Berita Terkini

Patroli Keamanan Pasca Lebaran, Langkah Nyata Kodim 0735/Surakarta Dalam Menjaga Situasi Tetap Aman Dan Kondusif

Surakarta - Demi terciptanya situasi aman dan kondusif pasca perayaan idul Fitri 1447 H, Kodim 0735/Surakarta melalui Piket Koramil 05/Pasar...

Postingan Populer

Minggu, 22 Maret 2026

Patroli Keamanan Pasca Lebaran, Langkah Nyata Kodim 0735/Surakarta Dalam Menjaga Situasi Tetap Aman Dan Kondusif

Surakarta - Demi terciptanya situasi aman dan kondusif pasca perayaan idul Fitri 1447 H, Kodim 0735/Surakarta melalui Piket Koramil 05/Pasar Kliwon Sertu Sunarto pada hari Sabtu tanggal 21 Maret 2026 pukul 21.00 wib melaksanakan kegiatan patroli bersama Linmas di wilayah Kecamatan Pasar kliwon.

Sertu Sunarto juga menghimbau kepada Warga agar selalu menjaga keamanan lingkungan dan wilayah sekitarnya  serta  mewaspadai orang yang tidak dikenal yang bertamu di malam hari.

"Kegiatan patroli malam selain memberi  himbauan kepada warga,juga untuk menjalin silahturohmi dengan mitra karib yang dapat memberikan informasi untuk mendukung tugas Piket koramil 05/Pasar kliwon di wilayah."tegas Sertu Sunarto .

"Kami berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan  menjaga lingkungan masing masing agar situasi tetap aman dan kondusif."imbuhnya.

"Patroli yang kami laksanakan setiap malam sangat lah berperan penting dalam menciptakan wilayah yang aman  di wilayahnya masing-masing, 
maka pelaksanaan kegiatan patroli wilayah sangat perlu diadakan demi kenyamanan dan terciptanya wilayah yang aman dan Kondusif, terutama setelah perayaan idul Fitri 1447 H ini."pungkas Sertu Sunarto.
  
Penulis : Arda 72

Sabtu, 21 Maret 2026

TNI Bersinergi Memberikan Pengamanan dan Pelayanan Di Pos Pam Lebaran

Wonogiri - Babinsa Koramil 13/Pracimantori Kodim 0728/Wonogiri, Sertu Sajugo bersama tiga rekan Babinsa, melaksanakan Apel kegiatan PAM lebaran 1447 H / 2026 di Pos PAM Lebaran Kecamatan Pracimantoro, pada Sabtu (21/3/2026) malam. 

Sertu Sajugo mengungkapkan, Pengamanan ini dilakukan agar masyarakat tetap aman dan nyaman dalam melqksanakan perjalanan. Sehingga, tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

"Kita berjaga di Pos Pengaman ini merupakan sebagian dari Pos yang lainnya yang tersebar di wilayah dimana Pos yang di gelar bersama Polres Wonogiri guna menciptakan kondisi wilayah yang ada di kabupaten Wonogiri tepat nya di Pos PAM Lebaran di Pasar Pracimantoro dalam merayakan Lebaran bisa aman dan kondusif," ujarnya. 

Di tempat terpisah Danramil 13/Pracimantoro Kapten Cba Oyon menyampaikan, "Kami telah menurunkan personel Babinsa untuk ikut dalam pengamanan pos pengamanan arus mudik lebaran, untuk personel yang melaksanakan pengamanan merupakan anggota gabungan dari Koramil secara bergantian setiap harinya selama pengamanan di Pos Pam mudik Lebaran tahun 2026 ini.

"Saya juga berpesan kepada para Babinsa yang melaksanakan pengamanan di pos Pam Mudik lebaran agar selalu menjaga Kesehatan agar bisa melaksanakan tugas dengan baik," tutup Danramil.

