Berita Terkini

Bakti Sosial di Masjid dan Gereja, Penutupan MPLS SMPN 1 Ujungbatu Tanamkan Nilai Persatuan

 ROKAN HULU - Penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 1 Ujungbatu menjadi momen yang penuh makna. Sebanyak 256 sis...

Postingan Populer

Rabu, 08 Juli 2026

Bakti Sosial di Masjid dan Gereja, Penutupan MPLS SMPN 1 Ujungbatu Tanamkan Nilai Persatuan




 ROKAN HULU - Penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 1 Ujungbatu menjadi momen yang penuh makna. Sebanyak 256 siswa baru menunjukkan semangat toleransi dan kebersamaan dengan melaksanakan bakti sosial membersihkan dua rumah ibadah, yakni Masjid Darul Iman di Jalan Sudirman dan Gereja HKBP Ujungbatu, Rabu (8/7/2026).


Dalam kegiatan tersebut, siswa beragama Islam turut membersihkan Gereja HKBP, sementara siswa non-Islam bersama-sama membersihkan Masjid Darul Iman. Aksi ini menjadi simbol nyata bahwa perbedaan agama bukanlah penghalang untuk saling menghormati dan bekerja sama.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala SMPN 1 Ujungbatu, Berlian Siregar, S.Ag., didampingi majelis guru serta panitia MPLS. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter yang berlandaskan nilai toleransi, gotong royong, dan kepedulian sosial.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan kepada peserta didik bahwa hidup berdampingan dalam keberagaman merupakan kekuatan bangsa. Sikap saling menghormati harus menjadi budaya yang dibawa anak-anak, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat,” ujar Berlian Siregar.

Selain bakti sosial, selama pelaksanaan MPLS para siswa juga mendapatkan pembekalan mengenai pencegahan perundungan (bullying), bahaya penyalahgunaan narkoba beserta dampaknya, serta mengikuti uji minat dan bakat sebagai langkah awal mengenali potensi masing-masing.

Di akhir kegiatan, Kepala SMPN 1 Ujungbatu juga mengajak seluruh siswa untuk membiasakan hidup bersih dan menjaga lingkungan sekolah. Hal itu dibuktikan dengan kondisi halaman sekolah yang bersih, rapi, dan bebas dari sampah plastik maupun sampah lainnya.

Melalui penutupan MPLS yang mengedepankan nilai toleransi, SMPN 1 Ujungbatu berharap seluruh peserta didik baru mampu menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter, menjunjung tinggi persatuan, serta menghargai keberagaman dalam kehidupan sehari-hari.

***Hobbi Pargaulan***
( Sumber Sorot Nasional )

Pengerjaan Pengecoran Jalan Aspirasi Dewan Irfan Dari Partai Gerindra Diduga Asal Asalan




Indramayu, Sergaptarget.com Pekerjaan pengecoran jalan lingkungan di Blok Bonjot Tumpal RT 38 RW 13, Desa Panyindangan Kulon, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, menuai sorotan dari masyarakat.Pasalnya Proyek yang mulai dikerjakan pada Juli 2026 itu diduga tidak memenuhi standar teknis pelaksanaan konstruksi sehingga disorot warga.

Berdasarkan informasi yang beredar di tengah masyarakat, proyek tersebut merupakan realisasi dana aspirasi anggota DPRD Kabupaten Indramayu dari Fraksi Gerindra, Irfan, dengan nilai anggaran sekitar Rp199 juta yang dikerjakan oleh CV Arthur.

Akan tetapi, sejak awal pelaksanaan, sejumlah warga mengaku menemukan berbagai  kejanggalan di lapangan. Berdasarkan hasil pemantauan media dan keterangan warga, proyek tersebut diduga tidak dilengkapi papan informasi proyek atau papan RAB sehingga masyarakat tidak mengetahui secara jelas spesifikasi pekerjaan maupun penggunaan anggarannya.

Selain itu, warga juga menduga proses pengerjaan tidak diawali dengan pengupasan badan jalan lama maupun pemadatan dasar.  Langsung dicor di atas tanah yang masih basah akibat hujan tanpa adanya urugan sirtu sebagai lapisan pondasi.

