Berita Terkini

Polresta Cirebon Ungkap Kasus Peredaran Uang Palsu Jelang Lebaran, Barang Bukti Ditaksir Rp12 Miliar

Polresta Cirebon berhasil mengungkap kasus tindak pidana peredaran uang palsu menjelang Lebaran dengan nilai barang bukti yang diperkirakan ...

Postingan Populer

Selasa, 17 Maret 2026

Polresta Cirebon Ungkap Kasus Peredaran Uang Palsu Jelang Lebaran, Barang Bukti Ditaksir Rp12 Miliar





Polresta Cirebon berhasil mengungkap kasus tindak pidana peredaran uang palsu menjelang Lebaran dengan nilai barang bukti yang diperkirakan mencapai Rp12 miliar. Selasa (17/3/2026). Dalam Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Pemalsuan Mata Uang dan Uang Kertas tersebut, petugas mengamankan tersangka berinisial S (52) warga Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon.

Kapolresta Cirebon KOMBES POL.IMARA UTAMA, S.H.,S.I.K.,M.H, mengatakan, modus operandi tersangka adalah Memproduksi Mata Uang Palsu Sendiri Yang Dilakukan Di Rumahnya Dengan Cara Mendesain Ulang Uang Pecahan 100 ribuan. Selanjutnya Dicetak Dan Dipotong Hingga Menyerupai Mata Uang Asli dan rencananya Diedarkan Di Wilayah Jawa Barat Dan Wilayah Bali, Ntb Dan Yogyakarta Sebelum Perayaan Hari Raya Nyepi Dan Hari Idul Fitri Tahun 2026.

"Pengungkapan kasus ini Berawal Informasi Dari Masyarakat Tentang Adanya Orang Yang Diduga Memproduksi Mata Uang Rupiah Palsu, Selanjutnya Sat Reskrim Polresta Cirebon Melakukan Penyelidikan kemudian berhasil menangkap tangan tersangka uang Sedang Memproduksi Mata Uang Rupiah Palsu," katanya.

Ia mengatakan, dalam penangkapan tersebut petugas juga menemukan Sejumlah Barang Bukti Berupa Uang Palsu Hasil Produksi Siap Edar Dan Yang Dipersiapkan Untuk Produksi Uang Palsu. Selain Itu Ditemukan Juga Berbagai Peralatan Yang Digunakan Untuk Memproduksi Uang Palsu, sehingga Tersangka Berikut Barang Bukti Diamankan Dan Dibawa Ke Polresta cirebon Guna Proses Hukum Lebih Lanjut.

Adapun barang bukti yang diamankan diantaranya 607 Lembar Uang Palsu Pecahan 100 ribuan, 100 Lembar Hasil Cetakan Uang Palsu Yang Belum Dipotong, 52 Rim Kertas Dusla Yang Sudah Mempunyai Watermark, 1 Dus Berisikan Uang Palsu Pecahan 100 ribuan Yang Baru Tercetak Sebelah, laptop, monitor, flashdisk, empat unit printer, Sembilan Gulung Pita Berwarna Emas, Mesin Hologram, Dua Unit Mesin Penghitung Uang, 67 Lembar Pengikat Uang Pecahan 100 ribuan yang terdapat Logo Bank, Alat Sensor Infrared, handphone, dan lainnya

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 37 Jo Pasal 27 Undang- undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang Jo Undang-undang Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana dan atau pasal 374 dan Atau Pasal 375 Ayat (1) Undang-undang Nomor 1 TAHUN 2023 Tentang KUHP Jo Undang-undang Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana.

"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka S diancam hukuman maksimal Penjara Seumur Hidup Atau Pidana Penjara Paling Lama 20 tahun Dan/atau Pidana Denda Paling Banyak Kategori VIII Rp 50 Miliar," pungkasnya.

Kapolresta Cirebon mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap peredaran uang palsu, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan meningkatnya transaksi tunai.

"Masyarakat kami imbau untuk lebih teliti saat menerima uang, terutama dalam transaksi jual beli. Kenali ciri-ciri keaslian uang rupiah dengan metode dilihat, diraba, dan diterawang. Apabila menemukan uang yang diduga palsu, segera laporkan kepada pihak kepolisian terdekat," tegasnya.