Penulis : Arda 72

“Kini Tak Perlu Lagi Memutar”: Kesaksian Warga di Balik Hadirnya Jembatan Sungai Tuntang

Grobogan-Pagi itu, suasana di tepian Sungai Tuntang, Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, terasa berbeda. Warga dari Desa Ngombak dan Desa Kentengsari berkumpul menyaksikan sebuah momen yang telah lama mereka tunggu. Di hadapan mereka kini berdiri sebuah jembatan gantung yang kokoh, membentang di atas aliran Sungai Tuntang yang selama ini memisahkan kehidupan dua desa.

Bagi sebagian orang, jembatan sepanjang sekitar 80 meter itu mungkin hanya terlihat sebagai sarana penghubung biasa. Namun bagi warga di dua desa tersebut, jembatan itu adalah jawaban atas penantian panjang yang telah berlangsung puluhan tahun.

Sekretaris Desa Kentengsari, Wartoyo, mengaku masih sulit menyembunyikan rasa harunya ketika melihat jembatan itu akhirnya berdiri. Selama ini, Sungai Tuntang menjadi penghalang utama mobilitas warga, terutama ketika musim hujan tiba.

"Terima kasih telah dibangun jembatan ini. Warga sudah berpuluh-puluh tahun menunggu adanya jembatan ini," kata Wartoyo dengan nada penuh syukur.

Ia mengenang bagaimana dahulu masyarakat harus berjuang untuk sekadar menyeberangi sungai. Warga pernah membuat rakit sederhana yang ditarik secara manual menggunakan tali dari dua sisi sungai. Namun cara itu tetap penuh risiko dan tidak selalu bisa digunakan.

Sebelumnya warga pernah memakai rakit yang ditarik manual untuk menyeberangi. Apabila arus sungai deras, rakit tidak bisa dipakai. Sekarang dengan adanya jembatan ini akses warga jadi jauh lebih mudah.

"Semoga bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar sini," ungkap Wartoyo.

Cerita serupa disampaikan Daryanto warga Kentengsari, salah seorang warga yang telah lama tinggal di kawasan tersebut. Ia menuturkan bahwa sebelum jembatan dibangun, wilayah itu seperti terisolasi oleh Sungai Tuntang.

"Sudah berpuluh-puluh tahun daerah ini seperti terisolir. Dulu ada perahu penyeberangan manual, tapi sudah hanyut terbawa arus," ungkapnya.

Akibat tidak adanya jembatan, warga yang ingin menuju Desa Ngombak atau sebaliknya harus memutar jauh melalui Kecamatan Kedungjati. Perjalanan yang sebenarnya dekat itu berubah menjadi rute panjang yang melelahkan.

Daryanto mengungkapkan bila lewat Kedungjati jaraknya bisa sampai sekitar 12 kilometer. Perjalanan bisa 20 menit lebih hanya untuk sampai ke Ngombak. Kini bisa ditempuh hanya sekitar 5 menit.

Kondisi tersebut juga dirasakan oleh anak-anak sekolah. Setiap hari mereka harus menempuh perjalanan lebih jauh karena tidak adanya jalur langsung yang menghubungkan dua desa.

"Sekarang anak-anak sekolah bisa lewat sini, tidak perlu mutar jauh lagi ke Kedungjati," lanjutnya.

Keberadaan jembatan tersebut kini menjadi harapan baru bagi masyarakat. Selain memudahkan akses pendidikan, jembatan juga mempercepat aktivitas para petani yang selama ini harus memutar jauh untuk menuju lahan pertanian mereka.

Program pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari Program Jembatan Garuda yang digagas TNI Angkatan Darat untuk membantu membuka akses wilayah yang terisolasi. Di wilayah Kodam IV/Diponegoro, program tersebut diwujudkan melalui pembangunan 39 jembatan yang tersebar di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dari jumlah tersebut, 13 jembatan telah selesai dibangun, sementara 26 jembatan lainnya masih dalam proses pengerjaan oleh prajurit TNI bersama masyarakat. Pembangunan jembatan tersebut terdiri dari 20 jembatan Armco, 17 jembatan gantung, serta dua jembatan Bailey di berbagai wilayah Kodim jajaran Kodam IV/Diponegoro.

