Berita Terkini

PT JIC Jafa Indo Corpora Wonosobo Target 120 Penempatan per Bulan Usai Lebaran

WONOSOBO – PT JIC Jafa Indo Corpora Cabang Wonosobo menargetkan peningkatan jumlah penempatan tenaga kerja ke luar negeri hingga 120 orang p...

Postingan Populer

Minggu, 22 Februari 2026

PT JIC Jafa Indo Corpora Wonosobo Target 120 Penempatan per Bulan Usai Lebaran



WONOSOBO – PT JIC Jafa Indo Corpora Cabang Wonosobo menargetkan peningkatan jumlah penempatan tenaga kerja ke luar negeri hingga 120 orang per bulan setelah momentum Lebaran tahun ini (22/02/2026)

Kepala Cabang Wonosobo, Ahmad Subarkah, mengungkapkan bahwa target tersebut merupakan bagian dari strategi peningkatan layanan dan respon terhadap tingginya minat masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri.



"Pasca-Lebaran biasanya terjadi lonjakan pendaftar. Kami optimistis target 120 penempatan per bulan bisa tercapai dengan tetap mengedepankan prosedur resmi dan perlindungan tenaga kerja," ujarnya saat ditemui di kantor cabang Wonosobo.

Ia menjelaskan, mayoritas penempatan masih didominasi sektor informal seperti asisten rumah tangga (ART), perawat lansia, dan pengasuh anak. Adapun negara tujuan utama meliputi Taiwan, Hongkong, Singapura, dan Malaysia yang hingga kini dinilai masih memiliki permintaan tenaga kerja cukup tinggi.



Menurut Ahmad, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait prosedur keberangkatan yang legal dan aman. Selain itu, pembekalan dan pelatihan juga menjadi prioritas sebelum calon pekerja diberangkatkan.

"Kami ingin memastikan setiap calon pekerja benar-benar siap, baik dari sisi keterampilan maupun mental. Legalitas dan keamanan menjadi prioritas utama," tegasnya.

Dengan target peningkatan tersebut, PT JIC Jafa Indo Corpora Wonosobo berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi angka pengangguran di daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peluang kerja di luar negeri.

(Yudhi)

Sabtu, 21 Februari 2026

Polresta Cirebon Sita 78 Botol Miras Hasil Razia Pekat





Jajaran Polresta Cirebon menggelar razia minuman keras (miras) di wilayah Kabupaten Cirebon pada Sabtu (21/2/2026). Dalam razia pekat tersebut petugas berhasil mengamankan 78 botol miras berbagai merk dan miras tradisional ciu.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, S.H, S.I.K, M.H, mengatakan, miras yang berhasil disita jumlahnya mencapai 78 botol miras berbagai merk dan miras tradisional ciu. Miras tersebut disita dari berbagai wilayah di Kabupaten Cirebon.

"Dalam razia ini, kami berhasil mengamankan 78 botol miras pabrikan berbagai merk dan miras tradisional ciu dari berbagai wilayah Kabupaten Cirebon. Kemudian para penjual miras tersebut juga langsung diproses tipiring," ujarnya.

Ia mengatakan, razia tersebut dilaksanakan intensif Polresta Cirebon hingga Polsek jajaran. Pihaknya pun meminta peran aktif masyarakat untuk segera melaporkan berbagai tindak kejahatan di wilayah hukum Polresta Cirebon.

Dipastikan setiap laporan atau aduan yang diterima bakal langsung ditindaklanjuti dan petugas berada di lokasi dalam waktu singkat. Pasalnya, laporan maupun aduan masyarakat akan sangat membantu kepolisian dalam menjaga kondusivitas kamtibmas.

