Sergap Target

Berita Terkini

EFENDI PARLINDUNGAN, A.Md.IP..,S.H.,M.H Dan Ny.RINA EFENDI ,Staf Dan Segenap Pegawai Lapas Pengarayan Mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Ke 81 Tahun.

EFENDI PARLINDUNGAN, A.Md.IP..,S.H.,M.H Dan Ny.RINA EFENDI ,Staf Dan Segenap Pegawai Lapas Pengarayan  Mengucapkan  🇮🇩 Dirgahayu Republik ...

Postingan Populer

Rabu, 05 Agustus 2026

EFENDI PARLINDUNGAN, A.Md.IP..,S.H.,M.H Dan Ny.RINA EFENDI ,Staf Dan Segenap Pegawai Lapas Pengarayan Mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Ke 81 Tahun.



EFENDI PARLINDUNGAN, A.Md.IP..,S.H.,M.H Dan Ny.RINA EFENDI ,Staf Dan Segenap Pegawai Lapas Pengarayan 
Mengucapkan 

🇮🇩 Dirgahayu Republik Indonesia 🇮🇩 Ke 81 Tahun.

"Bersatu, Berkarya, Indonesia Jaya."
Mari jadikan semangat kemerdekaan sebagai motivasi untuk terus berkarya, mempererat persatuan, dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.
Merdeka! Merdeka! Merdeka! 🇮🇩

MERIAH, ANNIVERSARY KE-33 VET UJUNGBATU JADI AJANG KREATIVITAS SISWA DAN ALUMNI




_Digelar VSO bersama alumni, lebih dari 5.000 alumni VET telah lahir dari Ujungbatu_

ROKAN HULU ,Ujung Batu - Semilir angin pagi mengiringi peringatan Anniversary ke-33 Lembaga Pendidikan Bahasa Inggris Victory Eka Tribina (VET) Ujungbatu pada Minggu, 2 Agustus 2026. Acara yang digelar di Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu ini berlangsung meriah dan dihadiri siswa, guru, staf, alumni, serta tamu undangan.Minggu, ( 2/8/2026 )



Rangkaian kegiatan dibuka dengan pemotongan tumpeng oleh Owner VET, Arifin S Pane. Sejumlah acara mengisi perayaan tahun ini, mulai dari sambutan dan ucapan selamat dalam bahasa Inggris oleh siswa dan alumni, hiburan musik, pembagian piala dan piagam, makan siang bersama, hingga games dan perlombaan.

Berbeda dari tahun sebelumnya, Anniversary ke-33 tahun ini dikemas lebih meriah. Panitia juga menggelar berbagai lomba untuk mengasah kemampuan bahasa Inggris siswa, di antaranya Pidato, Speak Contest, Storytelling, Jigsaw, dan English Cards.




Ketua Pelaksana, Muhammad Shafa Runi, mengatakan kemeriahan tahun ini tidak lepas dari kekompakan ratusan siswa VET.
“Anniversary ke-33 ini lebih meriah dan ramai daripada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini tidak terlepas dari kerjasama dan kekompakan totalitas dari ratusan murid-murid VET, serta partisipasi dana maupun papan bunga dari lintas Alumni VET tahun 1993 - 2026,” ujar M. Shafa Runi.





Seluruh rangkaian kegiatan merupakan inisiatif VET Students Organization (VSO) dan sepenuhnya didanai oleh siswa, dengan dukungan dana dari para Alumni VET baik di dalam maupun luar negeri.





Dalam sambutannya, Arifin S Pane menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung, baik secara materi, moral, tenaga, maupun pikiran. Ia juga mengucapkan terima kasih atas kiriman papan bunga ucapan selamat.
“Terima kasih secara khusus kepada TCI Chapter Rokan Hulu yang merupakan keluarga dan rumah besar saya,” kata Arifin. Diketahui, Arifin S Pane juga merupakan member senior dan penasehat Terios Club Indonesia (TCI) Regional Riau.

Bagi masyarakat Ujungbatu dan sekitarnya, VET telah menjadi nama yang melekat untuk Lembaga Pendidikan Bahasa Inggris Victory Eka Tribina.

Saat ini VET Ujungbatu masih aktif membina ratusan siswa. Sejak berdiri, lembaga ini telah melahirkan lebih dari 5.000 alumni yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia hingga ke luar negeri.

*Tentang VET Ujungbatu*
Victory Eka Tribina (VET) Ujungbatu adalah lembaga pendidikan bahasa Inggris yang telah 33 tahun berkontribusi dalam pengembangan kemampuan bahasa Inggris masyarakat di Ujungbatu dan Kabupaten Rokan Hulu.
Dan Bagi Anak sekolah dari SD sampai SMA Atau SDH tamat jika ingin belajar bahasa inggris silahkan datang ke kantor VET yang berlokasi di jalan kutilang

***Hobbi Pargaulan***

Tantan Sulthon dan Visi PWI Jabar: Membangun Sinergi dari Setiap Sudut Daerah


Sergap Target (Bandung) -
Pemilihan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat periode 2027–2031 segera digelar, tepatnya tanggal 12 Agustus 2026. Calon Ketua PWI Jabar terkuat, Tantan Sulthon menggelorakan semangat dengan Visi "PWI Jabar Istimewa", hal ini sejalan dengan tagline Provinsi Jawa Barat "Jabar Istimewa".