Launching program pembangunan Jembatan Garuda dilaksanakan secara serentak oleh Kasad di berbagai daerah. Di wilayah Kodam IV/Diponegoro, kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han. dari lokasi Jembatan Gantung Sungai Tuntang di Desa Ngombak.

Kini, jembatan yang menghubungkan Desa Ngombak dan Desa Kentengsari itu tidak hanya memperpendek jarak, tetapi juga membuka peluang baru bagi kehidupan masyarakat. Sedikitnya 1.073 kepala keluarga atau sekitar 6.418 jiwa kini merasakan manfaat dari hadirnya akses penghubung tersebut.

Bagi warga, jembatan itu bukan sekadar bangunan yang melintang di atas sungai. Ia adalah jalan baru menuju sekolah, ladang, pasar, dan masa depan yang lebih baik—sebuah penghubung harapan yang akhirnya hadir setelah penantian panjang selama puluhan tahun. 

Penulis : Arda 72

Ramah & Humanis, Anggota Kodim 0735/Surakarta Amankan Pelaksanaan Sholat Idul Fitri

Surakarta - Anggota Kodim 0735/Surakarta dengan penuh semangat melaksanakan tugas pengamanan sekaligus membantu warga masyarakat yang akan melaksanakan Sholat Idul Fitri 1447 H, Sabtu (21/3/2026).

Perwira Seksi Operasional (Pasiops) Kodim Kapten inf Tri Sakti Kristiyoso menegaskan Kegiatan pengamanan dilakukan di sekitar Pos Pengamanan (Pos Pam) Mandiri yang digelar oleh Kodim 0735/Surakarta sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, khususnya saat meningkatnya aktivitas warga menuju lokasi pelaksanaan sholat Idul Fitri.

"Para personel dengan sigap membantu warga, mulai dari anak-anak hingga lansia, untuk menyeberang jalan dengan aman di tengah arus lalu lintas yang cukup padat."tegasnya.

"Selain membantu penyeberangan, anggota Kodim juga tetap melaksanakan pemantauan situasi guna memastikan kondisi wilayah tetap aman dan kondusif selama pelaksanaan ibadah berlangsung."imbuhnya.

Kehadiran anggota TNI ini pun mendapat apresiasi dari masyarakat karena memberikan rasa aman dan nyaman.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian TNI AD kepada masyarakat, khususnya dalam memberikan rasa aman serta mendukung kelancaran pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri.

Penulis : Arda 72

Wujudkan Keamanan Wilayah Pasca Lebaran, Piket Koramil 04/Jebres Melaksanakan Patroli Malam

Surakarta - Guna menciptakan Kondusifitas wilayah dan rasa nyaman bagi warga masyarakat terutama pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Piket Koramil 04/Jebres Kodim 0735/ Surakarta Serda Tarto  melaksanakan Patroli malam di seputaran wilayah Kecamatan Jebres, Sabtu  (21/03/2026).

Ditegaskan Serda Tarto Patroli malam dilakukan secara rutin oleh piket koramil dengan sasaran tempat-tempat yang dianggap rawan dari tindak kejahatan dan kriminal dihari lebaran ini piket Koramil 04 Jebres  gencar patroli di wilayah seputaran kecamatan Jebres kota Surakarta.

"Dalam patroli tersebut, kami selalu mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan  lingkungan dari tindak kejahatan yang dapat merugikan warga masyarakat dan juga harus tanggap terhadap perkembangan situasi lingkungan di sekitar wilayah kecamatan Jebres."pungkasnya.

Penulis : Arda 72

Hari Pertama Kunjungan Idul Fitri 1447 H, Lapas Pasir Pangarayan Dipadati Keluarga Warga Binaan


Pasir Pangarayan – Hari pertama layanan kunjungan Idul Fitri 1447 H/2026 M di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan dipadati oleh keluarga warga binaan, Sabtu (21/3/2026). Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari untuk bersilaturahmi dengan anggota keluarga yang tengah menjalani masa pembinaan.