Tak hanya itu, ketebalan beton juga diduga tidak seragam. Di beberapa titik, warga memperkirakan ketebalan hanya berkisar 5–7 sentimeter, lebih tipis dibanding standar umum jalan lingkungan yang umumnya mencapai sekitar 10–12 sentimeter.

Salah seorang tokoh pemuda setempat berinisial IT mengungkapkan kekecewaannya terhadap kualitas pekerjaan tersebut.

“Kalau begini caranya, kami khawatir tiga bulan juga sudah retak dan hancur lagi. Kan sayang uang negara kalau hasilnya kurang maksimal ujarnya.

Menurut warga, jalan tersebut merupakan akses utama yang setiap hari digunakan masyarakat, termasuk anak-anak menuju sekolah serta para petani menuju lahan pertanian. Karena itu, mereka berharap pembangunan dilakukan sesuai spesifikasi agar dapat memberikan manfaat jangka panjang.

Warga juga menduga lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan proyek yang berpotensi  pada kualitas hasil pekerjaan. Mereka meminta pihak terkait segera turun tangan melakukan pemeriksaan.
Adapun tuntutan masyarakat antara lain:

Meminta Irfan selaku pemilik aspirasi turun langsung meninjau kondisi pekerjaan di lapangan.
Meminta dinas teknis melakukan audit terhadap kualitas pengecoran jalan.

Apabila terbukti tidak sesuai spesifikasi teknis maupun RAB, pelaksana diminta membongkar dan mengerjakan ulang sesuai ketentuan dan 
Meminta adanya transparansi anggaran serta pemasangan papan informasi proyek agar masyarakat mengetahui sumber dana, nilai anggaran, dan pelaksana pekerjaan.

Warga menegaskan akan terus mengawal proyek tersebut dan siap melaporkan dugaan penyimpangan kepada instansi berwenang apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan pelaksanaan pekerjaan.

(Nana. S)

Perkembangan Masyarakat Modern Menghadirkan Berbagai Tantangan Baru



Indramayu, Sergaptarget.com  Perkembangan masyarakat modern menghadirkan berbagai tantangan baru yang tidak hanya bersifat ekonomi dan teknologi, tetapi juga psikologis dan sosial. Meningkatnya angka stres, kecemasan, depresi, kesepian, hingga kelelahan mental menjadikan kesehatan psikososial sebagai salah satu isu utama abad ke-21. Sekarang perpustakaan tidak lagi dipandang semata sebagai tempat menyimpan koleksi buku, melainkan sebagai ruang yang mampu memberikan pengalaman belajar, refleksi, penyembuhan, dan pemberdayaan.

Konsep perpustakaan terapeutik (therapeutic library) merupakan transformasi fungsi perpustakaan menjadi pusat pengembangan kesejahteraan mental, emosional, dan sosial melalui pemanfaatan informasi, literasi, biblioterapi, seni, komunitas, serta teknologi digital. Perpustakaan masa depan berpotensi menjadi salah satu infrastruktur sosial yang mendukung pembangunan manusia secara holistik.

Paradigma Baru Perpustakaan
Selama bertahun-tahun perpustakaan identik dengan aktivitas membaca dan peminjaman buku. Namun transformasi digital telah menggeser paradigma tersebut. Nilai utama perpustakaan kini bukan lagi terletak pada jumlah koleksi, tetapi pada kemampuan menciptakan dampak bagi kualitas hidup masyarakat.

Perpustakaan terapeutik mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu, seperti psikologi, pendidikan, kesehatan masyarakat, pekerjaan sosial, dan ilmu perpustakaan. Tujuannya bukan menggantikan layanan medis atau psikoterapi profesional, melainkan menjadi sarana promotif dan preventif yang membantu masyarakat meningkatkan ketahanan mental, mengurangi isolasi sosial, serta membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat.