"Peran seluruh elemen masyarakat sangat besar untuk mencegah terjadinya aksi kriminalitas. Selain itu, partisipasi masyarakat juga dibutuhkan untuk menjaga keamanan lingkungan dan sangat berarti bagi kepolisian," katanya.((Babil))

Sambil Patroli, Babinsa Pucangsawit Lakukan Sambang Warga Diwilayah Binaan, Selipkan Pesan Jaga Kamtibmas

Surakarta - Kegiatan Patroli wilayah rutin dilakukan Babinsa Pucangsawit Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Serda Tarto, guna mengetahui perkembangan dan permasalahan yang terjadi di wilayah binaanya. 

Seperti halnya yang dilakukan, saat Patroli dirinya melaksanakan Sambang warga binaan di Rw 09, dalam kesempatan tersebut Babinsa memberikan himbauan agar warga dapat menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dibulan puasa Ramadhan ini, Minggu ( 22/02/2026 ).

Dikatakan Serda Tarto kegiatan patroli dan sambang warga yang dilaksanakan juga bertujuan untuk menjalin silahturahmi sehingga terjalin hubungan yang harmonis sekalian mencari Informasi sehingga nantinya akan tercipta situasi yang aman dan kondusif di wilayah binaan.

Sementara itu Suwito salah satu warga mengatakan dengan keberadaan Babinsa yang lagi patroli di desa Binaan kami merasa senang dan begitu dekat dengan pak Babinsa dan selalu ada di tengah-tengah masyarakat.

Penulis : Arda 72

Kompak..!! Babinsa Purwosari Bersama Warga Melaksanakan Kerja Bakti Pemangkasan Ranting Pohon Dan Pembersihan Lingkungan

Surakarta - Bertempat Kp.Mangkuyudan Jl. Ukel Rinonce Kel. Purwosari Kecamatan Laweyan Babinsa Kelurahan Purwosari Koramil 01 Laweyan Kodim Surakarta Serka Murdianto bersama warga masyarakat melaksanakan kerja bakti Pemangkasan ranting pohon dan pembersihan lingkungan, Minggu (22/02/2026).

Ditegaskan Serka Murdianto kegiatan yang bertajuk kerja bakti pembersihan lingkungan dilaksanakan sebagai salah satu bentuk kepedulian Babinsa bersama masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar.

"Walaupun kegiatan ini dibulan puasa tidak menjadi hambatan bagi masyarakat untuk ikut membantu membersihkan lingkungan."ujarnya.

"Apa yang kita lakukan ini merupakan salah satu upaya dalam rangka membina kerjasama bersama warga dan upaya kita bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan,"imbuhnya .

"kita berharap kedepannya kegiatan seperti ini akan terus berlanjut sehingga masyarakat sekitar akan tetap peduli dalam menjaga kebersihan lingkungan."pungkasnya.

Penulis : Arda 72

Pengangkatan Perangkat Desa Tempel Kulon Menuai Sorotan Diduga Belum Tempuh Mekanisme Sesuai Permendagr







Indramayu, Sergaptarget
Pengangkatan sejumlah perangkat desa baru di Desa Tempel Kulon, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, menuai sorotan dari sejumlah tokoh masyarakat. Proses tersebut diduga belum sepenuhnya menempuh mekanisme sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa.

Sorotan mencuat setelah beredarnya struktur organisasi perangkat desa yang telah memuat foto, nama, dan jabatan perangkat baru. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan polemik apabila tahapan administratif, termasuk konsultasi dan rekomendasi tertulis dari camat, belum sepenuhnya diselesaikan.

Salah seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya menegaskan bahwa pengisian perangkat desa harus dilakukan secara transparan, berjenjang, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Pengangkatan perangkat desa seharusnya dilakukan saat memang terdapat kekosongan jabatan. Jika hendak memberhentikan perangkat lama, ada mekanisme yang wajib ditempuh. Jangan sampai perangkat baru diangkat sebelum yang lama resmi diberhentikan," ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa perangkat desa memiliki masa tugas hingga usia 60 tahun sesuai peraturan perundang-undangan. Menurutnya, pembenahan pemerintahan desa merupakan hal yang wajar, namun tetap harus mengedepankan aturan agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Ketua BPD Desa Tempel Kulon, Sunarto, S.Pd.SD, berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan mengutamakan musyawarah demi menjaga kondusivitas desa. Ia menyebut dinamika pasca-pergantian kepala desa merupakan hal yang kerap terjadi.

