Majalengka.(Sergap) Politisi Partai Keadilan Sejahtera,PKS .asal Majalengka, Ir.H.Ateng Sutisna,MBA . mendukung Program Gubernur jawa Barat , pada Kunjungan ke Majalengka pada hari Senin (24/03/25) tak lepas dari permasalahan lingkungan hidup khususnya pertanian dan perhutanan, dimana saat ini sedang genting bencana longsor dan banjir yang melanda beberapa daerah di Kabupaten Majalengka.
Usai pertemuan dengan Gubernur Jawa Barat juga Bupati Majalengka di Pendopo Majalengka, anggota DPR RI Ir. H. Ateng Sutisna, MBA. diwawancarai oleh beberapa media Majalengka mengenai permasalahan lingkungan hidup. Dalam wawancara beliau menjelaskan, selaku insan pertanian, perkebunan dan perhutanan, beliau memberikan hadiah kepada pejabat yang dilantik. Hadiah tersebut berupa bibit tanaman kepada Gubernur Jawa Barat 4 truk, Bupati Majalengka 2 truk, Bupati Sumedang 2 truk dan Bupati Subang 2 truk.
Dalam pengiriman bibit tanaman, beliau menuliskan pesan kepada para penerima, "kami titip hutan dan tanami lahan yang terlantar, rehabilitasi aliran sungai dan lahan kritis serta membina para penangkar bibit sehingga menjadi pembibit unggul yang menghasilkan bibit-bibit tanaman unggul" imbuhnya.
Ateng menambahkan bahwa beliau mendukung visi misi Gubernur yang relevan dengan dirinya yang ingin membangun Jawa Barat berbasis alam dimana pembangunan tidak mengganggu ekosistem alam. "Saat ini banyak banjir, kemungkinan ke depan bisa saja terjadi kekeringan. Kalo kita tidak menanam bisa saja nanti terjadi bencana" sampainya
Bibit yang dikirimkan kepada Bupati Majalengka langsung diarahkan ke Desa Pajajar untuk ditanam di Petilasan Prabu Siliwangi, karena terlihat sudah rusak dengan ditandai surutnya air. Padahal lebih dari 8 (delapan) Desa yang bergantung air dari Situ Cipadung tersebut baik untuk pengairan sawah atau sumber air bersih, bahkan air bersih yang digunakan di Asrama 321 Galuh Taruna pun berasal dari tempat tersebut. "Sebelumnya saya sudah menanam pohon beringin dan aren sebanyak 8888 pohon di daerah itu, sekarang saya tambah lagi pohon alpukat sehingga tidak ditebang namun bisa dimanfaatkan buahnya untuk masyarakat setempat" Ungkap Ateng
Ateng berharap lingkungan bisa lebih baik sehingga tidak terjadi bencana banjir, kekeringan maupun longsor serta udara lebih bersih dan sehat. "Kami selalu berkoordinasi dengan pak Kuwu mantan untuk memelihara tempat penanaman, dibersihkan setiap 3 bulan sekali dan jika ada yang rusak atau mati segera lakukan sulam atau ganti tanaman" Pungkasnya. (Babil, Adi R)
0 comments:
Posting Komentar
Harus bersifat membangun