 Pengembangan
 perpustakaan terapeutik di masa depan perlu dibangun di atas beberapa pilar utama. Pertama, pengembangan koleksi berbasis kebutuhan psikososial masyarakat. Koleksi tidak hanya berupa buku akademik, tetapi juga buku motivasi, novel inspiratif, literatur kesehatan mental, buku pengembangan diri, cerita anak, karya sastra klasik, buku mindfulness, serta media audio visual yang memiliki nilai terapeutik.

Kedua, implementasi biblioterapi merupakan metode pemanfaatan bacaan sebagai media refleksi, pemulihan emosi, dan penguatan psikologis. Program ini dapat dirancang untuk berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, mahasiswa, pekerja, lansia, hingga penyintas bencana.

Ketiga, desain ruang yang mendukung kenyamanan psikologis. Perpustakaan masa depan memerlukan tata ruang yang ramah bagi kesehatan mental, seperti area membaca yang tenang, ruang relaksasi, ruang meditasi ringan, taman baca, pencahayaan alami, sirkulasi udara yang baik, serta penggunaan unsur alam yang memberikan efek menenangkan.

Keempat, layanan berbasis komunitas. Perpustakaan harus menjadi ruang bertemunya masyarakat melalui klub membaca, kelompok diskusi, pelatihan keterampilan hidup, kelas seni, terapi menulis, lokakarya literasi emosional, dan kegiatan sosial lainnya.

Integrasi Teknologi Digital
Teknologi digital akan menjadi fondasi penting dalam pengembangan perpustakaan terapeutik. Pemanfaatan kecerdasan buatan memungkinkan hadirnya sistem rekomendasi bacaan yang lebih personal berdasarkan minat, usia, kebutuhan belajar, maupun tujuan pengembangan diri. Aplikasi perpustakaan digital juga dapat menyediakan fitur jurnal harian, pelacakan kebiasaan membaca, serta akses ke materi relaksasi seperti audio meditasi atau musik yang menenangkan.

Analisis data secara anonim dapat membantu pengelola memahami  kebutuhan pengguna sehingga program yang dikembangkan menjadi lebih relevan. Dalam penerapannya, perlindungan privasi dan keamanan data harus menjadi prioritas agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.

Kolaborasi Multisektor
Keberhasilan perpustakaan terapeutik tidak dapat dicapai oleh perpustakaan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, antara lain institusi Pendidikan, rumah sakit dan pusat layanan Kesehatan, psikolog, konselor, dan pekerja sosial, pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, komunitas literasi, dan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan. Kolaborasi ini memungkinkan hadirnya berbagai program seperti kelas biblioterapi, pendampingan keluarga, pelatihan pengasuhan anak, layanan bagi lansia, hingga kegiatan literasi bagi penyandang disabilitas.

Penguatan Kompetensi  perpustakaan harus diikuti peningkatan kompetensi  Di masa depan, pustakawan tidak hanya berperan sebagai pengelola koleksi, tetapi juga sebagai fasilitator pembelajaran, pendamping komunitas, dan penghubung menuju sumber daya yang tepat.

Kompetensi yang perlu dikembangkan meliputi komunikasi empatik, literasi kesehatan, fasilitasi kelompok, pemanfaatan teknologi digital, pengelolaan program komunitas, serta pemahaman dasar mengenai biblioterapi. pustakawan bukan pengganti psikolog atau tenaga kesehatan mental, melainkan berperan dalam promosi literasi, dukungan komunitas, dan rujukan bila diperlukan.

Indikator Keberhasilan
Keberhasilan perpustakaan terapeutik tidak cukup diukur dari jumlah kunjungan atau peminjaman buku. Evaluasi perlu mencakup indikator yang lebih luas, seperti peningkatan minat baca Masyarakat, partisipasi dalam program komunitas, kepuasan pengguna terhadap layanan, peningkatan literasi kesehatan mental, bertambahnya jejaring kolaborasi, dampak sosial berupa penguatan kohesi komunitas dan kesejahteraan pengguna. Pendekatan evaluasi berbasis dampak (impact assessment) akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kontribusi perpustakaan terhadap kualitas hidup masyarakat.