"Harapan kami, semua pihak tetap berpegang pada aturan dan mengedepankan musyawarah untuk mencari solusi terbaik," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Lelea, Baman, saat ditemui di Balai Desa Tempel Kulon pada Rabu (18/2/2026), menyampaikan bahwa setiap proses pengangkatan perangkat desa harus melalui mekanisme sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, dalam proses peliputan wartawan mengaku sempat diminta keluar ruangan dan dilarang mengambil gambar oleh Kuwu Desa Tempel Kulon, Cahyono.

Menanggapi hal tersebut, Syeh Abdul Halim menyatakan bahwa tindakan menghalangi atau menghambat tugas jurnalistik dapat dikenai sanksi sebagaimana diatur dalam Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dengan ancaman pidana penjara maksimal dua tahun atau denda hingga Rp500 juta.

Adapun nama-nama perangkat desa baru yang tercantum dalam struktur Desa Tempel Kulon antara lain: Sekretaris Desa Yulia; Tata Usaha Kalilah; Bendahara Ruan dan Apriyanti Shinta; Kepala Urusan/Lurah Ibnu Rohajar; Raksa Bumi Darsono; Lebe Mutadi Amin; Bekel Blok Sana Maryadi; Bekel Blok Waru Ahmad Zaenudin; serta Bekel Blok Asem Budi Haryanto.
 
Sesuai ketentuan Permendagri Nomor 67 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Permendagri Nomor 83 Tahun 2015, pengangkatan perangkat desa wajib melalui mekanisme penjaringan dan penyaringan, serta konsultasi dan rekomendasi tertulis dari camat. Perangkat desa hanya dapat diberhentikan karena meninggal dunia, mengundurkan diri, atau diberhentikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan demikian, pelantikan kepala desa tidak serta-merta dapat langsung diikuti pengangkatan perangkat desa baru secara instan. Terdapat tahapan dan prosedur hukum yang harus dipenuhi sebelum perangkat baru resmi bertugas.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Tempel Kulon terkait status administrasi dan rekomendasi pengangkatan perangkat desa.

(Nana.  S)

Kuwu  Sukareja, Yanto Gelar Tasyakuran  Dan siap bangun Desa dengan semangat kebersamaan 







Indramayu, Sergaptarget Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan Kuwu Desa Sukareja, Yanto, untuk mempererat kebersamaan warga melalui kegiatan tasyakuran dan pengajian.

Acara yang berlangsung di kediamannya di Desa Sukareja, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Sabtu malam (21
/2/2026), menjadi simbol awal komitmen membangun desa dengan semangat persatuan.

Kegiatan tersebut digelar sebagai ungkapan rasa syukur setelah Yanto resmi dilantik sebagai Kuwu terpilih pada 12 Februari 2026, disampaikan oleh KH Saeful Bahri yang akrab disapa KH Baridin.

Suasana religius dan penuh kekhidmatan terasa saat ratusan warga memadati lokasi acara untuk mendengarjan tausiah

Pengajian dan doa bersama berlangsung khidmat, terlebih karena digelar bertepatan dengan bulan Ramadan yang penuh berkah.

Antusiasme masyarakat terlihat dari hampir seluruh warga Desa Sukareja yang hadir untuk mempererat silaturahmi pasca pemilihan.

Kuwu Sukareja, Yanto yang akrab disapa Jepang, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus upaya menyatukan kembali masyarakat setelah pelaksanaan pemilihan Kuwu.

"Alhamdulillah, puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT dan seluruh warga yang telah memberikan dukungan. Saya berharap masyarakat kembali bersatu tanpa sekat, tidak ada lagi perbedaan kubu. Kita semua adalah keluarga besar Desa Sukareja," ujarnya.

