Sergap Target

Berita Terkini

Piket Koramil 04/Jebres Laksanakan Patroli Malam Bersama Anggota Linmas Guna Ciptakan Kenyamanan Dan Kondusifitas Wilayah

Surakarta - Pada hari Rabu tanggal 04 November 2026, pukul  21.00 Wib, Piket Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Serma T...

Postingan Populer

Rabu, 04 November 2026

Piket Koramil 04/Jebres Laksanakan Patroli Malam Bersama Anggota Linmas Guna Ciptakan Kenyamanan Dan Kondusifitas Wilayah


Uploaded Image

Surakarta - Pada hari Rabu tanggal 04 November 2026, pukul  21.00 Wib, Piket Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Serma Taufik Mukhlis melaksanakan Patroli bersama anggota Linmas di wilayah Kecamatan Jebres Kota Surakarta.

Piket Koramil 04/Jebres bersama anggota Linmas melaksanakan Patroli melewati route yang rawan terjadinya kriminalitas dan tempat obyek vital serta lingkungan perumahan warga masyarakat, yang bertujuan menciptakan kenyamanan, kondusifitas, maupun pengamanan obyek Vital di wilayah Kecamatan Jebres.

"Kegiatan patroli keamanan seperti ini akan terus kita lakukan secara rutin dan konsisten guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif."tegas Serma Taufik Mukhlis.

Penulis : Arda 72

Jelang Rampung, Satgas TMMD Bersihkan Sisa Material Rehabilitasi Rutilahu


Sergap Target (Subang) - Memasuki tahap akhir pengerjaan rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu), Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang mulai melakukan pembersihan sisa material bangunan di rumah milik Emak Ruhimah, Kampung Cilalay, RT 03/RW 03, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Kamis (5/11/2026).

Personel Satgas terlihat merapikan dan mengumpulkan material bekas pengerjaan, seperti potongan kayu dan sisa bahan bangunan lainnya. Pembersihan dilakukan agar area rumah lebih tertata seiring dengan penyelesaian pekerjaan rehabilitasi.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tahap penyelesaian Rutilahu yang dikerjakan Satgas TMMD bersama masyarakat. Setelah melalui berbagai tahapan pembangunan, perhatian kini diarahkan pada perapian lingkungan rumah agar lebih bersih dan nyaman.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa pengerjaan Rutilahu terus diupayakan hingga tahap akhir, termasuk memastikan sisa material bangunan tidak mengganggu lingkungan rumah.

“Kami terus berupaya menyelesaikan rehabilitasi rumah ini dengan sebaik-baiknya. Setelah pekerjaan utama, kami juga melakukan pembersihan dan merapikan sisa material agar rumah lebih tertata dan segera dapat dimanfaatkan oleh pemiliknya,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.

Rehabilitasi rumah milik Emak Ruhimah yang tinggal bersama suaminya, Abah Casmita, merupakan salah satu sasaran tambahan TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang. Program ini diharapkan dapat memberikan hunian yang lebih layak sekaligus meningkatkan kenyamanan bagi keluarga penerima manfaat.

Satgas TMMD ke-130 terus mengoptimalkan penyelesaian sasaran fisik menjelang penutupan program pada 11 November 2026. Melalui kerja bersama TNI dan masyarakat, pembangunan di Desa Cupunagara diharapkan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan warga.

Satgas TMMD Pastikan Distribusi Air Bersih Menjangkau Rumah Warga


Sergap Target (Subang) - Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus mengoptimalkan pemanfaatan sarana air bersih yang dibangun di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Kamis (5/11/2026). Selain menyelesaikan pembangunan bak penampungan, personel Satgas turut memperbaiki jaringan selang yang menyalurkan air menuju rumah-rumah warga.

Perbaikan dilakukan pada sejumlah bagian selang yang menjadi jalur distribusi air. Langkah ini bertujuan memastikan aliran air dari bak penampungan dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, mengatakan bahwa pembangunan sarana air bersih harus diiringi dengan upaya memastikan fasilitas tersebut berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami ingin sarana air bersih yang dibangun melalui program TMMD ini benar-benar dapat dinikmati masyarakat. Karena itu, jaringan selang yang menuju rumah warga juga kami perbaiki agar aliran air dapat menjangkau warga dengan lebih baik,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Satgas TMMD dalam menghadirkan pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan penting yang diharapkan dapat menunjang kehidupan warga di wilayah sasaran.

