Indramayu, Sergaptarget Suasana buka puasa bersama yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Indramayu pada Selasa (17/3/2026) sore mendadak riuh.
ini disebabkan oleh pernyataan mengejutkan dari Anggota DPR RI Fraksi PKB, H. Dedi Wahidi (Dewa) salah satu politisi senior di Indramayu, secara terbuka mendoakan Wakil Bupati Indramayu, H. Syaefudin, untuk menjadi Bupati Indramayu.
Di hadapan tokoh agama dan tamu undangan di gedung serba guna PCNU Indramayu, politisi senior yang akrab disapa Dewa ini secara eksplisit menyapa Syaefudin dengan sebutan "Bupati".
"Yang saya hormati Bupati Indramayu, H. Syaefudin. Saya doakan semoga jadi Bupati Indramayu," ucap Dedi Wahidi dalam sambutannya sambil tersenyum yang langsung diamini oleh para hadirin.
Pernyataan itu langsung menjadi perhatian, mengingat posisi Dedi Wahidi tokoh cukup berpengaruh dalam dinamika politik lokal.
GDoa tersebut dinilai sebagai sinyal awal arah dukungan politik menjelang kontestasi kepemimpinan daerah di masa mendatang.
Menanggapi doa dan dukungan terbuka tersebut, Wakil Bupati Indramayu, H. Syaefudin, tampak tenang namun memberikan jawaban yang diplomatis sekaligus tegas peningkatan jenjang karier dari wakil menjadi bupati adalah hal yang lumrah dalam dunia politik, asalkan melalui prosedur yang tepat dan benar ujar Saefudin.
"Ya kalau Wakil Bupati jadi Bupati kan wajar-wajar saja, tapi kan ada waktunya, ada prosesnya, ada mekanismenya," ujar Syaefudin kepada awak media usai acara.
Meski demikian menekankan pentingnya mengikuti mekanisme partai dan aturan yang berlaku, Syaefudin tidak menampik kesiapannya jika memang dipercaya oleh masyarakat maupun tokoh-tokoh politik untuk memimpin Indramayu ke depan.
"Itu kan doa, dukungan. Kalau memang saya dianggap sekiranya mampu bisa memimpin Indramayu, kenapa tidak?" tambahnya.
Namun ia juga menegaskan bahwa saat ini fokus utamanya adalah menjalankan tugas sebagai wakil bupati dengan sebaik-baiknya untuk masyarakat Indramayu.
Pernyataan Dedi Wahidi di itu dinilai banyak pihak bukan sekadar basa-basi Mengingat pengaruh besar PKB dan basis massa NU di Indramayu. Statemen ini dianggap sebagai pemantik awal suhu politik menjelang kontestasi Pilkada mendatang.
Pengamat menilai, meskipun disampaikan dalam konteks doa, pernyataan Dedi Wahidi tetap memiliki dimensi politik yang kuat. Hal ini tidak terlepas dari posisi strategis kedua tokoh tersebut dalam peta politik daerah.
Dengan demikian dinamika yang mulai terlihat, publik kini menanti bagaimana perkembangan selanjutnya.
Acara buka puasa bersama PCNU Indramayu sendiri berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antara ulama, umara, dan masyarakat.
(Nana. S)