Pemikiran besarnya ini selaras dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.Lebih spesifik yakni 'Wartawannya Kompeten, Organisasinya Hebat, Anggotanya Maju dan Sejahtera'. 

Diketahui, untuk merealisasikan visi tersebut, Tantan menawarkan lima program unggulan. 

"Pertama, mencetak wartawan multimedia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi melalui penguatan kompetensi di bidang kecerdasan buatan (AI), video, podcast, media sosial, dan jurnalisme digital," ungkap Calon Ketua PWI Jawa Barat periode 2027–2031, Tantan Sulthon Bukhawan.

Tantan melanjutkan, program kedua adalah menyediakan 1.000 kuota Uji Kompetensi Wartawan (UKW) gratis disertai pelatihan peningkatan kualitas sumber daya manusia bagi anggota PWI Jawa Barat. Selanjutnya, Tantan berkomitmen memperkuat perlindungan profesi wartawan dengan mendorong kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan serta berbagai program perlindungan profesi bagi anggota PWI.

"Program keempat adalah membangun kemitraan strategis dengan pemerintah, perguruan tinggi, BUMN, dunia usaha, serta berbagai komunitas guna memperkuat organisasi sekaligus memperluas peluang pengembangan profesi wartawan," tutur Tantan. 

Tantan menjelaskan bahwa program kelima adalah menghadirkan PWI Creative Hub, dengan tujuan menjadikan kantor PWI di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota sebagai rumah yang dapat digunakan bersama oleh insan pers. Tempat ini juga akan berfungsi sebagai pusat pelatihan, ruang untuk kolaborasi, dan wadah bagi pengembangan kreativitas para wartawan.

Lebih lanjut, Tantan berharap agar seluruh tahapan Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Jawa Barat dapat berjalan secara demokratis dan mampu melahirkan pemimpin yang bisa memajukan organisasi. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan kekeluargaan, mengingat seluruh peserta merupakan bagian dari keluarga besar PWI.

"Yang paling penting, saya ingin mengingatkan teman-teman semua, baik panitia maupun siapa pun, bahwa kebersamaan dan kekeluargaan kita harus tetap dijaga," paparnya.

Tantan juga menegaskan, telah memiliki komitmen dengan calon lainnya, Hardiyansyah atau akrab disapa Andhy. Siapa pun yang nantinya terpilih, keduanya sepakat untuk saling mendukung demi kemajuan organisasi.

"Saya sudah punya komitmen dengan Pak Andhy. Kalau saya ditakdirkan menang, Pak Andhy akan mendukung saya. Begitu juga jika Pak Andhy yang ditakdirkan menjadi Ketua PWI, saya akan sepenuh hati mendukung beliau," tegasnya.

Menurutnya, semangat kebersamaan dan kekeluargaan harus tetap dijaga karena seluruh peserta merupakan bagian dari keluarga besar PWI.

"Yang paling penting, saya ingin mengingatkan teman-teman semua, baik panitia maupun siapa pun, bahwa kebersamaan dan kekeluargaan kita harus tetap dijaga," tuturnya.

Sementara itu, dukungan bulat kepada Tantan Sulthon untuk memimpin PWI Jabar periode mendatang, terus mengalir deras tak terbendung dari setiap daerah. Seperti dari pengurus PWI Kota Bandung, Kab Bandung, Kota Bogor, Kab Bogor, Kota Sukabumi, Kab Sukabumi, Kota Depok, Kab Garut, Kab Tasikmalaya, Kota Tasik, Kota Banjar dan Pangandaran.

Dukungan serupa juga datang dari pengurus PWI Kab Cirebon, Kab Majalengka, Kab Kuningan dan Kota Cirebon. Lalu dari Kota/Kab Bekasi, Kab Cianjur, Kab Karawang, Kab Subang dan Purwakarta

(cephy dominggus)

Pertamina Kilang Balongan Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Rutin Bulanan


Indramayu, Sergaptarget.com Wujud komitmen dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar wilayah operasional terus dibuktikan oleh PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit VI Balongan. Perusahaan kembali menyelenggarakan Pemeriksaan Kesehatan Rutin Bulanan bagi warga Desa Balongan Blok Kesambi dan Desa Majakerta pada Rabu–Kamis (29–30/7/2026).

Layanan kesehatan gratis ini tidak sekadar memberikan pengobatan tetapi juga  dengan sosialisasi dan edukasi kesehatan gigi sebagai langkah preventif membangun budaya hidup sehat sejak dini.

kegiatan diawali dari  registrasi, pemeriksaan tekanan darah, hingga konsultasi medis bersama dokter umum. Warga mendapatkan penanganan medis menyeluruh, resep obat sesuai diagnosis, hingga edukasi dosis obat agar proses penyembuhan berjalan optimal.

Pemeriksaan Kesehatan Gigi Anak dan Dewasa
Selain layanan kesehatan umum, kegiatan ini memberikan perhatian khusus pada kesehatan gigi anak-anak melalui penyuluhan interaktif oleh tim medis RS Pertamina Balongan (dokter internship Gugi, Arya, dan Alex).