Sementara itu, Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon, Himawan menjelaskan, bahwa secara sekilas uang palsu tersebut memang terlihat menyerupai uang asli.

"Kalau kita lihat secara sekilas atau kasat mata, ini menyerupai uang asli. Namun jika kita teliti lebih lanjut dari sisi bahan, ini menggunakan kertas yang berbeda dengan uang asli," kata Himawan.

Ia menjelaskan, uang asli dicetak menggunakan bahan khusus berbasis serat kapas, sedangkan uang palsu yang disita tersebut menggunakan kertas biasa yang diproses agar menyerupai ketebalan uang asli.

"Uang asli menggunakan bahan serat kapas, sedangkan ini menggunakan kertas umum seperti kertas doorslag yang kemudian diproses sedemikian rupa sehingga memiliki ketebalan hampir mirip," ujarnya.

Menurut Himawan, pelaku juga berupaya meniru berbagai unsur pengaman pada uang asli, seperti benang pengaman hingga efek hologram.

"Tersangka mencoba meniru unsur pengaman, termasuk membuat efek hologram menggunakan mesin cetak offset. Namun jika dilihat dari sudut pandang tertentu, warnanya tidak berubah seperti pada uang asli yang memiliki fitur optically variable ink," ucap Himawan.

Selain itu, perbedaan juga terlihat saat uang diperiksa menggunakan alat bantu seperti sinar ultraviolet.

"Pada uang asli akan muncul pendaran cahaya pada nomor seri dan beberapa ornamen. Sedangkan pada uang palsu ini, meskipun ada upaya meniru, hasilnya tetap terlihat kasar dan tidak presisi," jelas dia.

Pihak Bank Indonesia pun mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati, terutama menjelang Idulfitri ketika transaksi uang tunai meningkat.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan selalu menerapkan metode 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Jika menemukan uang yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak kepolisian atau bank terdekat," katanya.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat Polresta Cirebon yang berhasil menggagalkan peredaran uang palsu dalam jumlah besar tersebut sebelum sempat beredar di masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi kerja cepat Polresta Cirebon karena berhasil mencegah peredaran uang palsu dalam jumlah yang sangat besar ini sebelum masuk ke tangan masyarakat," ujarnya.

Polresta Cirebon Ungkap Kasus Peredaran Uang Palsu Jelang Lebaran, Barang Bukti Ditaksir Rp12 Miliar Polresta Cirebon berhasil mengungkap kasus tindak pidana peredaran uang palsu menjelang Lebaran dengan nilai barang bukti yang diperkirakan mencapai Rp12 miliar. Selasa (17/3/2026). Dalam Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Pemalsuan Mata Uang dan Uang Kertas tersebut, petugas mengamankan tersangka berinisial S (52) warga Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon. Kapolresta Cirebon KOMBES POL.IMARA UTAMA, S.H.,S.I.K.,M.H, mengatakan, modus operandi tersangka adalah Memproduksi Mata Uang Palsu Sendiri Yang Dilakukan Di Rumahnya Dengan Cara Mendesain Ulang Uang Pecahan 100 ribuan. Selanjutnya Dicetak Dan Dipotong Hingga Menyerupai Mata Uang Asli dan rencananya Diedarkan Di Wilayah Jawa Barat Dan Wilayah Bali, Ntb Dan Yogyakarta Sebelum Perayaan Hari Raya Nyepi Dan Hari Idul Fitri Tahun 2026. "Pengungkapan kasus ini Berawal Informasi Dari Masyarakat Tentang Adanya Orang Yang Diduga Memprod...






Polresta Cirebon berhasil mengungkap kasus tindak pidana peredaran uang palsu menjelang Lebaran dengan nilai barang bukti yang diperkirakan mencapai Rp12 miliar. Selasa (17/3/2026). Dalam Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Pemalsuan Mata Uang dan Uang Kertas tersebut, petugas mengamankan tersangka berinisial S (52) warga Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon.