Tantangan Masa Depan
Pengembangan perpustakaan terapeutik antara lain keterbatasan anggaran, kesenjangan literasi digital, kurangnya tenaga yang memiliki kompetensi lintas disiplin, serta belum meratanya kesadaran masyarakat mengenai manfaat perpustakaan sebagai ruang kesejahteraan. Selain itu, penerapan teknologi digital memerlukan tata kelola yang memperhatikan etika, keamanan data, dan inklusivitas agar seluruh lapisan masyarakat memperoleh manfaat yang setara.

 perpustakaan terapeutik merupakan evolusi penting dalam dunia perpustakaan modern. Perannya tidak lagi terbatas sebagai penyedia informasi, tetapi berkembang menjadi pusat pembelajaran sepanjang hayat, ruang interaksi sosial, serta pendukung kesejahteraan psikologis masyarakat. Melalui pengembangan koleksi yang relevan, penerapan biblioterapi, desain ruang yang humanis, pemanfaatan teknologi digital, peningkatan kompetensi pustakawan, dan kolaborasi multisektor, perpustakaan dapat menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, tangguh, berpengetahuan, dan berdaya.

Di masa depan, perpustakaan yang berhasil bukanlah yang memiliki rak buku paling panjang, melainkan yang mampu menghadirkan harapan, memperkuat ketahanan individu dan komunitas, serta menjadi ruang aman bagi setiap orang untuk belajar, bertumbuh, dan menemukan kembali makna kehidupannya.

(Nana. S)

Selasa, 07 Juli 2026

Kodim 0707/Wonosobo Bangun Lima Jembatan Perintis secara Bersamaan, Wujud Nyata Dukungan TNI untuk Kesejahteraan Masyarakat Terpencil


Wonosobo – Dalam upaya mendukung program pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat, Kodim 0707/Wonosobo terus melaksanakan pembangunan infrastruktur dasar di daerah terpencil. Komandan Kodim (Dandim) 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno S.Sos menegaskan bahwa pembangunan jembatan perintis menjadi salah satu prioritas TNI AD guna mempermudah aksesibilitas dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Program pemerintah adalah berupaya mensejahterakan rakyat. Banyak hal yang dilakukan, salah satunya menggandeng TNI untuk membuat jembatan perintis khususnya di daerah terpencil,” jelas Dandim Yoyok Suyitno.
Saat ini, Kodim 0707/Wonosobo sedang membangun jembatan perintis secara serentak di lima lokasi berbeda. Kelima titik pembangunan tersebut meliputi : Sumberwulan, Selomerto; Mangunan, Kalikajar ; Karangsambung, Kalibawang ; Kauman, Kaliwiro; Gunungtugel, Sukoharjo

Salah satu yang menjadi perhatian adalah Jembatan Perintis Garuda Beton Tahap VI di Desa Karangsambung, Kecamatan Kalibawang. Berbeda dengan beberapa jembatan gantung yang dibangun sebelumnya, jembatan ini menggunakan struktur cor beton yang lebih permanen dan kokoh. Jembatan ini memiliki panjang 17 meter dan lebar 2 meter, dirancang untuk menunjang mobilitas warga serta transportasi hasil bumi.

Pembangunan jembatan-jembatan perintis ini diharapkan dapat memutus isolasi wilayah, memperlancar arus distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, dan pasar. 

Dengan semangat gotong royong antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat, proyek ini menjadi bukti nyata komitmen Kodim 0707/Wonosobo dalam mendukung pembangunan infrastruktur pedesaan.

Dandim Yoyok Suyitno menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan pembangunan agar seluruh jembatan dapat diselesaikan sesuai target dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

 “Kesejahteraan masyarakat adalah tujuan utama. Jembatan ini bukan hanya infrastruktur, tapi juga harapan baru bagi warga di daerah pelosok,” pungkasnya. 
Pembangunan ini mendapat sambutan positif dari warga sekitar yang selama ini kesulitan melintasi sungai-sungai di wilayah tersebut, terutama saat musim hujan.