Para dokter mengedukasi warga mengenai pentingnya menyikat gigi dua kali sehari (setelah sarapan dan sebelum tidur), pemilihan sikat gigi berbulu halus, penggunaan pasta gigi berfluoride, serta teknik menyikat gigi selama dua menit.

 Tim medis juga memeragakan langsung teknik menyikat gigi yang benar serta mengimbau warga untuk rutin memeriksakan gigi minimal enam bulan sekali.

Ahmad Zakiyun Nufus yang memandu alur pemeriksaan memastikan seluruh sesi berjalan tertib, sementara antusiasme warga terlihat tinggi saat memadati sesi diskusi interaktif terkait perawatan mulut dan pencegahan gigi berlubang.

Komitmen CSR dan TJSL Berkelanjutan
Secara terpisah, Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU VI Balongan, Nurhidayanto, menegaskan bahwa program kesehatan bulanan ini merupakan pilar penting Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

“Kesehatan merupakan fondasi utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui program  ini, kami tidak hanya menghadirkan layanan pengobatan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan melalui edukasi. Kami berharap warga semakin peduli menjaga kesehatan diri dan keluarga,” ujar Nurhidayanto.

Nurhidayanto menambahkan, sinergi antara layanan medis promotif dan preventif ini adalah langkah strategis menciptakan masyarakat sekitar kilang yang sehat, mandiri, dan produktif secara berkelanjutan (creating shared value).

(Nana. S)

Selasa, 04 Agustus 2026

Cegah Kebakaran di Musim Kemarau, Sat Binmas Polres Indramayu Sampaikan Imbauan Kamtibmas



Cegah Kebakaran di Musim Kemarau, Sat Binmas Polres Indramayu Sampaikan Imbauan Kamtibmas


Indramayu, Sergaptarget.com  Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Indramayu Polda Jawa Barat menggelar kegiatan edukasi dan imbauan pencegahan kebakaran kepada pengelola serta pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pecuk, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Indramayu, IPTU Tasim, S.IP., didampingi anggotanya, Brigadir Triono Juli Dantoso, S.H., M.Si.

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo. P.M. melalui Kasat Binmas IPTU Tasim menjelaskan, langkah preventif ini penting dilakukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran di kawasan TPA, terutama di tengah musim kemarau yang kerap disertai cuaca panas dan angin kencang.

“Kami mengingatkan seluruh pengelola maupun pemulung agar bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Pencegahan harus menjadi prioritas sehingga aktivitas di TPA dapat berlangsung dengan aman,” ujar IPTU Tasim.

Tanggap Krisis Kemarau, Polres Indramayu Gandeng Mahameru69 Grup dan PDAM Salurkan 18 Ribu Liter Air Bersih
Dalam kesempatan tersebut, petugas menyampaikan sejumlah poin penting kepada pihak pengelola TPA. Salah satunya adalah kewajiban menjalankan standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan sampah dengan tidak menggunakan metode pembakaran.

Pengelola juga diminta memperketat pengawasan di titik-titik rawan serta memantau aktivitas para pemulung di area sekitar. Jelasnya.

Selain itu, para pemulung turut diimbau agar mematuhi aturan keselamatan, seperti tidak memasak di dekat tumpukan sampah dan tidak merokok sembarangan di area pembuangan yang rentan memicu percikan api.

IPTU Tasim menegaskan, sinergi dan kepedulian seluruh pihak sangat dibutuhkan guna melindungi lingkungan TPA dari ancaman bencana kebakaran.

“Dengan meningkatnya kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan, diharapkan potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini sehingga keselamatan masyarakat, pekerja, maupun lingkungan sekitar tetap terjaga,” pungkasnya.

Terpisah Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno kembali mengingatkan masyarakat agar tidak ragu untuk segera melapor apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas, kejadian darurat, maupun aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

“Masyarakat dapat memanfaatkan layanan Lapor Pak Polisi, Siap Mas Indramayu di nomor WhatsApp 0819-9970-0110 atau layanan Kepolisian di nomor 110 (Bebas Pulsa),” singkatnya.

(Nana. S)

Berhasil Ungkap Sejumlah Kasus Curanmor, Polres Rohul Gelar Konferensi Pers dan Kembalikan Mobil dan 8 Unit Sepeda Motor Kepada Pemiliknya Korban




Rokan Hulu - Dalam upaya meningkatkan keamanan dan menekan angka kejahatan jalanan, Polres Rokan Hulu (Rohul)  dan jajaran Gencar lakukan Operasi di sejumlah tempat, Pelaksanaan Operasi Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Polres Rohul dalam mewujudkan transparansi kinerja Polri sekaligus menunjukkan hasil nyata dari kerja keras jajaran dalam mengungkap berbagai tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan kejahatan konvensional lainnya termasuk pengungkapan kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curanmor Roda 2 dan Roda 4 ) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477 ayat (1) Huruf f dan g Undang-undang RI No 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum pidana dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun, Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Emil Eka Putra S.IK M.Si bertempat di Loby Mapolres Rokan Hulu Jalan Lingkar Km 4 Selasa (4/8/2026) Pagi



Dalam konferensi pers tersebut Kapolres didampingi, Kasat Reskrim, AKP Tony Prawira, S.Tr.K., S.I.K.Kasi Humas Polres Rokan Hulu AKP Yohanes Tindaon, S.H.
KBO Sat Reskrim IPDA Muhammad Ali Akbar, S.H.KBO Sat Intelkam IPDA Husri, S.M.dan