Kapolresta Cirebon KOMBES POL.IMARA UTAMA, S.H.,S.I.K.,M.H, mengatakan, modus operandi tersangka adalah Memproduksi Mata Uang Palsu Sendiri Yang Dilakukan Di Rumahnya Dengan Cara Mendesain Ulang Uang Pecahan 100 ribuan. Selanjutnya Dicetak Dan Dipotong Hingga Menyerupai Mata Uang Asli dan rencananya Diedarkan Di Wilayah Jawa Barat Dan Wilayah Bali, Ntb Dan Yogyakarta Sebelum Perayaan Hari Raya Nyepi Dan Hari Idul Fitri Tahun 2026.

"Pengungkapan kasus ini Berawal Informasi Dari Masyarakat Tentang Adanya Orang Yang Diduga Memproduksi Mata Uang Rupiah Palsu, Selanjutnya Sat Reskrim Polresta Cirebon Melakukan Penyelidikan kemudian berhasil menangkap tangan tersangka uang Sedang Memproduksi Mata Uang Rupiah Palsu," katanya.

Ia mengatakan, dalam penangkapan tersebut petugas juga menemukan Sejumlah Barang Bukti Berupa Uang Palsu Hasil Produksi Siap Edar Dan Yang Dipersiapkan Untuk Produksi Uang Palsu. Selain Itu Ditemukan Juga Berbagai Peralatan Yang Digunakan Untuk Memproduksi Uang Palsu, sehingga Tersangka Berikut Barang Bukti Diamankan Dan Dibawa Ke Polresta cirebon Guna Proses Hukum Lebih Lanjut.

Adapun barang bukti yang diamankan diantaranya 607 Lembar Uang Palsu Pecahan 100 ribuan, 100 Lembar Hasil Cetakan Uang Palsu Yang Belum Dipotong, 52 Rim Kertas Dusla Yang Sudah Mempunyai Watermark, 1 Dus Berisikan Uang Palsu Pecahan 100 ribuan Yang Baru Tercetak Sebelah, laptop, monitor, flashdisk, empat unit printer, Sembilan Gulung Pita Berwarna Emas, Mesin Hologram, Dua Unit Mesin Penghitung Uang, 67 Lembar Pengikat Uang Pecahan 100 ribuan yang terdapat Logo Bank, Alat Sensor Infrared, handphone, dan lainnya

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 37 Jo Pasal 27 Undang- undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang Jo Undang-undang Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana dan atau pasal 374 dan Atau Pasal 375 Ayat (1) Undang-undang Nomor 1 TAHUN 2023 Tentang KUHP Jo Undang-undang Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana.

"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka S diancam hukuman maksimal Penjara Seumur Hidup Atau Pidana Penjara Paling Lama 20 tahun Dan/atau Pidana Denda Paling Banyak Kategori VIII Rp 50 Miliar," pungkasnya.

Kapolresta Cirebon mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap peredaran uang palsu, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri yang identik dengan meningkatnya transaksi tunai.

"Masyarakat kami imbau untuk lebih teliti saat menerima uang, terutama dalam transaksi jual beli. Kenali ciri-ciri keaslian uang rupiah dengan metode dilihat, diraba, dan diterawang. Apabila menemukan uang yang diduga palsu, segera laporkan kepada pihak kepolisian terdekat," tegasnya.

Sementara itu, Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon, Himawan menjelaskan, bahwa secara sekilas uang palsu tersebut memang terlihat menyerupai uang asli.

"Kalau kita lihat secara sekilas atau kasat mata, ini menyerupai uang asli. Namun jika kita teliti lebih lanjut dari sisi bahan, ini menggunakan kertas yang berbeda dengan uang asli," kata Himawan.

Ia menjelaskan, uang asli dicetak menggunakan bahan khusus berbasis serat kapas, sedangkan uang palsu yang disita tersebut menggunakan kertas biasa yang diproses agar menyerupai ketebalan uang asli.

"Uang asli menggunakan bahan serat kapas, sedangkan ini menggunakan kertas umum seperti kertas doorslag yang kemudian diproses sedemikian rupa sehingga memiliki ketebalan hampir mirip," ujarnya.

Menurut Himawan, pelaku juga berupaya meniru berbagai unsur pengaman pada uang asli, seperti benang pengaman hingga efek hologram.