(Yudhi)

Pendim0707
Uploaded Image

Program Unggulan Satlantas Polres Rohul, Bagi Helm SNI Dan Sarapan Gratis Ke Pengguna Jalan





Rokan Hulu, Pasir Pengaraian-- Kasatlantas Polres Rohul AKP Suheri Sitorus,SH, MH kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap keselamatan warga. Melalui program unggulannya, jajaran Satlantas membagikan helm gratis berstandar SNI kepada pengendara roda dua.

Kegiatan ini terpantau, Selasa (07/07/2026) di dua titik, yakni Kawasan Ratik Togak depan Komplek Islamic Centre dan Kawasan Taman Kota Pasir Pengaraian.

Tampak di lapangan, Kanit Kamsel Polres Rohul Aipda Fitra Hadi bersama anggota membagikan sekaligus membantu memasangkan helm kepada pengendara yang belum menggunakannya. Selain helm, petugas juga membagikan sarapan gratis.

Aipda Fitra Hadi menyebut, pembagian helm gratis ini merupakan program rutin Satlantas Polres Rohul yang digagas langsung oleh.
"Satlantas Polres Rohul setiap bulannya membagikan helm gratis kepada pengendara. Program ini sudah dimulai sejak Januari 2026," papar pria yang akrab disapa Hadi ini.

Menurutnya, program ini bertujuan memberikan rasa aman bagi pengendara di jalan raya sekaligus menekan angka kecelakaan di Kabupaten Rokan Hulu.

Dalam berbagai kesempatan, Kasatlantas Polres Rohul AKP Suheri Sitorus, SH, MH terus mengimbau masyarakat agar tertib berlalu lintas. Khusus pengendara roda dua, beliau menekankan pentingnya memakai helm demi keselamatan diri sendiri.

"Bagi kami, polisi itu bukan hanya menindak. Tapi juga mengayomi dan melindungi masyarakat," tegas Kasatlantas Polres Rohul AKP Suheri Sitorus, SH, MH.

Aksi humanis Satlantas Polres Rohul ini mendapat apresiasi dari masyarakat. Diharapkan budaya tertib berhelm dapat semakin tumbuh di Bumi Basa Senama.

Kegiatan berlangsung situasi terdapat aman, tertib dan kondusif.

***Hobbi Pargaulan***

Dua Remaja Diduga Geng Motor Hampir Diamuk Masa Diamankan Di Balai Desa Kaplongan





Indramayu,Sergaptarget.com
Dua remaja yang diduga merupakan anggota geng motor diamankan warga di Balai Desa Kaplongan, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu.
Minggu, (5/07/2026).

Informasi tersebut dengan cepat menyebar dan mengundang perhatian masyarakat. Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat ratusan warga memadati area Balai Desa Kaplongan untuk menyaksikan langsung proses penanganan kedua remaja tersebut.
Massa mulai memadati kantor desa kaplongan, mereka mencoba merangsak masuk, namun aparat yang sudah berjaga tersebut berhasil menghalau.

Aparat gabungan dari Polsek Kedokan Bunder dan Polres Indramayu tampak bersiaga di lokasi guna mengamankan situasi. Petugas juga mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

Kesigapan aparat kepolisian dari polsek Kedokan Bunder dan Polres Indramayu berhasil mengurai kerumunan masa yang saat itu mulai memanas, dua remaja yang diduga sebagai geng akhirnya berhasil diamankan petugas gabungan selang beberapa jam hingga situasi mereda.

“Alhamdulillah, situasi terkendali dan aman, walaupun sebelum nya ada ratusan warga yang sebagian ingin merangsak masuk, namun berhasil kita halau. Sempat terjadi dorongan dari beberapa orang yang mencoba masuk, namun berhasil kita tahan, ” Ucap IPDA. Eryana Kapolsek Kedokan Bunder.

Setelah situasi terkendali dua pemuda tersebut kita bawa dalam mobil patroli, guna dimintai dan proses penyelidikan lebih lanjut. 

