumdam Tirta Dharma Ayu, ucapnya

Lanjutnya "Saya sebagai pelanggan ingin tahu berapa kubik penggunaan air dibulan Juli", ucap Wasta.

Dirinya sudah berusaha menghubungi pihak PDAM, baik menghubungi Direktur utama Nurpan dan humas PDAM Budi, tetapi tidak ada tanggapan.

Kini Wasta merasa kecewa terhadap menejemen PDAM Tirta Dharma Ayu, seakan tidak menerima pengaduanya, yang katanya pihak PDAM terbuka menerima pengaduan dari para pelanggan, itu cuman omong besar,  faktanya nol besar, mereka menutup diri.

"Saya merasa kecewa dengan menejemen Perumdam Tirta Dharma Ayu, seakan tutup mata. Saya harus mengadu kesiapa lagi", keluh Wasta

Betul apa yang disampaikan oleh Direktur Pusat Kajian Strategis Pembangunan Daerah (PKSPD) O'ushj Dialambaqa, yang akrab disapa Oo, mengatakan menejemen Perumdam Tirta Dharma Ayu, menejemen sampah saat podcast dengan dirinya. 

Wasta berharap ada kejelasan dari pihak Perumdam Tirta Dharma Ayu, untuk memberikan keterangan berapa kubik air yang dipakai dibulan Juli.

Sementara pihak PDAM Tirta Dharma Ayu, belum bisa memberikan keterangan secara resmi.

(Nana. S)

Kapolresta Cirebon Takziah ke Rumah Duka Sesepuh Pondok Buntet Pesantren Almarhum KH. Hasanuddin Kriyani

CIREBON – Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran PJU dan personel Polresta Cirebon, menyampaikan belasungkawa dengan bertakziah ke rumah duka sesepuh Pondok Buntet Pesantren, almarhum KH. Hasanuddin Kriyani, di Desa Mertapada Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Rabu (12/8/2026) malam.

Kegiatan takziah tersebut dilaksanakan sekitar pukul 18.00 WIB hingga selesai. Kapolresta Cirebon hadir didampingi para pejabat utama (PJU), Kapolsek jajaran, serta sejumlah perwira dan personel Polresta Cirebon.

Kehadiran Kapolresta Cirebon beserta jajaran merupakan bentuk empati dan kepedulian terhadap keluarga besar almarhum yang tengah berduka. Selain itu, takziah tersebut menjadi wujud penghormatan Polresta Cirebon atas jasa, dedikasi, keteladanan, serta kontribusi almarhum dalam kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan, khususnya di lingkungan Pondok Buntet Pesantren dan masyarakat Cirebon.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Cirebon menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar almarhum. Ia juga mendoakan agar Almarhum KH. Hasanuddin Kriyani mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, seluruh amal ibadah, kebaikan, dan pengabdian beliau diterima oleh Allah SWT serta menjadi amal jariyah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan,” ujar Kapolresta Cirebon.

Kapolresta Cirebon menambahkan, sosok almarhum merupakan salah satu tokoh yang memiliki keteladanan dalam kehidupan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Oleh karena itu, kepergian beliau menjadi duka bagi keluarga besar, para santri, serta masyarakat yang selama ini mengenal dan menghormati almarhum.

Almarhum KH. Hasanuddin Kriyani rencananya akan dimakamkan pada Kamis, 13 Agustus 2026, sekitar pukul 10.00 WIB.

Kapolresta Cirebon berharap seluruh rangkaian prosesi pemakaman dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Polresta Cirebon juga siap memberikan pelayanan serta pengamanan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan kondusif.

Buka Pelatihan Bahasa Jepang, Bupati Lucky Hakim Berharap Calon Pekerja Migran Semakin Kompeten




Indramayu, Sergaptarget.com Bupati Indramayu Lucky Hakim secara resmi membuka Pelatihan Bahasa Jepang bagi ratusan calon pekerja migran. Hal itu dilakukan di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu, Senin (10/8/2026).