Kasubsibankum Sikum Polres Rokan Hulu IPDA Santo, S.H.serta Kanit Reskrim Polsek Rambah Hilir AIPDA M. Amriyunal, S.M.dan Puluhan Wartawan Rokan Hulu baik dari media Cetak, Online dan Media Elrctronik



Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra dalam keterangannya menyampaikan bahwa Satreskrim Polres Rohul dan Jajaran Polsek berhasil melakukan Pengungkapan Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor dengan tersangka PS alias Tompul Bin Raja Sitompul di Wilayah Hukum Polres Rokan Hulu yang terjadi selama periode Januari hingga Juli 2026."Dari pengungkapan tersebut polisi berhasil mengamankan seorang Pelaku
Tindak Pidana Pencurian Sepeda Motor dengan tersangka PS alias Tompul Bin Raja Sitompul di Wilayah Hukum Polres Rokan Hulu, sementara satu pelaku lainnya masih dalam daftar pencarian orang (DPO).




Terungkapnya kasus ini berawal dari adanya Laporan Polisi nomor : LP/B/193/VI/2026/SPKT/POLRES ROKAN HULU POLDA RIAU, tanggal 04 Juni 2026 sehubungan dengan pencurian sepeda motor yang terjadi pada
Kamis Tanggal 04 Juni 2026 Sekitar Jam 12.00 Wib Di Parkiran Indomaret Pematang Baih Jalan lingkar Desa Pematang Berangan Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau.





"Korban atas Nama Sherina (19) Pegawai Indomaret domisil di RT.003/RW.001 Desa Bangun Purba Timur Jaya Kecamatan Bangun Purba Rokan Hulu, saat itu Rina hendak pergi ke Malioboro play gron untuk membeli kaus kaki yang berada di depan indomaret tempat  dirinya bekerja, setelah selesai membeli kaus kaki Dia kembali ke indomaret untuk melanjutkan pekerjaannya, tetapi saat sampai di depan indomaret Rina tidak melihat kendaraannya tidak ada lagi 







"Saat itu Korban terus berupaya mencari tahu dan menanyakan kepada Kelvin " Pak dimana honda saya,dan dijawab kelvin dari tadi pagi saya tidak melihat kendaraan itu, setelah merasa kehilangan Dirinya membuat laporan ke Polres Rohul " Jelas AKBP Emil Memaparkan di hadapan Puluhan Wartawan



Menindak lanjuti laporan Masyarakat Kapolres memerintahkan Kasat Reskrim, AKP Tony Prawira, S.Tr.K., S.IK untuk 
melakukan penyelidikan dan tidak butuh waktu lama Tim Resmob dan Tim Raga  
Polres Rokan Hulu melakukan penyelidikan terhadap Pelaku kemudian Tim mendapatkan informasi bahwa Pelaku curanmor viral menaiki kendaraan umum travel menuju arah ke pekanbaru.

Dengan Sigap Tim Resmob berkordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Ujung Batu langsung melakukan Penyetopan kendaraan Travel yang melintas di Simpang 
Siabu Ujung Batu, Kemudian sekira pukul 20.45 wib Tim Resmob bersama Unit Reskrim Polsek Ujung Batu berhasil mengamankan Tompul didalam Mobil Travel di Simpang Siabu saat dilakukan interogasi Pelaku mengakui bahwa Benar telah melakukan tindak Pidana Pencurian Tersebut bersama Irwan Daulay Alias Irwan Sekarang (DPO) 

Kapolres menambahkan "Polres Rohul telah mengembalikan barang bukti kendaraan atau hasil tangkapan ke pemilik sah secara gratis tanpa dipungut biaya,Layanan ini mencakup syarat dokumen resmi seperti BPKB, STNK, dan KTP. "Syarat Pengambilan Barang Bukti dengan membawa buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) asli Menunjukkan surat tanda nomor kendaraan (STNK) asli dan membawa kartu tanda penduduk (KTP) yang sesuai dengan data kepemilikan " Pungkasnya.

Ditempat yang sama Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Tony Prawira, S.Tr.K., S.I.K. mengatakan"Dalam pengungkapan kasus tersebut polisi berhasil mengamankan seorang pelaku Sedangkan satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan telah ditetapkan sebagai DPO."Pelaku adalah PS (27) domisili di Jalan Kolonel Sugiono LK.III Kelurahan Sitamiang Kecamatan Padangsidimpuan Selatan Kota, Padang Sidimpuan Provinsi Sumatera Utara di hadapan Penyidik Pelaku mengaku mencuri karena Ekonomi dan kebutuhan pribadi, Sedangkan Pelaku yang sedang DPO berinisial IW alias Irwan Daulay, 

Polisi berhasil mengamankan sejumlah Barang Bukti berupa satu buah Kunci T satu buah BPKB dan satu lembar STNK Honda Beat Street atas nama Eisya Nazarina dan
satu buah Kunci Sepeda Motor Honda Beat Street ,Tersangka juga melakukan pencurian di TKP lainnya antara lain satu Unit SPM Merk Honda Scoopy Warna Cream di Kecamatan ambah Hilir dan satu Unit SPM Merk Honda Beat Street Warna Hitam di Kota Tengah Kecamatan Kepenuhan satu Unit SPM Merk Yamaha N-Max Warna Biru BM 6801 MAM di Kecamatan Ujung Batu bahkan Pelaku juga mencurisatu Unit SPM Merk Honda Vario Warna Hitam BM 3877 MH di Kecamatan Ujung Batu 

Tidak sampai disitu pelaku juga merampas satu unit SPM Merk Honda Beet Street Warna Coklat di Kecamatan Tambusai dan yang ke enam satu Unit SPM Merk Kawasaki KLX Warna Hitam di Desa Batas Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu." Kata Tony.