Melalui pembangunan dan perbaikan jaringan distribusi ini, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang berharap sarana air bersih dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Kebersamaan TNI dan masyarakat dalam pengerjaan fasilitas tersebut juga menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Dukung Swasembada Pangan, Satgas TMMD Bantu Petani Membuat Tanggul Sawah


Sergap Target (Subang) - Kepedulian terhadap ketahanan pangan diwujudkan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang melalui aksi membantu petani di area persawahan Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Kamis (5/11/2026). Anggota Satgas turun langsung membantu mencangkul dan membuat tanggul sawah untuk mendukung aktivitas pertanian warga.

Dengan menggunakan cangkul, personel Satgas bersama petani merapikan tanah di sekitar saluran air dan membentuk tanggul pada area persawahan. Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan TNI terhadap upaya masyarakat dalam menjaga produktivitas lahan pertanian.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, menyampaikan bahwa dukungan terhadap petani merupakan bagian dari kepedulian Satgas terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah sasaran.

“Kami ingin kehadiran Satgas TMMD dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Membantu petani di sawah merupakan salah satu bentuk dukungan kami terhadap program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.

Keterlibatan anggota Satgas dalam kegiatan pertanian juga mempererat hubungan dengan masyarakat. Melalui kerja bersama di sawah, semangat gotong royong terus tumbuh dan menjadi bagian dari kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan masyarakat selama pelaksanaan program. Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah Desa Cupunagara.

Di Sela Istirahat, Satgas TMMD Ceritakan Progres Pembangunan Bersama Warga


Sergap Target (Subang) - Suasana akrab terlihat saat sejumlah anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang memanfaatkan waktu istirahat makan siang untuk berbincang bersama masyarakat di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Kamis (5/11/2026).

Di sela perbincangan, anggota Satgas menceritakan progres pekerjaan yang telah diselesaikan bersama warga. Obrolan sederhana tersebut menjadi kesempatan untuk berbagi informasi sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, mengatakan bahwa kebersamaan dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan TMMD. Menurutnya, kedekatan yang terjalin melalui interaksi sehari-hari turut memperkuat semangat gotong royong dalam menyelesaikan pembangunan.

“Melalui kebersamaan seperti ini, kami ingin terus menjalin kedekatan dengan masyarakat. TNI hadir untuk rakyat, bekerja bersama rakyat, dan berharap hasil pembangunan TMMD dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Letda Inf Anggriawan Rizki.

Bagi anggota Satgas, berinteraksi langsung dengan warga menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas di wilayah. Sementara bagi masyarakat, kehadiran TNI memberikan ruang untuk menyampaikan cerita, harapan, serta perkembangan lingkungan mereka.

Momen istirahat makan siang tersebut menjadi gambaran sederhana kemanunggalan TNI dan rakyat. Melalui kebersamaan yang terjalin selama pelaksanaan TMMD ke-130, Satgas TMMD Kodim 0605/Subang terus memperkuat hubungan dengan masyarakat, sejalan dengan semangat membangun desa bersama rakyat.

Satgas TMMD ke-130 Kejar Penyelesaian Jembatan dan Gorong-Gorong Penghubung Jalan


Sergap Target (Subang) - Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus mempercepat pengerjaan jembatan dan gorong-gorong pada sasaran pembukaan jalan di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Kamis (5/11/2026). Upaya ini dilakukan untuk memastikan akses jalan segera rampung dan dapat dimanfaatkan masyarakat.

Pembangunan jalan sepanjang 1.500 meter dengan lebar 4 meter tersebut menjadi salah satu sasaran fisik utama TMMD ke-130. Sejumlah infrastruktur pendukung berupa enam gorong-gorong dan dua jembatan turut dikerjakan untuk menunjang konektivitas jalan di kawasan tersebut.