(Nana. S)

Gandeng 49 Puskesmas Guna Sukseskan Tranformasi Kesehatan Bersama Dinkes Indramayu





Indramayu,Sergaptarget.com  untuk mewujudkan masyarakat sehat tidak cukup  dengan mengandalkan pelayanan medis semata. Perubahan pola hiduplah  menjadi langkah awal yang krusial agar masyarakat mampu mencegah penyakit sejak dini dan menjaga kualitas hidup di masa depan.

Komitmen tersebut diwujudkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu melalui  Sosialisasi Peningkatan Tata Kelola Pembudayaan Hidup Sehat Tahun 2026  di Aula Kopsuka Indramayu pada Selasa (7/7/2026).

Acara ini menjadi bagian dari program strategis untuk memperkuat promosi kesehatan. Selain itu,  bertujuan membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara masif di tengah masyarakat.

Fokus Layanan Primer dan Gerakan Promotif-Preventif
Sekretaris Dinkes Indramayu, Dede Setiawan, yang hadir mewakili Kepala Dinas Kesehatan, menjelaskan bahwa peningkatan tata kelola ini sejalan dengan arah pembangunan kesehatan nasional dalam RPJMN 2025–2029.
 Program tersebut mengacu pada enam pilar Transformasi Kesehatan dengan fokus utama memperkuat layanan primer melalui upaya promotif dan preventif.

“Aparatur Sipil Negara (ASN) juga wajib menjadi teladan dalam menerapkan gaya hidup sehat. Tujuannya untuk menginspirasi masyarakat luas agar membiasakan hidup sehat sehari-hari,” tutur Dede.

Dede menambahkan, sosialisasi ini menjadi sarana penyegaran wawasan bagi para peserta,Dengan demikian edukasi kepada masyarakat—terutama kelompok yang memiliki faktor risiko penyakit—dapat berjalan lebih optimal.

Sinergi Lintas Sektor dan Dukungan Pemprov Jawa Barat
Dede memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran para peserta, khususnya perwakilan dari 49 Puskesmas se-Kabupaten Indramayu. Sinergi ini diharapkan membawa dampak nyata bagi masyarakat menuju Indramayu yang lebih sehat.

Di sisi lain, Tim Kerja Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Komunitas Dinkes Provinsi Jawa Barat, Rian Bayu, menjelaskan bahwa pembinaan berkala terus dilakukan, guna memastikan program promosi kesehatan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berjalan optimal di tingkat daerah.

“Promosi kesehatan memegang peran yang sangat penting. Melalui peningkatan tata Kelola pembudayaan hidup sehat, kita berharap masyarakat memiliki kemauan sekaligus kemampuan untuk melakukan pencegahan dini,” jelas Rian Bayu.

Melalui kegiatan ini, Dinkes Indramayu bersama Dinkes Jabar berharap kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, posyandu, hingga lintas sektor makin solid. Sinergi kuat ini menjadi pilar penting dalam menyukseskan transformasi kesehatan demi kesejahteraan warga Kabupaten Indramayu.

(Nana. S)

Lomba Tari Topeng Kreasi Nusantara Di Pantai Tirtamaya Indramayu Dari Tingkat TK Hingga SMA




 Indramayu
Indramayu,Sergaptarget. Pantai Tirtamaya menjadi saksi lestarinya seni tradisi di tengah arus modernisasi. Pada akhir pekan (4–5 Juli 2026), sebanyak 171 peserta dari tingkat TK hingga SMA unjuk kebolehan dalam ajang Lomba Tari Topeng Kreasi Nusantara, Tari Topeng Samba, dan Tari Topeng Kelana.

Acara yang diinisiasi oleh Diamond Management di bawah pimpinan Kak Poepoen ini, dinilai sebagai strategi komunikasi budaya yang cerdas.

Menampilkan seni adiluhung di ruang publik ikonik seperti Pantai Tirtamaya, tidak hanya mendekatkan tradisi kepada masyarakat. Tetapi juga mendongkrak sektor pariwisata daerah.

Acara dihadiri Plt Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispara) Indramayu, Runita, sekaligus membuka acara tersebut secara resmi.