“Tompul diketahui merupakan Pelaku kasus curanmor yang telah beraksi dibeberapa tempat. Dalam menjalankan aksinya pelaku bersama rekannya berangkat dari Padang Sidimpuan menuju Rohul dengan menargetkan sepeda motor yang diparkir di depan minimarket.” ungkapnya.

Modus operandi yang digunakan pelaku adalah dengan menggunakan kunci T untuk merusak lubang kunci kendaraan sehingga motor dapat dengan mudah dibawa kabur.
Dari kejadian tersebut polisi berhasil mengamankan 8 unit sepeda motor dan Satu unit Kendaraan Roda 4 Merek Mitsubhisi Jenis L.300 sebagai barang bukti,

Berdasarkan hasil penyelidikan kendaraan hasil curian biasanya dibawa ke wilayah untuk kemudian dijual. “Atas perbuatannya tersangka Tompul dijerat dengan pasal pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.” tambahnya.

Kasat juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan dengan menggunakan kunci ganda atau pengaman tambahan pada kendaraan
“Langkah sederhana seperti menggunakan kunci ganda atau gembok tambahan dapat mempersulit pelaku kejahatan dalam menjalankan aksinya.”Pungkasnya

Dikesempatan itu Polres Rohul langsung menyerahkan Kendaraan Temuan yang kepada Korban yakni Satu Unit Sepeda Motor Merk Yamaha XEON Warna Hitam Kepada M.Ridwan dan Satu Unit Sepeda Motor Merk Honda Beat Warna Hitam kepada Sri Winarsih yang diwakili Dani Hardiansyah, Selanjutnya Satu Unit Mobil Pick Up L300 Merk Mitsubisi BM 8684 MN atas nama Enja Bin Ato dan Satu Unit Sepeda Motor Merk Honda Vario Warna Biru atas nama korban Andimar serta Satu Unit Sepeda Motor Merk Scoopy Warna Biru Putih atas nama korban M.Saleh Lubis serta
Satu Unit sepeda motor honda beat street warna hitam milik Khoidir

***Hobbi Pargaulan***

Polresta Cirebon Amankan Empat Pengedar Obat Keras Terbatas Dalam Sehari


Polresta Cirebon Amankan Empat Pengedar Obat Keras Terbatas Dalam Sehari
​Polresta Cirebon kembali menunjukkan ketegasannya dalam memberantas peredaran gelap narkotika dan obat keras terbatas (OKT) tanpa izin. Dalam sebuah operasi maraton yang dilancarkan pada Senin (3/8/2026), petugas sukses membongkar empat simpul jaringan pengedar lokal di wilayah Susukan, Weru, dan Plered, serta menyita ribuan butir obat keras siap edar.

​Operasi diawali dengan penggerebekan di wilayah Kecamatan Susukan pada pukul 13.00 WIB. Petugas meringkus Y di sebuah rumah di wilayah Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan 80 butir pil Tramadol yang disembunyikan secara unik di dalam bohlam lampu, uang tunai Rp600.000 hasil penjualan, serta satu unit ponsel. 

Berdasarkan hasil interogasi, tersangka Y mengaku mendapatkan obat keras tersebut dari seorang pemasok berinisial MAP. Petugas Bergerak cepat melakukan pengembangan, pada pukul 14.00 WIB petugas langsung menggerebek kediaman MAP (28) yang juga berada di wilayah Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon. 

Dari lokasi kedua ini, petugas membongkar tempat penyimpanan barang haram yang jauh lebih besar dan menyita 1.400 butir Tramadol, 1.506 butir Trihexyphenidyl, uang tunai Rp400.000, dua unit ponsel, serta dua paket narkotika jenis sabu seberat 0,36 gram yang disembunyikan dalam kotak perhiasan merah. Tersangka MAP mengaku memperoleh pasokan obat dari seorang bandar berinisial J yang kini Masih dalam Pengembangan

​Tak berhenti di situ, penyisiran dilanjutkan ke wilayah Kecamatan Weru pada sore harinya. Sekira pukul 16.45 WIB, petugas mengamankan AJ di rumahnya yang berada di Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Polisi juga menyita barang bukti berupa 62 butir Trihexyphenidyl, 33 tablet Tramadol, uang tunai Rp55.000, serta dua bungkus bekas rokok yang dijadikan wadah penyimpanan. 

Tersangka AJ mengaku mendapatkan pasokan obat terlarang tersebut dari seorang pengedar di wilayah Plered.​Merespons keterangan tersebut, petugas langsung bergerak cepat ke lokasi sasaran. Pada pukul 17.45 WIB, petugas membekuk RR (27) di tempat tinggalnya di wilayah Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon. 