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari persiapan peserta sebelum mengikuti seleksi program pemagangan luar negeri melalui kerja sama Kementerian Ketenagakerjaan dengan International Manpower Development Organization (IM Japan).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Disnaker Kabupaten Indramayu Endang Ismiati, Ketua Umum DPP Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Seluruh Indonesia (ALPA Indonesia) Rawin dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Lucky Hakim mengapresiasi kerja sama antara ALPA Indonesia dan Disnaker Kabupaten Indramayu yang telah membuka ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan diri mengikuti program pemagangan ke luar negeri.

Menurut Bupati Lucky, para peserta yang mengikuti pelatihan telah melewati sejumlah tahapan seleksi dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk melanjutkan ke tahap pelatihan.

Karena itu, Bupati Lucky Hakim berpesan agar kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Ia juga meminta peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. Tidak hanya dalam meningkatkan kemampuan bahasa Jepang, tetapi juga membangun kedisiplinan, menjaga sikap, serta mempersiapkan ketahanan fisik dan etos kerja.

“Terus belajar, tingkatkan kemampuan, dan jaga kedisiplinan serta etos kerja,” pesannya.

Bupati Lucky Hakim menegaskan, Pemerintah Kabupaten Indramayu terus mendorong peningkatan kompetensi masyarakat melalui berbagai pelatihan. Selain itu, juga melakukan kerja sama serta memperluas akses terhadap informasi dan kesempatan mengikuti program ketenagakerjaan, baik di dalam maupun luar negeri.

Sementara itu, Ketua Umum DPP ALPA Indonesia Rawin menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan pembekalan bagi peserta sebelum mengikuti seleksi program pemagangan yang akan dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi.

Sebelum sampai pada tahap pelatihan, jelasnya, para peserta telah melewati proses seleksi secara bertahap, mulai dari tes matematika dasar, psikologi, kesamaptaan tubuh, hingga wawancara.

Selama pelatihan, peserta akan mendapatkan materi kedisiplinan, ketahanan fisik, bahasa Jepang, dan matematika dasar. Pembekalan tersebut diharapkan dapat membantu peserta lebih siap menghadapi tahapan seleksi di BBPVP Bekasi.

Rawin mengatakan, ALPA Indonesia turut mendukung kebutuhan pelatihan, mulai dari alat tulis, modul, seragam, hingga penyediaan instruktur.

Ia menambahkan, Disnaker Kabupaten Indramayu sebelumnya telah mengajukan permohonan kepada Kementerian Ketenagakerjaan agar seleksi pemagangan dapat dilaksanakan di Indramayu.

Namun, karena agenda seleksi tahun ini telah tersusun, pelaksanaan seleksi di Indramayu kemungkinan baru dapat direalisasikan pada tahun berikutnya.

Ke depan, Rawin berharap kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu dapat terus berlanjut, terutama dalam mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar lebih siap mengikuti tahapan program pemagangan serta memiliki bekal yang memadai sebelum melanjutkan ke proses berikutnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan secara simbolis kit pelatihan kepada peserta oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim bersama Kepala Disnaker Kabupaten Indramayu Endang Ismiati.

(Nana. S)

Gembok Berganti, 67 Karung Lada Raib: Tim Investigasi Telusuri Jejak hingga Gudang Kace Timur.


PANGKALPINANG — Misteri hilangnya puluhan karung lada putih dari sebuah gudang milik GHN di kawasan Gang Sawah, Kelurahan Sriwijaya, Kecamatan Girimaya, Kota Pangkalpinang, mulai menemukan titik terang.
Informasi yang dihimpun tim investigasi awak media menyebutkan, sebanyak 67 karung lada putih, dengan berat rata-rata sekitar 50 kilogram per karung, diduga raib dari dalam gudang. Jika dihitung berdasarkan berat tersebut, jumlah lada yang hilang diperkirakan mencapai sekitar 3.350 kilogram atau 3,35 ton.
Peristiwa itu kini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Margono, selaku penjaga gudang sekaligus pihak yang diberi kuasa untuk melaporkan kejadian tersebut, telah membuat laporan terkait dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat).

Laporan tersebut dibuat pada 7 Agustus 2026 sekitar pukul 16.41 WIB dan tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/B/542/VIII/2026/SPKT/Polresta Pangkalpinang.

Gembok Gudang Diduga Diganti. 