Ia menambahkan, melalui pengajian tersebut diharapkan masyarakat dapat mengambil nilai-nilai kebaikan untuk bersama-sama membangun desa yang lebih maju dan sejahtera.

"Semoga tasyakuran ini membawa keberkahan dan kelancaran dalam upaya membangun Desa Sukareja ke arah yang lebih baik," tambahnya.

 Camat Balongan, Ade Sukma Wibowo, mengapresiasi langkah Kuwu Sukareja yang mengedepankan persatuan warga pasca pemilihan.

Ia berharap masyarakat dapat mendukung program pembangunan desa dengan menjaga kebersihan lingkungan serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif ujar Camat Balongan dalam sambutannya. 

"Saya mengapresiasi sikap rendah hati Kuwu Yanto yang mampu merangkul seluruh warga. Mari bersama-sama kita dukung pembangunan desa agar semakin maju, dengan lingkungan yang bersih dan masyarakat yang hidup rukun dan damai pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan itu unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), di antaranya Camat Ade Sukma Wibowo, Kapolsek Balongan Dedi Wahyudi, perwakilan Danramil h1601 melalui Babinsa, Ketua MUI, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta perangkat desa setempat dan masyarakat Sukareja. 

(Nana. S)

Industri Kapal Batang Potensi Ekonomi Yang Tidak Mendapat Perhatian Dari Pemerintah




(Inzet) foto Bapak Ahmad Tarwandi Alias Pendi Pengusaha Galangan Kapal


Batang 22 Pebruari 2026, Sergaptarget.com.

Kabupaten Batang Propinsi Jawa Tengah Yang Menjadi  Salah Satu Kabupaten Penghasil Produksi Kapal ,Khususnya Kapal Tangkap ikan Keberadaanya Perlu Mendapat Perhatian Yang Serius Dari Pemerintah ,Puluhan Kapal Bahkan Ratusan Produk Kapal Asli Kabupaten Batang ini Layak Menjadi Icon Kabupaten Batang Sebagai Daerah Penghasil Produk Kapal dengan Kualitas Sangat Bagus ,Tapi Sangat Disayangkan Karena Lahan Yang Tersedia Sangat Terbatas  dan Sarana Yang Ada Masih Sangat Tradisional.

Untuk itu Pemerintah Daerah Diharapkan Bisa  Berkontribusi Secara Signifikan Terkait Dengan Permasalahan ini. Pembuatan Produksi Kapal Yang Selama ini Berjalan Yang Letaknya  Diselatan  Alur Sungai Sambong Atau Persisnya Diselatan Jembatan Seturi ini Sangat Menyulitkan  Kapal Kapal Yang Sudah Jadi Yang Akan Dikirim ke Pemesan Kapal Hal ini Dikarenakan Untuk Bisa Keluar dari Tempat Produksi Kapal Harus Melewati Jembatan, Yang Mana Jika Alur Sungai Dalam Posisi Pasang/Naik Maka Tingginya Badan Kapal Akan Tersangkut Pada Jembatan Yang Akan Dilalui.

Ahmad Tarwandi Atau Yang Lebih Dikenal Dengan Nama  Pendi Salah Satu Warga Lokal Klidang Lor Pengusaha Galangan Kapal Berharap Ada Perhatian serius dari Pemerintah  ."Kami Dan Para Pengusaha Galangan Kapal Lainya Sangat Berharap Kontribusi dari Pemda Setempat Baik Yang Terkait Dengan Lahan Maupun Sarana Penunjang Lainya Yang Bisa Memudahkan Aktifitas Produksi Galangan Kapal ini"

 Tidak Ada Atensi Yang Signifikan dari Pemerintah Daerah Terkait Dengan Keberadaan Produksi Galangan Kapal ini Padahal produksi Galangan Kapal Dari Kabupaten Batang ini Menjadi Yang Terbaik Kualitasnya Dibandingkan Dengan Kapal Buatan Dari Daerah Lain  " Demikian Ungkapnya Ketika Awak Media  Berkunjung ke Rumahnya.