Dari tangan RR, petugas mengamankan 273 butir Trihexyphenidyl, 33 tablet Tramadol, uang tunai Rp200.000 hasil transaksi, satu unit ponsel. Tersangka RR membeberkan bahwa pasokan obat keras yang dijualnya diperoleh dari seorang penyuplai berinisial R yang kini juga masuk dalam perburuan petugas

​Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa operasi penindakan serentak ini merupakan komitmen nyata kepolisian dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat keras terbatas yang beredar secara ilegal.

"Polresta Cirebon tidak akan memberikan ruang gerak sedikit pun bagi para pelaku yang nekat merusak kesehatan dan masa depan warga dengan mengedarkan narkoba maupun obat keras tanpa izin. Kami akan terus mengejar seluruh jaringan penyuplai hingga ke akar-akarnya," katanya, Selasa (5/8/2026).

​Keempat tersangka beserta seluruh barang bukti kini telah ditahan di Mapolresta Cirebon guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya, tersangka AJ, Y, dan RR dijerat dengan Pasal 435 dan/atau Pasal 436 ayat (1) dan (2) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan sebagaimana telah diubah dalam UU RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun. 

Sementara tersangka MAP dijerat dengan pasal berlapis terkait pengedaran obat keras terbatas serta kepemilikan narkotika jenis sabu sebagaimana diatur dalam UU Kesehatan dan Pasal 609 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo UU RI Nomor 1 Tahun 2026.

Sempat Viral, Kurang dari 24 Jam Polres Cirebon Kota Berhasil Amankan Pelaku Pengeroyokan di GTC

Cirebon Kota – Satuan Reserse Kriminal Polres Cirebon Kota bergerak cepat mengungkap kasus dugaan pengeroyokan yang sempat viral di media sosial dan terjadi di area parkir GTC, Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon. Kurang dari 24 jam sejak kejadian, dua pelaku berhasil diamankan untuk menjalani proses hukum.

Kapolres Cirebon Kota melalui Kasat Reskrim AKP Dr. M. Fadillah, S.I.K., M.H., mengatakan peristiwa yang terjadi pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 21.30 WIB itu langsung menjadi perhatian setelah rekaman kejadian beredar luas di media sosial. Menindaklanjuti laporan korban, Tim Resmob Satreskrim Polres Cirebon Kota segera melakukan penyelidikan intensif.

Berbekal hasil olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan sejumlah saksi, serta analisis rekaman video yang beredar, petugas berhasil mengidentifikasi para pelaku. Dalam waktu kurang dari 24 jam, dua terduga pelaku berhasil diamankan di lokasi berbeda di wilayah Kota Cirebon.

Kedua tersangka masing-masing berinisial H.S. (28), laki-laki, warga Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, dan A. (32), laki-laki, warga Kelurahan Lemahwungkuk, Kecamatan Lemahwungkuk. Saat ini keduanya telah diamankan di Polres Cirebon Kota guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Selain mengamankan para tersangka, penyidik turut menyita sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan perkara, di antaranya rekaman video, jaket, gitar, topi, dan celana yang diduga digunakan saat peristiwa terjadi. Seluruh barang bukti akan digunakan untuk melengkapi proses penyidikan.

Kasat Reskrim menegaskan bahwa gerak cepat pengungkapan perkara tersebut merupakan bentuk keseriusan Polres Cirebon Kota dalam menindak setiap tindak pidana yang meresahkan masyarakat, termasuk kasus yang menjadi perhatian publik.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengatakan bahwa viralnya sebuah peristiwa tidak mengubah komitmen Polri dalam bekerja secara profesional. Setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti secara cepat berdasarkan alat bukti dan fakta hasil penyelidikan.

"Kasus ini sempat menjadi perhatian masyarakat di media sosial. Berkat kerja cepat Tim Resmob Satreskrim Polres Cirebon Kota, para pelaku berhasil diamankan dalam waktu kurang dari 24 jam. Kami memastikan setiap tindak pidana akan diproses secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujar AKP M. Aris Hermanto.

P3-TGAI Kongsijaya Diduga Keluar Jalur Swakelola, Diduga Nama Anggota DPRD Indramayu Fraksi Golkar Disebut Dalam Penentuan Pelaksana


Indramayu, Sergaptarget.com Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di wilayah Blok Rukem RT 02, Desa Kongsijaya, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, Jawa barat, menuai tanda tanya. Selasa (04/08/2026). 

Pasalnya, pekerjaan pembangunan jaringan irigasi yang kini disebut telah mencapai progres sekitar 60–70 persen tersebut diduga tidak sepenuhnya dilaksanakan secara swakelola oleh masyarakat atau kelompok petani penerima manfaat. Sejumlah pekerjaan justru disebut dikerjakan oleh pihak ketiga, sementara Kelompok Tani (Poktan) setempat lebih banyak menjalankan fungsi pengawasan.

Kondisi tersebut menjadi sorotan karena secara resmi P3-TGAI Tahun Anggaran 2026 diarahkan untuk meningkatkan jaringan irigasi berbasis partisipasi masyarakat. 

Pemerintah melalui Balai Wilayah Sungai menyebut pelaksanaannya dilakukan dengan pendekatan swakelola dan melibatkan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A), Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A) maupun kelompok masyarakat yang memenuhi persyaratan.