Kepada tim investigasi, Margono menceritakan bahwa pada malam 24 Juli hingga dini hari 25 Juli 2026, dirinya berada di kawasan Jembatan Emas, Ketapang, Kecamatan Bukit Intan, untuk berkumpul dan ngopi bersama teman-temannya.

Margono mengaku baru kembali ke rumah yang berada di sekitar area gudang sekitar pukul 02.30 WIB.

Keesokan harinya, pemilik gudang disebut hendak membuka gudang untuk melakukan aktivitas seperti biasa. Namun, gembok gudang tidak dapat dibuka.

Dugaan pun mengarah pada adanya pergantian gembok. Kondisi tersebut kemudian memunculkan dugaan bahwa gudang telah menjadi sasaran aksi pencurian.

Dari pemeriksaan di dalam gudang, ditemukan bahwa sebagian besar stok lada telah hilang. Dari total sebelumnya, disebutkan hanya tersisa sekitar 17 karung, sementara 67 karung lainnya diduga telah dibawa keluar.
Jejak 2,6 Ton Lada Mulai Terkuak
Investigasi kemudian diarahkan untuk menelusuri ke mana lada tersebut diduga dibawa.

Petunjuk datang dari informasi Margono yang mengarahkan tim kepada HND, salah seorang pegawai gudang milik AKM di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Pangkalan Baru.
Saat dikonfirmasi, HND membenarkan adanya komunikasi dari seseorang berinisial RJ pada pagi 25 Juli 2026 yang menawarkan lada dalam jumlah sekitar 2,6 ton.

Menurut HND, dalam proses tersebut dirinya meminta RJ mengirimkan foto KTP pemilik lada atas nama TY, sekaligus nomor polisi kendaraan yang membawa lada melalui aplikasi WhatsApp.

HND kemudian mengarahkan pengiriman lada ke sebuah gudang di Desa Kace Timur, karena menurut keterangannya, transaksi lada dalam jumlah besar dilakukan di lokasi tersebut.
HND juga menyatakan bahwa pembelian lada tersebut dilakukan sesuai dengan SOP yang berlaku di tempatnya.

Nilainya Mencapai Ratusan Juta Rupiah
Ketika ditanya mengenai harga lada pada saat transaksi, HND menghitung menggunakan kalkulator dan menyebut harga sekitar Rp149.000 per kilogram.

Dengan volume sekitar 2,6 ton, nilai transaksi tersebut berdasarkan perhitungan itu mencapai sekitar Rp387,4 juta.

Namun, ketika dikaitkan dengan keterangan Margono mengenai hilangnya sekitar 3,35 ton lada, HND mengaku tidak mengetahui apakah seluruh lada tersebut berada di lokasi yang sama.

“Mungkin diturunkan di tempat lain, Bang,” demikian keterangan HND sebagaimana disampaikan kepada tim investigasi.

Tim Datangi Gudang Kace Timur. 

Penelusuran kemudian dilanjutkan ke area pergudangan milik AKM di Desa Kace Timur.
Di lokasi tersebut, tim investigasi bertemu dengan salah seorang karyawati yang berada di outlet yang dilapisi kaca pembatas.
Ketika dikonfirmasi mengenai informasi masuknya lada dalam jumlah besar, termasuk sekitar 2,6 ton, karyawati tersebut menyampaikan bahwa pemilik gudang sedang berada di luar kota.

Ia mengaku tidak berani memberikan keterangan lebih jauh karena khawatir memberikan informasi yang keliru.
Polisi Didorong Usut Aliran Lada
Rangkaian informasi tersebut kini menyisakan sejumlah pertanyaan yang masih harus dijawab melalui proses penyelidikan aparat penegak hukum.

Jika benar terdapat keterkaitan antara lada yang hilang dari gudang GHN dengan lada sebanyak 2,6 ton yang ditawarkan pada 25 Juli 2026, maka terdapat sejumlah hal penting yang perlu didalami, mulai dari asal-usul lada, pihak yang menawarkan, dokumen kepemilikan, kendaraan pengangkut, hingga lokasi pertama dan terakhir lada tersebut diturunkan.

Namun demikian, keterkaitan tersebut belum dapat disimpulkan sebagai fakta hukum dan masih membutuhkan pembuktian melalui penyelidikan serta pemeriksaan kepolisian.
Tim investigasi awak media juga telah berupaya menjaga keberimbangan. 

pemberitaan dengan melakukan konfirmasi kepada pihak terkait, termasuk pihak pemilik gudang AKM dan jajaran Satreskrim Polresta Pangkalpinang mengenai perkembangan perkara tersebut.

Sementara itu, Margono disebut masih menunggu perkembangan dari pihak penyidik Polresta Pangkalpinang terkait laporan yang telah dibuatnya.

Kini pertanyaan besarnya adalah: ke mana sebenarnya 67 karung lada yang hilang tersebut dibawa, dan apakah jejak 2,6 ton lada yang muncul dalam transaksi pada 25 Juli memiliki kaitan dengan kasus pencurian di gudang GHN?

Jawaban atas pertanyaan tersebut berada pada proses penyelidikan dan pembuktian aparat penegak hukum.

(HR/TIM) 

Feriadi, S.IP., M.Si Camat Tandun Dan Sri Era Noviriati Ketua TP PKK Kecamatan Tandun Staf dan segenap Jajaranya Mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Ke 81 Tahun.





Feriadi, S.IP., M.Si 
Camat Tandun Dan  Sri Era Noviriati 
Ketua TP PKK Kecamatan Tandun Staf dan segenap Jajaranya 
Mengucapkan 

🇮🇩 Dirgahayu Republik Indonesia 🇮🇩 Ke 81 Tahun.



"Bersatu, Berkarya, Indonesia Jaya."
Mari jadikan semangat kemerdekaan sebagai motivasi untuk terus berkarya, mempererat persatuan, dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.
Merdeka! Merdeka! Merdeka! 🇮🇩

Mahasiswa KKN UNWIR Kelompok 7 Bersama BAZMA RU VI Balongan Gelar Pelatihan Pembuatan Tempe Untuk Masyarakat




Indramayu, Sergaptarget.com Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Wiralodra (UNWIR) Kelompok 07 menggelar kegiatan Pelatihan Pembuatan Tempe bagi masyarakat Desa Rawadalem, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu. yang bertempat di Posko KKN UNWIR Kelompok 07 Desa Rawadalem kecamatan Balongan Indramayu.

Pelatihan  bertujuan  meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah kedelai menjadi tempe yang berkualitas serta memiliki nilai ekonomis. Selain  mengenai proses produksi yang baik,  juga  praktik langsung mulai dari proses pengolahan hingga fermentasi.

Ketua KKN UNWIR Kelompok 07, Abdul Aziz dari Fakultas Ekonomi, menyampaikan  kegiatan ini merupakan  upaya mahasiswa dalam mendorong tumbuhnya kemandirian

Pada kesempatan yang sama Ketua pelaksana kegiatan, Wandi Santoso dari Fakultas Pertanian, menjelaskan  pelatihan  tidak hanya berfokus pada proses pembuatan tempe, tetapi juga  pemanfaatan potensi bahan baku dan keterampilan masyarakat untuk menghasilkan produk pangan yang bernilai ekonomi

“Kami berharap melalui pelatihan ini masyarakat tidak hanya mengetahui bagaimana proses pembuatan tempe, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan yang diajarkan menjadi peluang usaha. Karena Tempe merupakan produk pangan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan memiliki potensi untuk dikembangkan, sehingga  pengetahuan yang diperoleh bisa   diterapkan  langsung oleh masyarakat Desa Rawadalem,” ujarnya. 

Ia menambahkan, keterampilan pengolahan pangan seperti ini  dapat menjadi  langkah awal dalam mendorong masyarakat  lebih mandiri dan kreatif.

(Nana. S)

Selasa, 11 Agustus 2026

Polsek Sapuran Ungkap Pencurian Dengan Kekerasan, Pelaku Berpura-pura Antar Korban Pulang



WONOSOBO — Polres Wonosobo melalui Polsek Sapuran bersama Unit Reaksi Cepat Satreskrim Polres Wonosobo berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan yang terjadi di wilayah Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo. Pelaku diduga membawa kabur sepeda motor milik korban setelah sebelumnya berpura-pura menawarkan bantuan mengantarkan korban pulang.( 12/08/2026 )

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 11 Februari 2026 sekitar pukul 04.00 WIB di jalan umum turut Desa Kalikarung, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo. Korban merupakan seorang pelajar berusia 17 tahun, warga Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo.