Di lapangan, anggota Satgas TMMD bersama warga terus bekerja menyelesaikan bagian-bagian konstruksi yang menjadi penghubung jalur. Pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kondisi medan dan kebutuhan teknis di setiap titik.

Danki Satgas TMMD ke-130, Letda Inf Anggriawan Rizki, mengatakan bahwa percepatan pekerjaan terus dilakukan agar seluruh sasaran dapat diselesaikan sesuai waktu yang telah ditentukan.

“Pengerjaan jembatan dan gorong-gorong terus kami kebut. Kami berharap seluruh infrastruktur penghubung ini dapat segera selesai sehingga jalan bisa digunakan masyarakat sebelum penutupan TMMD ke-130,” 

Keberadaan jembatan dan gorong-gorong tersebut memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran akses jalan, terutama bagi warga yang beraktivitas di kawasan perkebunan dan persawahan. Dengan terselesaikannya pembangunan, akses ant wilayah di Desa Cupunagara diharapkan semakin mudah dijangkau.

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0605/Subang terus mengoptimalkan pengerjaan sasaran fisik hingga menjelang penutupan program pada 11 November 2026. Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi warga.

Forkopimcam Kec. Krangkeng Bertakziah Ke Rumah Korban Perampokan Dan Pembunuhan


Indramayu,  perampokan dan pembunuhan keji yang menimpa Hj.Kokom desa Kalianyar kecamatan Krangkeng beberapa hari lalu Forkopimcam kecamatan Krangkeng datang bertakziah kekediaman almarhumah Hj.Kokom yang menjadi di desa Kalianyar kecamatan Krangkeng kabupaten Indramayu rabu 4/11/2026.

Kedatangan rombongan disambut hangat  oleh keluarga korban anak anak dan suaminya dengan rasa kekeluargaan.Dudung sebagai suami korban mengucapkan terimakasih atas kedatangn rombongan  yang bertakziah.

Kedatangan rombongan bukan sekedar takziah tapi sebagai rasa kedekatan antara forkopimcam dengan masyarakat agar hubungan kami forkopimcam dengan masyarakat semakin dekat.

Kami Forkopimcam kecamatan Krangkeng selalu membangun kedekatan dengan semua lapisan masyarakat sekecamatan Krangkeng baik tokoh masyarakat,tokoh agama,tokoh pemuda sampai masyarakat biasa.

Dudung atas nama keluarga mengucapkan terimakasih atas kedatangan forkopimcan untuk bertakziah semoga kedekatan forkopimcam dengan masyarakat tetap terjalin selamanya.

(Nana. S)