Banyaknya Pesanan Kapal dari Luar Daerah Seringkali Terkendala Adanya Keterbatasan Ketersediaan Lahan Yang Ada .untuk itu Perlu Dipikirkan Agar Kedepan Galangan Kapal Yang Terkendala  Keterbatasan Lahan dan Sarana ini Bisa Benar Benar Mendapat Atensi/ Perhatian Yang Serius Dari Pemerintah baik Pemerintah Daerah Kabupaten Batang,Propinsi Maupun Pusat dan Berharap Harapan ini Menjadi Program Prioritas Pemerintah.

"Pemerintah Daerah kabupaten Batang Sebenarnya Punya Lahan Yang Khusus bisa Dijadikan Sebagai Pusat Industri Galangan Kapal Yaitu di Sepanjang Garis Pantai Secepit Yang Masuk Wilayah Admistrasi Kelurahan Kasepuhan,Dengan Tempat Yang Sangat Luas Tentu akan Sangat Memadai Dan Memungkin Industri Galangan Kapal di Batang Berkembang Dengan Sangat Pesat dan bisa Menjadi icon Kabupaten Batang Sebagai Daerah Penghasil Produk Kapal dengan Kualitas Yang Sangat Bagus  Demikian Pungkasnya Dalam Sessi Wawancara dg Sergaptarget.com.( Jurnalis M.Subhan.S.H )

Safari Ramadhan 1447 H Pertama Bupati Rohul Bangga Hadir Plt Gubernur Riau Ir H. S.F Hariayanto St.MM


Rokanhulu - Kecamatan Kunto Darussalam di mesjid raya Darusalam kota lama ini plt Gubernur lakukan kunjungan safari pertama pada 19/02/2026.



Sf. Hariayanto di dampingi oleh Bupati Rohul Yaitu Anton St.MM, terlihat dari kedekatan diantara dua sosok Pemimpin yang sama sama mantan dari kadis PUPR tersebut.

Plt gubernur riau bercerita tentang dirinya yang sempat berkiprah di dinas PUPR dan menyebutkan bahwa Anton bupati Rokan Hulu adalah adiknya, cuma berbedanya saya di provinsi beliau di kabupaten. Safari ramadhan di Hari pertama juga di hadiri oleh Mantan Ketua DPRD Provinsi Riau Suparman,Sos. yang sempat menjabat Bupati Rohul, yang berdampingan oleh Sukiman tersebut oleh plt Gubernur menyebutkan iya ini adalah guru politik kami ujar Sf Hariayanto dengan penuh senyuman.

Semarak safari Ramadhan yang berada di kota lama dengan kehadiran Sf, Hariyanto bersama Bupati Rohul Anton St. MM menyerah kan santunan dan bantuan yang berasal dari SPSI, BPJS, Baznas Rohul, dll.

Plt Gubernur Riau menyampaikan pesan nya agar masyarakat lebih bersabar,memang benar jalan provinsi masih banyak berlobang ini adalah tugas kami, ujarnya yang berjanji sebelum lebaran akan menyelesaikan dan menutup jalanan yang berlubang sebelum lebaran idul fitri 1447H sudah selesai.

Sebagai bupati Anton St.Mm, merasa bangga dan terharu dengan kehadiran plt Gubernur Riau, yang mana beliau ada lah seniornya Anton St.Mm disaat menjabat kepala dinas PUPR dan bertemu lagi ketika beliau berdua sebagai pemimpin.

Acara tersebut dihadiri oleh kepala dinas provinsi dan Kadis dari Kabupaten rohul, para Forkopimda rohul serta Camat,Lurah Kunto Darussalam, Kepala desa yang datang dari berbagai desa terdekat.




Kegiatan Safari ramadhan berakhir dengan penuh hikmah dan kondusif, para rombongan pun mulai membubarkan diri kembali ke tempat masing-masing.