"Tersangka mencoba meniru unsur pengaman, termasuk membuat efek hologram menggunakan mesin cetak offset. Namun jika dilihat dari sudut pandang tertentu, warnanya tidak berubah seperti pada uang asli yang memiliki fitur optically variable ink," ucap Himawan.

Selain itu, perbedaan juga terlihat saat uang diperiksa menggunakan alat bantu seperti sinar ultraviolet.

"Pada uang asli akan muncul pendaran cahaya pada nomor seri dan beberapa ornamen. Sedangkan pada uang palsu ini, meskipun ada upaya meniru, hasilnya tetap terlihat kasar dan tidak presisi," jelas dia.

Pihak Bank Indonesia pun mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati, terutama menjelang Idulfitri ketika transaksi uang tunai meningkat.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan selalu menerapkan metode 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Jika menemukan uang yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak kepolisian atau bank terdekat," katanya.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat Polresta Cirebon yang berhasil menggagalkan peredaran uang palsu dalam jumlah besar tersebut sebelum sempat beredar di masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi kerja cepat Polresta Cirebon karena berhasil mencegah peredaran uang palsu dalam jumlah yang sangat besar ini sebelum masuk ke tangan masyarakat," ujarnya.

Pererat Silaturahim Kodim 0616 Indramayu Ngobrol Bareng Awak Media






Indramayu, Sergaptarget Untuk memperkuat tali silaturahmi dan kolaborasi informasi, Komando Distrik Militer (Kodim) 0616/Indramayu menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Ngobrol Bareng Kodim 0616/Indramayu Bersama Awak Media" yang bertempat di Aula Makodim 0616/Indramayu Jawa Barat, Selasa, 17/3/2026.

Acara yang berlangsung hangat di tengah suasana bulan Ramadan ini dihadiri oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0616/Indramayu Mayor Inf Rosidi dan didampingi Pasi intel Kapten Inf Hasanudin serta puluhan jurnalis dari berbagai media cetak, elektronik, dan online yang bertugas di wilayah Indramayu.

Dalam sambutannya, Kasdim 0616 Indramayu mewakili Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada insan media atas dukungan yang diberikan selama masa kepemimpinannya.

Kasdim menegaskan bahwa peran media sangat krusial dalam menjaga kondusivitas wilayah melalui pemberitaan yang edukatif dan faktual. "Sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah, dan media adalah kunci suksesnya program-program pembangunan di Indramayu. Saya merasa bersyukur bisa bertugas di sini, mendapatkan banyak nilai kehidupan tentang keikhlasan dan rasa syukur bersama masyarakat Magetan," ujar Kasdim.

Dalam hal ini Kasdim juga menyampaikan bahwa Seluruh Keluarga besar Kodim 0616/Indramayu menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh Wartawan yang hadir.

"Kami berharap hubungan baik yang telah terjalin tidak terputus dan selanjutnya dapat terus berjalan beriringan dengan awak media," Katanya.

Sementara itu, Dedi Mushasi, perwakilan wartawan Indramayu, memberikan testimoni positif terkait transparansi informasi di lingkungan Kodim 0616/Indramayu. Ia berharap kemudahan akses informasi ini dapat dilanjutkan untuk jangka panjang dalam hal mendukung kinerja jurnalistik yang profesional.

 (Nana. S)

Senin, 16 Maret 2026

Sambut Idul Fitri 1447 H, Dandim 0735/Surakarta Serahkan Bingkisan Dan THR Bagi Seluruh Anggota

Surakarta - Dalam suasana penuh berkah di bulan suci Ramadan, Komandan Kodim 0735/Surakarta Letkol Inf Arief Handoko Usman, S.H. membagikan bingkisan Lebaran, THR dan Hadiah Ulang Tahun kepada yang berulang tahun bulan Maret kepada seluruh anggota dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kodim 0735/Surakarta.

 Kegiatan tersebut di laksanakan di Lapangan Apel Makodim 0735/Surakarta Jln. A. Yani Kerten Laweyan Surakarta, Selasa (17/3/2026)

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pelepasan cuti Hari Raya Idul fitri 1447 H/2026 M gelombang pertama bagi prajurit dan PNS Kodim 0735/Surakarta yang akan merayakan Lebaran bersama keluarga.