Ketua DPC PPWI Indramayu Soroti Anggaran Proyek Pokir DPRD IndramayuIndramayu, Sergaptarget.com Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Kabupaten Indramayu mendesak Ketua DPRD Kabupaten Indramayu segera menerima permohonan audiensi terkait transparansi anggaran dan proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Tahun Anggaran 2026. PPWI meminta keterbukaan menyangkut besaran anggaran, pembagian proyek, nama pengusul, realisasi pekerjaan, hingga mekanisme pengawasan untuk mencegah potensi penyimpangan.Desakan tersebut disampaikan melalui surat resmi bernomor 036/DPC-PPWI/IM/XI/2026 tertanggal 2 November 2026. Ketua DPC PPWI Kabupaten Indramayu, A. Warjani, menegaskan Ketua DPRD tidak sepatutnya mengabaikan permohonan tersebut. Menurutnya, pertanyaan mengenai penggunaan anggaran publik bukan sesuatu yang harus dihindari oleh lembaga legislatif."Kami meminta Ketua DPRD segera mengabulkan permohonan audiensi ini. Jangan sampai surat resmi yang kami sampaikan hanya menjadi tumpukan tanpa kepastian. Ini menyangkut uang rakyat, sehingga masyarakat berhak mengetahui bagaimana anggaran itu direncanakan, dialokasikan, dan direalisasikan," tegas Warjani.Diketahui bahwa ada enam poin utama yang ingin dibedah PPWI dalam audiensi tersebut. Pertama, total anggaran Pokir DPRD dalam APBD 2026 beserta dasar penetapan dan rincian alokasinya. Kedua, jenis serta lokasi pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas. Ketiga, jumlah paket pekerjaan, nilai anggaran, proses pengadaan, hingga status realisasi setiap kegiatan.Keempat, rincian alokasi dan realisasi anggaran berdasarkan usulan masing-masing anggota DPRD, termasuk unsur pimpinan. PPWI meminta data yang memuat nama anggota pengusul, daerah pemilihan atau lokasi kegiatan, jumlah paket pekerjaan, serta nilai anggarannya sepanjang tercatat dalam dokumen resmi dan dapat diakses sesuai ketentuan perundang-undangan.Kelima, mekanisme pengawasan mulai dari perencanaan, penganggaran, pengadaan barang dan jasa, pelaksanaan pekerjaan, pembayaran, hingga pemeriksaan hasil pekerjaan. Keenam, keberadaan pakta integritas atau komitmen tertulis yang mengatur pencegahan konflik kepentingan dan larangan menerima imbalan berupa fee tidak sah.Tak hanya meminta data anggaran, PPWI juga secara khusus meminta klarifikasi resmi mengenai informasi yang beredar di masyarakat terkait dugaan praktik jual beli proyek, penerimaan fee, maupun bentuk imbalan tidak sah yang dikaitkan dengan kegiatan Pokir anggota DPRD Kabupaten Indramayu.Warjani menegaskan, permintaan tersebut bukan upaya menghakimi atau menuduh pihak tertentu. Namun, informasi yang berkembang di tengah masyarakat perlu dijawab melalui penjelasan resmi dan dokumen yang bisa diverifikasi."Kalau memang tidak ada persoalan, sampaikan secara terbuka dan tunjukkan datanya. Jangan biarkan masyarakat terus bertanya-tanya. Kami tidak ingin membangun tuduhan tanpa bukti, tetapi kami juga tidak ingin persoalan yang menyangkut kepentingan publik dibiarkan tanpa penjelasan," ujarnya.Menurut Warjani, transparansi tidak boleh berhenti pada slogan atau pernyataan normatif. Setiap program yang menggunakan APBD harus memiliki pertanggungjawaban yang jelas. Terlebih, Pokir DPRD berkaitan dengan aspirasi masyarakat yang seharusnya diwujudkan melalui pembangunan yang tepat sasaran, bukan menjadi ruang tertutup yang sulit diawasi publik.PPWI juga meminta Ketua DPRD menyiapkan dokumen pendukung berupa ringkasan alokasi anggaran, daftar kegiatan dan paket pekerjaan, data realisasi, serta dokumen kebijakan dan pengawasan. Jika sebagian informasi berada dalam kewenangan perangkat daerah lain, DPRD diminta memberikan penjelasan mengenai instansi yang berwenang."Kami berharap Ketua DPRD tidak alergi terhadap kritik dan pertanyaan pers. Jangan hanya berbicara tentang kepentingan rakyat, tetapi ketika diminta membuka informasi penggunaan anggaran, justru tidak memberikan kepastian. Segera jadwalkan audiensi dan jawab seluruh pertanyaan kami secara terbuka," tandasnya.Permohonan audiensi tersebut merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial dan upaya mendorong penyelenggaraan pemerintahan daerah yang transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.Kini, PPWI menunggu sikap Ketua DPRD Kabupaten Indramayu. Publik tidak hanya membutuhkan janji pembangunan, tetapi juga kejelasan mengenai ke mana anggaran dialokasikan dan bagaimana setiap rupiah uang rakyat dipertanggungjawabkan.(Nana. S)

Pemdes Se-Kecamatan Cantigi Ikuti Kegiatan Kapasitas Aparatur Pemdes 2026

Pemdes Se-Kecamatan Cantigi Ikuti Kegiatan Kapasitas Aparatur Pemdes 2026



 Indramayu, Sergaptarget.com Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan profesionalisme  pemerintah desa se-Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, mengikuti kegiatan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa Tahun 2026.

Kegiatan  berlangsung pada Rabu (4/11/2026), bertempat di Balai Desa Lamaran Tarung, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu.