Kegiatan layanan kunjungan berlangsung dengan tertib dan lancar. Pihak lapas telah menyiapkan alur layanan kunjungan yang jelas guna memastikan kenyamanan serta kelancaran proses kunjungan bagi para pengunjung maupun warga binaan.

Selama kegiatan berlangsung, pengamanan dilakukan secara ketat oleh petugas guna menjaga situasi tetap kondusif. Pemeriksaan terhadap pengunjung dan barang bawaan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

Kepala Lapas Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, bersama Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) Veazanol Kosuma, turun langsung memantau jalannya kegiatan kunjungan untuk memastikan seluruh rangkaian berjalan aman dan tertib.

Dalam keterangannya, Kalapas Efendi menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan guna menyambut momen kunjungan Lebaran ini.

"Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya keluarga warga binaan, agar dapat merasakan momen kebersamaan di hari yang penuh berkah ini dengan aman dan nyaman," ujar Efendi.

Ia juga menambahkan bahwa untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, pihaknya melakukan penambahan personel pengamanan, baik dari internal lapas maupun bantuan dari aparat TNI dan Polri.

"Kami juga memperkuat pengamanan dengan menambah personel dari staf serta bersinergi dengan TNI dan Polri guna memastikan seluruh rangkaian kunjungan berjalan aman, tertib, dan kondusif," tambahnya.

Dengan pengamanan yang maksimal serta pengaturan alur layanan yang baik, pelaksanaan hari pertama kunjungan Idul Fitri di Lapas Pasir Pangarayan berjalan lancar dan penuh kehangatan.

Adapun total pengunjung pada pertama kunjungan Idul Fitri 1447 H adalah 1059 orang pengunjung.

Pastikan Wisatawan Menikmati Liburan Dengan Aman, Ini Yang Dilakukan Anggota Babinsa

Wonogiri - Personil TNI dari Kodim 0728/Wonogiri Serma Giri, melaksanakan patroli pengamanan di kawasan obyek wisata wasuk gajah mungkur Kabupaten Wonogiri, Minggu (22/3/2026). 

Kegiatan tersebut dilaksanakan Dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif pada liburan lebaran 1447 H di obyek wisata. 

Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas yang kerap muncul menjelang pergantian tahun. 

Sasaran patroli meliputi aktivitas masyarakat yang menikmati masa liburan di sekitar kawasan waduk gajah mungkur. 

Serma Giri menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban, serta mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

"Patroli ini kita laksanakan untuk menciptakan rasa aman bagi pengunjung. Kami ingin memastikan tidak ada kegiatan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan maupun hal-hal aneh yang dapat meresahkan warga yang menikmati liburan," ujar Serma Giri.

Dalam pelaksanaannya, Babinsa melakukan komunikasi secara humanis, memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap mematuhi aturan, serta mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban di ruang publik, khususnya di kawasan wisata waduk gajah mungkur.

Patroli pengamanan serupa direncanakan akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk komitmen TNI dalam menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat saat berlibur di wilayah Kabupaten Wonogiri.

Penulis : Arda 72

Malam Takbiran 2026 di Boyolali Aman dan Semarak, Forkopimda Turun Langsung Pantau Hingga Boyolali City Light

Boyolali — Suasana khidmat sekaligus semarak menyelimuti malam takbiran di Kabupaten Boyolali. Menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung melakukan patroli guna memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.

Patroli gabungan difokuskan pada pusat-pusat aktivitas warga seperti kawasan alun-alun, taman kota, hingga ruas jalan utama yang dipadati masyarakat. Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah kawasan Boyolali City Light (BCL) 2026 di Simpang Siaga, yang menjadi magnet keramaian warga pada malam kemenangan.