Pembagian bingkisan dan THR ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian pimpinan kepada seluruh prajurit dan PNS di lingkungan Kodim 0735/Surajarta menjelang Hari Raya Idul fitri.

Dalam sambutannya, Dandim 0735/Surakarta Letkol Inf Arief Handoko Usman, S.H menyampaikan bahwa bingkisan Lebaran tersebut diharapkan dapat menambah kebahagiaan anggota dan keluarga dalam menyambut Hari Raya Idul fitri.

"Bingkisan ini jangan dilihat dari nilai maupun isinya, tetapi sebagai bentuk perhatian dan kebersamaan keluarga besar Kodim 0735/Surakarta."tuturnya.

"Semoga dapat membantu dan membawa kebahagiaan bagi anggota beserta keluarga dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri," ujarnya.

Terkait pelepasan cuti Lebaran gelombang pertama, Dandim berpesan kepada seluruh anggota agar memanfaatkan waktu cuti dengan sebaik-baiknya untuk berkumpul bersama keluarga, serta tetap menjaga nama baik satuan.

Dandim juga mengingatkan agar prajurit yang melaksanakan cuti tetap memperhatikan faktor keamanan selama perjalanan, mematuhi aturan berlalu lintas, serta kembali tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditentukan.

"Kepada anggota yang melaksanakan cuti, saya harapkan selalu menjaga keselamatan selama perjalanan, tetap disiplin, serta kembali ke satuan tepat waktu," pungkas Dandim.

Penulis : Arda 72

Karang Taruna 'Balong Tratai" Desa Balongan Laksanakan Pemilihan Ketua






Indramayu, Sergaptarget Wajah baru perubahan mulai terlihat pasca dilantiknya kepala desa baru di Desa/Kecamatan Balongan. Karang Taruna "Balong Tratai" menggelar pemilihan ketua baru pada Senin malam di Aula Kantor Balai desa Balongan, Kecamatan Balongan kabupaten Indramayu Jawa Barat,(16/03/2026)

Pemuda dan pemudi yang akan mengikuti pilihan suara nampak antusias dan sudah n terlihat sejak usai sholat tarawih dan berkumpul di halaman kantor balai desa Balongan. 

Dalam pemilihan tersebut, terdapat lima kandidat yang merupakan putra terbaik Desa Balongan, yakni nomor urut 1 Suratno, nomor urut 2 M. Khaeder Ali, nomor urut 3 Roby Sutiono, nomor urut 4 Tabrono, dan nomor urut 5 Riki Trinova.

Berdasarkan hasil pemungutan suara dimenangkan oleh Suratno yang merupakan kandidat nomor urut 1 berhasil meraih suara 145 dari total 450 pemilih yang hadir.

Usai dinyatakan menang, Suratno yang akrab disapa Ao menyampaikan komitmennya untuk merangkul seluruh pemuda dan pemudi serta siap berkolaborasi dengan pemerintah desa setempat.

Terima kasih kepada rekan-rekan yang telah memberikan saya mandat kepada sayah untuk menahkodai Karang Taruna Balong Tratai ini. Saya siap menjadi garda terdepan bagi muda-mudi dalam setiap kegiatan kepemudaan," ujarnya.

Ao juga meminta semua pemuda yang tergabung di ikatan remaja yang berada di tiga blok di desa balongan serta beberapa ikatan pemuda untuk selalu kompak membangun rasa kebersamaan untuk pemuda-pemudi desa balongan.

"Bismillah, saya siap untuk menyatukan kebersamaan dalam satu pandangan untuk kepemudaan saya juga akan meminta bimgbingan  pak Kuwu selalu pemberi SK untuk sama-sama membangun generasi muda-mudi menjadi lebih percaya diri dan berkembang", Imbuhnya.

(Nana. S)

WhatsApp Messenger: Android + iPhone

Hai,

WhatsApp Messenger adalah aplikasi yang cepat, sederhana, dan aman yang saya pakai untuk mengirim pesan dan menelepon teman dan keluarga.

Dapatkan secara gratis di https://www.whatsapp.com/download/

 

Hj. Sri Wahyuni Herman Anggota DPRD Jabar Partai Nasdem Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim  




Indramayu, Sergaptarget Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan berbagi kebahagiaan Ramadhan yang digelar Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Hj. Sri Wahyuni Herman, bersama puluhan anak yatim, Minggu (15/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Indramayu tersebut diawali dengan buka puasa bersama yang menghadirkan nuansa kekeluargaan dan kepedulian sosial. Momentum ini menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di bulan suci Ramadhan.

Acara semakin bermakna dengan tausiyah yang disampaikan KH. Ayip Muhammad. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat keimanan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menebarkan kasih sayang kepada sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan.

Menurutnya, keberkahan Ramadhan tidak hanya dirasakan melalui ibadah pribadi, tetapi juga melalui kepedulian dan kebersamaan dalam membantu sesama.

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Sri Wahyuni Herman menyampaikan bahwa kegiatan berbagi bersama anak yatim merupakan bentuk nyata kepedulian dan komitmen Fraksi Partai NasDem dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa anak-anak yatim merupakan generasi penerus bangsa yang membutuhkan perhatian, kasih sayang, serta dukungan dari berbagai pihak agar dapat tumbuh menjadi pribadi yang kuat, mandiri, dan berdaya.

"Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian kami untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim. Mereka adalah generasi masa depan yang perlu kita jaga dan dukung bersama," ujarnya.

Puluhan anak yatim yang hadir tampak bahagia saat menerima santunan dan bingkisan. Senyum ceria mereka menjadi gambaran bahwa kepedulian sederhana mampu menghadirkan kebahagiaan yang besar.

Lebih dari sekadar kegiatan sosial, acara ini juga menjadi pengingat bahwa politik tidak hanya berbicara tentang kebijakan, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Hj. Sri Wahyuni Herman berharap semangat berbagi tidak hanya hadir di bulan Ramadhan, tetapi juga dapat menjadi budaya yang terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan berbagi bersama anak yatim ini pun menjadi simbol kepedulian, kebersamaan, dan keberkahan. Tausiyah yang disampaikan KH. Ayip Muhammad turut memperkaya nilai spiritual dalam acara tersebut, menjadikannya momen penuh makna yang mempererat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat. 

(Nana. S)

Patroli Cipta Kondisi di Slogohimo, Sinergi TNI–Polri Jaga Keamanan Warga

Wonogiri – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus dilakukan oleh aparat TNI dan Polri di wilayah Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri. Pada Senin malam (16/3/2026) mulai pukul 20.30 WIB, personel dari Koramil 22/Slogohimo bersama Polsek Slogohimo melaksanakan kegiatan patroli dalam rangka Cipta Kondisi. Patroli ini menyasar sejumlah titik yang dianggap rawan sekaligus menjadi pusat aktivitas masyarakat pada malam hari.

Kegiatan tersebut diwakili oleh personel Koramil 22/Slogohimo, yaitu Sertu Suherman dan Sertu Wahyu, serta dari Polsek Slogohimo diwakili oleh Aipda Edi. Kehadiran aparat di tengah masyarakat menjadi bentuk nyata sinergitas TNI–Polri dalam menciptakan rasa aman serta mencegah potensi gangguan kamtibmas di wilayah Kecamatan Slogohimo.

Dalam patroli tersebut, petugas menyambangi beberapa lokasi yang menjadi pusat keramaian serta pemukiman warga. Selain melakukan pemantauan situasi, aparat juga berinteraksi langsung dengan masyarakat, memberikan imbauan agar selalu menjaga keamanan lingkungan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.

Melalui kegiatan patroli cipta kondisi ini, diharapkan tercipta situasi wilayah yang kondusif dan masyarakat dapat beraktivitas dengan rasa aman. Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar, serta mendapat respons positif dari warga yang merasa terbantu dengan kehadiran aparat di lingkungan mereka.