Kejadian bermula ketika korban bersama temannya tersesat saat hendak pulang ke Bruno dan sampai di wilayah Sapuran. Korban kemudian bertemu dengan tersangka yang menawarkan diri untuk mengantarkan korban pulang menggunakan sepeda motor milik korban.

Dalam perjalanan, tersangka yang mengemudikan sepeda motor dengan posisi berboncengan tiga kemudian berpura-pura hendak buang air kecil. Ketiganya berhenti di pinggir jalan. Setelah selesai, tersangka lebih dahulu naik ke sepeda motor dan berusaha melarikan diri.
Korban yang mengetahui hal tersebut berusaha mencegah tersangka dengan mencengkeram pundaknya dari belakang. Tersangka kemudian mengayunkan tangan kirinya ke arah belakang untuk melepaskan cengkeraman tersebut. Ayunan tangan itu mengenai wajah korban hingga menyebabkan luka di sekitar bibir.

Setelah berhasil melepaskan diri, tersangka melarikan diri menggunakan sepeda motor korban dan meninggalkan korban bersama temannya di lokasi kejadian. Keduanya kemudian berjalan menuju Puskesmas Pembantu Kalikarung dan mendapat bantuan warga untuk menghubungi keluarga.

Setelah menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Sapuran bersama Unit Reaksi Cepat Satreskrim Polres Wonosobo melakukan serangkaian penyelidikan. Polisi berhasil mengidentifikasi pelaku sekaligus menelusuri keberadaan sepeda motor milik korban.

Tersangka berinisial A, 27 tahun, warga Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo. Tersangka berhasil diamankan pada 31 Juli 2026 di sekitar Alun-alun Sapuran.

Polisi juga berhasil mengamankan sepeda motor korban dari pihak lain. Kendaraan tersebut sebelumnya telah dijadikan jaminan utang oleh tersangka dan ditemukan dalam kondisi menggunakan nomor polisi yang tidak sesuai dengan aslinya.

Kapolsek Sapuran AKP Suryanto, S.H., M.H. mengatakan, pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kerja sama dan koordinasi antara Unit Reskrim Polsek Sapuran dengan Unit Reaksi Cepat Satreskrim Polres Wonosobo.

“Setelah menerima laporan, kami langsung melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku dan menelusuri keberadaan sepeda motor milik korban. Alhamdulillah, pelaku berhasil kami amankan dan barang bukti kendaraan juga berhasil ditemukan,” ujar AKP Suryanto.

Ia menjelaskan, modus yang dilakukan tersangka adalah dengan berpura-pura memberikan bantuan kepada korban yang saat itu tersesat dan hendak pulang ke wilayah Bruno, Kabupaten Purworejo. Dalam perjalanan, tersangka kemudian berusaha membawa kabur sepeda motor korban.

“Dari kejadian ini kami mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, khususnya ketika berada di perjalanan dan bertemu dengan orang yang belum dikenal. Jangan mudah percaya atau menyerahkan kendaraan kepada orang lain tanpa memastikan terlebih dahulu identitas dan maksudnya,” katanya.

Dalam perkara ini, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam, STNK, serta surat keterangan dari pihak leasing yang menerangkan bahwa BPKB sepeda motor masih menjadi jaminan kredit.

Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka juga tercatat pernah terlibat perkara pencurian dengan kekerasan pada 2023.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 479 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan tahun.

AKP Suryanto mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui adanya tindak pidana atau menemukan aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar.

“Apabila masyarakat membutuhkan bantuan kepolisian, jangan ragu untuk menghubungi Polsek Sapuran atau kantor kepolisian terdekat maupun memanfaatkan layanan kepolisian 110 gratis dan 24 jam. Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan dan menjaga keamanan masyarakat,” ujarnya.

Polres Wonosobo bersama jajaran juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan perjalanan dan berinteraksi dengan orang yang baru dikenal. Masyarakat diharapkan tidak mudah percaya terhadap tawaran bantuan yang belum dapat dipastikan identitas maupun maksudnya.

Arifin/Tim KJN