Bahkan, dalam sejumlah pemberitahuan resmi pelaksanaan P3-TGAI 2026, ditegaskan bahwa kegiatan tidak diperuntukkan bagi pihak ketiga atau kontraktor. Salah satu pengumuman resmi BWS menyebut kegiatan rehabilitasi, peningkatan, dan pembangunan jaringan irigasi dilaksanakan sendiri oleh P3A/GP3A/IP3A secara swakelola atau tidak dipihakketigakan.

*Kelompok Tani Disebut Hanya Mengawasi*

Kuwu Desa Kongsijaya, Mujafarudin, ketika ditemui di kantornya, pada Rabu (29/7/2026) lalu, membenarkan bahwa pekerjaan irigasi tersebut sedang berjalan dan progresnya telah mencapai sekitar 60–70 persen.

Namun, menurut Mujafarudin, pelaksanaan pekerjaan bukan dilakukan langsung oleh kelompok tani sebagai penerima manfaat.

"Pelaksananya dari pihak ketiga. Jadi untuk kelompok tani perannya lebih ke pengawasan. Kalau untuk pelaksana utama bukan dari kelompok," ujar Mujafarudin.

Ia menjelaskan, keterlibatan masyarakat difasilitasi melalui kelompok tani yang ada di desa. Akan tetapi, peran tersebut lebih banyak diarahkan pada monitoring pekerjaan di lapangan.

Sementara perencanaan dan pelaksanaan teknis pekerjaan, menurutnya, tidak berada sepenuhnya di tangan kelompok masyarakat penerima manfaat.

"Desa hanya menerima manfaat dan keterlibatan operasionalnya terbatas karena ini dikerjakan pihak ketiga," jelasnya.

*Nama Anggota DPRD Fraksi Golkar Disebut*

Yang menjadi perhatian lebih lanjut adalah pernyataan Mujafarudin mengenai bagaimana pihak ketiga tersebut dapat menjadi pelaksana.

Menurutnya, pelaksanaan oleh pihak ketiga merupakan keputusan di tingkat Dewan. Ia menyebut nama RMDNI, salah satu oknum anggota DPRD Kabupaten Indramayu dari Fraksi Golkar Daerah Pilihan Tiga (Dapil III) , sebagai salah satu pihak yang disebut mengambil keputusan terkait pelaksanaan proyek tersebut dilapangan. 

Pada kesempatan lain, (03/8/2026) awak media memperoleh keterangan oleh RMDNI selaku anggota DPRD dari fraksi Golkar, pihaknya menyarankan agar awak media dipersilahkan untuk konfirmasi kepada pihak P3TGAI. 

"Iya. Maksudnya gini, program itu dari DPR RI Mas Daniel, yaitu melalui kader-kadernya. Seperti saya juga kadernya. Contoh, seperti BSPS, nah itu sama dikasih semua 50 rumah. Tergantung poksinya masing-masing", Ujarnya saat ditemui di kantor fraksi golkar di gedung DPRD. 

Pihaknya pun membantah, bahwa terkait namanya disebut-sebut adalah hal yang keliru. Karena untuk persoalan diatas awak media dipersilahkan untuk menanyakan kepada pihak pendamping maupun kordinator fasilitator (korfas) BBWS. 

"Kalau masalah itu mah, mitra cai urusanya P3A. Saya mah tidak tahu menahu-nahu. Jika ada buktinya, mana. Silahkan saja", elaknya.

Apakah benar terdapat arahan atau intervensi dari pihak legislatif sehingga pekerjaan yang semestinya berbasis swakelola masyarakat kemudian dikerjakan oleh pihak ketiga? Ataukah terdapat mekanisme lain yang menjadi dasar pelaksanaan pekerjaan tersebut?

Pertanyaan inilah yang penting dijawab secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

*Tenaga Kerja Didominasi Orang Luar Desa*

Mujafarudin juga mengakui bahwa sebagian besar tenaga kerja yang digunakan dalam pembangunan jaringan irigasi tersebut berasal dari luar Desa Kongsijaya.

Warga setempat memang ada yang dilibatkan, namun jumlahnya disebut hanya sebagian kecil.

Kondisi ini kembali menimbulkan pertanyaan mengenai tujuan P3-TGAI sebagai program yang salah satunya diarahkan untuk memberdayakan masyarakat serta memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat sekitar.

Jika pelaksanaan pekerjaan lebih banyak dilakukan pihak ketiga dan tenaga kerja didominasi masyarakat dari luar desa, maka perlu dipastikan sejauh mana prinsip pemberdayaan masyarakat dalam program tersebut benar-benar dijalankan.

*Desa Mengaku Tidak Mengetahui Detail Anggaran*

Persoalan lain yang tidak kalah penting berkaitan dengan transparansi anggaran.

Kuwu Kongsijaya mengaku belum mengetahui secara pasti total anggaran P3-TGAI yang diterima untuk kegiatan tersebut. Ia juga menyatakan belum mengetahui secara rinci distribusi upah maupun persentase pembayaran yang berkaitan dengan tenaga masyarakat.