Hadir dalam acara tersebut Camat Cantigi, Dedeh Janah Fitria, S.IP., Kuwu  Lamaran Tarung, Taksiran, beserta perangkatnya  Cantigi, Dedeh Janah Fitria, S.IP., menekankan pentingnya kedisiplinan waktu kerja  dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Dede menegaskan perangkat desa hadir dan mulai menjalankan aktivitas  tepat pukul 07.30 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

Karena kedisiplinan adalah  salah satu bentuk tanggung jawab  dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

Kegiatan  ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat pemahaman Perangkat desa terhadap tugas dan tanggung jawab dalam menjalankan roda pemerintahan, sekaligus  terciptanya tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik.

Melalui kegiatan ini perangkat  desa diharapkan dapat meningkatkan kompetensi, kedisiplinan, serta kemampuan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara efektif, profesional, sesuai  ketentuan yang berlaku.

Selain  pembelajaran,  juga diharapkan dapat mempererat koordinasi serta sinergi antarpemerintah desa dengan  Kecamatan dalam mendukung pembangunan dan  kemajuan desa.

Dengan meningkatkan kapasitas  pemerintah desa ini diharapkan semakin mampu menjalankan  pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat secara optimal. 

(Nana. S)

Diduga Motif Dendam Pembunuhan Perempuan di Krangkeng Indramayu, Polisi Tetapkan Dua Tersangka




Indramayu, Sergaptarget.com Kasus pembunuhan seorang perempuan berinisial K (46) di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, akhirnya terungkap.
Korban yang merupakan ibu rumah tangga asal Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, ditemukan meninggal dunia di dalam mobil Mitsubishi Xpander putih yang terbakar di wilayah Desa Cikawung, Kecamatan Terisi.

Polres Indramayu menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan tersebut.

Kedua tersangka masing-masing berinisial FSS (31), warga Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, dan NW (28), warga Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng.

Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P. M. melalui Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Muchammad Arwin Bachar mengungkapkan penanganan perkara tersebut dalam konferensi pers di Aula Atmani Wedhana Polres Indramayu, Rabu (4/11/2026).

Menurut AKP Arwin, polisi telah memeriksa tujuh orang saksi dan mengamankan sejumlah barang bukti untuk mengungkap peristiwa yang menggegerkan masyarakat itu.

AKP Arwin menjelaskan, peristiwa bermula Senin (2/11/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.

Saat itu, FSS mendatangi rumah korban di Desa Kalianyar untuk memperbaiki tiang penangkal petir.

FSS diketahui merupakan tetangga korban yang sebelumnya beberapa kali dimintai bantuan untuk mengerjakan pekerjaan di rumah.

Permintaan memperbaiki penangkal petir tersebut bahkan telah disampaikan korban sekitar satu pekan sebelum kejadian.

Setibanya di rumah, FSS langsung mengerjakan perbaikan di sekitar halaman depan.

Sementara itu, korban berada di halaman rumah sambil melakukan aktivitas membersihkan rumah.

Setelah pekerjaan selesai, korban kembali meminta bantuan FSS untuk memasang gantungan tasbih di musala yang berada di dalam rumah.

FSS pun mengikuti korban masuk ke ruangan tersebut.

Namun, ketika korban sedang memperhatikan hasil pemasangan gantungan tasbih, FSS langsung memukul dari arah belakang menggunakan palu.

Korban dipukul berulang kali pada bagian kepala hingga terjatuh, jelas AKP Muchammad Arwin Bachar didampingi Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno.

Saat itu, lanjut Kasat Reskrim, korban sempat berteriak meminta pertolongan. Karena takut ketahuan tersangka langsung membekap mulut korban menggunakan telapak tangan kirinya hingga korban posisi menjadi tengkurap. Kemudian tersangka FFS kembali memukul korban menggunakan palu sebanyak dua kali ke arah belakang kepala korban sehingga mengakibatkan korban tidak bernafas.

Mengetahui korban sudah tidak bernapas, FSS diduga berusaha membersihkan bekas darah di lantai sebelum menghubungi sejumlah rekannya untuk meminta bantuan.

Salah seorang yang kemudian datang adalah NW.