Kawasan Simpang Siaga sendiri merupakan lokasi strategis yang sebelumnya diresmikan oleh Bupati Boyolali, Agus Irawan, sebagai bagian dari pengembangan destinasi publik sekaligus agenda tahunan dalam menyambut arus mudik Lebaran. Kehadiran Boyolali City Light diharapkan tidak hanya menjadi hiburan visual, tetapi juga memberikan kesan positif bagi para pemudik yang pulang ke kampung halaman.

Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra, SH, S.I.K, M.Si. dan
Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro bersama jajaran Forkopimda turut hadir memimpin langsung pemantauan situasi. Mereka memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat pada malam takbiran berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Kegiatan pemantauan ini juga terhubung secara nasional melalui video conference yang dipimpin oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Melalui sistem terintegrasi, termasuk jaringan CCTV yang terhubung ke pusat komando, para pimpinan daerah dapat memantau kondisi wilayah sekaligus melaporkan situasi secara real-time.

Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri ini menjadi kunci utama dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat. Dengan pengamanan yang maksimal, malam takbiran di Boyolali tahun 2026 pun berlangsung penuh kedamaian, mencerminkan kebersamaan dan sukacita menyambut hari kemenangan.

Penulis : Arda 72

Cahaya Obor dan Gema Takbir: Menjemput Kemenangan di "Negeri Seribu Suluk"


​Rohul  – Malam itu, Jumat (20/3/2026) langit di atas Masjid Agung Madani Islamic Center Rokan Hulu tidak hanya dihiasi bintang. Ribuan lidah api dari obor yang dibawa warga perlahan membelah kegelapan, menciptakan pemandangan serupa sungai cahaya yang mengalir tenang namun penuh energi.



​Suara tabuhan beduk yang dipukul mantap oleh Plh Bupati Rokan Hulu, H. Syafaruddin Poti, bersama jajaran Forkopimda menjadi gong pembuka. Bukan sekadar seremoni, dentuman kulit lembu itu seolah menjadi denyut nadi kerinduan masyarakat akan hari kemenangan setelah genap sebulan menunaikan ibadah puasa.
​Lafaz Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar terus berkumandang, saling bersahutan memenuhi udara malam. Para peserta pawai, mulai dari pejabat teras lingkungan Pemkab Rohul hingga anak-anak kecil dengan wajah berseri, melangkah pasti.

​Rute sepanjang dua kilometer dari gerbang Masjid Agung dan kembali lagi ke halaman masjid tersebut dipadati oleh lautan manusia. Cahaya obor yang bergoyang tertiup angin malam seakan melambangkan semangat yang tak kunjung padam untuk terus menghidupkan syiar Islam di bumi "Negeri Seribu Suluk".

​"Malam ini bukan hanya tentang berjalan kaki, tapi tentang merayakan kembalinya kita pada fitrah. Gema takbir ini adalah suara kemenangan kolektif kita," ujar salah seorang warga di tengah kerumunan.
​Di balik kemeriahan api dan suara, terselip pesan reflektif yang kuat. Dalam sambutannya, Plh Bupati Syafaruddin Poti tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya melihat antusiasme masyarakat yang kembali memadati masjid-masjid selama Ramadan.

​Namun, beliau menekankan bahwa "kemenangan" yang sesungguhnya bukanlah saat pawai berakhir, melainkan bagaimana konsistensi ibadah tersebut berlanjut setelah bulan suci lewat.
​Refleksi Diri: Menjadikan Idulfitri sebagai momentum kelahiran kembali (fitrah).
​Konsistensi: Mempertahankan kebiasaan memakmurkan masjid yang sudah terbentuk selama Ramadan.
​Peningkatan Spiritual: Menjadikan hari-hari setelah Ramadan sebagai sarana untuk jauh lebih dekat kepada Allah SWT.
​Saat rombongan pawai kembali memasuki halaman Masjid Agung Madani, suasana haru dan bahagia bercampur menjadi satu. Bagi masyarakat Rokan Hulu, Pawai Obor ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan simbol bahwa api keimanan harus terus dijaga agar tetap menyala meski Ramadan telah berlalu.

