Berita Terkini

Polres Cirebon Kota Siap Bantu Pengawalan Ambulans saat Arus Mudik dan Balik

POLRES CIREBON KOTA. – Dalam rangka mengantisipasi potensi kepadatan arus lalu lintas selama periode mudik dan balik Lebaran 2025, Polres Ci...

Postingan Populer

Sabtu, 05 April 2025

Para Alim Ulama, Kyai Nusantara Bersatu Jaga Kehormatan Bangsa dari Provokasi Oknum Habib

Catatan: Dr. Suriyanto Pd, SH,MH,M.Kn Perjalanan panjang Bangsa Nusantara dari abad satu hingga saat ini di era digital, tak terlepas dari belenggu lingkungan dan budaya yang membentuk pikiran masyarakatnya, di era borderles ini menembus batas ruang dan waktu tanpa sekat yang seolah dunia dapat dalam genggaman.

Hal ini yang dimanfaatkan oleh sekelompok manusia busuk yang ingin menancapkan pengaruh dazzal dengan bungkus kebohongan melalui jubah agama dan dakwah manipulatif dengan wajah feodal yang kaku berusaha menanamkan paham dan doktrin klan Yaman dengan menjual agama serta mengaku-ngaku dzuriah Nabi, yang sama sekali tidak relevan dengan adat dan budaya Bangsa Nusantara yang sesungguhnya bermartabat dan berakhlak dengan menjunjung tinggi falsapah Pancasila yang berketuhanan serta bhineka tunggal Ika sebagai pemersatu dan perekat Bangsa Indonesia yang utuh.
Mereka para oknum habib klan Yaman dengan sorban putih berlandaskan agama serta berkoar sebagai dzuriah Nabi besar Muhammad SAW, berceramah dengan penuh kebohongan dan kekasaran bahasa yang sama sekali kosong, tak berilmu dan berlandaskan kebenaran Islam yang sesungguhnya berusaha ingin menguasai tanah leluhur kami Nusantara dan berusaha mengklaim sebagai pemilik negeri bumi Pertiwi bahkan menghina dan mengejek leluhur Bangsa Nusantara dari mulai raja-raja Nusantara hingga para Waliyullah yang dikenal sebagai Walisongo.
Padahal mereka para oknum penumpang gelap di tanah Nusantara yang tak paham sejarah Bangsa Nusantara yang sesungguhnya dan tak mengenal leluhur Bangsa besar ini, tetapi mereka tak mengenal malu karena urat malu sebagai manusianya telah hilang, karena mereka menganggap kelompok mereka sebagai wakil Tuhan dan mulut mereka seperti mewakili suara langit padahal seluruh ceramah mereka hanyalah pepesan kosong belaka seperti pengemis pencari hidup di negeri orang.
Di tengah upaya bangsa ini menjaga persatuan dan kesatuan, muncul persoalan baru adanya oknum Habib yang menantang mengajak perang. Ucapan provokatif oknum Habib yang provokatif tersebut berpotensi terjadi perang saudara bila tidak segera disikapi.
Jika ada oknum, termasuk yang mengatasnamakan Habib, yang mengajak perang atau melakukan tindakan provokatif, hal itu memang bisa merusak nilai-nilai persatuan yang menjadi salah satu pilar penting bangsa Indonesia, seperti yang tercermin dalam semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" dan sila ketiga Pancasila, "Persatuan Indonesia." 
Tindakan provokasi oknum Habib tersebut sangat bertentangan dengan semangat kebersamaan dan toleransi yang telah lama dijaga oleh masyarakat Indonesia. Persatuan tetap bisa dipertahankan jika masyarakat fokus pada dialog, saling menghormati, dan menolak provokasi yang memecah belah.
Para kesatria Bangsa Nusantara saat ini telah Bangkit dari Sabang hingga Merauke baik secara off line maupun online bangkit  melawan kezaliman para oknum habib baalawi busuk ini, dengan pedang sejarah Bangsa kami baik dari trah para raja hingga trah para Walisongo dan para rakyat Nusantara, Lawan jangan coba-coba usik kedaulatan NKRI  sebagai warisan murni leluhur kami Bangsa Nusantara. Tanah Nusantara bukan tempat klan penghianat yang tak kenal sejarah kami yang sesungguhnya.
Begitu pula para alim ulama Nusantara bersatu menjaga martabat leluhur bangsa. Ini menunjukkan semangat persatuan di kalangan ulama di Nusantara untuk melindungi kehormatan dan warisan leluhur bangsa.
*) Ketua Umum DPP Persatuan Wartawan Republik Indonesia.((H.Babil))

0 comments:

Posting Komentar

Harus bersifat membangun