Menurut AKP Arwin, FSS awalnya meminta NW datang dengan alasan ingin ditemani pergi ke Cirebon untuk memeriksa pekerjaan.

Namun, ketika NW tiba di rumah korban, FSS justru mengaku telah membunuh pemilik rumah.

NW disebut sempat terkejut dan hendak meninggalkan lokasi setelah mengetahui kejadian tersebut.

Akan tetapi, FSS meminta bantuannya untuk membawa jasad korban keluar dari rumah.

Berdasarkan keterangan, NW sempat menolak permintaan tersebut sebelum akhirnya bersedia membantu.

Jasad korban kemudian dipindahkan ke kursi belakang mobil Mitsubishi Xpander putih bernomor polisi E 1766 RV milik korban.

Tubuh korban ditutup menggunakan seprai.

Sebelum meninggalkan rumah, FSS diduga kembali masuk untuk mengambil tas milik korban.

Tas itu diketahui berisi uang tunai, sejumlah perhiasan emas, dan BPKB mobil.

Kedua tersangka kemudian meninggalkan rumah korban. NW bertugas mengemudikan kendaraan, sedangkan FSS berada di dalam mobil bersama jasad korban yang disimpan di kursi belakang.

Dalam perjalanan, kedua tersangka sempat melintasi sejumlah wilayah, mulai dari Karangampel, Jatibarang, setelah itu menuju ke jalan Pantura menuju arah Subang.

Mereka kemudian kembali menuju wilayah Kabupaten Indramayu.

Menurut Kasat Reskrim, FSS sempat membeli bensin yang akan digunakan untuk membakar kendaraan.

Pada malam hari, kedua tersangka tiba di sebuah pekarangan di wilayah Desa Cikawung, Kecamatan Terisi.

Di lokasi tersebut, FSS menyiramkan bensin ke mobil Mitsubishi Xpander milik korban.

Mobil kemudian dibakar dengan jasad korban masih berada di bagian kursi belakang.

Aksi pembakaran tersebut juga menyebabkan FSS mengalami luka bakar pada tubuhnya.

Berdasarkan keterangan AKP Muchammad Arwin Bachar dalam konferensi pers, luka bakar yang dialami FSS dilaporkan mencapai sekitar 40 persen bagian tubuh.

Setelah mobil terbakar, kedua tersangka meninggalkan lokasi. FSS masih membawa uang tunai dan sejumlah perhiasan milik korban.

Dari hasil pemeriksaan, polisi menduga tindakan FSS terhadap korban dilatarbelakangi persoalan pribadi.

AKP Arwin menjelaskan, tersangka mengaku menyimpan rasa sakit hati kepada korban.

Menurut pengakuan tersangka, korban beberapa kali menyinggung pembangunan bengkel sepeda motor dan renovasi rumah FSS yang disebut menggunakan uang hasil berutang.

Persoalan tersebut, berdasarkan keterangan tersangka, telah berlangsung sejak April 2026 hingga akhir Oktober 2026.

Dalam pengungkapan perkara tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kejadian.

Di antaranya satu buah palu besi yang diduga digunakan untuk menyerang korban, mobil Mitsubishi Xpander dalam kondisi terbakar, serta dua pelat nomor kendaraan E 1766 RV.

Polisi juga mengamankan sejumlah perhiasan emas, dua telepon seluler, barang-barang pribadi, dan uang tunai sebesar Rp4.556.000.

Atas perkara tersebut, penyidik menerapkan Pasal 459 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait dugaan pembunuhan berencana.

Pasal itu memuat ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling lama 20 tahun.

Selain itu, polisi juga menerapkan Pasal 479 ayat (3) KUHP terkait pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun. 

Pasal 20, 21 ayat (1) huruf b UU RI No.1 Tahun 2023 tentang KUHP. Dengan ancaman pidana penjara paling banyak 2/3 (dua pertiga) dari maksimum ancaman pidana pokok.

Sementara, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno kembali mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan Lapor Pak Polisi – Siap Mas Indramayu melalui WhatsApp 081999700110 atau Call Center 110 apabila menemukan adanya tindak kriminalitas maupun gangguan kamtibmas di lingkungan sekitarnya.

(BABIL)