Indramayu, Sergaptarget.com Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Wiralodra menggelar unjuk rasa dan audiensi di depan Aula Nyi Endang Darma Ayu, Kampus Unwir Indramayu, Selasa (19/5/2026).
Aksi tersebut dipicu kekecewaan mahasiswa karena rektor baru maupun mantan rektor yang janji akan hadir, pada audensi nanti ternyata tidak hadir.sehingga Ketua MPM Universitas Wiralodra periode 2025–2026 sekaligus penanggung jawab aksi, Dhanu Achmad Firmansyah, menyampaikan kenapa dan apa alasanya ketidakhadiran kedua pimpinan kampus tersebut.
Sehingga ahirnya mereka gelar aksi , mahasiswa membawa sejumlah tuntutan yang dinilai menyangkut hak dan keterbukaan informasi bagi civitas akademika. Salah satu tuntutan utama yakni transparansi dana KIP Kuliah, termasuk kejelasan pakta integritas serta pengembalian dana uang saku KIP Kuliah yang disebut bermasalah.
Selain itu, mahasiswa juga menuntut transparansi dana kegiatan dan magang. Mereka meminta pihak rektorat membuka rincian anggaran proses magang serta memberikan alokasi dana yang jelas dan terbuka bagi organisasi mahasiswa di lingkungan kampus.
Tak hanya itu, mahasiswa juga meminta kejelasan alur biaya kuliah yang dibayarkan mahasiswa setiap semester. Mereka mendesak pihak kampus membuka rincian penggunaan aliran dana dari pembayaran kuliah secara transparan dan akuntabel.
Menurut mahasiswa, sebelumnya mantan Rektor dan Rektor yang baru janji akan hadir menemui mahasiswa dalam. Acara audensi pada Selasa, 19 Mei 2026, rektor baru dan mantan rektor akan hadir diacara audensi tersebut.
Namun pada saat pelaksanaannya, yang hadir hanya jajaran pengurus yayasan dan Wakil Rektor I Unwir, Ibnu Rusyadi. Ketidakhadiran keduanya menimbulkan tanda tanya bagi mahasiswa dan memicu kekecewaan.
Mahasiswa berharap pihak kampus memberikan penjelasan terkait berbagai tuntutan yang disampaikan, sekaligus menjelaskan alasan ketidakhadiran rektor baru maupun mantan rektor dalam audiensi tersebut.
Pihak rektorat Universitas Wiralodra, melalui Wakil Rektor I, telah menanggapi aksi tersebut dan menerima aspirasi mahasiswa sebagai bentuk evaluasi konstruktif untuk perbaikan tata kelola keuangan kampus.
Meskipun pihak rektor telah memberikan klarifikasi manusiai menilai penjelasan tersebut belum menjawab masalah secara tuntas. Mahasiswa mengancam akan menggelar aksi Lanjutan apabila pihak yayasan dan Pimpinan Kampus tidak hadir.
(Nana. S)










