Sergap Target

Berita Terkini

Talud Tugu Durian Air Mesu Mengalami Kerusakan, Inspektorat dan APH Didorong Turun Tangan.

BANGKA TENGAH – Proyek pembangunan Talud Tugu Durian di Desa Air Mesu, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, menjad...

Postingan Populer

Sabtu, 07 November 2026

Talud Tugu Durian Air Mesu Mengalami Kerusakan, Inspektorat dan APH Didorong Turun Tangan.


BANGKA TENGAH – Proyek pembangunan Talud Tugu Durian di Desa Air Mesu, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah kerusakan pada bagian konstruksi bangunan. Proyek yang menggunakan anggaran Dana Desa Tahun Anggaran 2026 tersebut diduga mengalami persoalan kualitas pengerjaan, meskipun usianya belum genap satu tahun.

Berdasarkan hasil penelusuran tim investigasi awak media pada Sabtu (7/11/2026), kondisi talud yang berada di Jalan Raya Koba, RT 08, Desa Air Mesu, terlihat mengalami keretakan memanjang. Bahkan, pada beberapa bagian ditemukan lubang menganga hingga ke bawah pondasi bangunan.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai kualitas konstruksi dan proses pelaksanaan pekerjaan. Pasalnya, talud yang semestinya berfungsi sebagai penahan tanah dan pengaman aliran air justru memperlihatkan tanda-tanda kerusakan dalam waktu relatif singkat.

Dari hasil pengamatan di lapangan, bagian pondasi talud terlihat mengalami penurunan. Tumpukan pasir yang berada di atas area Tugu Durian juga tampak turun. Kondisi ini diduga berkaitan dengan kekuatan pondasi maupun kualitas pengerjaan konstruksi yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Persoalan ini patut menjadi perhatian, terlebih ketika musim penghujan tiba. Aliran air dari hulu menuju hilir berpotensi meningkat dan menjadi lebih deras. Jika kerusakan tersebut tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin kondisi bangunan akan semakin memburuk.
Yang menjadi pertanyaan, bagaimana proyek yang belum genap berusia satu tahun sudah memperlihatkan kerusakan cukup serius?

 Apakah pelaksanaan pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi teknis dan perencanaan awal? Ataukah terdapat persoalan dalam proses pengawasan dan pengendalian mutu pekerjaan?

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembangunan Talud Tugu Durian tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp102.380.500, termasuk komponen pajak dan biaya lainnya, dengan volume pekerjaan sepanjang 19 meter (1 unit).

Proyek tersebut bersumber dari APBDes melalui Dana Desa (DDS) Tahun Anggaran 2026, dengan masa pelaksanaan selama 60 hari kalender. Adapun pelaksana kegiatan adalah Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Air Mesu.

Besarnya anggaran yang dikucurkan tentu harus sebanding dengan kualitas dan manfaat pembangunan yang diterima masyarakat. Sebab, setiap rupiah yang bersumber dari keuangan negara maupun desa wajib dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Demi menjaga keberimbangan pemberitaan, tim investigasi awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Air Mesu, Pajri, selaku penanggung jawab utama pengelolaan Dana Desa. Namun, hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang telah disampaikan.

Tim investigasi awak media mendorong Inspektorat Kabupaten Bangka Tengah, Kejaksaan Negeri Bangka Tengah, serta Polres Bangka Tengah untuk turun langsung ke lokasi dan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pembangunan Talud Tugu Durian tersebut.

Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, bagaimana kualitas material dan pondasinya, serta apakah penggunaan anggaran telah sesuai dengan peruntukannya.
Perlu diketahui, Tugu Durian bukan sekadar bangunan pelengkap desa. Tugu tersebut dibangun sebagai ikon dan simbol identitas Desa Air Mesu yang dikenal sebagai salah satu sentra sekaligus penghasil buah durian terbesar di Pulau Bangka.

Bagi masyarakat, khususnya warga Air Mesu, keberadaan tugu tersebut merupakan kebanggaan tersendiri yang mencerminkan identitas dan potensi desa.

Karena itu, sangat disayangkan apabila pembangunan yang seharusnya memperkuat kebanggaan masyarakat justru menyisakan persoalan konstruksi yang perlu dipertanggungjawabkan.