"Untuk status kontraknya, apakah swakelola atau kontrak pihak ketiga, kami juga belum tahu pasti. Itu perlu diverifikasi lagi," katanya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan adanya ruang yang perlu diperjelas, terutama mengenai siapa sebenarnya penerima dan pengelola dana, siapa yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan fisik, serta bagaimana mekanisme pertanggungjawaban administrasi dan keuangan proyek.

Padahal, pemerintah sendiri menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan P3-TGAI.

*BBWS Cisanggarung Belum Menjawab Konfirmasi*

Untuk memperoleh keberimbangan dan memastikan apakah pelaksanaan P3-TGAI di Desa Kongsijaya telah sesuai petunjuk teknis, awak media telah melakukan konfirmasi kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum.

Konfirmasi disampaikan melalui pesan singkat WhatsApp maupun surat elektronik (surel), dengan sejumlah pertanyaan terkait mekanisme pelaksanaan P3-TGAI di Desa Kongsijaya, termasuk apakah pihak ketiga diperbolehkan menjadi pelaksana, siapa kelompok penerima program, bagaimana mekanisme pencairan anggaran, serta sejauh mana keterlibatan masyarakat dalam pekerjaan tersebut.

Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak BBWS Cimanuk-Cisanggarung belum memberikan jawaban atas sejumlah pertanyaan yang telah dilayangkan.

Padahal, klarifikasi dari pihak BBWS menjadi penting untuk memastikan apakah praktik pelaksanaan di lapangan sesuai dengan petunjuk teknis P3-TGAI Tahun Anggaran 2026.

Terlebih, kanal resmi P3-TGAI mencantumkan BBWS Cimanuk-Cisanggarung sebagai salah satu balai pelaksana dan menyediakan kanal layanan khusus P3-TGAI untuk wilayah tersebut.

*Menunggu Klarifikasi Semua Pihak*

Di sisi lain, Pemerintah Desa Kongsijaya menyatakan keinginannya agar pembangunan irigasi tersebut dapat selesai dan memberikan manfaat bagi para petani.

"Yang jelas kami ingin proyek ini selesai dan bermanfaat untuk petani. Tapi mekanisme pelaporan dan bukti kontraktual juga harus jelas agar tidak menimbulkan tanda tanya di masyarakat," pungkas Mujafarudin.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi pihak-pihak yang berkepentingan untuk membuka informasi secara transparan.

Jika benar P3-TGAI Kongsijaya merupakan program yang seharusnya dilaksanakan melalui mekanisme swakelola masyarakat, maka perlu dijelaskan atas dasar apa pihak ketiga dapat menjadi pelaksana. Sebaliknya, apabila terdapat ketentuan khusus yang membolehkan pola tersebut, maka pihak BBWS perlu menjelaskan dasar hukum dan mekanisme yang digunakan.

Sebab, persoalan ini bukan semata-mata mengenai siapa yang mengerjakan proyek irigasi, melainkan menyangkut transparansi penggunaan anggaran negara, pemberdayaan masyarakat petani, serta kepatuhan terhadap mekanisme program P3-TGAI.

Sementara itu sumber mengungkapkan, pada Jum'at (31/7/2026), bahwa skema ini sudah berjalan sebelum pelaksanaan. Bahkan ada penekanan dari oknum anggota dewan kepada pendamping atau korfas di BBWS agar program tersebut dapat dikerjakan oleh pihak ketiga. 

"Dia (RMDNI - red) beli, jadi dia beli progam tersebut untuk digelontorkan ke sejumlah desa yang memiliki lumbung suara. Jadi modus operandi beli dan setor sebelum program turun atau berjalan. Yaitu, yang utama adalah di pihak ketigakan, lalu kedua kelompok tani kebanyakan boneka, tapi track recordsnya bukan kelompok tani", ungkap sumber kepada media ini.

(Nana. S)

Ormas Grib Jaya DPC Indramayu Laksanakan Rapat Kerja Cabang (RAKERCAB) Pertama



Indramayu, Sergaptarget.com 
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ormas GRIB Jaya Indramayu laksanakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab)pertama selasa 4/8/2026 di Hotel Gran Trisula Indramayu.

Acara dihadiri oleh seluruh pengurus DPC  Grib Indramayu,Pengurus Grib tingkat Kecamatan se Indramayu, Ketua DPW Grib Jaya Jawabarat,Perwakilan DPP Grib jaya serta sejumlah undangan.

Rakercab oenuh hidmat seluruh peserta dengan penuh semangat mengikuti dan berjalan lancar dari awal sampai ahir tanpa hambatan.

Acara juga dihadiri oleh perwakilan dari Pemerintah Daerah ini membuktikan sebagi wujudnyata bahwa Ormas GRIB Jaya DPC Indramayu siap membantu program pemerintah.

Sementara Ketua DPC GRIB Jaya Indramayu Suwanto atau yang akrab dipanggil Penggig melalui sekretaris Suwanto mengatakan Rakercab adalah bukti kepatuhan kepada aturan Organisasi.

Dimana DPC harus koordinasi dengan DPD dalam menjalankan progra karena ini adalah bentuk pembenahan Organisasi agar berjalan sesuai koridor.

Selanjutnya Andi Susanto menyampaikan pesan dari Ketua Umum GRIB Jaya yang berhalangan hadir bahwa kita harus bersinergi dengan TNI dan POLRI dan harus mendukung program Pemerintah terangnya.

(Nana. S)