"Kami sangat mengapresiasi langkah Diamond Management. Membawa tari topeng ke destinasi wisata di Pantai Tirtamaya ini adalah sinergi luar biasa yang efektif mendekatkan tradisi kepada wisatawan sekaligus menggeliatkan pariwisata kita," ujarnya.

Runita juga menambahkan pentingnya keterlibatan generasi muda sejak dini.

"Melihat anak-anak TK hingga SMA begitu bersemangat membuktikan bahwa mereka tidak melupakan akarnya. Di sini fondasi karakter dan identitas kedaerahan Indramayu dibentuk agar mereka menjadi benteng budaya yang kuat di masa depan," pungkasnya.

Kompetisi ini menjadi investasi jangka panjang bagi ketahanan budaya. Melalui karakter topeng Samba yang jenaka hingga topeng Kelana yang gagah, anak-anak dan remaja Indramayu diajak memahami filosofi tradisi, membentuk mereka menjadi generasi masa depan yang adaptif tanpa kehilangan jati diri.

(Nana. S)

Sebanyak 80 Mahasiswa IPB Selenggarakan KKN Di Indramayu Tersebar Di 5 Kecamatan



Indramayu,Sergaptarget.com  Pengabdian kepada masyarakat menjadi ruang penting bagi perguruan tinggi untuk menghadirkan inovasi yang berangkat dari kebutuhan riil daerah. Semangat kolaborasi tersebut kembali terwujud melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Institut Pertanian Bogor (IPB) Tahun 2026 di Kabupaten Indramayu.

Hari ini sebanyak 80 mahasiswa IPB akan mengabdi di 10 desa yang tersebar di 5 kecamatan, yakni Juntinyuat, Indramayu, Pasekan, Cantigi, dan Kandanghaur.

Selama lebih dari satu bulan, para mahasiswa akan tinggal dan berbaur dengan masyarakat untuk menggali potensi lokal, memetakan permasalahan, serta merumuskan solusi yang mendukung pembangunan desa.

Kegiatan tersebut diawali dengan Serah Terima Mahasiswa KKN Tematik IPB Tahun 2026 di Aula Bapperida Kabupaten Indramayu, Senin (6/7/2026), yang menjadi titik awal penguatan sinergi antara pemerintah daerah, IPB, dan masyarakat dalam pembangunan berbasis potensi wilayah.

Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Indramayu melalui Plt. Sekretaris Bapperida El Gharif Hajar Aswad menyampaikan apresiasi atas kepercayaan IPB yang kembali menjadikan Indramayu sebagai lokasi KKN Tematik.

Ia menilai kolaborasi ini menjadi ruang penting untuk mempertemukan gagasan akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan.

“Selamat datang kepada seluruh mahasiswa dan dosen pembimbing. Kehadiran ini kami harapkan tidak hanya menjadi kegiatan akademik, tetapi juga benar-benar menyatu dengan masyarakat dan menghadirkan solusi bagi pembangunan desa,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pelaksanaan KKN Tematik yang berlangsung pada 6 Juli hingga 14 Agustus 2026 diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk cepat beradaptasi, memahami karakteristik wilayah, serta menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.

Menanggapi hal tersebut, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB, Beginer Subhan, menegaskan KKN menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan daerah. Menurutnya, apa yang disampaikan pemerintah daerah sejalan dengan peran IPB dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.

“Melalui KKN, mahasiswa kami ditempatkan langsung di tengah masyarakat agar tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat langsung persoalan dan potensi yang ada di lapangan,” katanya.

Subhan menambahkan, keterlibatan mahasiswa di daerah seperti Indramayu menjadi bagian penting dalam membangun kepekaan sosial sekaligus memperkuat kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap pembangunan.

Dari sisi lapangan, semangat tersebut juga dirasakan para mahasiswa. Salah satunya, Faridatun Ainun Nisha dari Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, FPIK IPB, yang ditempatkan di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, wilayah pesisir yang kerap terdampak banjir rob.