Kini publik menunggu langkah nyata pemerintah desa dan aparat pengawas. Jangan sampai anggaran Dana Desa yang seharusnya menghasilkan pembangunan berkualitas justru berujung pada bangunan yang rusak sebelum waktunya.

TIM INVESTIGASI AWAK MEDIA MEMBUKA RUANG KOREKSI DAN HAK JAWAB. 

Tim investigasi awak media senantiasa membuka ruang koreksi, klarifikasi, maupun hak jawab kepada pihak-pihak terkait, khususnya Pemerintah Desa Air Mesu dan pihak pelaksana kegiatan, apabila terdapat informasi dalam pemberitaan ini yang perlu diluruskan atau diberikan penjelasan lebih lanjut.

Hal tersebut merupakan bentuk komitmen terhadap prinsip keberimbangan, profesionalitas, dan independensi pers sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik.

(HR/TIM) 

Satgas TMMD Bantu Petani Jemur Padi, Dukung Ketahanan Pangan di Cupunagara


Sergap Target (Subang) - Kepedulian terhadap ketahanan pangan diwujudkan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang melalui aksi membantu petani di kawasan Jalan Gunung Geulis, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Sabtu (7/11/2026). Personel Satgas turut membantu Ibu Sutini menjemur padi hasil panennya.

Di tengah pelaksanaan pembangunan desa, anggota Satgas menyempatkan diri membantu proses penjemuran padi. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian TNI terhadap aktivitas pertanian yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa pendampingan kepada petani merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan.

“Kami berupaya hadir dan membantu masyarakat dalam berbagai aktivitas, termasuk pertanian. Harapannya, kebersamaan ini dapat memberikan manfaat serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ungkapnya.

Ibu Sutini menyambut baik bantuan yang diberikan personel Satgas. Kehadiran anggota TNI di tengah aktivitasnya menjadi wujud kebersamaan dan kepedulian terhadap para petani di Desa Cupunagara.

Melalui kegiatan tersebut, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, mendukung ketahanan pangan, serta mempererat hubungan dengan warga selama pelaksanaan program TMMD.

Tak Hanya Bangun Jalan, Satgas TMMD Turut Gerakkan Ekonomi Masyarakat


Sergap Target (Subang) - Kehadiran Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, turut memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM. Di sela waktu istirahat, anggota Satgas menyempatkan diri berbelanja makanan dan minuman di warung-warung warga sekitar lokasi pengerjaan, Sabtu (7/11/2026).

Aktivitas tersebut turut menambah pelanggan bagi pedagang lokal. Kehadiran personel Satgas selama pelaksanaan TMMD menjadi peluang bagi warung warga untuk meningkatkan penjualan.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa kehadiran Satgas diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk dalam menggerakkan ekonomi lokal.

“Dengan berbelanja di warung warga, kami berharap dapat membantu meningkatkan aktivitas usaha masyarakat. Kebersamaan ini menjadi bagian dari manfaat TMMD yang dirasakan langsung oleh warga,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang turut mendukung perputaran ekonomi masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antara Satgas dan warga Desa Cupunagara.

Satgas TMMD dan Warga Cupunagara Rapikan Badan Jalan, Siapkan Saluran Air


Sergap Target (Subang) - Perjuangan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang bersama masyarakat dalam membuka akses jalan di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, terus berlanjut. Di tengah pengerjaan sasaran fisik, personel Satgas bersama warga melakukan perapian batu yang telah digelar pada badan jalan sekaligus membuat saluran air di sisi jalan, Sabtu (6/11/2026).

Pekerjaan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi jalan yang tengah dibuka. Batu-batu yang telah digelar dirapikan agar permukaan jalan lebih tertata, sementara saluran sementara dibuat untuk mengarahkan aliran air ketika hujan turun sehingga material batu tidak mudah tergerus.

Kondisi medan yang berada di kawasan perbukitan menjadi tantangan tersendiri bagi Satgas dan masyarakat. Terlebih saat hujan, aliran air berpotensi mengikis material yang telah dikerjakan. Karena itu, penataan badan jalan dan pengaturan aliran air terus dilakukan seiring berlangsungnya pembukaan akses jalan.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa pengerjaan jalan dilakukan dengan memperhatikan kondisi medan dan ketahanan material.