Penulis : Arda 72

Cetak Generasi Anti-Bullying, Serda Awaludin Tanamkan Karakter di Pesantren Ramadhan SDN 2 Waru

Wonogiri – Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan secara maksimal oleh SD Negeri 2 Waru, Slogohimo, untuk membentengi mental para siswanya. Melalui kegiatan "Pesantren Ramadhan", sekolah bekerja sama dengan Koramil 22/Slogohimo menggelar sosialisasi khusus bertajuk Character Building dan Bahaya Perundungan (Bullying) pada Selasa (17/3/2026). Kehadiran Serda Awaludin sebagai narasumber memberikan warna baru bagi para siswa, di mana nilai-nilai kedisiplinan militer dipadukan dengan pendekatan humanis untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

​Dalam paparannya yang komunikatif, Serda Awaludin menekankan bahwa perundungan adalah "racun" yang merusak masa depan. Beliau menjelaskan secara gamblang bahwa dampak bullying sangatlah luas; tidak hanya melukai fisik dan mental korban yang memicu kecemasan hingga penurunan prestasi, tetapi juga merusak karakter pelaku. Penekanan diberikan bahwa anak yang terbiasa melakukan bullying berisiko terjebak dalam perilaku menyimpang di masa depan. Pesan ini disampaikan dengan tegas namun merangkul, membuat suasana di Mushola Al-Hikmah menjadi penuh antusiasme.

​Acara ini turut dihadiri oleh tokoh penting desa dan pendidikan, mulai dari Kepala Desa Waru Bapak Wisnu Sejati, Kepala Sekolah SDN 2 Waru Ibu Suwarni, S.PdI., M.Pd, hingga jajaran komite sekolah. Kehadiran para stakeholder ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah desa, aparat keamanan, dan dunia pendidikan dalam menjaga tumbuh kembang anak. Para orang tua dan guru diingatkan kembali akan peran vital mereka sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dini dan mencegah terjadinya praktik perundungan di lingkungan sekitar.

​Kegiatan yang berlangsung tertib dan lancar ini ditutup dengan sesi interaktif yang membuat para murid semakin memahami pentingnya saling menghargai sesama teman. Dengan pembekalan karakter sejak dini, diharapkan siswa-siswi SDN 2 Waru tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati tinggi dan berani menolak segala bentuk kekerasan. Semangat Ramadhan kali ini pun menjadi tonggak sejarah bagi Desa Waru dalam mencetak generasi emas yang bebas dari bayang-bayang perundungan.

Penulis : Arda 72

Optimalkan Sistim Keamanan Lingkungan, Babinsa Bersama Bhabinkamtipmas Cek Kesiapan Alat Dan Perlengkapan Pos Roda

Surakarta - Babinsa Kelurahan Manahan Koramil 02/Banjarsari Kodim Surakarta Serma Saring dan Sertu Supriyadi bersama Bhabinkamtipmas Bripka Erki Setiawan melaksanakan pengecekan alat dan Perlengkapan Pos Ronda, di Pos Ronda RT 02/01, Kampung Gondang Kel. Manahan, Kec. Banjarsari, Selasa (17/06/2026).

Ditegaskan Serma Saring kelengkapan Pos Kamling (Pos Keamanan Lingkungan) yang ideal meliputi peralatan keamanan fisik dan administrasi untuk menunjang siskamling, seperti kentongan, senter, borgol, tongkat T, jas hujan, buku mutasi, struktur organisasi, papan informasi, P3K, dan penerangan. Pos harus nyaman, memiliki jadwal jaga, dan dilengkapi alat pemadam api ringan (APAR) manual.

"Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) bermanfaat utama untuk mencegah tindak kejahatan (pencurian/perusakan/kriminal lainnya) dan meningkatkan keamanan warga. Selain itu, kegiatan ini mempererat silaturahmi, memupuk gotong royong, mendeteksi dini gangguan keamanan, serta memberikan rasa aman dan nyaman saat malam hari."ujarnya.

"Pada kesempatan tersebut kami memberikan penekanan kepada tokoh masyarakat dan warga binaan, bahwa selain Kesiapan Alat dan Perlengkapan, sumber daya masyarakat juga sangat mendukung, jangan sampai Pos ronda hanya sebagai tempat nongkrong saja, bahkan jangan di manfaatkan untuk kegiatan miras."pungkasnya.

Penulis : Arda 72