“Saya ingin melihat langsung kondisi masyarakat saat banjir rob dan memahami berbagai upaya penanganan yang telah dilakukan. Harapannya, pengalaman ini bisa memberi manfaat, baik bagi masyarakat maupun bagi kami sebagai mahasiswa,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi yang terbangun antara pemerintah daerah, IPB, dan masyarakat, pelaksanaan KKN Tematik ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga melahirkan inovasi dan rekomendasi yang memperkuat pembangunan desa secara berkelanjutan di Kabupaten Indramayu.

(Nana.S)

Senin, 06 Juli 2026

Wahana Bermain Modern Siap Hadir di Pasar Modern Pasir Pengaraian November 2026




ROKAN HULU – Wajah Pasar Modern Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dipastikan akan semakin memikat. PT Inovasi Wahana Anak (IWA) secara resmi memaparkan rencana (ekspose) pemasangan fasilitas Play Ground modern yang akan ditempatkan di lantai 3 pasar tersebut.


​Pemaparan rencana besar ini berlangsung di Ruang Rapat Rumah Dinas Bupati Rokan Hulu pada Senin (6/7/2026), dan dipimpin langsung oleh Bupati Rohul, Anton, ST, MM.

​Turut hadir dalam agenda penting tersebut Pj Sekretaris Daerah Drs. H. Yusmar, M.Si, Plt Kepala BPKAD Abdurrochim, SE, M.Si, Plt Kadis Perkim Desmadiana, S.Sos, MM, Kabag Ekonomi dan SDM, Kabag Adwil, serta jajaran Direktur dan Dewan Pengawas Perumda Rohul.

​Proyek strategis yang digerakkan oleh investor utama ini direncanakan berjalan dalam dua tahapan dengan total nilai investasi mencapai Rp10 Miliar:
​Tahap Awal: Kucuran dana sebesar Rp6,6 Miliar untuk pengelolaan area seluas 2.000 m².


​Tahap Lanjutan: Kucuran dana tambahan untuk memperluas area 2.000 m² berikutnya, sehingga total investasi genap menyentuh angka Rp10 Miliar.

​Target pemasangan wahana hiburan keluarga ini dijadwalkan mulai berjalan pada November 2026 mendatang.

​Owner PT Inovasi Wahana Anak (IWA), Jhoni Noharuddin, menjamin bahwa play ground ini tidak akan membosankan. Pihaknya berkomitmen untuk melakukan penyegaran dan pembaruan jenis permainan secara berkala.


​"Kami akan selalu melakukan upgrade ke bentuk permainan terbaru paling lama per 3 tahun sekali. Hal ini dilakukan demi menyesuaikan kebutuhan zaman dan memastikan permainan tetap inovatif bagi pengunjung," ujar Jhoni.

​Secara teknis, wahana bermain ini diperkirakan memiliki kapasitas yang sangat besar, yakni mampu menahan beban setara dengan 2.000 pengunjung dalam kurun waktu bersamaan.

​Merespons paparan matang dari PT IWA, Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, menyatakan dukungan penuhnya terhadap proyek ini. Kehadiran play ground dinilai mampu mendongkrak roda perekonomian dan menjadi magnet wisata baru di Rokan Hulu.

​Kendati mendukung penuh, Orang Nomor Satu di Rohul ini tetap memberikan catatan kritis demi keamanan masyarakat. Ia meminta dinas-dinas terkait untuk bergerak cepat memeriksa aspek legalitas dan kelaikan fisik bangunan.

​Ketahanan Bangunan: Dinas terkait diminta menguji kekuatan struktur lantai 3 Pasar Modern agar mampu menampung beban operasional wahana secara aman.
​Kelengkapan Izin: Segala urusan birokrasi dan perizinan harus diselesaikan secara clean and clear agar tidak menyalahi aturan hukum yang berlaku.

​"Saya minta dinas terkait segera melengkapi segala keperluan, termasuk perizinan dan ketahanan bangunan. Jangan sampai ada aturan yang dilanggar. Saya harap dalam waktu sesingkat-singkatnya semua dokumen clear, sehingga target pemasangan di bulan November nanti bisa langsung dilaksanakan," tegas Bupati Anton menutup arahannya. 

***Hobbi Pargaulan***