“Kami bersama masyarakat terus berupaya menyelesaikan pekerjaan jalan dengan sebaik-baiknya. Perapian batu dan pembuatan saluran air sementara ini dilakukan agar badan jalan tetap terjaga, terutama ketika turun hujan,” ungkapnya.

Pembukaan jalan dengan sasaran sepanjang 1.500 meter dan lebar 4 meter tersebut diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat Desa Cupunagara. Jalan ini nantinya akan mendukung mobilitas warga, termasuk dalam menunjang aktivitas sehari-hari dan kegiatan perekonomian masyarakat.

Semangat gotong royong antara Satgas TMMD dan warga menjadi kekuatan dalam menyelesaikan sasaran pembangunan. Meski menghadapi tantangan alam dan kondisi medan, pengerjaan terus dilakukan sebagai wujud pengabdian TNI dalam mendukung pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.

Jelang Akhir Penugasan, Satgas TMMD Siapkan Panggung Prajurit dan Doa Bersama


Sergap Target (Subang) - Menjelang berakhirnya penugasan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0605/Subang, Satgas bersama aparatur Desa Cupunagara mulai mematangkan persiapan kegiatan perpisahan. Pembahasan berlangsung di Kantor Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Sabtu (7/11/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Satgas TMMD dan aparatur desa membahas rencana penyelenggaraan panggung prajurit dan doa bersama yang direncanakan berlangsung pada Sabtu malam (7/11/2026). Agenda ini disiapkan sebagai momentum kebersamaan menjelang berakhirnya pengabdian Satgas di wilayah tersebut.

Antusiasme masyarakat menjadi salah satu hal yang mengemuka dalam persiapan kegiatan. Kebersamaan yang telah terjalin selama pelaksanaan TMMD turut mendorong warga untuk menyambut agenda perpisahan tersebut dengan penuh kehangatan.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa rencana kegiatan tersebut menjadi bentuk kebersamaan antara personel Satgas dan masyarakat.

“Kami merasa senang melihat antusiasme masyarakat. Panggung prajurit dan doa bersama ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi serta mengenang kebersamaan selama pelaksanaan TMMD,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Cupunagara, Wahidin Hidayat, menyampaikan bahwa masyarakat menyambut baik rencana kegiatan perpisahan tersebut.

“Masyarakat sangat antusias. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi momen kebersamaan yang berkesan bagi warga dan anggota Satgas TMMD yang selama ini telah bersama-sama membangun desa,” tuturnya.

Melalui agenda tersebut, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang bersama aparatur desa berharap hubungan baik yang telah terjalin selama pelaksanaan program dapat terus terpelihara. Kebersamaan dan semangat gotong royong yang tumbuh menjadi bagian penting dari pengabdian TNI di tengah masyarakat Desa Cupunagara.

Satgas TMMD ke-130 Pererat Kebersamaan dengan Warga melalui Shalat Jumat


Sergap Target (Subang) - Kebersamaan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang dengan masyarakat Desa Cupunagara terus terjalin melalui berbagai kegiatan, termasuk ibadah bersama. Anggota Satgas melaksanakan Shalat Jumat bersama warga di Masjid Baitul Rahman, Kampung Cihaur Wetan, Dusun 1, RW 02, RT 03, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat di tengah pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130. Melalui kebersamaan dalam beribadah, Satgas dan warga membangun kedekatan yang dilandasi nilai persaudaraan serta kepedulian.

Kehadiran anggota Satgas di masjid juga mencerminkan bahwa pelaksanaan TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan sarana dan prasarana, tetapi turut memperhatikan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa kebersamaan dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan tugas Satgas di wilayah sasaran.

“Melalui kegiatan ibadah bersama seperti Shalat Jumat, kami berharap hubungan silaturahmi antara Satgas TMMD dan masyarakat semakin erat. Kebersamaan ini menjadi modal penting dalam mendukung pelaksanaan TMMD serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.”

Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus berupaya hadir di tengah masyarakat, membangun kedekatan, serta mendukung terciptanya lingkungan yang harmonis selama pelaksanaan program TMMD di Desa Cupunagara.

Jumat, 06 November 2026

Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat, Polresta Cirebon Gelar Subuh Keliling Serentak di 27 Kecamatan


CIREBON – Polresta Cirebon terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan Shalat Subuh Keliling (Subling). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya membangun komunikasi, mempererat silaturahmi, sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif.

Kegiatan Shalat Subuh Keliling tersebut dilaksanakan pada Sabtu (7/11/2026) di Masjid Nur Aswitiyah, Blok Pesukunan, Kelurahan Kemantren, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Kegiatan dipimpin Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., yang diwakili Kabag Ren Polresta Cirebon Kompol Acep Anda, S.H., M.H.

Turut hadir Ps. Kasi Propam Polresta Cirebon Iptu Hari Wardoyo, Kanit Binmas Polsek Sumber Ipda Ade, Ps. Kanit Binkamsa Sat Binmas Ipda Sarwodi, S.H., serta sejumlah personel Polresta Cirebon.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi sarana menjalankan ibadah bersama, tetapi juga menjadi momentum bagi jajaran kepolisian untuk menjalin komunikasi secara langsung dengan para ulama, tokoh agama, dan masyarakat.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama menyampaikan bahwa kegiatan Subuh Keliling merupakan bagian dari komitmen Polresta Cirebon untuk terus hadir di tengah masyarakat, membangun kedekatan emosional, serta memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan lingkungan.

Menurutnya, terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan dan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

"Kami ingin Polri senantiasa hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam pelaksanaan tugas menjaga keamanan, tetapi juga melalui kegiatan keagamaan dan silaturahmi. Dengan komunikasi yang baik serta kebersamaan, diharapkan hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif," ungkapnya.

Sebagai bentuk keseriusan dalam memperkuat kedekatan dengan masyarakat, kegiatan Shalat Subuh Keliling tersebut juga dilaksanakan secara serentak oleh para pejabat utama (PJU) dan 27 Kapolsek jajaran Polresta Cirebon di wilayah masing-masing.

Melalui kegiatan ini, Polresta Cirebon berharap sinergitas antara Polri, ulama, tokoh agama, dan masyarakat semakin solid dalam menjaga persatuan serta memelihara harkamtibmas di wilayah Kabupaten Cirebon.

Polresta Cirebon juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, dan bersama-sama menciptakan suasana yang damai dan harmonis.

Sholat Jumat Keliling, Polresta Cirebon Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Bersama MasyarakatCIREBON – Polresta Cirebon terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan Sholat Jumat Keliling yang dilaksanakan di Masjid Besar Al-Mustaqim, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Jumat (6/11/2026).Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Kapolresta Cirebon, Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., dalam membangun komunikasi, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan sinergi antara Polri, ulama, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).Dalam kegiatan tersebut, Kapolresta Cirebon diwakili Kabag Ops Polresta Cirebon Kompol Sutarja, S.H., M.H. Kehadirannya turut didampingi Kapolsek Weru AKBP Sudarman, S.Sos., Ps. Kasi Propam Polresta Cirebon Iptu Hari Wardoyo, Camat Weru Abdul Roup, S.H., M.H., serta Ketua DKM Masjid Besar Al-Mustaqim KH. Abdul Razak, M.Pd.I. Turut hadir personel Polresta Cirebon, anggota Koramil Weru, pengurus masjid, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan jamaah setempat.Usai melaksanakan Sholat Jumat berjamaah, jajaran Polresta Cirebon melanjutkan kegiatan dengan bersilaturahmi bersama pengurus masjid dan masyarakat. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan sekaligus menyerap aspirasi serta masukan masyarakat terkait situasi keamanan di lingkungan sekitar.Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama menyampaikan bahwa kegiatan Sholat Jumat Keliling bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kedekatan emosional antara Polri dan masyarakat."Keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Melalui komunikasi, kerja sama, dan kepedulian seluruh elemen masyarakat, situasi yang aman dan kondusif dapat terus kita jaga," ungkapnya.Menurutnya, kemitraan antara kepolisian, ulama, tokoh agama, dan masyarakat merupakan salah satu kekuatan penting dalam menciptakan lingkungan yang harmonis, aman, dan damai.Melalui kegiatan ini, Kapolresta Cirebon juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta tidak ragu berkoordinasi dengan kepolisian apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas.Menariknya, kegiatan Sholat Jumat Keliling tersebut juga dilaksanakan secara serentak oleh para Pejabat Utama Polresta Cirebon dan 27 Kapolsek jajaran di wilayah hukum Polresta Cirebon. Langkah ini menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus memperluas jangkauan pelayanan dan komunikasi dengan warga.Melalui program tersebut, Polresta Cirebon berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis, responsif, dan dekat dengan masyarakat demi mewujudkan Jawa Barat Aman, Polisi Bersama Masyarakat.

Ketua MUI Krangkeng Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Hj. Kokom Komariah, Ajak Warga Jaga Kondusivitas


Ketua MUI Krangkeng Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Hj. Kokom Komariah, Ajak Warga Jaga Kondusivitas



Indramayu, Sergaprarget.com Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, H. Sofwan, menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Hj. Kokom Komariah.

H. Sofwan turut mendoakan almarhumah agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi musibah tersebut.

“Kami turut berdukacita atas meninggalnya Hj. Kokom Komariah. Semoga beliau husnul khatimah,” ujar H. Sofwan dalam pernyataannya. Jumat (6/11/2026)

Selain menyampaikan doa dan belasungkawa, H. Sofwan mengajak masyarakat Kecamatan Krangkeng, khususnya warga Desa Krangkeng dan Desa Kalianyar, untuk tetap menjaga keamanan, ketertiban, serta kerukunan di lingkungan masing-masing.

Ia mengingatkan masyarakat agar menyerahkan penanganan persoalan yang berkaitan dengan peristiwa tersebut kepada pihak yang memiliki kewenangan.

“Mari kita semua warga Krangkeng, khususnya Desa Krangkeng dan Kalianyar, urusan apa pun mari kita serahkan kepada pihak yang berwenang,” pesannya.

Menurut H. Sofwan, menjaga ketenangan dan keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dikedepankan dalam menghadapi situasi yang menimbulkan keprihatinan masyarakat.

Ia berharap warga dapat menunjukkan sikap saling menghormati, menjaga persaudaraan, serta tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban.

Sebagai tokoh agama, H. Sofwan menekankan pentingnya menjaga persatuan dan mengedepankan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat.

H. Sofwan berharap seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjaga situasi wilayah tetap aman dan kondusif.

(Nana. S)

Camat Krangkeng Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Hj. Komariyah, Ajak Warga Percayakan Proses Hukum kepada PolisiIndramayu, Sergaptarget.com Camat Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Indra Mulyana, menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Hj. Komariyah.Selain menyampaikan duka cita kepada keluarga yang ditinggalkan, Indra Mulyana juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban serta memberikan kepercayaan kepada kepolisian dalam menangani proses hukum yang sedang berlangsung.“Atas nama Pemerintah Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, kami mengucapkan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Hj. Komariyah,” ujar Indra Mulyana dalam pernyataannya. Jumat (6/11/2026)Ia mendoakan agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta diampuni segala dosa dan kekhilafannya.“Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa dan kekhilafannya. Bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” ungkapnya.Di tengah suasana duka, Indra Mulyana turut menyampaikan pesan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu situasi keamanan dan ketertiban.Ia mengajak masyarakat untuk menghormati proses hukum yang tengah dilakukan kepolisian.“Kami mengajak warga masyarakat untuk menyerahkan sepenuhnya proses hukum yang sedang dilaksanakan oleh aparat kepolisian,” katanya.Menurutnya, menjaga situasi wilayah tetap aman dan kondusif merupakan tanggung jawab bersama, terutama ketika masyarakat sedang menghadapi peristiwa yang menimbulkan keprihatinan.Karena itu, ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat menahan diri, menjaga persatuan, serta memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku.“Mari kita jaga keamanan, ketertiban, dan kondusivitas wilayah,” pesannya.(Nana. S)

H. Dudung Suami Hj.Komariyah Minta Polisi Dalami Dan Usut Tuntas Kasus Ini