​Kini, saat fajar Idulfitri menyingsing, harapan besar tertumpu pada setiap langkah kaki yang pulang ke rumah: agar kebiasaan baik yang ditempa selama sebulan penuh tak ikut padam bersama obor yang diletakkan. (Kominfo/JK).
***Friska dan Hobbi***

Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu Gelar Shalat Idul Fitri 1447 H di Masjid Agung Islamic Center


ROKAN HULU – Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hulu menyelenggarakan Shalat Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M yang dipusatkan di Masjid Agung Islamic Center Rokan Hulu, Sabtu (21/03/2026).
Pelaksanaan Shalat berjamaah ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafaruddin Poti, SH, MM, serta unsur Forkopimda dan ribuan masyarakat yang memadati area Islamic Center sejak pagi hari.
Sambutan Wakil Bupati Rokan Hulu
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafaruddin Poti, SH, MM, menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh jamaah. Ia menekankan bahwa hari ini adalah hari kemenangan, hari untuk kembali ke fitrah, membersihkan hati, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan rasa kepedulian di tengah masyarakat.



Wakil Bupati juga menyoroti tradisi mudik yang menjadi identitas Idul Fitri, di mana perjalanan panjang dan lelah terbayar dengan hangatnya pertemuan bersama keluarga tercinta.

 "Mudik bukan sekadar pulang ke kampung halaman, tetapi pulang kepada kasih sayang, kepada kenangan, dan kepada akar kebersamaan kita," ujarnya.

Kehadiran para perantau yang kembali ke Rokan Hulu, lanjutnya, membawa kebahagiaan tersendiri. Ia berharap kebersamaan ini semakin mempererat tali persaudaraan dan menjadi energi positif untuk membangun daerah yang dicintai.

Wakil Bupati juga memaparkan bahwa sejak amanah kepemimpinan disandang, berbagai upaya pembangunan telah mulai dijalankan, baik dalam infrastruktur, pelayanan masyarakat, maupun peningkatan kesejahteraan. Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus memberikan dukungan kepada Bupati dan Wakil Bupati agar dapat bekerja maksimal, amanah, dan membawa kemajuan bagi Rokan Hulu.

"Mari kita jadikan Idul Fitri ini sebagai titik awal memperkuat persatuan, menghapus perbedaan, dan bersama-sama membangun negeri menuju masa depan yang lebih baik," ajak Wakil Bupati.
Di akhir sambutannya, atas nama Pemerintah Daerah, Pribadi dan keluarga, Wakil Bupati mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M.
 "Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin," pungkasnya, 

Dalam kesempatan tersebut, turut disampaikan pengumuman pemenang lomba Pawai Obor dan Pawai Takbiran Idul Fitri 1447 H. 
Berdasarkan penilaian dewan juri, MAN 1 Rambah berhasil meraih Juara 1 dengan total nilai 4.013. Disusul oleh Kecamatan Rambah sebagai Juara 2 (nilai 3.970), dan SMA N 1 Rambah sebagai Juara 3 (nilai 3.907). Sementara itu, untuk kategori Harapan, Juara Harapan 1 diraih oleh Universitas Rokania (3.846), Harapan 2 oleh Kecamatan Bangun Purba (3.780), dan Harapan 3 oleh Kecamatan Rambah Samo (3.740).
Penyerahan hadiah kepada para pemenang dilakukan secara langsung oleh wakil Bupati Rokan Hulu bersama jajaran Forkopimda.

Perlu diketahui, pelaksanaan Salat Idul Fitri tahun ini di Kabupaten Rokan Hulu tidak hanya berpusat di Islamic Center, tetapi juga tersebar di 681 titik lokasi yang terdiri dari masjid-masjid dan lapangan di seluruh penjuru kabupaten, sehingga memudahkan masyarakat untuk melaksanakan ibadah bersama keluarga tercinta (Diskominfo/AD).
***Hobbi dan Friska***