Jumat, 20 Februari 2026

Momentum Ramadan 1447 H, Pengajian Rutin Perkuat Iman Warga Binaan Lapas Pasir Pangarayan


Pasir Pengaraian - Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan 1447 H dengan kegiatan yang bermanfaat, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pasir Pangarayan melaksanakan pengajian rutin bagi warga binaan dengan menghadirkan ustadzah dari luar sebagai penceramah, Sabtu (21/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Masjid At-Taubah Lapas Pasir Pangarayan tersebut diikuti oleh warga binaan dan menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian, khususnya dalam meningkatkan pemahaman serta penguatan nilai-nilai keagamaan selama bulan Ramadan.

Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, melalui Kasi Binadik dan Giatja, Sunu Istiqomah Danu, menyampaikan bahwa selama Ramadan pihaknya menambah porsi kegiatan pembinaan keagamaan bagi warga binaan.

"Selama bulan Ramadan ini, kami menambah porsi kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembinaan kepribadian warga binaan," ujar Sunu.

Ia menambahkan bahwa pembinaan keagamaan merupakan salah satu unsur dalam proses pemasyarakatan, sebagai sarana untuk menumbuhkan kesadaran diri serta memperkuat nilai moral dan spiritual.

Dalam tausiyahnya, ustadzah yang hadir menyampaikan materi tentang pentingnya penguatan iman serta dorongan untuk terus memperbaiki diri. Warga binaan juga diajak memanfaatkan momentum Ramadan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperdalam pemahaman agama.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Beberapa warga binaan menyampaikan pertanyaan yang kemudian dijawab oleh ustadzah dengan penjelasan yang mudah dipahami dan motivasi yang membangun.

Kegiatan ini sejalan dengan Perintah Harian Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, serta bimbingan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau dalam rangka penguatan program pembinaan kepribadian bagi warga binaan. 

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan berharap pembinaan keagamaan selama Ramadan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi warga binaan dalam menjalani proses pembinaan.

Cek Ambulans Lapas Pasir Pangarayan, Pastikan Siap Dukung Layanan Kesehatan Warga Binaan


Pasir Pengaraian - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pasir Pangarayan terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi warga binaan. Salah satu bentuk kesiapsiagaan tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengecekan kendaraan ambulans lapas yang dilaksanakan pada Sabtu (21/2/2026).

Pengecekan dilakukan secara langsung oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja), Sunu Istiqomah Danu, didampingi Kepala Subseksi Perawatan, Jaya Harsa, bersama petugas perawat lapas. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kondisi kendaraan, kelengkapan alat medis, serta kesiapan operasional ambulans dalam mendukung tugas dan fungsi jajaran perawatan.

Pemeriksaan difokuskan pada kelengkapan peralatan medis seperti tandu, tabung oksigen, serta perlengkapan penunjang lainnya. Langkah ini penting guna memastikan ambulans selalu dalam kondisi siap pakai, baik untuk keperluan rujukan warga binaan ke fasilitas kesehatan lanjutan maupun untuk kegiatan lain yang membutuhkan dukungan transportasi medis.

Sunu Istiqomah Danu menyampaikan bahwa kesiapan ambulans merupakan bagian dari tanggung jawab pelayanan dasar kepada warga binaan, khususnya di bidang kesehatan.

"Hari ini kami melakukan pengecekan ambulans lapas. Apabila terdapat kendala, akan segera kami upayakan perbaikannya agar pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal," ujarnya.

Sementara itu, Jaya Harsa menambahkan bahwa pengecekan rutin merupakan langkah preventif untuk menghindari kendala teknis saat kendaraan digunakan. Dengan adanya pemeriksaan berkala, setiap potensi hambatan dapat segera diantisipasi.

Melalui kegiatan ini, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pasir Pangarayan menegaskan komitmennya dalam mendukung pelayanan kesehatan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada keselamatan, sejalan dengan Perintah Harian Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, serta bimbingan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau.